MELEPAS
Karya : Samodera Berbisik
Masa reranting melepas daun kering
Usah meminta angin sekejap menunda hembusan
Luruh menyatu wajah bumi
Atau melayang seirama nyanyian alam
Rindang tercipta tiada meneduhkan
Rerimbun hijau pasrah menunggu proses menguning
Hingga jenuh melepas dari genggaman tangkai
Coklat bercelah adalah pusara tanpa nisan
Memeluk angan mengusik harapan
Fatamorgana kian menyelimuti kenyataan
Senyum manis bak rona pulasan semata
Melepas, sesungguhnya indah meski pahit terasa
Tangerang, 29 Juni 2020
JEJAK SUNYI
Karya : Samodera Berbisik
Langkah-langkah kisah indah
Membuncah merekah merah meriah
Kala aksara memeluk rasa
Merangkai bunga-bunga kerinduan
Tumbuh berkembang berbuah kasih sayang
Semanis hamparan keinginan bersitatap riang
Ikrar perjumpaan menjemput kenyataan
Bermadu mereguk kehangatan malam benderang
Tak sempat pijar menyala dalam genggaman
Meredup luruh merajuk keterpurukan
Menghilang tanpa pesan penantian
Tinggalkan jejak sunyi melangkahi keiklasan
Semoga bahagia ada dan tiada luka
Sebab hati bukan arena bercanda
Biarlah terpeluk melupa sekat
Abadi hingga waktu menghentikan tirakat
Tangerang, 02 Juli 2020
SENANDUNG SENDU
Karya : Samodera Berbisik
Setangkai pucuk merindu sentuhan lembut sang bayu
Terik membuat titik legam gersang
Rinai air mata langit sekejap menyejukkan
Daun pun kembali mengering perih
Helai demi helai bergemerisik lirih
Senandung sendu menyentuh pilu
Di manakah hembusan angin
Selama ini menyejuki nurani
Adakah kelu tutur tersumbat luka kian merajam
Sehingga warta tiada terkabar
Jauh di palung rasa bergema gelora
Yang hanya mampu menukar sebaris doa
Bahagialah membelai jiwa
Agar sapa kembali tercipta
Senyum pun kembali merekah
Mengakhiri senandung sendu
Tangerang, 27 Juni 2020
RETAK
Karya : samodera Berbisik
Kemarau berkuasa mencengkram hamparan berhumus
Kalis saat tetes-tetes harapan bersitatap hijau menguning
Menunggu luruh tertiup angin
Debu-debu beterbangan menyapa rindang tak meneduhkan
Berbunga indah dalam tangkai kerontang
Berharap buah menjajaki jemari
Berpindah dalam tungku tak berapi
Retak mengelupas kulit imaginasi
Terpelanting, terperosok pada celah ambisi
Usah sesali, bukankah isyarat berkali menyambangi
Namun abai membadai, merasa menang sendiri
Tangerang, 26 Juni 2020
LESAP
Karya : Samodera Berbisik
Sang dewi lesap terganti kehangatan bola fajar
Selarik sinar menerangi celah pokok- pokok desember
Pucuk-pucuk mengintai sebulir bening, singgah pada telaga berkabut
Menyimpan rangkaian asa tak berujud
Sepasang kelopak ranum memekarkan pinta
Damai dambaan jiwa dalam kasih-Nya
Berseri tanpa lagi terpeluk problema
Sehingga lesap lembaran merah muda
Sebentuk senyum hati mengiringi rerintik puja
Melapang titik-titik makna
Menepi oleh belain lembut angin beraroma kasturi
Sunyi membentang permadani putih
Lesap, moksa
Menggapai titik tertinggi
Memungkasi imaginasi
Pada sujud tak berjeda
Tangerang, 24 Juni 2020
PUTIH PASI
Karya : Samodera Berbisik
Awan hitam berlalu bawa serta lebam beku
Biru tersenyum mengetuk pintu rindu
Merah jambu menyambut kerling syahdu
Memekar harap pelangi hadir merona jingga kalbu
Sekejap lewat petang menelan bulat
Pekat kian kelam menyapu malam
Bintang-bintang tersenyum bias meredam
Sinar redup tertutup gerimis doa tanpa sekat
Hamparan sajadah tergenang air telaga
Bercampur peluh menimang pinta
