UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Sabtu, 05 November 2022

Kumpulan Puisi Nengicha : AKU MANUSIA



AKU MANUSIA
By. NengIcha

Aku lelah
Aku ingin merebah
Namun kepada siapa hanya sebatas ulasan kata entah

Aku ingin istirahat
Menikmati segala rasa penat
Dari segala gemuruh yang nyaris membuat aku sekarat

Aku juga manusia
Aku punya batas kemampuan yang ada
Yang merasa sakit saat terluka
Dan mendamba kebahagiaan untuk hidupnya

PURI. 02112022 (07:45 WIB)



PUPUS
By. NengIcha ft Ibnu Syarief


*
Aku gelap, aku rapuh
Aku pernah menginginkan dirimu bersinar sepenuhnya untukku
Namun yang kudapati hanya kegelapan abadi dalam hatiku

**
Aku tau akan lukamu, perih lagi pedih
Aku tau akan perhatianmu bak mentari penuh kehangatan dan kenyamanan
Maaf jika aku balas semua perhatianmu dengan suramnya langit kelabu

*
Begitu besar harapanku waktu itu
Begitu kudamba engkau untuk menjadi pelengkap hidupku
Namun semua pupus saat engkau memilih jalan dari orang tuamu
Semua berakhir saat engkau meminang gadis pilihan orang tuamu

**
Maaf,
Aku mungkin jadi orang terburuk yang kau temui
Aku tau akan semua keinginanmu atas diriku
Kau mau aku menjadi pemimpin ibadahmu dan aku pun mau kau berada satu shaf di belakangku
Namun aku lebih memilih orang tuaku
Karena Ibuku bertaruh nyawa ketika melahirkanku sementara Bapakku mati-matian menghidupiku

*
Mati,
Aku mati saat itu,
Jasad bernyawa tanpa memiliki rasa
Raga bernapas tanpa kesanggupan membuka mata
Kini engkau pergilah bersama kekasihmu
Lepaskan aku bersama luka menyembilu
Dan doaku tetap untuk kebahagiaanmu

**
Mungkin yang kau tahu aku bahagia bersamanya,
Membuka warna hidup baru seperti indah pelangi di langit yang biru
Namun kau salah, berat aku melakukan semua ini
Kau hanya kehilangan aku
Tapi aku harus terpaksa mempersunting wanita yang tak kucintai dan juga kehilanganmu kekasih yang sangat kucintai
Tapi tak mengapa jika ini terjadi aku kan terus berdoa ketika kita bertemu suatu saat nanti aku bahagia dan kamu pun bahagia, meski kita tak bisa bersama...

Bumi, 30 Oktober 2022



AKULAH MENTARI
By. NengIcha

Engkau menghampiriku saat hatimu rasa gundah
Engkau menghampiriku saat gelisah membuncah
Dan engkau menghampiriku saat tangismu hampir pecah

Yah, aku pasrah
Untuk segala ratapmu aku akan memapah
Untuk telaga tangismu aku akan mengusapnya hingga tak lagi membasah
Dan untuk mendung kelabu di langit-langit hatimu aku akan mengikisnya hingga kembali cerah

Akulah Mentari
Yang selalu ada saat engkau elegi
Yang selalu ada saat engkau terpuruk dalam gundah hati
Kendati hadirku bagimu tak pernah ada arti

Dan akulah Mentari ...

MK, 25092022



HATI
By. NengIcha


Maafkan aku hati
Aku telah memaksamu bertahan berkali-kali
Meski engkau telah hampir mati
Kini aku membebaskanmu untuk pergi
Mencari sesuatu yang bisa membuatmu kembali berseri
Bersinar kembali selayaknya mentari pagi

MK. September '22



MALAM MENGAJAKKU TERSENYUM
By. NengIcha


Malam mengajakku tersenyum
Sembari dia menceritakan anak elang yang tak tahu jalan pulang
Menengok kanan kiri yang hanya bentangan ilalang

Malam mengajakku tersenyum
Sembari dia menunjukkan anak bintang yang tengah kesepian
Tak ada rembulan sebagai teman dan tak pula dia tersenyum sebab takut akan kegelapan

Dan malam kembali mengajakku tersenyum
Sembari menceritakan tentang esok pagi yang begitu cerah
Namun nokturnal enggan menjadikan rumah atau hanya tempat untuk singgah

MK. 19092022 (00:07 WIB)



BUNCAH
By. NengIcha


Timbunan kata dan aksara meronta dalam dada
Meratap ingin keluar berjajar menjadi barisan puisi elegi
Namun hati belum siap 'tuk menata rapi ragam diksi-diksi
Tersebab kekacauan merata-rata dalam bilik ruang hati

MK. 15092022 (22:04 WIB)



KESAYANGANKU
By. NengIcha


"Kesayanganku"
Seperti itu engkau dahulu menyebutku
Seakan surga telah aku miliki saat itu
Seakan kebahagiaan maha sempurna telah melungkupi hidupku

Namun itu dulu
Saat kita masih bersama
Saat kita masih searah dalam rasa
Dan saat kita masih saling melengkapi dalam suka dan cita

Engkau adalah sosok penyayang
Yang paling memahamiku dalam segala kondisi
Dan engkau serupa bintang
Yang menghias malam sunyi berkabut elegy

MK. 14092022



SAAT MERINDUKANMU
By. NengIcha

Saat merindukanmu
Aku pernah berusaha memanjat langit
Hanya untuk mencium keningmu dan melebur gelisah akan rinduku

Saat merindukanmu
Aku pernah berusaha menentang takdirku
Hanya untuk bisa bersamamu dan melengkapi rinduku

Dan saat aku merindukanmu
Aku begitu lemah tak berdaya atas hidupku
Seperti kehilangan setengah jantung tanpa dirimu
Seperti tak bertulang jasad ini tanpa hadirmu

Begitu nyeri rindu di dada saat-saat itu
Yang selalu terulang lagi dan lagi
Selalu kembali dan lagi menyakiti

Namun faktanya aku begitu menikmati
Meski sakit tanpa ada yang mengobati

MK. 12092022 (18:31 WIB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar