Senin, 03 Juni 2019
Kumpulan puisi Ahmad Effendi Sibarani, S.Ag - KESEDIHAN
## Kesedihan ##
Sahabat, jangan kau tumpahkan air mata berhargamu.
Bahkan jika esok aku tak lagi kau lihat terbaring di ranjang ini.
Jangan percaya dengan masa kadaluarsa pertemanan kita.
Sampai kapanpun aku menyayangimu.
Tidurku mungkin kelak berpindah di dalam bumi.
Seragam pasien biru dongker tak perlu kau ganti.
Aku damai bersama kenanganku.
Aku damai mengenang kebaikan-kebaikanmu.
Mungkin bau mayat menjadi parfum keseharianku.
Dulu temanku seribu, kini hanya satu.
Mari nimati saja duduk bersamaku, selagi belas kasihan Tuhan masih mengijinkan aku menatapmu.
Kesusahanmu kuharap tak ada lagi.
Banyak sekali obat yang mudah mendapatkannya.
Beberapa suntikan membuatmu merasa iba.
Selang oksigen kau pastikan benar terpasang.
Plester mudah lepas basah oleh air mata.
Tangis ku mungkin selalu menyusahkanmu.
Kasur ini mungkin besok akan kosong.
Meninggalkan hati mulia yang kau persembahkan.
Puisi :
## Kesunyian Malam Bersama Sang Bintang ##
Oleh : Ahmad Effendi Sibarani, S.Ag
Aku terdiam duduk terpaku bersama malam.
Gelap, sunyi tiada sinar yang menyinari.
Duduk termenung menyendiri serta memainkan jari.
Sambil menanti dini hari.
Berusaha larut dalam kenangan bersama Kalutnya isi kepala.
Rindu dalam rasa, merapuhkan jiwa tanpa makna.
Sesekali terbang menerawang..
Bayangan kelam mengikutiku bersama sunyi nya malam.
Hanya malam yang mungkin menemani hati yang tersakiti.
Bersama malam yang memberikan ketenangan dalam kegalauan.
Bersabarlah atas takdir bersama rindunya alam semesta.
Dimalam hari terus kurenungi diri sendiri.
Melirik yang belum pasti ku jadikan sebuah imajinasi.
Ditemani dinginnya angin malam membara menimpa jiwa.
Menikmati indahnya malam yang penuh dengan kesunyian.
Bersama kawan Al Kindi Khomaini sang Bintang..
Menerangi Alam Pikiran.
Kumpulan Puisi MS Sang Muham - LELAKI YANG DI NANTI
LELAKI YANG DI NANTI
Karya MS Sang Muham
Lelaki di ujung jati diri
tiap hari cuma mengaisi takdir
sesekali mengukur peruntungan pribadi
sudah sepuluh tahun ia menanti
jalan belum juga tampak akhir
Hari ini di kabarkan angin barat bertiup
pertanda lengkap semua sudah genap
masihkah menanti di ujung harap
Ampun seribu ampun hamba bersujud
segala berkat tercurah di hari ahad
semoga lunas hasrat tersirat
Pupus nafsu hilang segala keinginan
ketika tercurahkan cinta di buktikan
#Billymoonistanaku, Kamiskliwon, Mei 30-2019 = 11:33 wib
SENGKETA DIRI
Karya MS Sang Muham
Hujan telah mengikis cerita
berderet panjang aroma cinta
benturan kata bersilangan terbuka
membuka jendela hati
bagi si pemilik nurani
Sebentar kesungguhan melebur jadi hasrat
betapa hati kemudian terpikat
luruh di meja mufakat
Tak tau lagi akan berkata apa
sebungkus cinta telah terbuka
untuk apa berdusta
Kemudian kita pun diam
karena sengketa diri terpendam
#Bilymoonistanaku, Jumatpon, April 03-2019 = 17:47 wib
TEMAN MAKAN TEMAN
Karya MS Sang Muham
( Kudedikasikan buat sahabat Nur Cahaya )
Tak ada berita tak ada cerita
asmara berselimut duka
di balik semuanya ada kisah lara
kau pergi bersama dia
sahabatku paling setia
Pandainya kau melipat kata
bersandiwara dalam cinta
hatimu bercabang dua
Segala rasa tertumpah jadi asa
namun terpenggal karena dusta
binasa di bakar curiga
Sungguh di luar logika
teman makan teman di anggab biasa
#Billymoonistanaku, Jumatpon, April 03-2019 = 06:26 wib
DENDAM KESUMAT
Karya MS Sang Muham
Sekali pun kau lontarkan sejuta kata
melumuri semua nada suara
hingga segalanya tinggal cerita
tapi sesungguhnya rasa telah ternoda
tercemari tak mungkin seperti semula
Sudah sempurnakah tindakan nyata
menghempaskan rasa di dada
hingga total sebagaimana mestinya
Sesungguhnya tak ada kata puas
sebab hati senantiasa ganas
meredam tanpa batas
Setelah semuanya terbalaskan tanya hatimu
sudah redakah kesumat membakar amarahmu
#Billymoonistanaku, Kamispahing, April 02-2019 = 17:41 wib
SEBELUM TERLAMBAT
Karya MS Sang Muham
Sebelum semuanya berlalu
katakanlah sesuatu
supaya tak terjerat hati pilu
terkungkung dalam seribu tanda tanya
terbawa hanyut hingga ke keabadian nyata
Setelah itu angin pun berlalu dalam bisu
sepenggal tanda tanya masih di situ
menanti meski semua tak tahu
Tak sempat terkatakan senja berlalu begitu saja
tertumpuk peristiwa menjelang hari tua
terbeban derita akhirnya terlupa
Katakanlah mumpung semuanya masih ceria
akan datang waktu semua terasa percuma
#Billyoonistanaku, Seninwage, April 29-2019 = 20:40 wib
LELAKI DI HALTE SENJA
Karya MS Sang Muham
Setelah itu dia duduk termenung
satu persatu peristiwa barusan terngiang
tak di rasakannya rambut memutih panjang
semestinya sudah menimang cucu
mentertawakan yang sesungguhnya tidak lucu
garis kemanusiaan lugu
Tiga kali di sapa tak dia rasa
pandangannya lurus hampa
lelaki di halte senja
Dalam kekosongan terhampar segala peristiwa
memikul berat beban derita
lelaki di halte senja
Pulanglah lelaki ke pelukan istri tercinta
disana ada cinta tak perlu harta
#Billymoonistanaku, Seninwage, April 29-2019 = 18:58 wib
DI PUNGGUNGKANNYA
Karya MS Sang Muham
Di punggungkanya satu persatu beban itu
tak ada komentar apalagi ragu
sekujur tubuh terbalut debu
setelah usai ia pun duduk tersipu
terima sedikit bayaran untuk itu
Tak ada kata penyesalan dalam cerita
biarpun pahit kerongkongan terasa
tapi hidup mesti peka
Sepulang kerja menyusuri senja
di sempatkanya menyantap sepotong bala bala
hidup menjadi lebih enteng dari biasa
Tapi tak setiap hari terima order serupa
ini cuma sebuah kebetulan saja
#Billymoonistanaku, Seninwage, April 29-2019 = 16:16 wib
SENJA TELAH MENUTUP CAHAYA
Karya MS Sang Muham
Apalah semestinya bisa aku catat
bukan cuma selintas bayang kilat
meskipun sudah kuusahakan untuk tetap taat
tapi hati khianat
liar bagai kilat
Tak bisa kukatakan sesuatu yang belum aku raih
seandainyapun telah terlanjur punah
pelampiasan rasa gundah
Biarlah porak poranda
segala galanya telah tiada
terbaring diam seribu bahasa
Meski tak ingin kuahiri cerita
tapi senja telah menutup cahaya
#Billymoonistanaku, Seninwage, April 29-2019 = 09:55 wib
MERAPIKAN KENANGAN
Karya MS Sang Muham
Betapa pun ku rentangkan hasrat
dalam balutan hati penuh hikmat
pun dengan segenap nurani
tapi jalan telah di rintangi
terbelenggu etika duniawi
Kini tinggal setumpuk kenangan semata
tersimpan rapi dalam pustaka jiwa
jadi nostalgia di hari tua
Bersama senja tiba ku rengkuh catatan hati
mencoba berjalan lurus tanpa menoleh kanan kiri
semoga di ridhoi Pangeran Gusti
Merapikan kenangan serupa menata hati
berjalan semampunya dan berserah diri
#Billymoonistanaku, Minggupon, April 28-2019 = 07:37 wib
DALAM KEBISUAN
Karya bersama Ibu S dan MS Sang Muham
Saat tersadar tiada lagi rindu kesasar
terpekur dalam bisu netra nanar
lalu berurai bening hiasi pipi
dalam pasrah panjatkan do'a suci
perihpun meluruh di hati
Kala rindunya tersamarkan keakuan
rasa dalam jiwa seakan terpenggal kering
semua tinggal kenangan membentang
di langit angan-angan
Entah menyesal entah pun cuma gerutu biasa
tapi senja telah menjelma
isyaratkan mentari telah condong ke barat daya
Begitulah insan fana
jalani hidup apa adanya
berserah diri pada Yang Maha Kuasa
#Belantaraibukota, Minggupon, April 28-2019 =07:17 wib
SEMOGA ABADI
Karya MS Sang Muham
Meski kau meratap bagai hilang asa
menumpahkan semua rasa
tapi sudah terlambat
kereta malam telah berangkat
menyusuri sunyi tanpa alamat
Aku pun menyesali peristiwa tanpa rencana
memporakporandakan kebersamaan kita
mencipta jarak jurang menganga
Sekarang sesal tak lagi berguna
takdirmu tak tersurat dalam dada
singgasana telah ada yang punya
Memasuki senja kurangkum serumpun doa
semogalah abadi asmara yang pernah ada
#Billymoonistanaku, Sabtupahing, April 27-2019 = 21:41 wib
SUDAH TAK BERARTI
Karya MS Sang Muham
Rinduku membentang dari utara ke selatan
serupa penggalah tak bertuan
bahkan sampai remuk rasa di dada
menahankan asmara buta
sesakkan nafas tersisa
Betapa sakitnya menahankan gelora
sedangkan raga ngembara entah kemana
tak punya tujuan hilang di lembah derita
Semogalah tersampaikan niat
padamu duhai penyambung hasrat
meski hati sudah berkarat
Aku cuma menyatakan kata hati
aku tau semuanya sudah tak berarti lagi
#Billymoonistanaku, Sabtupahing, April 27-2019 = 21:00 wib
MENCINTAI TAK HARUS MEMILIKI
Karya MS Sang Muham
Percuma
hidup terlunta penuh sengsara
semua cerita cuma pelengkap nestapa
di rantau segalanya pahit terasa
asmaraku mati pucuk di lindas derita
Kurelakan di kau pergi
demi hidup layak dan manusiawi
