UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Kamis, 31 Desember 2020

Kumpulan Puisi Genoveva Manuhara - MENYONGSONG MATAHARI







MENYONGSONG MATAHARI

Berdiri di batas waktu yang siap berganti
Memandang rajutan hari yang akan kulewati
Bulan bergulir hingga jelang satu bulatan
Satu tahun telah berganti
Satu masa terlewati

Terkagum melihatmu tumbuh dewasa
Menyadari diriku bertambah tua
Garis wajahku tergores di wajahmu
Engkau anakku yang terlahir dengan mahkota duri menancap di dahi
Waktu mengerang tak peduli

Anakku, buah hati Ibu
Lihatlah kakiku masih kokoh
Mendampingimu berlari mengejar matahari
Lenganku kuat untuk menopangmu menggapai mimpi
Jangan takut berjalan di gelap malam
Doaku penerang langkahmu

Anakku, semata wayang kesayangan
Kasihku timpang merengkuhmu sepanjang jalan
Cinta yang kusuguhkan tak sempurna
Sayap patah sebelah berlumur darah
Mengantarmu sampai ujung warsa

Jantung hatiku, kesayangan Ibu
Mari melangkah dengan gagah
Agar langkah tak lagi goyah
Tapakkan kaki berpijak nurani
Selami hati mencari jati diri

#Selamat tahun baru 2021
Gk, 20201231
(Genoveva Manuhara)



MENGGUGAT RINDU

Merentang imaji
Menikmati kopi
Pahit
Hitam
Kisah memperjuangkanmu

Tak semanis senyum
Yang selalu tersuguh
Untuk pencuri hati
Aku gugat rindu
Mengharu biru

Gk, 20210101
(Genoveva Manuhara)



DILEMA CINTA

Malam ini kusisihkan tawa
Ijin sekali saja
Aku menangis di dadamu yang renta
Jangan ditanya, mengapa ?
Karena air mata datang tanpa diminta

Percayalah
Rasa yang mengendap adalah sama
Seperih luka yang kau goreskan di serambi dada
Sedalamku mencintaimu
Sebesar itu inginku berpaling dari tatapmu

Kembali terbaca luka
Meski gelegak rindu memenuhi rongga jiwa
Bisu setiap kali ingin berkata cinta
Tak bisa menipu diri sendiri
Masih engkau yang merajai singgasana hati

Gk, 20200107
(Genoveva Manuhara)



HALU 2

Memapah rindu di ujung temu
Mengurai rasa tanpa jeda

Teriring hujan membasahi bumi
Membasahi hati

Bersamamu
Di kaki gunung Lawu

Tw, 20210110
(Genoveva Manuhara)



HALU 3

Masih tertinggal wangi tubuhmu
Di dada ringkihku

Menggelepar hati
Tersedak rindu paling dingin

Tentangmu
Masih menjadi rahasia

Tersembunyi
Antara ada dan tiada

Biarlah
Sepanjang jalan ini
Jadi saksi
Bersatunya dua hati
Hanya mimpi

Gajah Mungkur, 20210112
(Genoveva Manuhara)



PENTAS SUNYI

Semalam telah kupentaskan lakon rindu
Di panggung gelap sepi
Tanpa cahaya cinta
Tanpa riuh kidung asmaradana

Sendiri aku menari di pentas sunyi
Rampak gaduh gerak hati
Ditindih elegi rindu
Tembang gamang cinta terlarang

Semalam pentas sendratari usai kulakoni
Jelaga resah gelembung biru relung kalbu
Bergelayut mesra di serambi hati
Meski sendiri tetap kujalani

Gk, 20210113
(Genoveva Manuhara)



HUJAN JADI SAKSI

Ditingkah gerimis menjadi hujan
Daun daun jati membaca puisi sepi
Denting rindu jadi melodi paling merdu
Masih saja namamu yang kueja
Kusebut di hadapan-Nya

Rintik hujan di bulan Januari jadi saksi
Bersatunya harapku juga harapmu
Di awal musim kemarau nanti
Kita ikatkan janji di altar suci
Namamu dan namaku tertulis dalam satu buku

Gk, 20210122
(Genoveva Manuhara)



BIMBANG

Kudayung sampan
Menyeberangi danau ketakutan
Penuh kebimbangan
Resah mengoyak rasa
Gundah merajai jiwa

Akankah kutemukan rindu di tatap matamu
Akankah kutemukan cinta dalam hangat pelukmu

Gk, 20310120
( Genoveva Manuhara)



FEEL

Tak seinci pun rasa ini bergeser darimu
Meski pahit tetap kusesapi
Walau kelam tetap kujalani
Ini hidupku
Ini pilihanku
Kopi hitamku

GM, 20210119



Kumpulan Puisi Tati Kartini - PERGILAH


 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ....
WASPADAI LUPA
Oleh : Tati Kartini


Terkadang karena ego melupakan doa yang mencinta
Lari begitu saja tanpa cerita
Entah lupa atau bagaimana
Padahal doa teramat berharga
Melebihi harta bahkan apapun jua

Apalah artinya mencinta
Bila pelit untuk sekedar memberikan doa?
Belajar dalam hal keikhlasan
Memang tak perlu berharap balasan

Biarlah dia melupakan
Aku akan tetap mendoakan
Karena ikhlas menjadi rahasia
Antara hamba dengan Tuhannya
Bahkan malaikat pun tidak mengetahuinya

Jakarta, 30 Desember 2020



#Emima

Ingin kuteriakkan
Selamat tinggal kepalsuan
Selamat tinggal cinta murahan
Kan kupendamkan asmara
Kan ku lupakan semua
Tentang cinta yang tak bermakna

Jakarta, 29 Desember 2020
By : Tati Kartini



PERGILAH
Karya : Tati Kartini


Tak ada lagi yang bisa kuharap darimu
Dalam kesendirian aku mengulum kepedihan
Pergilah jangan kau hirau ku lagi

Kau asyik dengan duniamu tanpa aku
Diantara hiruk pikuknya canda tawamu
Kau lupakan sepotong hati yang menyayangi

Kau biarkan aku dalam sunyi sendiri
Dibawah rinai hujan dan gelegar petir bersahutan
Aku menggigil kedinginan

Entah sampai kapan aku mampu bertahan
Dalam diam jiwa lelah nian
Tak sanggup lagi ku gapai
Rasamu yang berpindah haluan ....
Pergilah, aku relakan ....

Jakarta, 31 Desember 2020



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

#Emima

Aku syukuri ketidak pedulian mu
Dengan itu membuat ku merasakan
Kepedulian Nya kepada ku
Alhamdulillah ...
Terimakasih ya Allah
Untuk segala hikmah

Jakarta, 31 Desember 2020
By Tati Kartini



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ....
HARAPAN
Oleh : Tati Kartini


Kusibak tirai ....
Bismillahirrahmanirrahiim mulai rutinitas pagi
Tersenyum menyongsong harapan walau tak pasti, semua rahasia Illahi

Penuh harap dan keyakinan iman di dalam dada
Karena ada pahala menanti disana
Bagi siapa saja yang meyakini janjiNya

Berpeganglah sekuat-kuatnya kepadaNya
Segala yang terjadi hanya karena kehendakNya
Sama sekali bukan karena kuasa kita

Bersyukur lah untuk kesuksesan yang kita terima.
Sebagai karunia dariNya.

Janji Allah, dengan bersyukur nikmat akan terus ditambah
Maka berusahalah selalu untuk menggapai keridhoan Nya

Jakarta, 26 Desember 2020



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ...
ALHAMDULILLAH
Oleh : Tati Kartini


Aku terkagum sendiri
Siapakah yang menggerakkan tangan ini?
Begitu lincah menuliskan kata-kata religi
Diriku bukanlah orang yang suci

Ya Illahi, begitu sempurna Kau menyayangi
Diri fakir ini
Kalau bukan karena Mu
Apalah diriku ini
Bernafas pun aku tak mampu

Maha suci Allah swt
Maha Rakhman Rakhim
Kepada segenap hamba-hamba hina sekalipun sebagaimana aku ....
Subhanallah Walhamdulillah Walaillahailalloh Allohuakbar ....

Jakarta, 10 Januari 2021



#Emima

Sebait goresan pena sastra pelipur lara
Diantara duka dan dusta yang kerap bertebaran
Diksi pada tiap larik di baitnya
Menghias lembaran kata tanpa makna
Tuhan, jauhkan aku dari hal demikian
Bimbinglah aku mengeja makna sebagaimana keindahan alqur'an

Jakarta, 9 Januari 2021
By Tati Kartini



#Emima

Bersujudlah, nikmatilah ....
Menyembah hanya pada Allah saja....
Biarkan dosa kita luruh saat rebah
Itu yang pernah kudengar dari ceramah

Jakarta, 9 Januari 2021
By Tati Kartini



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ....
#Emima

Air mata basahi hatiku ini
Sampaikan kata bijak penghibur teman
Betapa hatiku pun remuk redam
Merasakan pedihnya penghianatan
Tapi aku terdiam, hatiku membaca kalam indah
Milik Penguasa Alam

Jakarta, 13 Januari 2021
By Tati Kartini



#Emima

Setiap kata sarat makna
Beri manfaat bagi kita
Sebaik-baik umat yg banyak memberikan manfaat
Begitu indahnya curahan isi jiwamu kawan
Terasa menggetarkan bagi orang yang beriman

Jakarta, 15 Januari 2021
By Tati Kartini



BINTANG
Oleh : Tati Kartini


Bintang pun kini kembali redup menjauh
Tak lagi memberikan sinar nya
Alhamdulillah ya Allah, ENGKAU maha mengetahui segalanya.
Tentang apapun yang
terbaik
bagi hambaNya
Kesakitan dan dan kegelapan kehidupan adalah caraMu untuk memelukku dengan kasihMu

#BarokallohFiiUmrikBintang
Jakarta, 16 Januari 2021



SALAH
Oleh : Tati Kartini


Bayang tentang mu guriskan perih di hatiku
Kejamnya dirimu berperilaku
Berkali ku ingatkan jangan bohong kepada ku
Tapi hatimu memang sekeras batu

Setajam sembilu
Tak punya malu, menipuku dan berlalu
Seperti orang yang tak berilmu
Mengapa kau lakukan itu

Aku tawarkan banyak hal indah untukmu
Aku pun mengerti apa yang kau mau
Aku hanya ingin kau jujur padaku
Tak mengapa aku kau madu

Kalau memang cintamu karena Allah
Dimadu pun bukan masalah
Aku pasrah pada syariah
Tapi tidak dengan cara yang salah
Insyaflah agar beroleh berkah

Jakarta, 20 Januari 2021



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ....
SATU SATUNYA CINTA
Oleh Tati Kartini


Karena Tuhan sayangi aku maka Dia menjauhkan aku darimu.
Tak terbayangkan berapa banyak kemaksiatan yang mungkin terjadi andai kau tetap bersamaku.