Kala daya melanglang serpih-serpih kisah diri
Bersimpuh luruh pada altar putih pasi
Tangerang, 12 Juli 2020
WAKTU
Karya : Samodera Berbisik
Detik berdetak mengitari angka tiada kesah
Berpacu menyapa tawa juga air mata
Bibir waktu melumat segala kisah
Melahap suka atau tidak tanpa tanya
Roda dunia berputar kian cepat
Namun langkah jauh tertinggal
Menyusuri jejak luka selaksa debat
Terbuai perih meratap tindak gagal
Berjudi dengan nasib, alibi tingkah bodoh
Malas merakit sampan kokoh
Berlari menerjang hembus angin
Sementara daya sebatas ingin
Lewat jalur pintas meretas logika
Melupa waktu tak mungkin berputar arah
Sekejap singgah kembali melangkah
Hingga Sang Empunya menutup fana
Tangerang, 09 Juli 2020
HALILINTAR DI TENGAH KEHENINGAN
Karya : Samodera Berbisik
Hening melenakan raga pada pembaringan
Lelah mengantar lelap, terbuai memeluk impian
Menyambut pelangi seusai hujan menyisakan kekaguman
Rerintik berderai terdengar merdu menyentuh perasaan
Tanpa hadir prasangka apalagi mengundang kedatangan
Badai dusta sedahsyat gelombang lautan
Terhenyak raga kehilangan kekuatan
Lunglai terduduk menopang kebingungan
Berapa kali lagi tersulam benang-benang kepedihan
Menjerat kesakitan tanpa erangan
Kedunguan memasung keegoisan berpikir tanpa perasaan
Bertepuk dada mengusung kesombongan
Tak lelahkah mencabik kedamaian
Berdalih melindungi dari sengatan kebijakan
Lihatlah jiwa ini telah bernisan sebelum kematian
Tersambar halilintar dalam keheningan
Tangerang, 08 Juli 2020
RINDU
Karya : Samodera Berbisik & Cak Choeks
SB : Usah rasa dengan jiwa, biarkan rindu bergema memenuhi rongga dada.
CC : Kian terdiam rindu meraja tahta, sebab ia hanya mengerti soal rasa.
SB ; Lalu harus bagaimana, aku pusing dibuatnya. Ingin memangkasi tunas-tunas hati, namun akar-akar kuat menancap pada ruang paling jantung.
CC: Rindu bukan tanaman, tapi tumbuh di antara hati dan perasaan. Tak berduri namun setajam belati. Menusuk nurani hingga terkapar pasrah, meski ngilu menyayat kalbu.
SB : Rindu sanggup mencaci, kewarasan pun terkuliti. Melumat segala imaginasi, namun akan berubah manis jika logika masih bermakna.
CC : Sungguh tak mudah menjadi perindu, sebab berkesan manis mengibar kenangan, selibihnya hanya luka dan kepiluan
SB : Maka biarkan mengalir kemana suka, kita tunggu saja di muara penantian dengan segala pikir kebaikan.
Tangerang - Balik Papan, 08 Juli 2020
#maaf_sedikit_improv
#semoga_berkenan
SEPENGGAL KISAH INDAH
Karya : Samodera Berbisik
Pagi berkabut, gigil menyelimuti raga kusut saat rindu tak beringsut. Sementara jiwa masih berkelana menjemput asmara tersekat makna pada kebersamaan tiada bersua.
Hanya aksara berbicara luahan hati tentang sepenggal kisah indah yang kita jalani di emperan hati. Jemari saling menggenggam, seolah tak terlepaskan.
Terdengar lembut bisikan "Dik bisa abang minta tolong sesuatu ?" Katamu sambil mengatupkan bibir menahan dingin.
"Apa yang bisa adek lakukan?" Jawabku penuh tanya dengan tersenyum manja.
"Tolong buatkan abang secangkir teh hangat." Jawabmu tak kalah menggemaskan.
Tanpa banyak bicara aku segera berjalan ke dapur, dan kembali membawa secangkir teh panas serta sebungkus kue untuk menemani.
"Abang, ini secangkir teh panas, minum nanti saat hangat agar selalu menghangati dan menyerap sari wangi kasih kita, bersama sopia keju, semoga kelembutan selalu membangkitkan rindu, aku dan kamu."