hidup tak cukup dengan cinta meski sedalam nurani
Menatapmu dengan tenang melintasi kehidupan
asmara memang harus di perjuangkan
tersenyum meski air mata bercucuran
Mencintai memang tak harus memiliki
perlu totalitas dan kebesaran hati
#Billymoonistanaku, Jumatlegi, April 26-2019 = 15:21 wib
TAK GENAP SEBUAH
Karya MS Sang Muham
Semakin kusadari arti diri
hidup adalah perjalanan dari satu titik
bergerak perlahan cepat seketika ketitik religi
lalu bagaimana orang itu menemukan titik balik
segitulah nyali di miliki
Varian kehidupan adalah pilihan
seperti bermain game sesuai permintaan
bebas dalam koridor sesuai ketentuan
Khilaf salah berbuah kebinasaan dalam dosa
perbuatan baik menghasilkan kekekalan dalam pahala
di atas segalanya adalah kebesaran Yang Maha Kuasa
Jika begitu masihkah kita bermegah dengan pongah
padahal kita cuma titik tak genap sebuah
#Billymoonistanaku, Jumatlegi, April 26-2019 = 13:41 wib
RENTANG WAKTU
Karya MS Sang Muham
Dalam diam beku
ku tata harapan tertinggal satu persatu
meski jalan hidup semakin membatu kaku
menyisakan kecewa demi kecewa
tetap kugapai dengan langkah tegab meski tak sempurna
Menyadari perbedaan waktu terukur
tak seperti kelayakan termasyur
keyakinan semakin samar
Meski kerap tak seirama petuah dan kenyataan
demi kemaslahatan tetap kusimpan
kini bertumpuk dalam kehidupan
Dalam pasrah berserah berpengharapan
rentang waktu ku abaikan
#Billymoonistanaku, Jumatlegi, April 26_2019 = 12:51 wib
DI LEBAK CAWENE
Karya MS Sang Muham
Jumat kliwon hari yang perkasa
keras bagai inti dari logam mulya
beradu antara ghoib dan logika
anak gembala meletakkan dasar nusantara
di lebak cawene kita berjumpa
Sudah terbaca sejak permulaan
semua tantangan mengarah ke satu tujuan
anak gembala kapankah rencana di nyatakan
Janji dari hari berganti bulan tersimpullah tahun
haus sungguh kering semuanya kelaparan
masih mampukah bertahan jika serba kekurangan
Berdiam diri menganyam kepastian
tak seorang pun mampu tentukan kesimpulan
#Billymoonistanaku, Jumatkliwon, April 10-2019 = 06:33 wib
AIR MATA PILU
Karya MS Sang Muham
Kabut menghitam di pucuk rasa
Menggenang lalu menetes di ujung netra tumpah di dada
#Billymoonistanaku, Jumatkliwon, 04102019,--
ANGKARA MURKA
Karya MS Sang Muham
Sekian lama nurani di balut angkara murka
Hari ini maukah kau mengakuinya
#Billymoonistanaku, Jumatkliwon, 04102019,--
HARUM BUNGA SEROJA
Karya MS Sang Muham
( Kudedikasikan untuk adikku RK di Tangerang )
Kau tersenyum bagai lelana mengaliri sukma
mendayu hingga meluluhlantakkan rasa
padahal masih terlalu pagi
untuk bisa di bilang bermimpi
sesungguhnya di balik rupa terselip duka
Tak ada rintang bila menatap wajahmu
sekelumit nestapa tersimpan jauh di ruang kalbu
tak seorang pun mau tau
Ada rahasia di balik rahasia hati
biarlah tersusun rapi tersimpan dalam nurani
kelak di bawa ke keabadian yang paling hakiki
Teruslah tersenyum wahai bunga seroja
harummu buat seseorang saja
#Billymoonistanaku, Jumatkliwon, April 10-2019 = 08:18 wib
PINTU HATI
Karya MS Sang Muham
Baru kemarin ku tutup pintu menuju keangkuhan
Hari ini aku sudah di goda keegoan
#Puisiduabaris, Jumatkliwon, April 10-2019 = 08:08 wib
PELINTAS BATAS NURANI
Karya MS Sang Muham
Ku tutup pintu hati dari pelintas batas nurani
Agar perjalanan ini menjadi murni
#Puisiduabaris, Kamiswage, 04082019,--
TIADA MAAP
Karya MS Sang Muham
Dengan berhamburan air mata ku panggil kau kembali
Tapi kau tetap berlalu dalam sunyi
#Puisiduabaris, Kamiswage, 04082019.--
MENGAKHIRI SENGKETA
Karya MS Sang Muham
Sungguh telah kurampungkan niat
agar tak lagi jadi sengketa
sebab sesungguhnya telah nyata
kita berbeda bakat
mari mengahiri malapetaka
Selamat jalan kekasih hati
takdir tak mempertemukan diri
kita akhiri sampai disini
Aku masih berharap suatu ketika
jalan nasib mempertemukan kita
meski di posisi berbeda
Biarkan ku tersenyum lepas
perjalanan kita masih luas
#Billymoonistanaku, Kamis, April 09-2019 = 08:38 wib
DI PADANG MA'SHAR
Karya bersama Nur'ainy dan MS Sang Muham
Sepiku hanya sekedar
di banding kelak di keabadian
benar benar sendiri pedih bagai terbakar
tiada syafaat mengantar tiada cahaya di padang kegelapan
jikalah kesasar padang ma'shar pasti rugi benar
Duh insan pencari syuwargaloka
dengan apakah akan coba di ganti pahala
tak ada kata mewakili nestapa
Jika terbayang hati gamang terbang melayang
siksa diri terpanggang di atas arang
taubat nasuha kunci pembuka gerbang
Ampuni hamba Gusti Pangeran
tunjuki jalan menuju pengampunan
#Belantaraibukota, Rabupon, April 08-2019 = 17:07 wib
SAJADAH TERBENTANG PANJANG
Karya bersama Ika Kartika dan MS Sang Muham
Sembah sujud terbentang panjang
qalbu bening menerawang
tak sanggup tengadah ke langit
di bulan suci ini hamba menjerit
tersadar karna tapak dosa kian melangit
Dengan apa mesti ku tahirkan
tumpukan khilaf salah dan noda berserakan
menutupi jalan diri menghadap padaMu Tuhan
Di bulan penuh rahmat dan ampunan
sajadahku terbentang hingga keharibaan
menjemput ampunan dariMu Tuhan
Duh Pangeran Gusti Maha Pengampun
kehadapanMu segala sembah aku haturkan
#Belantaraibukota, Kamiswage, April 09-2019 = 05:55 wib
TERINGAT KENANGAN
Karya bersama Junaid Galack dan MS Sang Muham
Lalu teringat kenangan
menyentuh hati membuatku tafakur
bermunculan nostagia ketika sejalan
meluluhkan nurani hingga ke dasar
begitu dalam asmara kurasakan
Bersamamu kekasih hati sepoi bayu bernyanyi
melantunkan kata seirama nyanyi hati
entah kapan lagi kita bisa berbagi
Kan kusimpul kenangan jadi catatan
menebus alfa di senja terabaikan
#Belantaraibukota, Rabupon, April 08-2019 = 20:02 wib
RIDHO ILLAHI
Karya MS Sang Muham
Entah pun berkarat di gerbang maut
tapi hati tetap terpaut
kuasa Illahi yang aku nunut
datangkanlah anugrahMu meski kilat
sebab bijakMu tak bisa ku sekat
Duh Gusti Pangeran Welas Asih
sekali pun telah ku sunting setiap selasih
niscaya RidhoMu tetaplah ansih
Bawakanlah sebilah kata penghapus dahaga
agar runduk raga di kancah dunia
#Billymoonistanaku, Rabupon, April 08-2019 = 19:41 wib
SINABUNG MENGGELIAT
Karya MS Sang Muham
Menggeliat marah atau sekedar berbagi talenta
dentumanmu mengguncangkan asa
hati ciut di hamparan debu beterbangan
mestikah ku menangis atau tetap berbaik sangka
debumu yang panas membutakan perasaan
Sinabung tempat nini beru karo menatap
kasihanilah anak cucumu menengadah penuh harap
sampai kapan giliran takut berubah jadi ratap
Maafkanlah jika ada salah "pencibal belo" kami
sebab sesungguhnya kau lah tahta "nini ku nini"
"persentabin" kami terimalah kata maaf dari kami
Inikah suara Tuhan yang mesti di cermati
tanah karo si malem kini tinggal mimpi
#Billymoonistanaku, Rabupon, April 08-2019 = 15:15 wib
AKU INGIN MENJEDA AKHIRKU
Karya bersama Ayu Ashari dan MS Sang Muham
Jikalau masih Dia beri aku waktu
aku ingin menjeda akhir ku
agar aku lebih lama menikmati wangi kesturi
di bawah keindahan lazuardi
atau setidaknya menutup mata tanpa pisah
dalam dekap hangat mu kasih
Biarkan semerbak bunga mengangkasa
menuntaskan suara hati dalam cerita
tak peduli semua orang angkat bicara
Begitulah kekasih hati dalam anganku yang ranum
tetap kugenggam nurani bagai bunga sekuntum
hingga akhirnya kita bisa tersenyum
Ulurkanlah tangan kasihmu
jabat erat bisik hatiku
#Belantaraibukota, Rabupon, April 08-2019 = 10:55 wib
RELA HIDUP BERTEMAN SEPI
Karya bersama Kemuning Senja Kadylla dan MS Sang Muham
Telah separuh waktu ku menanti
terjalnya alur tetap kulalui
demi membingkai indahnya kata hati
rela hidup berteman sepi
Yakinku tak memudar
kelak akan ada titik sinar
dalamnya hamparan cinta
Tetap hangat dalam bejana rasa
Telah kumatikan hati tak mau perduli
sejuta kenang terbuang tak ada arti
untukmu kusiapkan segenap hati
Andai penantian harus di akhiri
biarkan keabadian memisahkan diri
kita bersama dalam dunia hakiki
#Belantaraibukota, Rabupon, April 08-2019 = 10:10 wib
NURANI HILANG TERSAPUT BADAI
Karya bersama Wawan Setiawan Labura dan MS Sang Muham
Mengapa nurani hilang bagai tersaput badai
apa sudah tak ada tersisa lagi buat negeri
inikah bangsa yang beradab
atau telah kembali ke zaman biadab
Biadab dan beradat berbaur jadi satu
puncak kepentingan jadi alasan paling jitu
terlupakan segala santun melahirkan hati beku
Kemana arah bangsa sudah tersesat
tak seorangpun berani berbuat
takdir negeri atau cuma sebuah siasat
Aku menjadi linglung sebab kata
ketika rasa menagih semua bicara
#Belantaraibukota, Rabupon, April 08-2019 = 09:49 wib
MENGAIS MIMPI
Karya MS Sang Muham
Duhai bunda seribu tanya
masih adakah penawar hati
di antara sebungkus nasi
buat pengganjal lapar dan menutup kata
dalam geramnya dunia
Sejumput harap menggumpal di dada
entah kapan bisa kugelar di muka
menyelesaikan tirakat dunia
Itulah hidupku bunda
mengais mimpi dari sisa nestapa
#Billymoonistanaku, Rabupon, April 08-2019 = 09:39 wib
HATI PENUH RAHMAT
Karya MS Sang Muham
Pandanglah ke depan angan masih ngambang
terselip kata diantara resah
ketika hati sibuk menimbang
tapi jiwa tetap gelisah
menunggu datangmu membawa terang
Masih ku tunggu kau disini
menyisihkan sunyi dari rintangan di hati
semoga damai jiwa yang hakiki
Kusampaikan hormat bagimu yang datang meski terlambat
tak ada kata usang di hati yang penuh rahmat
#Billymoonistanaku, Rabupon, April 08-2019 = 09:19 wib
TAK KAU HIRAUKAN
Karya MS Sang Muham
Betapa tak kau hiraukan diri
padahal segala daya telah aku beri
belum sadar atau cuma salam sekedar janji
agar hati tak menyesal nanti
serupa dermaga tak berpenghuni
Biarkan kuurai mimpi
dalam larutnya malam yang tak bertepi
semoga terjawab asa dalam nurani
Begitulah kita
selalu alfa ketika sedang ceria
#Billymoonistanaku, Rabupon, April 08-2019 = 09:09 wib
MEMELUK SEPI
Karya MS Sang Muham
Sungguh kau telah memeluk sepi
dalam galau yang begitu riuh
padahal hati pergi jauh menyendiri
tapi sujudmu menuntaskan gundah
supaya jalan menjadi lumrah
Biarlah kutabung hati rusuh
tak seorang pun boleh ikut gelisah
seturut harap yang semakin pasrah
Kan ku kenangkan segala cerita
menatanya dalam jiwa
#Billymoonistanaku, Rabupon, April 08-2019 = 08:08 wib
BILA TIBA SAATNYA
Karya MS Sang Muham
Kalau sudah tiba waktu ku
mengabarkan janji bagi sesama
barangkali tak buruk rupa
atau penuh syakwasangka curiga
pada senja berlalu
Sampai sejauh kata terdengar
hati penuh bahkan mekar
segala rencana berjajar
Tak ada kata bimbang
biar pun hati ngambang
#Billymoonistanaku, Selasapahing, April 07-2019 = 09:49 wib
DALAM RENCANANYA
Karya bersama Nur'ainy dan MS Sang Muham
Semua sudah dalam rencanaNya
walau indahnya sekelebatan hadir
tapi itulah kuasaNya
agar hambaNya tafakur
menyadari keterbatasan serta kelemahan jiwa
Dalam kehampaan yang kering
suara hati tetap nyaring
menyuarakan nestapa nan terus menggaung
Begitulah insan
tak selesai meski di tutup kemudian
#Belantaraibukota, Selasapahing, April 07-2019 = 08:08 wib
PELINTAS BATAS
Karya MS Sang Muham
Tiba tiba kau muncul
menyeruak dari kehampaan yang kental
serupa tak percaya tapi ini nyata
ku ikuti jalanmu menuju ke hamparan jiwa
ingin ku tau apa sasaran utama
Terbersit pikiran tentang hayal payah
menuntun diri pada rasa bersalah
siapa yang mengantarmu hingga tiba di batas resah
Ku ikuti arah angin hingga tiba di ujung kata
membiarkan semuanya seperti apa adanya
hingga tiba di halte penuh tanda tanya
Mungkin kau hanyalah pelintas batas
mengisi relung tanpa batas
#Billymoonistanaku, Selasapahing, April 07-2019 = 06:22 wib
HUJAN DARAH DAN AIR MATA
Karya MS Sang Muham
Perhelatan nusantara usai menyisakan tragedi
semua orang menanggapi kacau sana sini
tata krama sopan santun tak perduli
sama sekali tidak njawani
bicara suka suka pokoknya begini
Serangkaian akal akalan melingkari hati nurani
semua seperti mati hati hilang nurani
siapa salah siapa betul tak di timbang lagi
Selambat lambatnya seminggu setelah pengumuman juara
kacau lah negeriku di plintir kepentingan sekelompok manusia
sungguh tragis nusantara bertumpuk mayat di mana mana
Yang bertanggung jawab kini sembunyi
hujan darah dan air mata membasahi negeri
#Billymoonistanaku, Seninlegi, April 06-2019 = 08:48 wib
DI LAIN PRIBADI
Karya MS Sang Muham
Buram pandangan ketika pikiran melayang jauh
mengitari batang asa tak hendak pulih
betapapun aku berusaha sekuat upaya
kau membisu tetap tak ada kata
hingga pupus jua iba di dada
Telah kucoba menjabarkan hati
walaupun tak seperti yang aku ingini
sesak nafas rasanya mendengar tragedi
Telah kau akhiri cerita sepihak tanpa berita
aku tertegun diam dalam seribu bahasa
menekan dalam perasaan gundah gulana
Selamat jalan kekasih hati
kita bertemu di lain pribadi
#Billlymoonistanaku, Seninlegi, April 06-2019 = 12:41 wib
NUSANTARAKU DI UJUNG TRAGIS
Karya MS Sang Muham
Telah tammat satu cerita
menanti fajar meskipun belum bersua
sembari menenangkan kegaduhan jiwa
sesuatu yang benar benar kritis
nusantaraku di ujung tragis
Berhenti menadah kerinduan
sebab kita memerlukan kepastian
meski belum di tetapkan
Nusantaraku menangis meratapi mayat bergelimpangan
sehabis perhelatan nasional membawa kegaduhan
hiruk pikuk melebihi enam lima dan sembilan delapan
Berlarilah ke Barat ke negeri Prabu Siliwangi
tinggalkan nyanyi hati meski perih sekali
#BIllymoonistanaku, Seninlegi, April 06-2019 = 06:56 wib
BERTUKAR NURANI
Karya MS Sang Muham
Berbeda dengan semula
semua kata tertuju pada pembaca
sesiapa yang menyangka
harus berakhir sejak awal
tak seorang pun bisa menyangkal
Sudahlah bereskan saja apa yang pernah kau tata
meski tak di minta ku tau apa maunya
mengakhiri semua nostalgia
Jika memungkinkan
ku benahi semua yang pernah ku lampirkan
agar tak menjadi batu sandungan
Selamat tinggal sahabat hati
semoga esok kita bertukar nurani
#Billymoonistanaku, Minggukliwon, April 05-2019 = 17:07 wib
HATI REMUK
Karya MS Sang Muham
Beberapa kali aku nasihatkan
jangan memunguti kisah terbuang
tapi tetap saja kau memaksakan
meski hati tak mungkin bisa gamblang
sebab rasa yang tertekan
Entah keberapa kali terulang
bahkan harapan mulai kering
sampai kemudian kita harus pulang
Kini cerita tercecer sepanjang kenangan
terbuang dari hati yang benar benar terlupakan
dan barangkali sudah tinggal sejumput ingatan
Tak guna membeberkan nostalgia
meremukkan hati senantiasa
#Billymoonistanaku, Mingukliwon, April 05-2019 = 10:10 wib
SEPOI SEPOI SENYAP
Karya MS Sang Muham
Ketika senja mulai mematangkan diri
kemuning berbunga dan berguguran luruh ke bumi
hati lara meregang dari ulu hati
mencemari alur yang di lalui
betapa senyap kata berbisik sepoi sepoi
Tak pernah ku duga seperti itu jadinya
tercecer sepanjang kebersamaan kita
mengering di batas kota
Sepulang dari merenungi senja
hati tersentak beku seketika
ucapanmu memilahkan alur cerita
Begitulah kejadian sesungguhnya
seperti mimpi tapi itu nyata
#BIllymoonistanaku, Minggukliwon, April 05-2019 = 09:49 wib
SESUAP HENDAK SESUAP
Karya bersama Ika Kartika dan MS Sang Muham
Kenapa insan berturut setan
padahal seberapa sih perlu yang kita makan
sesuap hendak sesuap
sudah penuh pun perut meluap
sandang pakai satu persatu
meski lemari sesak bersusun batu
kendaraan bejibun dipakai selalu satu
jiwa serakah badan tak tentu
akhirnya mati itulah yang baku
Insan takabur di olengkan angin surga
jiwa rapuh raga pun menyerempet celaka
menyesal pula pada akhirnya
Tetapkan hati berpeganganlah pada sumbu utama
tetap bersyukur ingat pada asal usulnya
#Belantaraibukota, Minggupahing, April 12-2019 = 17:31 wib
NUSANTARA BERDUKA
Karya MS Sang Muham
Sepertinya kabut pagi isyaratkan berita
angin mati tak berani angkat bicara
apalagi udara kelam serupa malam
semua jadi suram
nusantaraku di genggam bencana
Semua kurcaci bicara sesuka hati
penguasa menimbun bencana di ujung birahi
kehamilan tak tertahankan cesar problema menanti
Nusantaraku menggigil dalam geram tak tertahankan
memendam perih berbeban sengsara menekan
bukannya menyelaraskan perbedaan malah menyalakan
Apa yang sudah tersurat tetaplah tertulis
hukum alam seturut alur di garis
#Billymoonistanaku, Sabtulegi, April 11-2019 = 06:06 wib
HIDUP DALAM KEPAHITAN
Karya bersama Ika Kartika dan MS Sang Muham
Hidup berbumbu pedih kenyataan
itu suratan takdir
berbantah suatu keengganan
hingga memilih sadar
meski dalam kepahitan
Sesungguhnya hidup di tawarkan dalam pilihan
tersedia konsekwensi apapun kemauan
tangis dan tawa akhir perjalanan
Berhentilah meratap duhai insan
tembangkan nafiri sebutkan permintaan
niscaya Tuhan akan mengabulkan
Pada akhirnya kita akan berhenti di ujung jeda
ketika Tuhan memanggil pulang kepangkuan-Nya
#Belantaraibukota, Rabuwage, Mei 29-2019 = 09:59 wib
HAMPARAN KEHIDUPAN
Karya MS Sang Muham
Senandungmu lirih perih
meratapkan sesal tak putus putusnya
terbayang sejuta kekasih
tak satu pun datang menjelma
menampakkan dirinya
Jalan panjang hamparan kehidupan
tak ada halte tempat bertahan
meneduhkan kegalauan
Gadis manis berambut panjang mulai beruban
memungkiri diri entah sampai kapan
hentilah meski suram harapan
Hidup dan kehidupan telah tersuratkan
insan manusia kebagian menjalankan
#Billymoonistanaku, Rabuwage, Mei 29-2019 = 09:29 wib
SENANDUNG PENANTIAN
Karya bersama Ika Kartika dan MS Sang Muham
Sebelum mentari ke peraduan
menutup hari di mendung kelam
penantian menyisakan raga nan kusam
begitu pun angin sore tak henti senandungkan
lagu merindu di kedalaman
Sampai kapankah ku mampu bertahan
memilah senyum dan ejekan
dalam penantian yang tak berkesudahan
Masih ku genggam sebingkai janji
melunasi semua ganjalan di hati
mungkinkah akan terpenuhi
Jika harus henti sampai disini
ku berserah pada kodrat Illahi
#Belantaraibukota, Rabuwage, Mei 29-2019 = 08:48 wib
KEPUTUSAN BIJAKSANA
Karya MS Sang Muham
Sebelum kau tuntaskan kata
berilah sedikit waktu bagiku untuk bicara
menuntaskan semua cerita
agar perjalanan tak jadi buruk sangka
tertuduh menuduh atau siapa kita
Perjalanan ini segera kita akhiri
semua peran akan berganti
menentukan di mana kita harus berdiri
Tetap menanti atau berbalik mencari lorong sepi
adalah keputusan hari ini
menetapkan kata hati
Sebab sesungguhnya keputusan yang bijaksana
menentukan jalannya sejarah bangsa
#Billymoonistanaku, Selasapon, Mei 29-2019 = 13:13 wib
BADAI PASTI BERLALU SETURUT TAKDIR DAN WAKTU
Karya MS Sang Muham
Menyiapkan diri untuk di koreksi
memerlukan nyali terbuka tak tertutupi
meski sumpah serapah sejuta caci maki
mampukah diri tetap tegak berdiri
tersenyum ikhlas sampai ke hati
Sesungguhnya segala terpa dan badai melanda
hakekatnya mengokohkan jiwa
menokohkan siapa kita
Terpulang kepada siapa badai datang
meski porak poranda tapi tetap tenang
menggambarkan jiwa yang matang
Badai pasti berlalu
seturut takdir dan waktu
#Billymoonistanaku, Selasapon, Mei 28-2019 = 06:36 wib
MENANTI DENGAN SETIA
Karya MS Sang Muham
Menunggu tak berbatas waktu
menyiapkan nyali serupa pencarian sesuatu
berbagai romantika terbiarkan menjelma
menghempaskan usaha pun segala daya
pasrah berserah di batas romantika
Memunguti catatan berserak satu persatu
menanti jawab sepertinya di anggab angin lalu
meski tak di anggab tetap kutunggu
Betapa dahaga kering alang kepalang
satu satunya harapan tak akan berulang
jika tak berhasil berpantang pulang
Memasrahkan diri bergantung pada Yang Kuasa
pilihan terbaik ku wariskan padamu semata
#Billymoonistanaku, Seninpahing, Mei 26-2019 = 11:01 wib
RAHASIA SAMPAI MATI
Karya MS Sang Muham
Catatan panjang nostalgia diri
Ku simpan rapat di nurani kubawa sampai mati
#Puisiduabaris, 05262019,--
TAK BISA KU PAHAMI
Karya bersama Ika Kartika dan MS Sang Muham
Maafkan kali ini aku tak mengerti
sebab biasa datang dan pergi
kejujuran hanya menorehkan luka
dan tak bisa ku pahami
jika setia tak berguna
Ku renungi hari hari berlalu
tak ku temui alfaku
sungguh aku di ambang ragu
Aku cuma orang biasa
tak tau berhitung rugi dan laba
karena itu aku pun akhirnya terlupa
Semoga kau temukan seperti yang kau suka
kan ku simpan nostalgia di bilik paling rahasia
#Belantaraibukota, Seninpahing, Mei 26-2019 = 09:49 wib
MAAFKAN AKU HARUS PERGI
Karya MS Sang Muham
Ketika harus berakhir di ujung buntu
kau menyalahkanku
seakan aku tak mau tau
segala dalil yang kau suguhkan
cuma alasan pembenaran
Begitu ringkih kebersamaan
sedikit api membakar setumpuk persoalan
sengketa kita tak pernah berkesudahan
Akhirnya aku menyadari siapa aku
berbanding terbalik dengan keberadaanmu
maafkan aku harus berlalu
Kan ku kenang setumpuk nostalgia
ku simpan sebagai rahasia di balik rahasia
#Billymoonistanaku, Seninpahing, Mei 26-2019 = 08:38 wib
MUNGKIN KAU TAK MENGERTI
Karya bersama Kemuning Senja Kadylla dan MS Sang Muham
Kecamuk ini
tak mungkin kau mengerti
semua nada sumbang terasa
saat canda tawa tak lagi bersama
Andai kenang dapat di buang
aku ingin memangkas rasa begitu panjang
tapi apalah dayaku tak semudah selayang pandang
Kucoba menjadikan perih adalah energi
untuk tetap tegar melalui senja ini
Menata ulang nurani
merangkainya dalam satu simphoni diri
#Belantaraibukota, Seninpahing, Mei 27-2019 = 06:26 wib
AKU MEMILIH DIAM
Karya MS Sang Muham
Sungguh bukan sesuatu yang kau pikirkan
tentang apa yang aku rasakan
ketika menyajikan sisa dari afkir rasa
dan kau berkata maafkan kata
aku terjebak dalam problema
Aku masih bersikap sepolos embun pagi
mengatakan apa adanya meski nyeri di hati
pilihanku berbalik atau tetap disini
Aku memilih diam dalam seribu doa
mencatat semua peristiwa
#Billymoonistanaku, Minggulegi, Mei 26- 2019 = 20:50 wib
NAMAKU TAK ADA DI JODOHMU
Karya MS Sang Muham
Jika saja kau tak menebar harapan palsu
mungkin tak begini jalan hidupku
menggantungkan harapan bunga teratai
mempesona menawarkan janji
cuma seindah menatap tak bisa di miliki
Begitulah asmara palsu berujung nestapa
merangkai hayal menuai kecewa
pergimu menorehkan luka tiada terkira
Selamat menempuh hidup baru kekasih hati
jodoh ternyata tak mempertemukan diri
#Billymoonistanaku, Jumatwage, Mei 24-2019 =20:50 wib
MENOREHKAN LUKA
Karya MS Sang Muham
Telah kering air mata di netra
Semua sia sia kau pergi menorehkan luka
#Puisiduabaris, Jumatwage, 05242019,--
TAK ADA HALAMAN KOSONG
Karya MS Sang Muham
Kau pergi meninggalkan selaksa kenang
Catatan di hatiku tak ada halaman kosong
#Puisiduabaris, Jumatwage,05242019,--
DALAM GELAP NURANI
Karya MS Sang Muham
Setelah berlalu tinggallah aku sendiri
masih tak mengerti arti sunyi
nalarku mondar mondir dalam angan
mencari halte untuk menata jati diri
memilah hayal dari kenyataan
Dalam gelap nurani di temani sepi
lorong lorong jiwa hampa mati hati
serupa penggalah patah tak punya arti
Duh Gusti Pangeran Sumber Segala Energi
kuat mampukan hamba jalan takdir ini
#Billymoonistanaku, Jumatwage, Mei 24-2019 = 13:51 wib
MUSUH KITA SAMA TAK KENAL PANCA SILA
Karya MS Sang Muham
Terjebak di kusutnya romantika politik
hidangan yang kau suguhkan ludes
setidak delapan nyawa amblas
koban bertumbangan berserak serak
siapa menembak siapa Polisi mesti tangkas
Barat dan China adu mulut di perjamuan makan kita
kita cuma bisa menonton saja
jadi raja tega cuma lantaran kepentingan belaka
Insyaflah duhai insan Bhinneka Tunggal Ika
musuh kita sama tak kenal Pancasila
mereka merampok menjarah kekayaan alam semesta
Duh Pangeran Gusti Maha Pengampun
ampunilah mereka tidak sadar apa di lakukan
#Billymoonistanaku, Jumatwage, Mei 24-2019 =08:00 wib
SUARA NURANI
Karya bersama Raden Danasmara dan MS Sang Muham
Kupasrahkan tulus jiwa ini
kepada Sang Khaliq Penggenggam Nurani
Berharap kepingan hati menyatu kembali
dalam balutan rindu tak bertepi
dengan waktu yang terus bergulir di sisi
Dan aku masih tetap saja terdiam
tersudut kelam di ruang temaram
memandang rona surya perlahan beranjak terbenam
berganti pijar lentera malam
KepadaMu Tuhan aku berserah pasrah
sembari berharap hidup bertunas gairah
tertunduk lalu rebah rata tanah
#Belantaraibukota, Rabupahing, Mei 22-2019 = 06:06 wib
KASIH SAYANGNYA
Karya MS Sang Muham
(Kudedikasikan buat sahabatku Fajar yg opname di Jakarta)
Di awal senja kita diingatkan
ketika malapetaka datang tiba tiba
kemana mesti menghindar tak bisa
Dia menyentuh jantungmu begitu menakutkan
Dia menegur aku di pusat syaraf begitu meresahkan
Ternyata Dia begitu sayang pada kita
teguranNya begitu sempurna
mengingatkan kita sebelum ajal tiba
Begitulah sahabat kita mesti berhitung ulang
seberapa besar alfa di setiap nafas kita regang
cuma Tuhan yang tau sebab memori telah hilang
Mari kawan kita bersyukur atas teguranNya
semoga sejahtera menyertaimu senantiasa
#Billymoonistanaku, Selasalegi, Mei 21-2019 = 17:07 wib
HATIMU MENGERAS
Karya MS Sang Muham
Begitulah
hatimu mengkristal bagai pualam
tak perduli seluruh orang gelisah
terpenting dapurmu kental dengan senyum
tak perduli orang lain keluh kesah
Aduh Gusti Pangeran Maha Kasih
ubahlah hati saudara kami agar teduh
hingga memandang sesama dengan hati penuh
Sempurnakanlah doaku ini
memohonkan ampun bagimu kekasih hati
#Billymoonistanaku, Selasalegi, Mei 21-2019 = 16:36 wib
HATI TERGANTUNG
Karya MS Sang Muham
Lorong gelap
cahaya mati suri di pojok ruangan
suasana hati ikut senyap
berbalut nuansa kesunyian
terdiam sendiri di pojok redup redup
Begitulah segalanya kini hilang
ku punguti sisa hati terbuang
dari lelah yang panjang
Entah sampai kapan semuanya berujung
selama itu hati tergantung
#Billymoonistanaku, Seninkliwon, Mei 20-2019 =07:07 wib
PERJALANAN TAKDIR
Karya MS Sang Muham
Seringkali aku tetcenung
mengikuti angan terbang melayang
menyusuri sanubari hingga batas
hanyut bersama suara ngambang
tak mungkin bebas
Dalam pencarian yang tak bertepi
sebagian jiwaku pergi
mencari diri sendiri
Perjalanan ini seperti tak berujung
hingga takdir kelak merundung
#Billymoonistanaku, Seninkliwon, Mei 20-2019 = 06:16 wib
RAJA TEGA
Karya MS Sang Muham
Begitu gamblang cerita terbentang
hatimu tetap tegar dan garang
menampik semua keluh kesah kami
benar benar kau mengeraskan hati
seperti tak perduli
Pangeran kegelapan mengentalkan jiwa
begitu sulit meneteskan iba
menjadi raja tega
Kesadaran kami baru sampai disini
semogalah cepat berlalu derita ini
#Billymoonistanaku, Sabtupon, Mei 18-2019 = 06:36 wib
SEBUAH NAZAR
Karya MS Sang Muham
Setelah senja membentangkan irama
batang usia pun sudah meninggi hari
betapa kesadaran makin mengemuka
merambati hati menyusup hingga nurani
saatnya menilai apa yang telah terjadi
Sekuat apa pun upaya yang ku gelar
sementara nada suara tetap datar
pada gilirannya aku mesti tersingkir
Aku sudah berjanji serupa nazar
semua hutang akan kubayar
#Billymoonstanaku, Jumatpahing, Mei 17-2019 = 10:10 wib
TAK SEJALAN
Karya MS Sang Muham
Betapa pun aku berusaha mau tau
tapi ketika nalar harus mengaku
betapa remuk hati
menerima kenyataan pasti
ternyata aku bermimpi
Bagaimana aku harus bersikap
sementara pintu hatimu tetap kau tutup
memandangku dengan mata terkatup
Ya sudahlah
mungkin jalan kita tak searah
#Billymoonistanaku, Jumatpahing, Mei 17-2019 = 09:49 wib
KETIKA NALAR TAK BERPERAN
Karya bersama Tarsim Ginting S dan MS Sang Muham
Begitulah kalau rasa itu sudah merasuk dalam sukma
seolah nalar tak lagi berperan
sulit rasanya melepaskan angan
walau barang sekejap mata
terlepas dari ikatan
Dalam rangkaian panjang suara hati
kerap nurani bicara sendiri
memuntahkan seluruh rahasia diri
Balik kanan atau tetap menanti
jika jalan ini telah berakhir di sini
#Belantaraibukota, Jumatpahing, Mei 17-2019 = 07:27 wib
DALAM KETIDAKMAMPUANKU
Karya MS Sang Muham
Dalam dekapan yang mesra
ku peluk cuim aroma kasih-Mu
bercecer nostalgia sepanjang asa
meleleh hingga melaburi hidupku
betapa kecewa-Mu tak bisa ku kira
Tetap saja aku kekeh merasa jumawa
seakan semua adalah hasil usaha
tak pernah bisa puas itulah manusia
Ampunilah ketidakmampuanku menakar kasih-Mu
hingga akhirnya kelak ku kembali ke syurga-Mu
#Billymoonistanaku, Kamislegi, 16-2019 = 10:33 wib
KU KENANG
Karya MS Sang Muham
Kan ku kenang rindumu
dalam peluk resah yang galau
meskipun air mata masih tertera
pada netra yang berkaca kaca
menunggumu
Berkali kali ku isyaratkan
pada semilir bayu berlalu kemudian
meski tak pernah kau hiraukan
Aku pun akhirnya tersadar
dari mimpi yang pudar
#Billymoonistanaku, Kamislegi, Mei 16-2019 = !0.00 wib
DALAM KEPASRAHAN
Karya MS Sang Muham
Dermaga tempatku menanti
telah basah oleh guyur hujan siang tadi
masih terasa aroma sepi
ketika rasaku terbengkalai oleh rindu sendiri
menggantung tanpa tali
Betapa tega kau merobek asmara
membiarkan serpihan hati luka
melambaikan asmara
Tak bisa berbuat apa pun
pasrah berserah berpengharapan
#Billymoonistanaku, Kamislegi, Mei 16-2019 = 09:29 wib
MENGAKHIRI SENGKETA
Karya MS Sang Muham
Seperti sengaja betul
kau membakar hati luka nestapa
asa mendidih rasa mengepul
kalimatmu tajam melukai dada
menyeret raga tinggalkan serumpun jiwa
Terngiang ngiang terus tak hendak lesap
kalimat kalimat berceceran membuat dada berdegup
tak sepantasnya kau diam lalu pintu kau tutup
Ah sudahlah kucukupkan hingga disini
mengakhiri sengketa menyabarkan diri
#Billymoonistanaku, Rabukliwon, Mei 15-2019 = 19:29 wib
DAHAGA ASMARA
Karya MS Sang Muham
Aduh betapa dahaga diri
langit yang cerah menyiramkan perih
kerna sapa mu yang lirih
meski terbata ku sebut terus dalam hati
betapa aku rindu rasaku perih
Perjalanan panjang tak usai rasa
meski ku gulung dalam rajutan asmara
patah pucuk akhirnya
Begitulah kisah anak manusia
mendamba tetapi tersia
#Billymoonistanaku, Rabukliwon, Mei 15-2019 = 08:38 wib
AKU YANG TERBUANG
Karya MS Sang Muham
Aku mengagumimu hingga batas rasa
tingkap tingkap hati terbuka
meleleh sukma di dera asa
begitu lekat kau di jiwa
hingga tiada batas tertera
Begitulah manusia tak sempurna
kau sibakkan rasa menutup netra
tapi akhirnya terbongkar jua
Ku ulurkan kesungguhan melingkupi jiwa
agar tak ada dendam atau kesumat rasa
#Billymoonistanaku, Selasawage, April 14-2019 = 17:37 wib
MENGGENDONG LELAH
Karya MS Sang Muham
Sepanjang perjalanan pengabdian
menggendong lelah terbeban
sama sekali tak kurasakan
betapa kuk di tempatkan
menekan hingga tenggorokan
Ku anggab biasa saja
padahal rangkaian itu sudah lama terbaca
siapa menaruhnya di sana
Duh Gusti Pangeran Maha Pengampun
berilah maaf atas perlakuan yang keterlaluan
#Billymoonistanaku, Selasawage, April 14-2019 = 17:27 wib
BERPUASA
Karya MS Sang Muham
Berpuasa
mengeringkan tangki jiwa
memajang nyali sepanjang jalan kehidupan
lalu di uji dalam kenyataan
menanti pahala untuk yang lulus ujian
Berpuasa bukan menutup semua tempat terbuka
melarang orang menjajakan dagangan tersedia
lalu berkata hormatilah yang berpuasa
Hakekat sesungguhnya menebalkan iman
menangkis semua godaan
tetap kekeh meski di pojokkan
Hormatilah orang yang berpuasa
begitu pula sebaliknya
#Billymoonistanaku, Selasawage, April 14-2019 = 09:29 wib
JIWA PEKAT
Karya MS Sang Muham
Pagi masih pekat
ketika jiwa merintih karena terikat
tak tau harus bagaimana berbuat
sudut hati semua terlipat
telah kadaluarsa atau barangkali terlambat
Bukan menghindar hanya berkelit
agar bebas bernafas sedikit sedikit
melempangkan jalan yang berbelit belit
Berkata apa adanya bukan penghianat
menggunting ketika raga masih terbebat
berharap kedamaian mulai terbit
#Billymoonistanaku, Selasawage, April 14-2019 = 09:09 wib
SEGERA KU AKHIRI
Karya bersama Ika Kartika dan MS Sang Muham
Batas kenang adalah irisan benang
yang terserak bersama luka
saat menganga
dan kutak ingin semua sia- sia
meski coba lupakannya
sebab itu tak mungkin bisa
menembus batas kenang
yang kian memenjara
Membiarkan hati merintih dalam sunyi
seperti pembiaran tak perduli
melumat diri bahkan hingga nyali
Aku tak ingin terus menerus melucuti hati
karenanya catatan panjang tentang nurani
harus segera ku akhiri
#Belantaraibukota, Selaswage, April 14-2019 = 08:38 wib
BATAS KENANG
Karya MS Sang Muham
Dalam dekap yang pekat
kau rengkuh senyum kecewa
sementara rinduku lekat
pada sapa yang seadanya
hatiku semakin terikat
Tertinggal dalam batas kenang
tentang riwayat yang hilang
bersama rasa yang bening
Kan kupunguti sepanjang jalan terlalui
rasa hampa yang kian meninggi
bersamamu ku lalui jalan ini
#Billymoonistanaku, Seninpon, April 13-2019 = 20:20 wib
JAUH KAKI MELANGKAH
Karya MS Sang Muham
Sekian jauh kaki melangkah
menapaki jalan sunah
tapi kendali tak bisa di runcingkan
sebab rasa yang patah
di antara rerumputan basah
Kini tertinggal di persimpangan kata
hendak ku seka tapi tak bisa
meranalah hati karena tak senada
Maafkan ketidakmampuanku meramu kata
sebab sesungguhnya telah tumpul rasa
hilang di batas fatamorgana
#Billymoonistanaku, Seninpon, April 13-2019 = 20:10 wib
SEKUNTUM RESAH
Karya bersama Cempaka Ungu dan MS Sang Muham
Betapa pun kau tetaplah selasih
sekuntum resah yang menempel pada luka
tetes darah tak lagi basah
pada bening di dada
mengenangmu begitu pasrah
Melangkah seadanya
goyah tanpa daya
menggapaimu di ujung mata
semu maya fatamorgana
Kelu lidah
menahan pedih tertahan
habis usia tumpah
membunuh jemu penantian
#Belantaraibukota, Seninpon, April 13-2019 =19:39 wib
HINGGA UZUR
Karya MS Sang Muham
Andai pun jalan kita mesti bersilang lajur
Biarkan nurani tetap setia hingga uzur
#Puisiduabaris, Senipon, 04122019.--
M E R A G U
Karya MS Sang Muham
Senja turun memaparkan peristiwa
Aku meragu menapaki nuansa
#Puisiduabaris, Seninpon, 04122019.--
SADAR MENAPAKI SENJA
Karya MS Sang Muham
Alangkah jauh aku terseret nestapa
selama itu aku tak merasa
atau telah di bius kepasrahan
total penyerahan dalam pengharapan
begitu melelahkan
Begitu aku tersadar aku telah menapaki senja
garis garis ketuaan telah terbaca
di raut muka sang arjuna
Aduh betapa singkat waktu tersedia
tiba tiba telah di pertengahan senja
masih sempatkah menabur di saat tua
Ampunilah hamba Gusti Pangeran
jika waktuku habis di perantauan
#Billymoonistanaku, Senipon, April 13-2019 = 12:02 wib
kumpulan Puisi Puji Astuti - KETIKA HATI SABDAKAN CINTA
KETIKA HATI SABDAKAN CINTA
Tidak ada gunung, atau lautan
Begitu katanya....
Semua tampak ranum seperti hamparan bunga yang dihiasi lenggak lenggok gadis cantik pemetiknya.
Tidak ada resah, atau gelisah
Begitu mantap langkahnya menapaki hari - hari dengan pujaan hati
Begitu ketika hati telah bertekad untuk zahirkan rasa.
Ah,
Bicara apa aku
Tentang bunga, gunung, juga lautan
Mereka yang menemukan cinta tak akan jumpai itu semua sebagai penghalang.
Hanya cinta, cinta, dan bahagia
Mereka mampu menyuarakan senandung ditengah badai
Mereka mampu menari, bahkan dengan tubuh telanjang diatas bukit salju
Mereka mampu terlelap diatas tumpukan sekam yang dimakan api
Begitu dahsyatnya sebuah rasa "jatuh cinta"
Tidak ada dinding
Tidak ada tirai
Atau jarak ribuaan mill yang mampu menghalau "rasa" nya
Karna ketika hati sabdakan cinta
Manusia kecil bisa yakin bahwa dirinya begitu besar
Dan manusia papa menjadi lebih perkasa dari seorang raja
Tapi
Bagi seorang yang patah cintanya
Jangan pernah bayangkan apa yang dirasa
Bahkan sayatan pisau bersama kucuran garam cuka pada lukanya pun tak akan mampu wakili rasa.
Itulah cinta
Begitulah cinta
Dan aku.........
Aku adalah penikmat setiap desah cinta dalam resah juga gelisahnya
Kepahiang, 1 Juni 2009
18.21
#malammingguberpuisi
TERASING
Matahari meninggi
Aku berpeluh, kuseka sisa sisa lelah yang menggantung dimataku
Bising hiruk pikuk alam tak mampu mencuri nya dariku
Sebuah cahaya redup yang ku diami dalam jutaan detikku
Hanya cahaya redup
Namun mengasingkan aku dari semua kebisingan ini
Tiba tiba angin menyapaku
Aku terseret kesebuah titik sepi
Hening
Beku
Aku sendiri, berdiskusi dengan mimpi
Tentang cahaya redup itu
Yang kuingin selalu ada
Di siang
Juga malamku
Aku tau
Dia seperti embun yang akan bias
Seperti matahari yang akan tenggelam
Iapun akan padam
Setidaknya hari ini saja,
Biarku diami keterasinganku
Dalam buaian rasa
Yang dibatasi sekat - sekat rindu
Curup, 27 Mei 2019
10.03
BUKAN PUISI
Aku tak menemukan diksi
Di antara wangian embun
Juga gulita malam
Aku hanya menemukanmu
Seiras wajah yang tak sengaja singgah
Aku tak mampu merangkai kata
Terlebih aksara
Tinta penaku beku
Sebeku bias - bias rindu
Yang menjelaga di batasan kalbu
Aku tak lagi menulis puisi
Tak lagi merangkai mimpi
Tak jua menagih janji
Bagiku warna pelangi tak lagi berseri
Karna senyap oleh cahaya matamu
Binarnya mengalahkan segenap cahaya
Yang pernah singgah di pelupuk mata
Aku sendiri
Menyulam nyanyian hati
Yang tercipta dari namamu
Kepahiang, 25 Mei 2019
22.11
#malammingguberpuisi
BENING
Tetes embun usai
Mentari telah mulai tinggi
Sementara mendung masih menggantung
Tak mau tinggalkan langit
Aku...
Sepasang mata lelah
Yang telah mencapai tepian langit
Lalu diam murung dibawah mendung
Aku tak usai
Meski sepanjang malam lunglai cucurkan bening tiada henti
Hingga sampai di tepian ini
Butiran bening masih mendesak melalui aku
Lalu mengalir diatas wajah sayu
Wajah yang tak lagi dapat rasakan hangat ketika merona
Aku adalah saksi
Seonggok daging yang bersedih
Karna dariku
Butir bening itu mencoba basuh setiap luka
Embun telah usai
Mentari trlah tinggi
Dan sepasang pipi, tak henti disapa bening
Entah tentang luka
Entah tentang mimpi
Atau tentang asa tak bermasa depan
Kepahiang, 17 Mei 2019
10.31
KELAN CAHAYA PAGI
Kadang,
Keindahan pagi memang tak dapat dilukiskan
Tidak dengan aksara kata
Juga deret tulisan
Seperti awan
Yang kerap kali terlihat lembut
Untuk kemudian turun sebagai hujan
Yang membadai dan porak porandakan bangunan rasa
Keindahan pagi
Bagiku hanya warna pekat
Yang hadir untuk menggelapi jutaan cahaya
Hingga terang tak mampu menembus sudut mataku
Aku tersesat
Dalam naungan cahaya pagi ini
Dengan kelopak mata basah
Aku terperangkap dalam resah yang mulai singgah....
Kepahiang, 20 April 2019
05.48
#pagihitam
SISA ASA
Pada terik yang meninggi tadi
Mata bulatmu mengayun matahari
Hingga desiran angin menjamah bumi
Kau,
Tersenyum dalam kata pasrah
Menyerahkan asa pada pelukan Dia
Lihatlah
Ayunan bola matamu sibuk merayu
Rayu yang kau tancapkan pada kata yang tak pernah kau zahirkan dalam kata
Dan Dia mendengarnya, kan...
Bibir keringmu yang kau basahi dengan Asma - Nya menjadi penanda
Dan doa dalam diammu pun Dia dengar dan sambut
Lihatlah,
Tangan dinginmu yang bahkan tak kau tadahkan telah disambut – Nya
Tetaplah penuhi bolamatamu dengan binar rasa
Yang tergantung disisa sisa asa
Untukmu
Agar kakimu tak perlu bergetar ketika tanah yang kau pijak retak
Tetaplah membidadari
Di antara serpihan mimpi
Kepahiang, 27 April 2019
20.52
#malammingguberpuisi
JANGAN SANTUNI AKU
Biarkan
Biarkan saja jejak langkahku goyah
Tak perlu ulurkan tangan tuk kuatkanku
Karna bukan pada langkah atau tanah yang kupijak
Retak yang goyahkanku ada ditelapak kaki
Kau tau
Seperti saat matahari begitu terik
Tak perlu kau santuninya dengan tetes embun
Itu hanya menyusahkanmu saja
Biarlah ia berkelit
dibelakang awan yang murung merundung
Aku terbiasa berjalan dengan langkah goyah, begitupun matahari biasa
bermandikan sengat panasnya
Kalam yang kau lisankan
Pasti akan membujuk jiwa patahku
Tapi tak kan mampu satukan patahan patahannya.
Luka kan tetap berdarah
Dan sudut mataku kan tetap basah
Aku terhimpit dengan segala resah
Yang tak tau bagaimana pun pada siapa kukesahkan
Aku sudah kerap menali mati rasaku
Tapi lagi
Terlepas dan berderai
Biar saja
Biar sepi menggantung raga jiwaku
Jangan iba
Jangan kasihan
Jangan santuni aku
Kepahiang, 20 April 2019
20.58
#malammingguberpuisi
#pohonbacaiaincurup
#cerdasmencerdaskan
BERHENTI
Apalagi yang ku cari
Ketika batasan bumi sudah berada di sisi jasadku
Aroma tanah basah sudah tercium begitu pekat
Ketika sepasukan gagak sedang menyeringai memandangiku dari kejauhan
Liurnya menetes seakan aku adalah sebujur bangkai
Mereka menyayati tubuhku dan mengulitiku dengan rasa lapar
Aku
Seonggok bangkai bernyawa
Yang terlelap dengan berselimut air mata juga rasa luka
Apalagi yang kucari dalam keadaan ini
Kecuali berhenti
Aku berhenti bicara mimpi
Aku berhenti bicara cinta
Aku berhenti bicara rasa
Tentang warna biru yang kerap warnai sanubariku
Aku berhenti sebutnya rindu
Aku
Adalah jasad yang hidup dalam kematian
Melewati ribuan hari tanpa pagi juga senja
Bumiku berwarna pekat malam
Sedangkan tempat bernaungku adalah pemakaman tanpa kamboja juga nisan
Aku.....
Mati suri dalam jutaan mimpi
Kepahiang, 29 April 2019
18.02
KEBAHAGIAAN
Penanda apa
Gulungan awan pada sisi biru langit
Yang meneduhkan sesaat
Sampai kemudian angin membuyarkan jadi serpih di bentangan langit
Kau tau
Diantara serpihan itu aku menunggumu
Menunggu sampai kau menyentuh garis senyum disudut bibirku
Menunggu sampai kau mengecup sisa embun disudut mataku
Aku lelah
Melalui ribuan duri untuk temuimu
Hamparan bumi sampai enggan mengalasi tapak kakiku yang penuh luka ini.
Mungkin sampai senja usai dan tak akan pernah kembali
Juga sampai embun bias dan tak akan pernah bertemu fajar lagi
Aku tak kan bisa temuimu
Sebuah kata yang diagungkan kedua pasang mata teduh itu
Yang memimpikannya menjadi milikku sejak hariku dimula hingga nafasku usai
Mungkin akan kumiliki
Mungkin pula moksa
Kepahiang, 04 Mei 2019
20.30
#malammingguberpuisi
AIR MATA
Tulang rusuk yang paling bengkok
Demikian perempuan diumpamakan
Dengan kerapuhan, kelemahan, juga penanda mudahnya ia menjadi patah
Perempuan tidaklah serapuh itu
Ada air mata,
Yang menjadi penanda betapa kuatnya ia
Laki - laki
Kalian akan pecah jika harus menanggung perih yang kerap dibebankan pada qalbu
perempuan
Air mata perempuan itu kekuatan
Air mata perempuan adalah pembasuh
Yang darinya bibir bisa tetap sunggingkan senyum setelah lalui ribuan malam
dalam tangisan
Untuk perempuan dimanapun
Dengan malam sepekat apapun
Dengan luka seperih apapun
Kita adalah perempuan
Yang akan tetap menjadi bunga mekar meski ditempatkan pada pada gurun panas atau
benua bersalju
Kepahiang, 10 Mei 2019
06.34
BUNGA MERANA
Adalah setangkai bunga, yang terbiar terdampar ditepi pantai
Tak ada yang menemukannya disana
Kecuali bebatuan yang kadang menciumnya ketika debur ombak memaksa
mendekatkanya.
Ya,
Setangkai bunga merana
Warnanya masih indah, tapi tak akan lama
Matahari yang terik pasti akan keringkan kelopaknya
Atau angin darat akan bawanya ketengah samudra
Untuk kemudian lungset oleh gulung gemulung ombak
Sudahlah
Jangan terpaku pada nasib bunga
Bukankah bunga hanyalah alam
Dan alam memiliki hukum demikian
Tiada kekalan disana
Pada bunga
Ombak
Bahkan makhluk bernyawa 😊
24-01-19
I'm back
SALAHMU
PADA SUNYI
Jangan coba melerai sepi,
karna ia akan membawamu kedalam peraduan paling sunyi
di pusara yang tak bisa kau pandang pun dengar tentang cinta
dan mawar merekah
Begitu lengang
Seperti nyanyian rembulan, di sisa pertiga malam
Syair apa yang mungkin kau dapat darinya
Kau diam terpaku
Menyentuh bibir rembulan dengan mata terpejam
Mendengar setiap dendang yang tak bersuara
Kau melerai sepi, kan ?
Apa yang kau dapat ?
Pekat sunyi
Di tengah rimbunan belantara
Hanya ditemani nyanyian tanpa suara mengerjap dibawah
bederang tanpa cahaya
Karya : Puji Astuti
Kepahiang, 03 Maret 2019
23.17
Kumpulan Puisi I Sha - AKU LELAH
MATI DALAM BERPUISI
I Sha
Aku tersesat dalam imajinasi
Mengira engkaulah sumber inspirasi
Tarian cinta berselimut ilusi
Hantarkan jiwamu mengisi puisi
Aku begitu konyol, hingga lepas kontrol
Hatiku diam-diam kau borgol
Aku menyerah menyimpan dongkol
Amarah bergejolak pudarkan rasa
Hantaman emosi mencekal cemburu buta Berdenging ribuan lebah di kepala
Menyengat raga tanpa nyawa
Aku mati, untuk menulis puisi
Kehilangan semua energi
Terhempas ke ruang sepi
Tergugu dalam tangis menyesali
Aku rapuh, di depanmu aku luruh
Atas nama cinta aku jatuh
Dalam cerita romansa yang trenyuh
Berselimut rindu yang telah lusuh
Aku bersimpuh, merenung
Sudah cukup hati terkatung-katung
Dilema cinta tak berujung
Biarlah kini bintang murung
Karena owl tak lagi bersenandung
...
Palembang, 30 Mei 2019
AKU LELAH
By : I Sha
Netra memerah
Tirta pun tumpah
Menahan deru amarah
Tangisku pun pecah
Pergilah
Memang aku yang salah
Rembulan pun sudah lelah
Menemani malam mencumbu resah
Aku letakkan kening di sajadah
Buang kesah untuk merendah
Selagi nurani masih terarah
Biarkan aku kembali berserah
Aku lelah
Tapi tak ingin menyerah
Palembang, 30 Mei 2019
Kumpulan puisi Samodera Berbisik - RIMBA CINTA
KEKASIHKU
Karya: Samodera Berbisik
Engkau berlari mengejar pengembaraan aksara
Menimang setitik rindu yang kutinggal di angkasa
Sepenuh hati kau kembalikan dalam rasa
Kita berpeluk mendekap luka goresan lara
Kekasih kukira engkau terlena
Meratapi koyaknya sebentang layar jiwa
Ternyata memeluk dalam rindu membara
Aku terkulai tak berdaya
Tak ada lagi keraguan membayang
Senyummu selalu terkenang
Menyelimuti seribu gamang
Dan aku luruh dalam pandang
Kupunya hati telah kuserahkan
Pada cinta yang engkau tawarkan
Kini tinggal harap kebahagian
Padamu kekasih pujaan
Kutunggu engkau di sudut malam
Untuk menyemai cinta terpendam
Pada sebentuk jiwa terdalam
Aku dan kamu saling menggenggam
Rindu kita yang sedang bergelora
Mengecup segala cerita lara
Aku kamu sepasang jiwa
Bertaut karena cinta
Tangerang, 30 Mei 2019
#Salammesrakuuntukmukekasihku
TELAGA RINDU
Karya: Samodera Berbisik
Terik menyengat jiwa
Mengusik kembali setitik lara
Bermain cerita usang di pelupuk mata
Menyentuh sendu pilu di rongga dada
Angan melayang menembus kabut
Rindu pun menepis kalut
Terduduk aku sedikit teringsut
Melepas gundah kian menyudut
Aku ingin berlari meninggalkan sesaknya perih
Menyusuri sepi bersama senandung lirih
Menemukanmu duhai kekasih
Untuk menenggelamkan seribu perih
Netramu... telagaku
Menyejuki gundah kalbu
Aku ingin menyelami rindu
Pada kehangatan jiwamu
Gundah ini menemani haru
Dekap aku dalam hangat kecupan rindu
Dan biarkan aku tenggelam dalam telaga netramu
Tanpa terucap sepatah ragu
Sejatinya dirimu
Telaga rindu
Membiru
Di setiap waktu
Tangerang, 02 Juni 2019
RIMBA CINTA
Karya: Samodera Berbisik
Perempuan puisi mengais aksara dalam setiap perjalanan. Merangkaikan dalam paragraf-paragraf kerinduan. Dan terciptalah sebuah cerita dalam lakon pementasan fragmen dunia
Ia tak lagi menyanjung sunyi, kebekuan hati pun telah mencair. Seberkas sinar melewati celah dedaunan menghangati jiwanya. Mengikis setiap jerit pilu palung nadi
Ia menyemai benih asih pada belukar rimba cinta. Bunga-bunga bermekaran, dan kumbang jantan menghisap madunya Terjadilah siklus alam untuk terjadi sebuah pembuahan.
Rimba cintanya berkembang, tumbuh subur penuh keindahan. Memecah kesunyian yang selama ini bertahta pada singgasana keheningan
Perempuan puisi bersimpuh di atas sajadah pengharapan. Air matanya berderai memecah sepertiga malam. Namun kali ini adalah bening kristal kebahagiaan. Syair mengalun merdu menghapus setiap titik titik pilu. Yang telah sekian waktu memenuhi lembar-lembar peran elegi kehidupan
Kini perempuan puisi tersesat dalam rimba cinta sehingga ia pun enggan untuk pulang. Bersama bidadari-bidari kecilnya membangun istana kebahagiaan dalam dekapan sang pangeran
Tangerang, 02 Juni 2019
PELABUHAN ASA
Karya: Samodera Berbisik
Melepas jangkar, biduk pun bersandar
Selembar layar, usai berkibar
Pohon-pohon juntaikan akar
Senjaku di tepian pantai nan hingar
Ritme rindu bersimphony seiring nyanyian alam
Terpenggal sebuah sajak dalam geram
Saat rembulan menyapa kelam
Dan aku luruh dalam diam
Aku... kamu adalah kita dalam ikatan cerita cinta
Menyemai rasa dalam aksara makna
Tanpa meminta dalam sebuah pinta
Mengalir deras hingga bermuara
Sentuhan tulusmu menyemai benih kasih
Mengusik bilik hati yang telah tersisih
Oleh serpihan segala perih
Yang mengunung berkawah getih
Teduhnya pandangan netra
Mencairkan keangkuhan rasa
Aku tak berdaya saat sepasang tangan mendekap sukma
Sehingga hati tak mampu mengelaknya
Senyummu menuntun langkah menuju pelabuhan asa
Tangerang, 31 Mei 2019
MENGAKAR DAN MENJALAR
Karya: Samodera Berbisik
Rimba paling belantara di antara perdu menjalar dan mengakar. Sepucuk pinus melambai, menari bersama sepoi sang bayu. Aku terlampau ringkih dalam rengkuhmu, untuk menatap terik sang surya hingga senja menyapa
Lantunan kidung merdu menyentuh kalbu hingga ke palung nadi. Rindu ini merintih menyambut kecupan hangat sepasang kelopak hasratmu. Aku terkulai dalam belaian kasih sayang
Tak akan pernah ada waktu membuatku berpaling dari pandangan netramu, duhai kekasihku. Tersebab jiwa telah mengakar dan menjalar mengikat seluruh persendian
Usah engkau pertanyakan lagi tentang benih asih yang tertanam, hati pun telah mendengarkan suara gemuruh kerinduan ini menunggu dekapanmu
Telah kuserahkan hati dan jiwa kepada kedalaman palung nadi hingga engkau dan aku mengakhiri, oleh sebuah akhir sejati
Tangerang, 01Juni 2019
SELAMAT PAGI CINTA
Karya: Samodera Berbisik
Tersungging senyum manis pada sepasang kelopak mawarnya. Bersenandung merdu relung hati menyanyikan lagu rindu. Tentang hadirnya cinta sang pujangga bermata elang namun bak telaga menyejukkan jiwa
"Cinta itu buta.Kan kutempuh ribuan jarak untuk memeluk jiwamu duhai kekasihku." Berkata sang pujangga dalam sepenggal syair.
"Tapi aku tak mau buta karena cinta, karena ia begitu suci." Balasan sebait sajak perempuan puisi
Selamat pagi...usah lagi risau tentang semua. Perasaan suci akan hadirnya cinta sejati. Mengaliri denyut nadi sejernih mata air dari perut bumi. Bening tiada setitik debu mengotori. Begitu indah berpadu dua hati meski harus tak saling memiliki.
.
Cinta tak pernah salah. Namun ruang dan waktu tak layak menghuni. Biarlah kita menikmati kebersamaan tanpa saling menyakiti. Mengalir sedemikian sempurna dalam siklus tangan sang Illahi Robbi
.
Tersenyumlah. Sambut sang mentari dan katakanlah dari kedalaman sanubari, Selamat Pagi Cinta
Tangerang, 03 Juni 2019
LANGIT IKUT MENJERIT
Karya: Samodera berbisik
Di hari yang fitri hati ingin kembali suci
Membuka lembaran putih tak setitikpun hitam mewarnai
Sebuah keinginan mudik yang menjadi tradisi
Mengundang kegalauan berarti
Kekecewaan begitu sakit
Saat ticket terasa menggigit
Kening semakin mengernyit
Dan langit ikut menjerit
Duuhhh..
Terpaksa mudik tertunda
Tanpa bisa berbuat apa
Senyum tercipta dengan paksa
Menutupi rasa kecewa
Esok masih ada waktu
Untuk kembali meramu mau
Di tahun mendatang bertemu
Lebaran yang di tunggu
Semoga tak ada lagi melejit
Ticket yang terjepit
Dan langit
Tak lagi ikut menjerit
Tangerang, 06 Juni 2019
PANGERAN HATI
Karya: Samodera Berbisik
Tersemat rapat dipalung terdalam, namamu indah bersemayam. Tak akan se incipun tergeser. Bait-bait rindu, tak akan aku senandungkan untukmu, keikhlasan atas kepergian aksaramu yang tertanam dalam pusara, bertabur seribu kamboja
Kesakitan luar biasa, menyelimuti ratapan jiwa, saat senyummu mengangkasa berbaur bintang gemintang. Sementara rinduku begitu bergelora mengharap dekapmu, ternyata bualan kemunafikan
Aku bersama anak-anak puisi sekarat dalam pilu menyayat. Dan...Maaf, jawabmu berlalu. Pangeran hati, semua telah menepi, namamu dilubuk hati terbingkai dalam kenangan
Kini biarlah aku merasakan apa yang tak pernah kau berikan. Sebuah ketulusan dari elang nan bertelaga penyejuk. Pergilah dengan ketenangan atau kepuasan yang entah... engkau rasakan
Pangeran hati. Maaf akupun akan pergi bersama sang pengisi sunyi yang kini mewarnai lembar-lembar hati ini
Perjalanan
Tangerang-Bekasi, 06 Juni 2019
DETAK-DETIK
Karya: Samodera Berbisik
Detak-detik berdetak menghentak
Denyut jantung memacu rasa bertindak
Ingin hasrat memeluk tanpa sesak
Kerinduan yang tiada dapat terelak
Oooh kekasihku, andai tak berjarak raga
Akan selalu terselami indahnya telaga
Dari netramu, menyejuki jiwa
Dan... aku terpaku, tak berdaya
Detak-detik berdetak tak terkendali
Selalu senyummu kuingini
Mewarnai lembaran hati
Menjelajah sunyi, dalam rindu tak bertepi
Sang pujangga, diksi kita mengasuh aksara cinta, berpuisi dalam rindu
Aku membelai, setiap detak jantung mengisi detik-detik denyut nadimu
Kukecup seribu mesra, peluh kerinduan memacu dalam laju
Saat engkau berlari menenangkan hasrat memburu
Detak-detik... biarkan mengalun syahdu
Tanpa menabuh pilu
Tiada irama sendu
Terus merah jambu yang membiru
Tangerang, 05 Juni 2019
SETITIK RINDU
Karya: Samodera Berbisik
Setitik rindu berpijar di kuncup hati
setetes embun membasahi
Bermekaran semerbak mewangi
Saat kau sentuh dengan kecupan surgawi
Busung dadamu menenggelamkan kesunyian
Kidung merdu mengalun memecah keheningan
Berdegub detik detak jantungku tak beraturan
Saat peluk bersatu menyapa kerinduan
Ketika malam tiada berbintang
Engkau datang menyemai kebahagiaan
Langit hatiku seketika cerah cemerlang
Menyambut hangatnya sebuah dekapan
Telah terbingkai dalam figura cinta
Kecupan kecupan mesra yang engkau lukiskan
Pada garis-garis sederhana bak bulir intan permata
Memenuhi hamparan hatiku yang kasmaran
Setitik rindu berkembang meluah membasahi kepingan atma
Indah membiaskan merahnya merah muda
Aku terbuai ayunan cinta yang engkau hembuskan
Pada nafas aksara-aksara puisi kita
Tangerang, 04 Mei 2019
CINTA SETITIK JEDA
Karya: Samodera Berbisik
Benih asih yang engkau semai, bersemi semisai belukar menjalar dan mengakar pada rimba rindu
.