Kelembutan bicaramu memukau
Membuat aku silau dan galau
Sumpah janjimu semanis madu
Tapi berulang kali kau hadirkan madu untukku.

Sulit untukku bertahan
Hatiku telah remuk redam
Penghianatan bagimu terbiasa dilakukan
Hingga kau tidak lagi pedulikan iman

Tak lagi kamu takuti ancaman dalam firman
Kau ikuti langkah-langkah setan
Sedemikian jauh kamu terjatuh
Hingga tak bisa lagi untuk kurengkuh
Pergilah … biarkan ku sendiri membalut luka-luka ini.
Dalam doa dan harap akan kasih Illahi
Satu-satunya cinta yang tak tertandingi

Jakarta, 20 Januari 2021



#Puisi_Empat_Larik
YAKIN
Oleh : Tati Kartini

Kuikuti saja semua alur cerita yang Kau cipta
Aku tunduk patuh tanpa daya
Karena aku percaya Kaulah Penguasa
Seluruh jagat raya dan seisinya

Jakarta, 19 Januari 2021



#Emima

Tentang mu begitu menyayat hati
Hingga aku tak mampu bedakan Perasaanku sendiri
Yang terlanjur hanyut dan mencari pegangan
Untukmu yang selalu ada buatku
Rasa apakah gerangan ini?
Cinta atau hanya pelarian saja?

Jakarta, 19 Januari 2021
By Tati Kartini



#Emima

Sahabat sejati sehati sampai mati
Saling menyayangi menghapus benci
Kejujuran adalah perhiasan diri
Dengannya pula hati mempercayai
I love Yadi .

...
Jakarta, 19 Januari 2021
By Tati Kartini



BEGADANG
Oleh : Tati Kartini


Kelelawar terbang malam
Hinggapi dahan mengecup pucuk dedaunan
Menghambur berjuta rayuan

Bersama panah setan
Menggelitik jiwa tak beriman
Tiada jera hingga azab tiba
Kau pun tetap melangkah mendekati neraka

Sesal kemudian tiada guna
Takkan mungkin bisa kembali ke dunia
Karena kesempatan hidup tidaklah dua
Maka sadari kini selagi bisa
Bertobatlah ….

Jakarta, 17 Januari 2021



#Emima

Walaupun kerinduanku menyesakkan kalbu
Tak ada lagi celah untuk bisa memandangku
Kunikmati saja rindu ini dalam pasung rasaku
Aku tahu kau pun merindukan aku

Jakarta, 17 Januari 2021
By Tati Kartini



LUKA
By : Tati Kartini


Wahai dunia, permainkanlah rasa
Timpah kan saja selagi kau bisa
Duka dan derita bukan apa-apa
Selain jalan untuk lebih mendekati Nya
Di dalam kesedihan, aku merasakan kesempurnaan

Bahwasanya ada kasih sayang dan pedulinya Tuhan
Keindahan macam apalagi yang diinginkan?
Tiada apapun keindahan selain berada pada pelukan kasih sayang
Di dalam Rakhman Rakhim Nya

Jakarta, 17 Januari 2021



SETELAH KESULITAN
Oleh : Tati Kartini


Rinai duka yang tiba-tiba melanda
Takkan bisa menggoyahkan iman di dada
Seberat apapun kesusahan hati kurasa

Aku tetap percaya janjiNya
Kebahagiaan akan datang berlipat ganda
Sebagaimana didalam firmanNya
Setelah kesulitan ada kemudahan berganda

Jakarta, 17 Januari 2021


Kumpulan Puisi Nengicha - YANG TERSAYANG





YANG TERSAYANG
By. Nengicha


Yang sayang
Aku menyayangi dirimu
Lebih dari yang engkau tahu
Tak ada yang lain di hati, hanya dirimu satu

Tutup mata dan telinga
Saat engkau memeluk aku dengan cinta
Jangan sesekali engkau coba membuka mata
Kecuali untuk membius hati ini dengan cinta

Yang sayang
Engkau kerling Bintang paling terang
Termegah bagiku yang hanya milikmu seorang
Percayalah padaku, hati ini cukup milikmu yang tersayang

MK. 26122020 (23:00 WIB)
#Krompyang
#Aku_Sang_Pemulung



MENUNDA LUKA
By. Nengicha


Mungkin aku hanya menunda luka
Mungkin semesta pula sedang bercanda
Dan mungkin, engkau pun sedang bersenda
Denganku yang tengah yakin dalam menikmati cinta

Tuhan, ajari aku melumpuhkan waktu
Saat aku rindu pada cintanya yang ambigu
Saat aku hanyut dalam telaga rindu yang semu
Dan saat aku karam dalam rasa paling tabu

Kini, aku akan diam sembari menunggu
Belajar untuk damai dengan amukan rindu
Berusaha mencumbu luka yang nanti akan membunuhku
Dan beradaptasi dengan sunyi tanpa kehadiran bayangmu

MK. 25122020 (21:22 WIB)
#Krompyang
#Aku_Sang_Pemulung



TENTANG RINDU (1)
By. NengIcha


Malam lalu
Purnama mengadu perihal rindu
Entah kepada sesiapa dia sedang merindu
Bintang, angin, hujan, atau embun yang beku

Kini, sepagi ini kulihat embun mengesah
Tersebab mentari tiada pun berkisah
Kerinduannya terhadap mentari begitu basah
Namun mendung tak nak mengerti perihal kesah

Purnama, embun, hujan, atau jua mentari
Adalah lukisan rindu di hati paling abadi
Yang dirimu sedikit pun tak ada mau mengerti
Perihal tabu membelenggu, tak ada lagi membeban di hati

MK, 07072020
#Krompyang
#Aku_Sang_Pemulung



TENTANG RINDU (2)
By. NengIcha


Dan aku tetap merindukanmu
Rindu yang paling rindu
Yang tak pernah terbayangkan olehmu
Dan tak pernah terpikir meski sekelumit olehku

Tentang rinduku,
Tak ada aksara yang mampu menjelaskan
Tak ada keindahan yang mampu melukiskan
Pun tak ada unggun yang mampu menghangatkan
Kecuali kehadiran dirimu dalam pelukan

Tentang rinduku,
Sungguh tak mampu aku menahan
Sungguh tak mampu aku mengabaikan
Dan sungguh ini nian sangat menyakitkan
Merindukan dirimu membuat nalar hilang kesadaran

MK. 02012021
#Krompyang
#Aku_Sang_Pemulung


Kumpulan Puisi Siamir Marulafau - SILUMAN






SILUMAN
Karya : Siamir Marulafau


korona, Antara ada dan tiada
akan ke mana aku berlindung?
siang malam pikiran kusut
menghantui selalu dan kadang bulu kuduk
naik ke langit biru

keluar rumah pun takut
kapan berakhir virus ini?
akhir tahun pun mencekam negeri
langkah kaki berhenti

masker-masker berjejeran di pinggir -pinggir
biarlah dijahit membalut hidung tak terjangkit
akan ke mana aku dibuang jika korona berhenti
aku ragu ,apakah dia ada atau tidak di sekeliling?

Medan/29/12/2020





DI PENGHUJUNG TAHUN,2020
Karya :Siamir Marulafau


apa yang seharusnya diucapkan?
kadang lupa kadang ingat
terselip ucapan natal dan tahun baru
memang lidah tak bertulang,goyang terus

jika terucap,apakah lidahku salah?
tak ada dalilnya,dan hanya ulasan otak yang tercecer
dalam ayat pun deretan surah tak ada larangan
mengapa lidahku dihukum dan dipotong

aku hanya menyebut sebagai rasa kasih sayang
bukan merusak dan mengkaburkan akidahku
jika tak tahu, tak usah berdalih seribu kata
tahukah kau di mana bumi dipijak?

aneh tapi nyata,ikut-ikutan bagai lembu di tarik hidung
di penghujung tahun kiranya doa mujur
pergantian watak terlirik di langit biru
meminta maaf berbudi luhur
memaafkan tindakan Ilahi

hindari fitnah pada sesama
bintang-bintang di langit akan berkelip
bulan purnama pun memberi cahaya jika jalan setapak dilalui
ucapkanlah kebaikan pada hamba-hamba Tuhan

kemurkaan membawa bencana,konflik ke mana-mana
jika ucapan kebajikan pada orang dianggap pisau tajam
jangan membelah bumi dengan lidah tajam
Tuhan akan berpaling antara sesama

Medan,26-12-2020




DI PENGHUJUNG TAHUN,2020
Karya :Siamir Marulafau


apa yang seharusnya diucapkan?
kadang lupa kadang ingat
terselip ucapan natal dan tahun baru
memang lidah tak bertulang,goyang terus
jika terucap,apakah lidahku salah?
tak ada dalilnya,dan hanya ulasan otak yang tercecer
dalam ayat pun deretan surah tak ada larangan
mengapa lidahku dihukum dan dipotong
aku hanya menyebut sebagai rasa kasih sayang
bukan merusak dan mengkaburkan akidahku
jika tak tahu, tak usah berdalih seribu kata
tahukah kau di mana bumi dipijak?
aneh tapi nyata,ikut-ikutan bagai lembu di tarik hidung
di penghujung tahun kiranya doa mujur
pergantian watak terlirik di langit biru
meminta maaf berbudi luhur
memaafkan tindakan Ilahi
hindari fitnah pada sesama
bintang-bintang di langit akan berkelip
bulan purnama pun memberi cahaya jika jalan setapak dilalui
ucapkanlah kebaikan pada hamba-hamba Tuhan
kemurkaan membawa bencana,konflik ke mana-mana
jika ucapan kebajikan pada orang dianggap pisau tajam
jangan membelah bumi dengan lidah tajam
Tuhan akan berpaling antara sesama

Medan,26-12-2020



SHAKIL KALAM'S Anthology of English Poem" ESSENCE OF LOVE"
By : Siamir Marulafau, a lecturer of Faculty of Cultural Sciences, University of Sumatra Utara-Indonesia
penyairdcm2@gmail.com


I. INTRODUCTION AND ANALYSIS

The anthology of a poem entitled "Essence of Love" written in English has touched my heart since the writer is a brilliant writer of Bangladesh. He,who had written some topics of poems in this fine anthology was published. It is said that his anthology was originally written during thovid-19. No wonder if he is said as one of the activists in terms of writing poems with varies topics. All the topics he wrote are magnificent because they are written in a very good English with suitable themes in every poem written. It is a tremendous for me as an analyst and literary critic to read all the poems in his anthology.

