UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Jumat, 03 Mei 2019

Kumpulan Puisi Puji Astuti - KOPI TERAKHIR



KOPI TERAKHIR
Karya : Puji Astuti


Tenda masih terpasang kokoh
Kursi-kursi tersusun rapi di serambi
Malam-malam seakan tertutup mendung
Keikhlasanku terkuras tuntas

Siang itu begitu dekat dudukmu di sebelahku
Seakan enggan untuk menjauh
Sesekali kau peluk aku di antara tawamu
Melambangkan perpaduan cinta dalam hatimu

Kepulan kopi hangat masih tersaji
Minumlah dari cangkirku, pintamu
Senyum menggembang di wajah sendu
Menyuguhkan keikhlasan begitu teduh

Ternyata itu kopi terakhir untukmu
Dan kebahagiaan terpenggal bagiku
Kau berpulang untuk selamanya
Meninggalkan duka yang tak terkira adanya

Hangatnya kasih masih terasa
Betapa berat luka di dada ini
Kini tinggalah kenangan
Yang tak akan mungkin terlupakan

Jogja, 26.04.2019



SENJA TERAKHIR
Karya : Puji Astuti


Tangan kita terpaut erat
Menyusuri sepanjang tepian pantai
Senyum menghiasi kebahagiaan tak terbendung ini
Semilirnya angin laut menambah syahdunya rasa dua hati

Duduklah kita di sebongkah karang
Wajahmu terlihat sedikit redup
Mengapa kau sembunyikan sesuatu?
Pertanyaan berkecamuk di dadaku

Senja semakin turun seiring waktu
Dekap erat lenganmu di pundakku
Berdesir jiwaku seakan tak percaya
Begitu dalam percikan cinta yang ada

Jangan pergi pintaku
Walau ada derita di ragamu
Kita lewati saat-saat perjuangan
Antara nyawa dan keberadaan

Kuasa Tuhan lebih memilihmu
Aku kau tinggalkan selamanya
Dalam menapaki jalan kehidupan
Senja itu adalah senja yang terakhir
Meninggalkan kilasan perih di setiap ingatanku

Jogja, 19.05.2019



BELALANG


Di antara deru mesin-mesin berpacu
Tenangnya dirimu menggerus daun
Untuk kelangsungan kehidupan
Tanpa peduli apapun yang terjadi

Belalang kesiangan
Di waktu pagi ini kau menapaki tangkai-tangkai
Menjelajah rimbun pepohonan
Nenyiangi dan memilih keinginan hati

Matamu berkutik saat tahu aku perhatikanmu
Menyelidik seakan ingin aku pergi
Sejenak mengganggu kesenanganmu
Mengenyangkan perut dengan memagut

Belalang pagi
Teruslah bergerak
Jangan berhenti
Jika ingin terus hidup dan tidak mati

~ Puji Astuti ~
Jogja, 17.05.2019



TAKUTNYA HATI
Karya : Puji Astuti


Gelegar halilintar mengejutkan rasa
Sedangkan hawa panas masih terasa
Di ujung barat terlihat sarat mendung menggantung
Terbayang derasnya di sana

Kupercepat langkahku
Untuk segera bisa tiba di dalam rumah
Menghindari rintik air yang mulai turun
Karena hati paling takut akan kehujanan di tengah jalan

Terlintas peristiwa
Saat berkendara di tengah lebatnya
Menggigil tak tertahankan
Hingga badan basah kuyup dan kedinginan

Hilangnya keseimbangan
Mengakibatkan olengnya kendaraan
Terjerembab di bumi yang basah
Hingga seketika tak sadarkan diri dan pingsan

Mendung membawa cerita
Histeris di dada
Ketakutan hati
Lebih baik menghindari

Jogja, 15.05.2019

PUJI ASTUTI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar