UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Jumat, 03 Mei 2019

Kumpulan Puisi & Tausiah Siamir Marulafau - TAUSIAH SASTRA






TAK AKAN KUTULIS LAGI
Siamir Marulafau


sekali ini aku tulis puisi padamu
jika hatiku menyelinap dalam kalbu
meskipun bulan purnama jauh dari pandanganku
tapi suatu ketika aku tak mau lagi
karena senyummu terulas di balik tirai terselubung

kapankah senyum itu berakhir?
tak kusangka seekor kumbang hinggap di atas kembang
tapi kau tak mengukir lagi senyum itu
sepertinya hanyut di air sungai tak bertepi
dan aku hanya menghanyut di batang kayu tak berteduh

apakah aku sampai ke muara menelusuri atau tidak?
hanya Tuhan tahu
perihal pedih perihku akan berakhir di tanah tak bersuluh

sm/15/05/2019,Kampus Fib USU





Merepotkan
Siamir Marulafau


Tidak ada yang menangis ketika saya sedang dalam masalah
Tidak ada yang bisa memberikan bantuan ketika saya sedang dalam dilema
Tapi banyak dari mereka yang tersenyum ketika aku sedang dalam kebahagiaan

Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan
Kepada Siapa saya harus alamat ini
Untuk sekali terjadi dalam hidup
Wherever be found once upon a time

Saya rasa begitu
Since there is a chance to exchange
Jika semua kesalahan akan meminta maaf

sm/15/05/2019





Matahari bukan musuh saya
Siamir Marulafau


Saya hanya mengatakan bahwa matahari tidak
Musuh saya
Meskipun terlalu panas untuk kulit anda
Dan itu tidak pernah membunuhku selama ribuan kali
Oleh Karena itu aku pernah merasa bahagia
Bahwa semuanya akan baik-baik saja

Since the sun is the mother of all
That the creatures be in no trouble
Tidak pernah mereka dalam keluhan
So as to struggle in lives

Kita mungkin tidak mencoba untuk membenci matahari
Untuk memberikan kesuburan di bumi, Tuhan suka
It enlightens all the dark that brings golden lives
Sedangkan kehidupan tampak seperti surga

sm/04/05/2019





RINAI HUJAN
Siamir Marulafau


tak akan kubiarkan rinai hujan membanjiri bumiMu
sepanjang ramadhan berkibar
doa-doa besenandung di langit biru
dengan ayat-ayat mengupas keheningan
zhikir melantun di atas awan

meskipun jasad tak sekokoh batu pualam
napas tersendak tapi asmaMu kusebut juga
petanda Khalidku,Penyayang merangkul kasih tak terhingga
dan sujudku menghitamkan keningku
tertuju untukMu selalu

sm/14/05/2019,Fib USU


Tidak ada komentar:

Posting Komentar