Sang pawana berhembus menyenandungkan asmara... bergelora. Riuh melantukan doa kebersamaan dalam buncah bungahnya rasa
.
Ketika setitik cemburu membidik buntala, menyapa kepekaan rasa, merajuk inginkan belai mesra sebagai naluri jiwa. "Salahkah aku menciptanya?." lirih perempuan puisi berkata.
.
Malam berlalu, lelap pun dalam resah, sang pujangga membiarkan arutala muram dalam pejam, dan cinta setitik jeda menguasai hati sang perempuan puisi
.
Ketika pagi telah menyapa sepi menyapa. Begitu ngelangut rerasa jiwa.Tak ada senyum menghiasi tersebab Cinta Setitik Jeda
Tangerang, 07 Juni 201
Minggu, 02 Juni 2019
SANG PEMUAS NAFSU KU
Kau begitu mempesona
Wlu tak semua org bisa merasa.
Begitu indah
Namun tetap menjaga adab manusia
Aku bebas memandang setiap lekuk indah mu
Aku bebas menumpahkan kenakalan ku
Jari jari ku nan nakal begitu bebas menyentuhmu
Tanpa protes leguhan mu
Setiap emosi ku,,
Curahan hati ku
Kesal jiwaku
Gerimis mataku
Kerinduan ku
Ku torehkan atas mu.
Kau terima dengan senyum tulus mu.
Sudah 10 tahun usia mu
Semoga tetap bisa menerimaku
Ruang pekerja seni
Sang pemuas nafsu imajinasi ku.
Semoga RPS tetap mampu tempat para penulis
By : Andreant Hanif
Milad ke 10 Ruang Pekerja Seni
Kumpulan Puisi Hidayat Almansuri - BIMBANG SANUBARI
BIMBANG SANUBARI
Kau
yang berulangkali
mencoba tuk menggenggam hati
Bisakah
rasa ini kau miliki
Mengikat sanubari
dengan kesungguhan diri
dalam kebimbangan isi
yang selalu datang
silih berganti
Akankah
semua ini kan abadi
entahlah
Mengapa disetiap saat
bayangmu selalu datang
menghampiri
Mungkinkah
hatiku telah terkunci
Sungguh
aku tiada mengerti
#Hidayat
kediri 30 mei 2019
DI DINGIN PAGI
Cahaya mentari
membelah langitku
di awal hari ini
yang begitu sunyi
Dedaunan
yang bergoyang tertiup angin
seakan melambai-lambai
bagai bocah kecil
yang minta di peluk
saat terbangun dari mimpi
Ia begitu dingin
dengan lembar yang basah tersiram embun
di hadapan sang fajar yang menanti
Dan sepi ini
begitu sempurna
dengan hilangnya
bayang-bayang indahmu di pelupuk mata
Semua seakan menjauh pergi
bagai malam tadi
yang menghilang
tanpa permisi
#Hidayat
Kraksaan 03 juni 2019
RASA DI MALAM SEPI
Sendiri
terjaga di malam sepi
hanya memandang bintang
di langit yang tinggi
Terfikir tentang rasa hati
tuk selalu berbagi
semua isi
dari dalam nurani
Rasa yang berbisik
kadang lirih
kadang pula bergemuruh
bagai debur ombak
di lautan yang biru
Rasa yang datang
tanpa harus mengusir
Berbisik
namun terdengar nyata
Mengisi
namun tak membuat sesak
Rasa yang mengajak
tanpa memaksa
karena ikhlas jiwa
adalah jalannya
Sesuci embun
yang mengiringi hadirnya
berharap sejuk abadi
di hati yang dihinggapi
#Hidayat
Kraksaan 07 juni 2019
SINAR KEYAKINAN
Alam memang selalu
menghadirkan kejutan
dengan memberi kita
banyak jalan sebagai pilihan
Yang kadang kala
membuat kita bingung
karena akhirnya
tak seperti yang kita harap kan
Tapi aku selalu
memiliki satu kekuatan
yaitu keyakinan
Hingga bila nanti
malam tiada lagi
ber tabur bintang
dan siang pun
tiada lagi ber cahaya
Aku ber harap dengan pasti
pada keyakinan diri
Yang 'kan memberi sinar
tuk menerangi jalan
di gelap nya alam ini
agar tak tersesat
dalam kelam nya hidup
#Hidayat
Kediri,14 juli 2019
MIMPI YANG DUSTA
Kau yang selalu datang
bersama rayuan manja
kala malam mulai menyapa
Kau imingi otak ku
dengan keindahan semu
membuai semangat ku
hingga terkapar tak berdaya
Kau lah mimpi yang dusta
selalu mencoba bayangi rasa
menitik rasa penasaran di jiwa
tentang keindahan
yang tak berkesudahan
Sampai kapan kah
kau kan selalu menjajah otak ku..?
Tidak
tak kan ku biarkan
semua ini berlarut
di hidup ku
Ku kan bergegas temui pagi
meminta ke relaan nya
meminjamkan Sang Surya pada ku
tuk membakar
semua mimpi yang hanya
angan belaka
#Hidayat
Kediri,14 juli 2019
KSATRIA SENJA
Ku mulai hari
Kala Sang Mentari
Mulai tergelincir pasti
Di langit atas bumi
Ku langkahkan kaki
Laksanakan tugas suci
Bersama do'a dalam hati
Pada Sang Ilahi Robbi
Senja ku arungi
Dengan semangat tinggi
Sepenuh keyakinan diri
Untuk keberkahan hidup ini
Ksatria senja
Berjuang dengan seksama
Menyatukan kemampuan jiwa dan raga
Untuk sebuah cita-cita
#Proling,30/07/19
Puisi kolaborasi
Edisi 30
Hidayat - Dini Amelia
DI BERITA PAGI
Membuka mata di awal pagi. Sambil di temani secangkir kopi dan sajian berita dari media informasi.
Apa kabar, untuk dosa-dosa yang di tuhankan.
Juga mantra-mantra beraroma benci
Yang dengan tamak menjagal beberapa hak privacy..?
Apa kabar untuk drama-drama munafik berlevel smart tertinggi,
Seperti makanan basi yang dikomsumsi berulang kali...?
Sungguh sebuah ironi di kehidupan yang memuja kebebasan, namun tanpa perasaan.
Yang bisa berbuat semaunya tanpa berfikir lagi akibatnya.
Apakah ini yang di sebut ber ekspresi dalam kebebasan..?
mentari pagi
para tokoh bernyanyi
di surat kabar
Jkt - Semarang, 27/11/19
Puisi kolaborasi
Edisi 29
Hidayat - Nhirya Alisha
BAYANGAN MERINDU
NA : Sosokmu nan rupawan
Kubuka disetiap lembar sunyi
Kusebut dalam kerinduan
Terselip di setiap doa hati.
HA : Usah kau sanjung adaku
Hanyalah seorang pria lalu
Usah pula kau beri rindu
Hanya 'kan membebani kalbu.
NA : Dari kejauhan tempatku
Kucoba peluk erat bayangmu
Begitu sangat berartinya hadirmu
Walau hanya dalam khayalan semu.
HA : Hanya bisa kupanjatkan
Do'a tulus murni pada Tuhan
Semoga kau bisa dapatkan
Segala apa yang kau cita-citakan
Dalam likunya perjalanan kehidupan.
Cibubur - Jkt,26/11/19
Puisi kolaborasi
Edisi 28
Hidayat - Pita Yishun Arsya
BILAKAH DAMAI ITU SINGGAH
Malam ini angin berdesir tak biasa
Ada kelam yang mewarnainya
Hening sunyi beraroma anyir darah
Entah di bumi mana tanah berubah merah.
Aku sendiri menyaksikan
Hilangnya inti rasa kemanusiaan
Mungkin bila sudah habis masa dunia
Semua ini akan mereda.
Tirani keculasan seakan enggan melenggang
Harum nirwana entah kapan bertandang
Desingan peluru bilakah kelak akan hilang
Sungguh, aku berharap merdeka itu segera datang.
Mungkin perdamaian sebatas angan
Bila dijadikan sebagai adu kekuatan
Sebab semuanya itu
Hanya akan melahirkan dendam baru.
Jkt-Singapura ,25/11/19
Puisi kolaborasi
Edisi 26
Hidayat almansuri - Ifa Fadillah As-syawal
DI BAYANG PELANGI HATI
IFA : Setitik embun memberikan kesejukan atma
Aksa memandang penuh asa di ujung cakrawala
Ketika sadar hadirmu tak jua ada
Meniti bayangmu disetiap sengal lara
HA : Usah kau raba adaku
Hanya 'kan membuat kecewa hatimu
Karena kusadar siapa aku
Hanyalah bayangan semu yang coba hadir di kehidupanmu
IFA : Aku melukismu dalam kanvas biru
Menarik disetiap fatamorgana sembilu
Di ujung senja kian kelabu
Memberikan oase dalam peluk pilu
HA : Moga 'kan kau dapati warna indah harapan
Dari sebilah pelangi hati yang tertawan
Agar ku pun bisa saksikan
Senyumanmu yang sungguh menawan.
Jkt - Bekasi , 24/11/19