The quality of this anthology gives readers fine and wide systems and techniques of writing, which brings new impacts of writing poems. This anthology contains many topics like : Essence of Love, Endorsments of Love Visa, Speaking of Artists and Art, The Broken -Glass Life, Love and Nature, The Thorns of Rose, Neither Poet nor Poetess, Firefly's Lighting and Dreamy , Star of the Distant Sky, Living with Mistakes, Twilight Ascension and others Stories, The Dawn's Narration of Tiger-hill, For Whom?, Who is He?, Adolescent Nature Wants to Dedicate Itself, My love , Kuntala, In The Southern Wind, Life in Wandering, The Poisonous Tree of Racism, Where Did You Get Lost, Where I Anchore, The Orange Coloured Moon, The Pale Moon-Night, The Lighthouse, Environment Got Its Original Form, I Love You , Make the Poet Barve, I Want Brightening Morning, I Will Go Abroad, The Story of a Dreamy Man, The World be Emerged with its New Looks and Outfits, A Mysterious Net, The Evolvements of Time,The First Day of Ashar, The auto biography of a Street, The Age of Corona, The Starry Night, Tale of a War, Birds of Dreamland, Reenergized Mind Calling You, Chewing the Cud of My Memories, Appetency, Black roses and white roses, This is how you go, Autobiography of Palestine, Alien, Dreams of Mandela, I will go to golden port, Companion of One Night.

Though the poems i have read seem very good but some of them make me be more attractive like "Essence of Love". This poem is written in the form of a narrative prose poetry. The writer seems to narrate something about the essence of love which comes from heaven or paradise and it goes to heaven such as imagery, some pains,joys and sorrows. In this poem, he further acknowleges that love does not mean any obstacle. Love dose not have boundaries with no caste, no religion, no distinction and no distances. Let's see these following lines :

" Love comes from heaven, it goes toheaven-
This is the word forever, it leaves some of its
Glories on this earth, it leaves some similies,
Examples, imagery, some pains, joys and sorrows,
Hopes and aspirations.Some more despair frustration"
"We know that love does not mean any obstacle,
There are more obstacles than its infinite speed
There are nomaps and no boundaries
There is no caste, no race, no religion,
no distinction and no distance"

The lines of poem which make me interested to read is that the poet directly gives fine suggestions to readers that they may not forget someone in the triumph of love. He further says that "Once upon a time there was and enchanting pull of love". This poem indicates to look for happiness and joy so as to reveal the aim of human existence living in this universe. Surely, man should be patient to netralize the life because of getting lost sometimes as what he says in these lines:.

"In love, do not forget someone in the triumph of love
Once upon a time there was an enchating pull of love,
Looking for a happy addrsss and joy
Some get their dream address,some get lost"

In my mind, this anthology is precisely named as " ESSENCE OF LOVE" because the author put valuable inspiration and aspiration to love the nature and human beings as well so as to provide an illustration that LOVE is really precious. So, he tends to say ' Keeps the love among so that Almighty will give mercy to all man on the earth". This utterance also can be found in the poem "The Age of Corona". In this poem,the writer specifically elaborates how dreadful human beings are suffering and victimized caused by Corona Virus. He seems to state his sad feeling as a poet towards infectious people like children so as to know how the author has a full attention among societies. Let's see these following lines of his poem:

" Corona! Corona!- Crying howl, unsettled, helpless
Seven hundred, Siblings, nieces, and nephews;
Everyone's weeping , crying - the whole human race in tears
Turbulence of Corona snatches man,
The glory of harmony, friendship and sacrifice
When a human child is infected , then comes groups of beats"

In the last lines of his poem, he shows his great tolerance as a prayer and tries to pray by the name of God so that man may be blessed to give health and get rid off from the scattering virus. He elaborates his attention to keep social distance, lock down and isolation to make people free from Corona Virus. Let's see these following lines as a proof of statement :

"Praying in his heart,Oh Creator! Give himhealth, take care of us
Lock down, social disance, isolation.Home quarantine"

What thing makes him worry about is hunger and shortage of food suffered by his people. He knows that it is impossible to survive them. He hopes the team of humanity to settle this problem. Let's see his statement in the following lines :

" A groupog hungry, on the rise of famine
It is impossible to survive them.
Sitting on the side of the road at dawn; waiting;
When will the team of humanity come with relief and food!

Shakil Kalam as the writer of this anthology seems to retell his own traveling towards his wandering to some places like Singapore ,Kuala Lumpur and island of Langkawi. His travelling indicates his love on the nature, which brings his feeling into a surprise. All what he had seen seemed to be much different in life like Marina Bay located in Singapore. This couldn't delight him and even he went to Sentosa Island also made his feeling not attractive. Let's see the following lines of his poem entitled "Life in Wandering"

" I am living in my life in tropical ways,all over Southeast Asia,
Even small narrow roads.
Flashing lights of Marina Bay , can't delight me,
So, a purple lantern could not enlighten my wandering life.
I have observed wings of fire; a flashing lighting movie
mixed with water, at Sentosa,in Singapore
It could not attract foreign me
I didn't find there any delighted life"

The writer of this anthology has no a heart of satisfaction to explore what he had seen. As a matter of fact, he directly set his foot on the land of Mahathir Mohammad. What he had seen there seems to make his feeling surprised because the situation in this country is hot. Though he had forgotten the sultry air in Dhaka. He confessed that this country has rows of vehickles and no traffic jams. Let's see the following lines how of his poem:

"Then I set foot in the land of Mahathir Mohammed,
Assoon as I set foot in Kuala Lumpur, I felt a heat; Tropical region'
I have forgotten the sultry air of Dhaka for some time;
There was and rows of vehickles but no horns, no traffic james"

In the end of this poem, the poets intends to say that people who are on the land and motherland as well should have become one in mind that the peace will be more important to keep so as to make poeple be more fresh and saved. Let's see the following lines of his poems :

"Mother , soil, people and motherland have become one in mind,
The heart twisted , the mind cried, two drops of salty water
fallen down from my chin
Muttering, thinking, theind pierces;
When the mother's chest will be filled with peace!"

II. LITERARY REVIEWS

This anthology is a really magnificent of writing by the poet because of its choice of words. It consists of 49 topics which shows a great written words suited with each theme of every topic. I my self a reader feel astonished to read. It is because the poet is smart to arrange sentences which do not break the rules of English structure.

As a matter of fact, this anthology can be used to those who are learning poetry in Universities whereas English is dominantly be used, spoken and written there as a foreign language. Besides, all the poems in this anthology entitled "ESSENCE OF LOVE" can be analyzed by using literary theory like : "Theory of Literature" by Rene Wellek & Austin Warrent, Dr A. Teew's Literary Theory and some other literary theories in English Literature.

This anthology is constructed in quite simple English language, which related to the exact use of words in many figures of speech in the techniques of writing poems. In short, there is no a single word or sentence found as wrong written in it.

In my analysis, I chose three topics of poems among as representative of all the poems so as to be a framework or data of research that may come up to say this antology of English poem by Shakil Kalam is really very good in its "ESSENCE OF LOVE".

III. REFERENCES

Alexander, L.G. 1977.Poetry and Prose Appreciation for Over Sea Studies.
London :Longman Group.
Aminur Rahman.2016. Perpetual Diary. Persatuan Sastrawan Malaysia.Kuala Lumpur.
Arthur , B. 1968. Reading Literature and Learning a Second Language. Language
Learning 18(3-4), 199-210.
Benton, M. & Fox, G.1987. What Happens When We Read Poems in Lee, V J.(ed)
English Literature In Schools,Milton Keynes: Open University Press
Booth, D.E,& Moore,B.1988.Poems Please.Markham,OntarioPembroke PublisherLtd.
Carter, R & M. Long. 1991 Teaching Literature.Longman

IV. READER AND ANALYST

Siamir marulafau was born in Nias, North Sumatra-Indonesia,17-05-1958. He was graduated from English and Literature Department, Faculty of Cultural Study, University of North Sumatra, Medan-Indonesia. He is now still teaching English and Literature, and writing poems and short stories. His works were mostly published in social medias such "HUMANITY"(2015); "LIGHTING”(2016),and some other works or poems in Indonesian language and English. He was a poet and conducted a scientific paper and research in Terengganu, Malaysia,2017, Pahang,2017, USM Penang, 2017, Singapore,2018, UPM,Malaysia,2018 and UNY,Yokyakarta, 2018.



POKOK PEMIKIRAN DAN ASUMSI JATUHNYA PESAWAT SJ 182.
Oleh :Siamir Marulafau


DATA :
Tribun Solo
13 Januari pada 10.02 ·


Kotak Hitam Ditemukan, Dugaan Mesin Pesawat Sriwijaya Air Masih Hidup sebelum Menyentuh Air

Kotak Hitam Ditemukan, Dugaan Mesin Pesawat Sriwijaya Air Masih Hidup sebelum Menyentuh Air

Teka-teki jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB mulai mengarah ke titik terang.

Berdasarkan hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), sistem pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut masih berfungsi sesaat sebelum terbentur ke permukaan air.

Merujuk data radar ADS-B dari Perum Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia), sistem pesawat masih benar-benar berfungsi ketika masih mengudara.

Sistem pesawat terdeteksi masih berjalan setidaknya hingga berada di ketinggian 250 kaki dari permukaan laut.

"Terekamnya data sampai dengan 250 kaki mengindikasikan sistem pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data.

Dari data ini kami menduga mesin masih dalam kondisi hidup sebelum membentur air," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, Selasa (12/1/2021).

Di samping itu, data radar ADS-B juga mencatat, pesawat mengudara dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 14.36 WIB.

Selepas berangkat, pesawat terdeteksi terbang menuju arah barat laut.

Ketika jarum jam memasuki pukul 14.40 WIB, Sriwijaya Air SJ 182 terdeteksi sudah mengudara di ketinggian 10.900 kaki.

Namun, setelah sempat terbang tinggi, pesawat justru berlahan mulai menurun.

Data radar ADS-B kali terakhir mencatat perjalanan pesawat tersebut ketika berada di ketinggian 250 kaki di atas permukaan laut.

Selain itu, data lain yang didapat KNKT dari KRI Rigel 933 mendapati adanya sebaran puing (wreckage) besar selebar 100 meter dengan panjang 300-400 meter.

Sebaran puing ini pun menguatkan dugaan jika pesawat tidak meledak sebelum jatuh ke permukaan air.

"Luas sebaran ini konsisten dengan dugaan pesawat tidak mengalami ledakan sebelum membentur air," kata dia.

Saat mengalami kecelakaan, Sriwijaya Air SJ 182 mengangkut 62 orang yang terdiri dari enam kru aktif, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Ketika pesawat kali pertama dilaporkan hilang kontak, sejumlah petugas gabungan, baik dari Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI, hingga Polri langsung bahu-membahu menggelar proses evakuasi di Kepulauan Seribu.

Kerusakan fan blade Proses evakuasi oleh tim SAR gabungan telah memasuki hari keempat hingga Selasa (12/1/2021).

Selama evakuasi tersebut, Basarnas telah mengumpulkan berbagai puing yang mempunyai arti penting dalam rangka menganalisis penyebab kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182.

Dari proses evakuasi tersebut, salah satu temuan puing yang bernilai penting yakni ditemukannya bagian mesin turbine disc dengan fan blade yang mengalami kerusakan. Lihat Lebih Sedikit

POKOK PEMIKIRAN

Berdasarkan data di atas, timbulah suatu asumsi pada saya sebagai seorang Penyair/Sastrawan dan dosen Fib USU ,Medan yang turut berdukacita atas meninggalnya semua penumpang pesawat Sj 182 pada tgl 09-01-2021. Saya berasumsi jatuhnya pesawat itu tidak meledak di udara sebelum terbentur di permukaan air laut. Pesawat kemungkinan tak bisa dikendalikan oleh pilot karena cuaca kurang bersahabat sehingga ada sesuatu yang rusak dalam bahagian pengendalian pesawat sehingga pesawat itu turun sampai 250 kaki dan pesawat meluncur ke bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi di permukaan laut dan menerobos air laut sehingga moncong pesawat bahagian depan menabrak dasar laut yang tak dalam ( Sekitar 23 meter). Mengapa sampai pesawat menabrak dasar laut? Karena kekuatan jatuhnya pesawat masuk ke dalam air laut tidak seimbang dengan kecepatan pesawat ( Dengan pengertian kedalaman air laut tidak seimbang dengan jatuhnya pesawat yang sedang meluncur ke bawah ,hanya sedalam 23 meter). Jika kedalaman air laut berkisar 50 meter dalamnya, kemungkinan pesawat tidak tabrak dengan batu karang di dasar laut) yang mengakibatkan pesawat meledak di dalam air laut. Dan sebagai buktinya nelayan hanya mendengar dentuman dua kali dalam laut sehingga air laut naik ke atas.

Saran -Saran :

1. Sebaiknya pesawat yang sudah terbang berkisar 5 tahun ke atas
harus dicek dan diservis kembali. Layak atau tidak pesawat itu di-
terbangkan.

2. Pesawat yang sudah tua dan tahun terbangnya sudah melebihi

20 tahun ke atas seharusnya dipertimbangkan, apakah
layak atau tidak ?

3. Pilot dan Coopilot harus di upgrade dan ditingkatkan
pengetahuan mereka dalam penguasaan teknologi dalam hal

menerbangkan pesawat.

Demikianlah tanggapan dan asumsi dari saya mengenai jatuhnya pesawat Sriwijaya 182 di Kepulauan Seribu, dan apabila ada pengungkapan yang kurang tepat, saya mohon dimaafkan. Moga semua penumpang yang telah meninggalkan kita semua agar mereka husunul khotimah. Aamiin. Dan pada keluarga yang ditinggalkan agar tabah menghadapi semua ini karena ini adalah kadar dan ketentuan dari Allah Swt.

Wassalam,

dtt
Associate Prof.Drs.Siamir Marulafau,M.Hum
NIP. 19580517 1985031003



APAKAH PENYAIR ATAU SASTRAWAN ITU MASUK SURGA ATAU NERAKA ?

Tausiah singkat disampaikan oleh : Ustad. Siamir Marulafau
Dosen Fib USU,Medan
Penyairdcm2@gmail.com 

Assalamuallaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh
Sdr/Sdri Kaum Muslimin dan muslimah rahimah kumullah, ada seorang hamba Allah bertanya kepada saya. Pertanyaannya begini, “ Ustad, apakah Penyair atau sastrawan itu masuk surga atau neraka?”

Lantas, saya jawab : Pertanyaan Saudari sangat bagus. Baiklah, sebenarnya ada beberapa pendapat penafsir firman Allah dalam surah Asy-Syu’ara,ayat : 224: ÙˆَٱلشُّعَرَآØ¡ُ ÙŠَتَّبِعُÙ‡ُÙ…ُ ٱلْغَاوُÛ¥Ù† (Artinya : penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat)

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram) 224-227. Allah menyampaikan bahwa para penyair terbagi menjadi dua golongan dari sisi kebaikan dan kefasikan mereka; adapun para penyair yang fasik adalah yang diikuti orang-orang yang sesat dari kebenaran. Tidakkah kamu melihat di setiap perkataan mereka berisi pujian yang buruk, perkataan yang menghina, dan gurauan yang beracun. Mereka berjalan seperti orang yang bingung, dan berpaling dari jalan yang benar. Kebanyakan perkataan meraka adalah dusta, karena mereka mengakui sesuatu yang tidak mereka lakukan. Kemudian Allah mengecualikan golongan penyair yang baik: Kecuali mereka yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, melakukan amalan-amalan shalih yang telah Allah syariatkan, banyak menyebutkan nama Allah dan pujian pada-Nya pada syair-syair mereka, dan mereka membela Rasulullah dan memperjuangkan agama Islam dan umat Islam dalam membela orang yang terzalimi dari mereka. Dan orang-orang yang zalim akan mengetahui di mana tempat mereka akan kembali.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah 224. Ùˆَالشُّعَرَآءُ ÙŠَتَّبِعُÙ‡ُÙ…ُ الْغَاوُÛ¥Ù†َ (Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat) Yakni orang-orang yang sesat itu mengikuti jalan para penyair, mereka adalah orang-orang sesat dari kalangan jin dan manusia.

TINJAUAN DAN PEMBAHASAN

Merujuk pada kedua pendapat di atas, saya kemukakan bahwa masuknya hamba Allah sebagai penyair atau sastrawan itu adalah HAK ALLAH . Cuma dalam hal ini, Allah lebih tahu apa yang dikerjakan oleh hamba-Nya di bumi. Masuknya penyair atau sastrawan dalam surga atau neraka tergantung pada apa yang dibuat mereka . Tergantung pada konteks karya sastra mereka. Jika karya sastra mereka merujuk pada tema kebajikan dan mengandung unsur pujian kepada Allah yang didasari dengan isi kandungan al-qur’an maka mereka sebagai penyair sufistik akan masuk surga Allah. Mengapa harus demikian? Karena Allah sangat senang pada ucapan dan tulisan yang indah serta pujian kepada Allah Swt dengan ulasan diksi dan kalimat yang indah. AL-Qur’an juga adalah kitab ALLAH sebagai petunjuk untuk meluruskan kehidupan manusia di bumi dan sangat puitis. Apalagi jika ayat-ayat Al-Qur’an dilagukan oleh Qori/Qoriah dengan “Lagu Bayati, Lagu Nahwan ,Lagu Saba, Lagu Zhaharka, Lagu Ras dan Lagu Syika, dll seolah-olah bulu kuduk kita naik ke langit ke 7 dan hati kita sangat dekat dengan Allah sebagai Pencipta. Jika membaca satu huruf Al-Qur’an, maka akan mendapat 10 kebaikan. Lantas, bagai mana dengan membaca satu kata puisi atau kalimat yang berbau pujian kepada Allah, nilainya mungkin sama dan hanya Allahlah yang dapat menilainya. Maka perlu kita bandingkan supaya apa yang kita buat selama ini akan diketahui umat.

Kemudian , bisa dikatakan bahwa sebahagian penyair itu kemungkinan bisa masuk neraka apabila konteks karya sastranya itu merujuk pada kejelekan . Dengan pengertian bahwa karya puisi itu berbau SARA, mengandung unsur penghinaan, pelecehan , pendustaan, dan lain sebagainya yang mengandung hal-hal yang tidak baik disisi Allah Swt. Tentu hal ini akan mendapat ganjaran dari Allah Swt, yaitu NERAKA.

Lantas, Hamba Allah itu berkata kepada saya,”Wou, betul sekali Ustad. Saya juga seorang penyair bahkan dosen sastra di Fakultas Sastra. Jika begitu, saya terus berkarya dan menulis puisi yang berbau pujian kepada Allah, dan membaca puisi ke mana-mana dengan hati yang ikhlas ridho karena Allah. “

Kemudian , saya berkata kepadanya ,” Iya ,teruslah menulis dan berkarya dan bersastralah anda sepanjang hidup anda walaupun sastra itu adalah hiasan dunia .” Tetapi ingat! Janganlah anda lalai dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an supaya anda masuk ke surga Allah dan terhindar dari neraka Allah.

Demikianlah tausiah singkat ini dibentangkan kepada kita semua. Moga Allah paring barokah. Aamiin.

Wassalam,
dtt
Associate Prof. Drs.Siamir Marulafau,M.Hum
Nip. 19580517 1985031003
Referensi: https://tafsirweb.com/6634-quran-surat-asy-syuara-ayat...



PERAN BAHASA TERHADAP SASTRAWAN SEBAGAI KHAZANAH BUDAYA BANGSA
Siamir Marulafau
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara
penyairdcm2@gmail.com

I. PENDAHULUAN
Bahasa adalah merupakan alat komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Selain dapat mendeskripsikan sesuatu dengan jelas baik dalam bahasa lisan maupun tulisan,bahasa itu memiliki peran terhadap seseorang apalagi terhadap sastrawan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu apa yang dibicarakan maupun apa yang ditulis.

Bahasa dapat dikatakan sebagai simbol memiliki makna, dan memberikan pengertian yang jelas kepada seseorang untuk menanggapi apa yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, bahasa sebagai alat komunikasi memerlukan ekspresi yang dapat dimengerti oleh orang lain. Dalam kajian ini,kemungkinan akan timbul pertanyaan kepada kita bahwa mungkinkah seseorang apakah dia sebagai sastrawan atau penyair memerlukan bahasa ?Apa peran bahasa terhadap mereka yang selalu terjun dalam penulisan karya sastra? Apa pun bahasa yang digunakan tetap berperan terhadap pengguna bahasa dan apalagi sastrawan.Tidak akan mungkin seorang sastrawan dapat mengulas sesuatu yang ada dalam pikiran dan perasaannya tanpa menggunakan bahasa. Tidak hanya dalam komunikasi dan proses interaksi sosial sehari-hari, ternyata bahasa memiliki peranan penting dalam komunikasi sastra. Hal ini dapat dilihat dari berbagai hasil karya sastra yang ditulis oleh sastrawan- sastrawan di negeri tercinta ini, seperti penulisan karya sastra puisi, cerpen, atau bahkan novel.

II.PEMBAHASAN
Merujuk pada peran bahasa terhadap sastrawan adalah salah satu hal yang paling penting dibicarakan. Karena jika bahasa dinilai tak ada fungsi sebagai alat untuk penulisan karya sastra berarti bahasa yang digunakan untuk penulisan karya sastra itu tak bermakna, dan alat apa yang harus digunakan oleh para sastrawan untuk menulis karya sastra mereka? Maka dalam pembahasan ini, peran bahasa itu sangat penting dibicarakan. Kemampuan seseorang dalam penulisan karya sastra dapat dilihat dari bahasanya. Dengan adanya bahasa digunakan oleh mereka, dapat dilihat bagaimana mereka mengolah kata dan mendeskripsikan pikiran mereka dalam penggunaan bahasa pada karya sastra itu.Kita sebagai pembaca juga akan dapat menikmati karya sastra yang ditulis dan diciptakan oleh mereka sebagai khazanah budaya bangsa. Sebagai contoh salah seorang sastrawan di negara kita ini adalah Sanusi Pane telah menulis beberapa karya sastra dalam bahasa Indonesia dan salah satu diantaranya adalah ,seperti puisi bertajuk “Sajak”,sebagai berikut:

“O, bukanlah dalam kata yang rancak
Kata yang pelik kebagusan sajak
O, pujangga buanglah segala kata
Yang kan mempermainkan mata
Dan hanya dibaca sepintas lalu
Karena tak keluar dari sukma
Seperti matahari mencintai bumi
Memberi sinar selama-lamanya
Tidak meminta sesuatu kembali
Harus cintamu senantiasa”


Puisi yang bertajuk “Sajak”di atas adalah puisi karya Sanusi Pane yang unik dan memiliki gaya baru dalam penulisan puisi Indonesia. Memang setiap penyair memiliki gaya penulisan yang berbeda-beda. Perlu ditandai bahwa sastrawan itu menggunakan bahasa seni sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Pengunaan kata-kata atau diksi yang sesuai dan tepat dengan tema puisi adalah merujuk pada pokok pemikiran sang pengarang. Maka bahasa puitis yang dugunakan oleh sastrawan seperti Sanusi Pane dalam menciptakan karya sastra dinilai lebih efektif dalam memberikan ekspresi terhadap pembacanya.

Yang paling penting diingatkan kepada kita bahwa peran bahasa itu terhadap sastrawan sangat memberikan dampak positif terhadap mereka dalam menulis setiap karya sastra, apakah itu puisi, cerpen atau novel. Peran bahasa dalam menciptakan karya sastra seperti : 1. Menyampaikan pesan, 2. Menggambarkan sesuatu dengan detail, 3. Mengekspresikan perasaan, 4. Mengekspresikan ide, 5. Menjadi identitas, 6. Pemuasan rasa estetis, 7. Memberikan nilai artistik, 8. Memberikan ilmu (Denia Dey,April,2018). Tapi namun demikian , kita sebagai pembaca harus tahu bahwa dalam penulisan setiap karya sastra oleh sastrawan harus ada istilah kegunaan dan fungsi (“ utile dan dulce” ) karya sastra itu disamping adanya peran bahasa. Halini sangat mendukung dalam penulisan karya sastra itu. Mengapa harus demikian? Karena Karya sastra itu bukan hanya saja dipandang dari sudut peran bahasa tetapi kegunaan dan fungsi karya sastra itu bagi masyarakat. Hal ini harusdiingat bahwa ada dua fungsi karya sastra yaitu fungsi dulce dan utile. Dulce artinya menghibur. Sedangkan utile adalah mengajarkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembaca (El-Shirazy, 2008: 271).

Dalam hal menyampaikan pesan, karya sastra itu lazim jika pengarang mempublikasikan karya sastra itu untuk dapat dinikmati oleh pembacanya. Jika karya sastra itu tidak dipublikasikan, bagaimana pembaca dapat mendapatkan pesan? Itu kan tidak mungkin karya sastra dibiarkan begitu saja sepertinya karya tersebut layaknya tong tanpa isi akan nyaring bunyinya. Makanya setiap pengarang harus mampu menggunakan bahasa bila menulis karya sastra supaya apa yang disampaikan dalam karya sastra itu mengandung unsur pesan dan kesan bagi pembacanya.

Pada hakekatnya,karya sastra itu bukan hanya menggunakan bahasa dalam bentuk komunikasi lisan, akan tetapi bisa juga dalam berupa tulisan. Komunikasi tulisan sering dijumpai dalam berbagai media sosial yang penerapannya sering diterapkan dalam teori komunikasi dalam media pembelajaran. Hal ini sangat mendukung dalam proses belajar mengajar, terutama sekali misalnya dalam menciptakan karya seni puisi. Peran bahasa dalam penulisan karya puisi ini sangat terasa bagi setiap pengarang karya sastra.

Penciptaan sebuah karya puisi atau cerpen tidaklah sembarang meskipun tidak terlalu mendeskripsikan lingkungan sekitar dan mendetail seperti novel. Penulisan sebuah novel harus lebih mendetail untuk menggambarkan sesuatu hal yang diceritakan supaya pembaca dapat memahami apa yang dilihat, dirasakan atau didengar oleh sang tokoh dalam novel tersebut. Coba kita bayangkan,seorang pengarang novel menggunakan bahasa dengan banyak perbendaharaan kata dengan menggunakan gaya bahasa yang indah disertai dengan kata atau diksi yang terpilih. Hal ini memang suatu yang luar biasa agar pembaca tak merasa bosan membaca novel tersebut dan apalagi jika karya yang ditulis itu dalam bentuk puisi. Ini menyangkut pada fungsi diksi baik dalam komunikasi lisan maupun tulisan. Maka sebagai sastrawan harus mendalami penggunaan bahasa Indonesia baik tulisan maupun lisan ”Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam penulisan karya sastra. Hal ini terletak pada beberapa hal. Yaitu pada aturan penulisan (dengan menggunakan EYD), gaya bahasa (sebagai sistem) dan tentunya unsur pembentuk. Meski sastra lebih menekankan pada estetika, namun karya sastra yang terikat bentuk tertulis tidak dapat dipisahkan dengan aturan penulisan. Setiap kata dan kalimat tetap harus terikat pada bentuk yang baku. Pun juga karya sastra terikat dengan tata bahasa ; fonologi, morfologi dan sintaksis (Ratna, 2009: 65)”

Penulisan karya sastra bukan hanya saja menyangkut pada penggambaran sesuatu yang detail,akan tetapi pengarang setidaknya mampu mengungkapkan dan memiliki perasaan dalam menulis karya sastra itu. Mengapa tidak? Misalnya dalam puisi, penulis menggunakan kata-kata yang puitis yang tidak sama dengan kata-kata pada bahasa sehari-hari.Inilah yang membuat puisi itu terasa indah. Penulis harus mampu mengekspresikan apa yang akan ada dalam benaknya. Kata-kata tersebut akan selalu sulit dimengerti oleh pembacanya, yang kadang hanya menerka – nerka. Makna puisi tidak selalu pas apa yang dikatakan oleh pembaca karya sang pengarang itu. Karena makna yang tersirat di balik tersurat itu hanya diketahui oleh pengarangnya. Apabila tidak tahu makna karya sastra itu, pembaca hendaknya kembali bertanya pada penulis. Apa makna karya sastra yang ditulisnya itu?

Pemaparan ide dalam sebuah karya sastra adalah salah satu unsur yang penting dalam menggunakan bahasa untuk menciptakan sebuah karya sastra oleh sastrawan. Hal ini kita dapat mengetahui bagaimana pola pikir sang pencipta melalui bahasanya dalam karya sastra itu. Selain itu, dapat juga difahami dengan jelas tentang apa yang digambarkan oleh penulis novel dalam karyanya yang menyangkut tentang karakter sang tokoh dalam novel tersebut.Tentu saja seorang penulis novel berusaha menyelesaikan konflik yang timbul diantara para pelaku dalam novel yang ditulisnya sebagai petanda bahwa dialah mampu menyelesaikan sesuatu masalah diantara tokoh yang dipilihnya. Ini tergantung pada seorang novelis apakah dia bijak atau tidak dalam menanggapi sesuatu hal yang merujuk pada pengalaman , penuangan ide serta pengetahuan kepada pembaca.Maka seorang novelis memiliki pengetahuan yang amat luas terhadap penguasaan bahasa dalam penulisan karya sastra.

Selain pemaparan ide dalam penulisan karya sastra, pengarang juga harus mampu menyampaikan maksudnya sebagai identitas dirinya. Dalam hal ini, pencipta karya sastra terkadang menggunakan caranya sendiri sesuai dengan kemampuan dan seleranya. Kadang terlihat bahasanya kaku, ada juga bahasa yang sifatnya santai. Untuk ini, perlu diketahui bahwa pencipta karya sastra itu memiliki pengetahuan yang berbeda dalam penggunaan bahasa. Ini juga tergatung kepada pengetahuan seseorang pencipta karya sastra dalam menggunakan bahasa dalam karyanya.

Dalam hal ini sering disarankan untuk membaca karya sastra dan sekalian menikmati hasil karya sastra itu guna untuk mengetahui identitas pencipta karya sastra itu. Mengetahui maksud dan tujuan karya sastra seorang pengarang bukanlah hal yang gampang jika kita tak mengetahui siapa sebenarnya pengarang karya sastra itu. Banyak pembaca asal menebak –nebak karya sastra seseorang karena kemungkinan adanya kedangkalan ilmu dalam menganalisis sebuah karya sastra. Makanya seorang pembaca harus mengenal gaya kepenulisan penuliskarya sastra tersebut. Inilah salah satu peranan bahasa dalam komunikasi sastra,yaitu jati diri sang pencipta sastra. Maka kita disarankan untuk terjun ke dunia sastra dan menulis karya sastra sebanyak-banyaknya supaya masyarakat mengetahui jati diri kita sebagai pengarang. Dalam hal ini, mereka akan lebih mengenal kita sebagai pengarang , dan terutama gaya penulisan kita walapun kita sebagai penulis terkenal. Karena setiap pengarang memiliki keunikan sendiri dan keunikan itu yang perlu dikembangkan.Mengapa setiap orang memiliki keunikan dalam menulis karya sastra? Karena setiap orang itu memiliki bakat dan latar belakang pengetahuan sastra serta bahasa yang berbeda.

Dalam penulisan karya sastra juga dijumpai pemuasan rasa estetis. Dengan pengertian bahwa jika kita menguasai bahasa dan mampu menulis karya sastra dengan bahasa yang digunakan, semakin tinggi nilai karya sastra yang kita tulis. Karena kemampuan kebahasaan seseorang dalam penulisan karya sastra semakin baik mengolah kata dan kalimat yang indah untuk menciptakan nilai artistik dalam sebuah karya sastra. Sehingga ,seseorang dapat memuaskan rasa estetis melalui hasil karya sastra yang diciptakannya. Nilai keindahan sangat penting dalam sebuah karya sastra. Keindahan penggunaan bahasa dalam pencitaan karya sastra akan membuat orang tertarik membaca karya sastra tersebut. Karya sastra, merupakan bentuk ide yang dibuat secara tertulis. Dari hal itu, penulisannya terikat oleh ejaan. Tapi bukan hanya saja dalam bentuk ide tapi, “ejaan baku yang dipakai adalah EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Maka dalam menulis sebuah karya sastra berbahasa Indonesia, harus bersandar pada EYD yang baku. Disini, bahasa Indonesia berperan untuk penulisan karya sastra. Setidaknya hal umum yang perlu diperhatikan adalah pemakaian ejaan, kata, frasa, klausa, kalimat dan paragraf mengingat konteksnya karya sastra sebagai bahasa secara tertulis (Rahardi, 2009: 18)”

Karya sastra seseorang bukan hanya saja dtemukan rasa estetis tetapi karya sastra itu juga memberikan nilai aritstik. Nilai ini akan memberikan peran untuk menentukan seberapa baik karya sastra tersebut diciptakan. Jika karya sastra memiliki nilai artistik maka banyak pembaca memberikan respon pada karya sastra tersebut. Respon itu akan memberikan gambaran pada penulis atas kemampuannya sebagai pencipta karya seni. Hal ini akan menunjukkan minat dan ikatan para pembaca karya itu sebagai karya yang dianggap terbaik di antara karya-karya yang diciptakan oleh penulis lain.

Salah satu hal yang paling dalam penciptaan karya sastra oleh sastrawan adalah fungsi atau kegunaan karya sastra itu sendiri. Ini manyangkut pada pemberian ilmu merujuk pada pengaruh bahasa dalam bidang pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa sastra menjadi salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Di berbagai sekolah di negara ini, kita akan menemukan kurikulum mata pembelajaran Bahasa Indonesia. Siswa-siswi diajak untuk banyak membaca melalui tugas-tugas berupa konteks sastra untuk menambah wawasan mereka mengetahui tentang sastra. Mereka paling tidak diajak untuk membaca puisi sebagai pelatihan dalam mendalami sastra.

Merujuk pada tanggapan bahwa sastra itu akan memberikan ilmu, tentu saja perkembangannya akan menggunakan bahasa sebagai alat. Tidak akan mungkin sastra itu tercipta tanpa bahasa. Rene Wellek dan Austin Warrent dalam Theory of Literature, mengatakan bahwa sastra itu adalah hasil ciptaan dan olahan pikiran manusia menggunakan bahasa sebagai alat (Literature is a creation of human mind using language as its medium). Dengan mempelajari sastra berarti akan menambah pengetahuan bahasa kepada siswa. Terutama sekali penambahan keahlian membaca dan menulis yang harus dibina dan dikembangkan. Dan begitu pula dengan sastrawan seperti Sanusi Pane tentu saja menggunakan bahasa sebagai alat untuk menciptakan karya sastranya dan menjadikan karya sastra itu sebagai khazanah budaya bangsa. Kemungkninan timbul saja pertanyaan kepada kita, bahasa apa yang digunakan oleh Sanusi Pane dalam menulis karya-karya-nya?

Sanusi Pane sebagai warga negara Indonesia, tentu saja dia menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat satu-satunya untuk dikembangkan melalui penulisan karya sastra seperti apa yang tertera dalam puisi di bawah ini.

PAGI

Pagi telah tiba, sinar matari
Memancar dari belakang gunung,
Menerangi bumi, yang tadi dirundung
Malam, yang sekarang sudahlah lari.
Alam bersuka ria, gelak tersenyum,
Berseri-seri, dipeluk si raja siang.
Duka nestapa sudah diganti riang,
Sebab Sinar Bahagia datang mencium.
Mari, O Jiwa, yang meratap selalu
Dalam rumahmu, turutlah daku.
Apa guna menangisi waktu yang silam?
Mari, bersuka ria, bercengkerema
Dengan alam, dengan sinar bersama-sama,
Di bawah langit yang seperti nilam.


KESADARAN


Pada kepalaku sudah direka,
Mahkota bunga kekal belaka,
Aku sudah jadi merdeka,
Sudah mendapat bahagia baka.
Aku melayang kelangit bintang,
Dengan mata yang bercaya-caya,
Punah sudah apa melintang,
Apa yang dulu mengikat saya.
Mari kekasih, jangan ragu
Mencari jalan; aku mendahului,
Adinda kini
Mari, kekasih, turut daku
Terbang kesana, dengan melalui,
Hati sendiri

III. KESIMPULAN

Setelah menguraikan dan membahas tentang topik di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa bahasa itu sangat berperan terhadap sastrawan karena bahasa itu adalah alat yang digunakan dalam menulis karya sastra itu sendiri. Adapun peran dan kegunaan bahasa itu adalah termasuk dalam pemberian pesan dan keilmuan sastra kepada pembaca untuk menambah wawasan dalam penulisan dan pengembangan sastra sebagai khazanah budaya bangsa.

Dengan adanya peran bahasa sebagai landasan dalam penulisan karya sastra, para sastrawan perlu meningkatkan pengetahuan kebahasaan untuk memberikan nilai yang lebih tinggi terhadap penciptaan karya sastra yang ditulis. Karena semakin tinggi bahasa seorang sastrawan semakin lebih baik kualitas karya sastra yang ditulis.

IV. DAFTAR PUSTAKA
Arthur , B. 1968. Reading Literature and Learning a Second Language. Language Learning 18(3-4), 199-210.
Benton, M. & Fox, G.1987. What Happens When We Read Poems in Lee, V J.(ed)
English Literature In Schools,Milton Keynes : Open University Press
Booth, D.E,& Moore,B.1988.Poems Please.Markham,OntarioPembroke PublisherLt
El-Shirazy, Habiburrahman. 2008. “Tentang Menulis Karya Sastra: Yang Dicintai Pembaca, Yang Menggugah Minat Baca”. Dalam Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Perspektif Ed: Anwar Efendi. Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana.
Damono, Sapardi Djoko.1979. Novel Sastra Indonesia SebeleumPerang. Jakarta : Pusat Pembinaan dan
Pengembangan Bahasa.
Purba, Antilan. 2010. Sastra Indonesia Kontemporer. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Rahardi, R. Kunjana. 2009. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Stilistika: Kajian Puitika Bahasa, Sastra, dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Wellek, Rene dan Austin Warren.1993. Teori Kesusasteraan. Jakarta : Gramedia.
http://pakarkomunikasi.com/peran-bahasa-dalam-komunikasi sastra.
http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/2723.




Kumpulan Puisi Maks Onesimus Talan - SELAMAT BERMIMPI KAWAN





HAAM

Kucari kekasihku,
tapi katanya ...
cari dulu dirimu sendiri

Cermin menjadi teman
selalu berkaca aku mencari celah
agar menarik diriku di depannya
merasa sempurna dihadapannya

Sajak cinta seringkali ditulis para orang muda
yang sedang jatuh cinta
lalu katanya ...
haram mencintai mantan pacar

Haram katanya ...
mengacungkan telunjuk
tapi paling tepat di depan cermin

Lah ...
aku sendiri
"Telunjuk lurus kelingking berkait"

***
#mbeling
Tublopo,30/12/2020
Salam Seniman



SEKALI HITUNGAN

1//
Akhir pekan pergi dari silau mata
esok dua-dua berlari
dengan serpihan rindu dari kenangan
lusa tiga-tiga berdansa
tidak menyerta diantara sembilan
kemudian satu yang setia ...

2//
Senin;
aku menjadi orang asing

Selasa;
cuma melintas

Rabu;
bersama sebilah perasaan
antara bingung dan linglung

Kamis;
mampir lalu pulang

Jumat;
diantara suka dan tidak percaya,
diantara mimpi dan nyata,
fiksi atau fakta

Sabtu;
aku menjadi musafir

Minggu;
membawa segudang mimpi dan kenyataan.
Kemudian memata-matai mimpi
dan kenyatàan itu sendiri ...

***
#mbeling
Tublopo,28/12/2020
Salam Seniman



TUAN BUMI SANG ABDI


Anak desa anak kota
Tuan bumi sang abdi
Akal baku sana sini
Tela alam satu kata

Sama giat lesa lesu
Alir lain hari terkopi
Laju hias rona bertepi
Akan asma awal baru

Duli pada papa mama
Budi baik buah diri
Ruas fana jadi mati
Lari paya lupa lara

Anak desa anak kota
Tata rasa kuat baja
Suka duka buah maja
Laku obat dari mata

***
#padma
#sajak_main_main
Tublopo,27/12/2020
Salam Seniman



SELAMAT BERMIMPI KAWAN


Bergaung
Sekukuh kesepakatan
Tersambung layang-layang kita
Mengarungi masa melintasi zaman

Jeda membubung dinding malam
Mencipta ukiran mimpi
Adalah senyumanmu
Bersabung

Remang-remang
Menerobos kegelapan
Dengan mata telanjang
Bersimpuh takzim melangkah lugu

Pada doa malam terucapkan
Selamat bermimpi kawan
Menjelajahi waktu
Berpetualang

***
#patidusa_cermin
Tublopo,26/12/2020
Salam Seniman



PILU

Tahu
kemarau
panjang

beradegan pilu
menampakkan tingkahnya
menyimpan sunyi

kekal
peramu
cinta

bersayap senyum
rahim Doa yang kau ajak
mengunjungi luka

seru
mengurai
tasbih

mengantar sejuk
di matanya yang teduh
sehampar kata

rasa
memutar
hidup

taman puisi
mengajarkan aksara
mengubah duka

***
Tublopo,05/01/2021
Salam Seniman



JEMBATAN RINDU

Gerimis senja
membuat
rinduku ini berlebihan
sungguh
malam menyulam rindu
pagi pun demikian
menembus tebing dan kabut
memperkenalkan laut di matamu,
memperluas riak ombak rindu di bibirku

pada kisah suatu malam
teramat dalam ku tatap
rembulan di langit itu
yang tak sanggup lagi untuk menanti

teringat akan canda dan tawamu
teringat senyum polos di bibir itu
teringat binar matamu memancarkan cinta

ah ... terlena aku
menerka kabar kehadiranmu
jembatan rindu di malam ini;
aku berhenti bicara,
lalu menulis hingga jauh malam.

***
Tublopo,05/01/2021
Salam Seniman



KEMIRIPAN

Masa lalu
melekat erat
pengalaman berkemiripan
layaknya
film bergenre sepi
kecuali puisi;
sekali tak berlaku pada hati,
di mata dan ingatan hadir kembali

***
Tublopo,05/01/2021
Salam Seniman



PAKET HIKMAH

Senyap malam meraba
Babak nuansa terang
Rangking gelap berdenting
Tinggalkan sebaris notifikasi
Siluman aksara kelihatan

Antarkan paket hikmah
Mahkota berkisah cinta
Tapi kerutan wajahmu
Mulai mengajarkan kepadaku
Kuasa membangun diri

Rinai menidurkan raga
Gagasan peluh bakti
Tiga atau separuh
Ruhban kisah lugu
Gugusan ratusan oase

***
#selingkar
Tublopo,04/01/2021
Salam Seniman



MENGHARUNG LIKU-LIKU

Biduan malam tersipu malu
Menutut terciptanya temu
Sepertiga malam
Menggenggam

Arung-arungan
Membawa hasrat
Diam tercegat membisu
Jalan kerinduan nan satu

Aku tak dapat merabamu
Di hilir hari
Bayangmu mampir
Mendadak

Bebas
Aku terjaga
Setiap detik kurengkuh
Dan tak dapat menyentuhmu

Pada hati yang menanti
Meniti lipatan janji
Mengharung liku-liku
Terpencil

Kerap
Tanpa ucap
Masihkah kau dengar
Sesungging senyum merayu waktu

***
#sajak_main_main
Tublopo,03/01/2021
Salam Seniman



TABIR MALAM MENYEPAK


Tentang Senja yang ranum
akan ku ukir pada ruang rindu
melegam kenangan
di jalan kerinduan
ku tahu wujud cinta
dari yang hakiki
adalah merelakan

tabir malam
diiringkan menyepak
dikemudiankan menanduk
ranum melegam rindu
maaf ...
bukan aku saja

***
#mbeling
Tublopo,02/01/2021
Salam Seniman



SENJA KEDUA


ujung terlampau
sesal tak tertahankan
aku padamu
tertatih bahasaku
berbicara tubuhku

semurung senja
sederas hujan badai
banyak cerita
kita semat bersama
pada ruangan kedua

***
#tanka
Tublopo,02/01/2021
Salam Seniman



GAYA SEORANG PENYAIR II

ada seorang bukan penyair
menyihir si folower
"tidur paling lama
hanya malam tiga puluh satu
desember"
begitu
bangun-bangun
tahun baru

salam sapa dia kirim
bila bersua
tak lupa pelukan disertai ciuman
"ummmuach"

"Selamat Tahun Baru 2021"

***
#mbeling
Tublopo,01/01/2021
Salam Seniman



LANGIT PUISIKU


Berpuisi
Penuh permainan
Beragam harga dikenakan
Kita mesti telanjang pikiran

Berketaksiman
Diksi dipertentangkan
Daun-daun kuhaturkan sentuh
Membaca tulisan pada embun

Salam
Hanya pelengkap
Menyapa yang disapa
Wangi kasturi biasa dialamatkan

Santun
Betapa hujan
Terjatuh diantara ketenangan
Tetesan air langit puisiku

***
#patidusa_cemara
Tublopo,07/01/2021
Salam Seniman



GEMURUH RINDU


//#Tangga
Dan harum kata-kata rindu
Membawa gemuruh jantung
Pasang surut
Bergelora

Rindu terlukis di cakrawala
Membuat samudera berombak
Seindah bibirmu
Menciumku

Seribu lagu dikicaukan angin
Serupa burung merpati
Senandungkan rindu
Kusampaikan

Kuhempaskan tubuh pada cuaca
Hati menanggung kesunyian
Tumbuh kenangan
Terapung-apung

//#Cemara
Bergelora
Pasang surut
Membawa gemuruh jantung
Dan harum kata-kata rindu

Menciumku
Seindah bibirmu
Membuat samudera berombak
Rindu terlukis di cakrawala

Kusampaikan
Senandungkan rindu
Serupa burung merpati
Seribu lagu dikicaukan angin

Terapung-apung
Tumbuh kenangan
Hati menanggung kesunyian
Kuhempaskan tubuh pada cuaca

//#Asli
Dan harum kata-kata rindu
Membawa gemuruh jantung
Pasang surut
Bergelora

Menciumku
Seindah bibirmu
Membuat samudera berombak
Rindu terlukis di cakrawala

Seribu lagu dikicaukan angin
Serupa burung merpati
Senandungkan rindu
Kusampaikan

Terapung-apung
Tumbuh kenangan
Hati menanggung kesunyian
Kuhempaskan tubuh pada cuaca

//#Bias
Bergelora
Pasang surut
Membawa gemuruh jantung
Dan harum kata-kata rindu

Rindu terlukis di cakrawala
Membuat samudera berombak
Seindah bibirmu
Menciumku

Kusampaikan
Senandungkan rindu
Serupa burung merpati
Seribu lagu dikicaukan angin

Kuhempaskan tubuh pada cuaca
Hati menanggung kesunyian
Tumbuh kenangan
Terapung-apung

***
#patidusa
Tublopo,07/01/2021
Salam Seniman



SEMENIT SAJA

Tunas
serangkai
hidup

pejamkan mata
menyembunyikan rindu
semenit saja
terlelap memandangmu
doa-doa berlinang jauh

syair
puisi
sajak

adalah lagu
yang menghidupkan kata
seribu tema
bulu mata yang gugur
lalu hanyut terbawa

***
Tublopo,06/01/2021
Salam Seniman



BERSEKUTU DALAM PUISI

Serumpun
Asa berwarna
Bersekutu dalam puisi
Selalu mendaratkan jalan hidup

Adegan pena menari mewarnai
Mengisi sebuah catatan
Mengindahkan diksi
Beraksara

Sajak-sajak
Kurasa keberadaannya
Berpulang kepada inginmu
Bak sepotong kisah pengembara

Sekedar mewakili suarakan kehormatan
Noktah pena-pena jiwa
Melintas menyusuri
Aktivitas-aktivitas

***
Tublopo,06/01/2021
Salam Seniman



SUKA CITA HARI INI

Pada peri puisi pemuja rindu
Menunggu kabar dari putaran waktu
Memungut sebuah ingatan dari kepala

Tentang hujan yang bersembunyi di balik awan
Sapaku ...
Singgah tanpa sengaja
Bersama suka cita hari ini
Menyulam rasa beraroma puitis

Bersulang
Segelas kopi susu
Engkau bukanlah hujan
Menyayat jiwa datang bersiul

***
Tublopo,12/01/2021
Salam Seniman



SEPOTONG KISAH


Karena rindu bisa menjelma
Berarak mencari hati
Mengajakku mengembara
Berteluh

Tersentak
Pada senja
Dekat jejak-jejak sajakmu
Membungkam bilik laman facebook

Sudah tiga gelas kopi
Kuhabiskan lima menit
Nafsu minumku
Bertambah

Pasrah
Begitu nelangsa
Tanpa harus bertanya
Mengapa Tuhan menciptakan jarak

Terbangun menyapa esok pagi
Mencerca inci hati
Ranting-ranting rapuh
Bergelayut

Teman
Berita terakhir
Sampaikan selamat malam
Salam kecup lewat mimpi

***
Tublopo,11/01/2021
Salam Seniman



GEBAR SENJA


Barangkali
hanya menyemogakan
tanpa mengaminkan
syair-syair kenangan
di senja memerah
jingga mencipta larik
layung mencipta bait
untuk puisi
sepotong kisah
debar di antara hujan
nyaris merebut perhatian
lalu merajut sunyi
menyelipkan makna romantis
menjelma sederhana

***
Tublopo,11/01/2021
Salam Seniman



SERBUK SENJA


pada segenggam legam
bersama keheningan
merambat santun

selembar puisi
segelas bayangmu
mengantarkan doa-doa heningku
menafsirkan kata-kata rindu
menaburkan serbuk
senyum manismu

senja ...
aku memeluk harum tubuhmu,
kau melepas penatku
dalam rindu

kata dalam puisimu
layung membungkam
tergugu kaku
nurani berharap
entah angin
entah ingin
semesta memberi kejutan
apapun itu
adalah ucapan terimakasih

***
Tublopo,10/01/2021
Salam Seniman



AKU MASIH SETIA

Sebelum takdir berseru pilu
aku mencurahkan seluruh harapanku
dalam bait doa semampuku
menuntun ke arah dirimu

kudekap
seuntai cerita legenda
cinta takkan kemana-mana
tapi sayang
saingan ada dimana-mana

di helai senja
penyeru menyibak langit
turun hawa malam
sedingin munajatku
yang tak banyak ingin

rasa rindu berteduh di atas sajadah
menyalurkan tetes-tetes cinta
akil balik segera beranjak hijrah
menenun asa dalam bingkai setia

***
Tublopo,09/01/2021
Salam Seniman



PANDEMI MEMANTIK

Pandemi menjadi pukulan besar
Meningkatnya korban jiwa
Membuat penyesuaian
Berguguran

Krisis ekonomi semakin buruk
Pun rutinitas hari-hari
Virus berkembang
Global

Tahap pemulihan morat marit
Tantangan masa depan
Jatuh tempo
Berakibat

Banyak dari kita beralih
Pekerjaan jarak jauh
Asalkan investasi
Berpotensi

Jangka waktu membahayakan kesehatan
Terbit dan tenggelam
Sebatas peringatan
Kadaluarsa

Lengang jalanan dilalui sendiri
Gurun kenangan meluas
Cukup memantik
Kenyataan

***
Tublopo,08/01/2021
Salam Seniman



KELAM SEMATA

Ketika melihat kau tersenyum
Energi cintaku bereaksi laung
Lukisan kebahagiaan tak terkira
Amanah suatu hari nanti
Menyatu erat genggaman kita

Selayaknya
Engkau
Menjadi
Alasan
Tutur
Abadi di kelam semata

***
#akrostik
Tublopo,14/01/2021
Salam Seniman



MERPATI PUTIH


Membaur dalam elegi merpatiku
Engkau penguasa angkasa
Renjana di kepak sayap-sayapmu
Peringai semangatku
Aku bangga memilikimu
Terbanglah mengganti kata-kataku
Ikhtiar litani cerminan kedamaian

Perlahan
Untaian
Terpahat
Iringi
Hari

***
#akrostik
Tublopo,13/01/2021
Salam Seniman



RAHAYU MEMUTIK

Rindu ini berat, biar aku saja.
Alamak! Alamat apa?
Heranku bertambah, bertubi-tubi
Aku menulis tentang senja yang memutik
Yubileum rasa dari hari ke hari
Ucapan bismillah habis niat pun sampai

Malam ini ...
Etape doa berbulir bening dibalik sajadah
Menenteramkan jiwa dibalik lusuh ranjangku
Untuk senyum bahagia di wajah senja
Telah beku menjaga hingga malam berganti
Impian pun utuh tanpa sujud usai
Kerucut harapan yang dulu selalu abadi

***
#akrostik
Tublopo,16/01/2021
Salam Seniman



BERTAHAN


Agar kita puas merasakan lembutnya cinta
bertahan mendengarkan bisikan rindu
di luasnya suara hati

Agar kita puas menghidupi harapan
berjejak bujuk sebabak
setapak kerinduan
merasai makna bahagia

Agar kita puas memberi sesuatu
yang berkilau layaknya mutiara
yang mampu merangkai kata-kata indah
tentang cinta
Agar kita puas menikmati rasa
yang bisa menyusun kalimat-kalimat romantis
yang menyentuh hati dan perasaan

Akan ku bertahan mengutarakan
seluruh isi hatiku padamu
meski cinta sejati tak harus memiliki
tapi hatiku tetap
dalam ketulusan mencintai.

***
Tublopo,16/01/2021
Salam Seniman



VANDAL

Vakansi jauh tanah sedaratan
Antara berbeda-beda itu baik
Namun jangan jadi sumber perpecahan
Dengan niat ikhlas gapai perubahan
Akurasi jiwa siap menghadap keharibaanNya
Langkah tertatih bulatkan tekad tiada yang mustahil

***
#akrostik
Tublopo,16/01/2021
Salam Seniman



MENENUN KENANGAN

Ada yang ingin kupandang
Rindu yang haus kenangan

***
#pdb
Tublopo,23/01/2021
Salam Seniman



DUSTA JANJI

Bersukat darah bertimbang daging
Seucap ingin kesediaan
Tertulis mati-matian
Gombal

Ucapnya
Tak digenggam
Merasuk menembus sukma
Isyarat yang tak sempat
Kembali pada pintu kenangan
Membunuh diri pelan-pelan
Tak sanggup
Berpindah

Inginnya
Move on
Timang-timang tak tega
Mengingat memori dalam angan-angan

Pernah terjadi dalam cerita
Tersenyum, tertawa terbahak-bahak
Perbanyak kelakarnya
Bahagia

Menyesal
Sedikit merenung
Berwajah muram kusut
Bisa sekonyong menjadi derita

***
#patidusa
Tublopo,23/01/2021
Salam Seniman



KAKU


Gelap terkenal dengan sepi
sepi yang tak banyak di kawal
tapi di lumuri dengan khayal

Ayat-ayat khayalku
telah menjadi bait
yang ku namai puisi

Khayal menerobos ruang kalbu
memeluk punggung sepiku
menguji ingatan
terindah

Mengembara
melampiaskan rindu
waktu yang tertinggal
sedikit terlukis indah merela

Tajam
sebuah lakon
di balik aksara bisu
mensiasati
melampiaskan

Kaku,
mesti diolesi balsem
agar terasa panas
bisa dilenturkan lagi

Loyo,
tapi kejang-kejang
mesti diberi larutan penyegar
agar dia kembali semangat
tak mati rasa

***
#mbeling
Tublopo,21/01/2021
Salam Seniman



REMUK


Aku, kau ajak main pingpong
di gang merdeka
kata-katamu
bebas merdeka

Aku, kau ajak bermain kata-kata
katamu menguji nyali
dengan berjuta dalih
sampai kau sebut aku
bernyali kecil

Aku, kau anggap tak seberapa pandai
sepandai otakmu
yang nyatanya kita sama-sama
bersekolah
tapi bukan satu jurusan
dengan ilmu yang berbeda

Aku, kau anggap apa?
Sini, aku beritahu
roti dibuat dari adonan yang sama
tapi kadang dipanggang
bukan dari oven yang sama

Aku, remuk
memaksa sepatu yang mahal
jadi topi

***
#mbeling
Tublopo,21/01/2021
Salam Seniman



KUPANJATKAN DOA


Realita terpantas tanpa semu
Berlinang haru kedamaian
Saling menjaga
Bersahaja

Untukmu
Kupanjatkan Doa
Menghadirkan harapan indah
Seraya tanamkan cinta mendalam

Menghadapi segala yang terjadi
Tanpa kata menyerah
Membagi pantulan
Cahaya

Kepadamu
Aku terkenang
Mengharapkanmu dalam setia
Menemaniku melewati kerasnya hidup

Sebelum takdir berseru pilu
Wabah memisahkan kita
Menimbulkan rindu
Kerelaan

Kawan
Seuntai harapan
Semoga kau berbahagia
Di tengah pandemi menantang

Malam menepikan semua asaku
Tetapi Tuhan pedulikanku
Pelengkap kekuranganku
Bahwasanya

Ketika
Memungut detik
Nafaskan cinta KasihNya
Yang fana tetaplah merintik

***
#patidusa
Tublopo,20/01/2021
Salam Seniman



SEBIDUK KEINGINAN


Sebiduk keinginan berkisah memutik
Menyatu menatap hari
Begitu usang
Kutanggung

Alam mematung menadah hujan
Menggumpal dalam kalimat
Bertajuk renung
Terangkai

Bersama malam berkerudung hitam
Kuucapkan selamat malam
Menuliskan aksara
Penantiannya

Wabah, melambung belum usai
Bencana menghancurkan bumi
Merasuk membelenggu
Menenggelamkanku

Memekik membawa puing kenangan
Menyerbu tinggalkan jejak
Redupkan lentera
Anugerah

Tuhan, berharap Engkau datang
Membawa sejuta cahaya
Membiaskan keindahan
Kasih-Mu

***
#patidusa
Tublopo,19/01/2021
Salam Seniman



WAJAH PUISI BERLARI


Seketika lidahku kelu
Luapan kata-kata memanas
Naskah kenangan tercipta
Tahap mencoba timbul
Bulsak merindu tambatan

Andalan menjamin perubahan
Anjuran membuka pandangan
Antarkan senyum menghias
Asmaradanta segurat tawa
Wajah puisi berlari

Rindu menyusun mimpi
Pikirku menahan gejolak
Laksana nyala lilin
Lindap menanti waktu
Tugasku bentangkan pose

***
#selingkar
Tublopo,18/01/2021
Salam Seniman



TUMBUH KEDAMAIAN DAN SENYUMAN

Jingga
Adalah pelarianku
Pancaran penyejuk kalbu
Di tengah kedamaian menghampiri

Mengadu-ngadu
Semburat kemuning
Tetap menjadi catatan
Tumbuh kedamaian dan senyuman

Kenangan
Laksana lukisan
Merekam masa lalu
Tumbuh kedamaian dan senyuman

Jingga
Menuju kenyataan
Memerah kehitaman kujalani
Di tengah senyuman berkesan

Menghilang
Hujan mengintip
Terjebak tanpa ambisi
Tumbuh kedamaian dan senyuman

Huruf-huruf
Lahirlah puisi
Terbayang masa lalu
Tumbuh kedamaian dan senyuman

***
#patidusa
Tublopo,17/01/2021
Salam Seniman



SENJA DI LUAR KOTA

kerap sekukuh kesepakatan
menari-nari dalam ingatan
suatu senja di luar kota
tanpa listrik
tanpa ucapan ragu
yang ada
hanya menyaksikan matahari
terbenam tanpa mimpi.

terbit jingga paling indah di mataku
runtuhkan kelam paling memerah di bibirmu

***
#mbeling
Tublopo,17/01/2021
Salam Seniman



SENJA

Setia itu memang sulit, tapi lihatlah Jingga. Selalu menggenapkan warnanya, demi senja di setiap harinya

Entahlah, tapi elusan tangan yang lembut sebagai tanda kasih sayang

Nikmat kenangan kelak akan ada dalam senja yang sepi, dan satu persatu kenangan mulai diingat, lalu tersenyum ketika giliranku lewat
Jawaban apa yang tampak mesra melukis siluet jingga di antara waktu yang begitu indah?

Aku hanya mengingat kesempatan luar biasa yang begitu
hebat
diberikan matahari kepada kita.

***
#puisi_akrostik
Tublopo,17/01/2021
Salam Seniman 

MAKS ONESIMUS TALAN