Kami tersenyum bersama, sehingga lupa bahwa semua hanyalah bunga aksara.
Tangerang, 07 Juli 2020
#sekedarpenyemangatpagi
GELOMBANG RINDU
Karya : Samodera Berbisik
Dahsyat terhantam
Tanggul pertahanan
Simbol keangkuhan
Meluruh terbenam
Tiada berkuasa
Melawan rasa
Riuh bergema
Gejolak jiwa
Rindu sentuhan
Mesra pelukan
Waktu dahulu
Kini berlalu
Tersisa gelombang
Rindu terkenang
Perlahan lenyap
Seperti asap
Tangerang, 06 Juli 2020
#belajarbermainrima
RELIEF
Karya : Samodera Berbisik
Terpahat jejak-jejak perjuangan
Indah memenuhi dinding-dinding candi
Tiada tapak berpeluh garam menghiasi
Terpantau sekilas pandangan
Ketika hati menyentuh tafakur
Teraba seumpama prasasti terbujur
Tertoreh goresan luka lepas hitungan
Darah pun mengering, sisakan bercak-bercak perjuangan
Para penancap tonggak merdeka
Seiring tumpah ruah semangat menyala, membasahi bumi persada
Kini, tertinggal tatanan menawan relief-relief pengingat sejarah
Merah putih berkibar karena ceceran perjuangan berdarah
Tangerang, 06 Juli 2020
KESETARAAN
Karya : Samodera Berbisik
Terpangkas sekelumit harap, hasrat pun tiarap
Ketika cita-cita terhunus tajamnya pedang kekecewaan
Sementara cuaca tiada setia bersahabat, meranggasi semi yang dinanti
Masih tersisa ingin meliuk bersama ayunan angin
Perlahan menyusupi pori-pori keyakinan, menyentuh ke dalam relung batin
Untuk menghidangkan buah aksara pada sepiring masa depan
Pendidikan formal tertinggal, namun kesetaraan membuka pintu aral melintang
Mengayuh biduk pelayaran hingga terjala ikan-ikan, bekal masa depan
Membuka jendela dunia menjangkau pandangan ilmu pengetahuan
Tak perlu mematahkan semangat juang
Kesetaraan pun searah pendidikan formal
Memukau keindahan nada semerdu irama paket pembelajaran
Tangerang, 05 Juli 2020
TANGAN TAK SAMPAI
Karya : Samodera Berbisik
Jarak menikung waktu, perlahan melumat bunga rindu
Tertelan pahit perasan sari pati perasaan
Mengaliri urat nadi, menyumbat jalur pernapasan
Hingga pilu membelenggu, lidah pun kian kelu
Sekedar menyapa aksara tentang warta si jantung hati
Berdebar tak beraturan menunggu tak pasti
Hari penantian hadir menusuk kekecewaan teramat luka
Ooh ... ternyata semua sia-sia belaka
Singgah tak ubah sekelebat bayang
Rumah rindu hanya selayang pandang
Hasrat memeluk seindah tepian pantai
Terlepas semangat ketika tangan tak sampai
Tangerang, 04 Juli 2020
TIADA USAI MESKI TERBENGKALAI
Karya : Samodera Berbisik
Tak lagi terjalin senyum rembulan menyambut kerling kejora
Gerimis menghalangi perjumpaan purnama
Saat rasi enggan membentuk garis kenyataan
Langit kelam menyimpan semburat keemasan
Pertandakah alam malas membuka restu
Menyatu kalbu terbelenggu tabu
Mengurai temali suci bersimpul misteri
Aaahhh ... alibi kata hati
Mungkin saja rasa berparas jelita
Namun sia-sia, ketampanan tak mampu memesona
Jiwa terlunta tersesat dalam rimba berkabut
Remahan cerita pun tak terjumput
Terbiar liar berlarian hilang arah ditempuh
Terperosok sejauh membentang jarak kisruh
Perdebatan gemuruh ombak di tepi pantai
Tak usai meski terbengkalai
Tangerang, 03 Juni 2020
#EMiMa_Emosi
Masih memeluk rindu bersimpul pilu. Meski entah kapan kembali terdengar merdu. Nikmati sayat-sayat nikmat tanpa ingin khianat.
Samodera Berbisik
Tangerang, 19 Juli 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar