UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Selasa, 02 Juni 2020

Kumpulan Puisi Romy Sastra - OBATMU TERDAPAT DI DALAM DIRIMU



MENATAP CINTA KEMARUK
Romy Sastra


aku mendatangi saung mursyid ke tepian samudra, bertelanjang dada tak berkopiah. tutur guru dituruti manggut-manggut manut

diri bermusyafir merenungi pasir di pesisir bertaburan hikmah di segala pikir
jiwaku karam tak basah melainkan terpesona

meminta rahasia kunci kematian pada sabda:
lubang dunia itu di mana berada guru?
guru pejamkan mata tak bermantra lidah
melainkan takwa saja. ah, rasanya tak cukup petunjuk memasuki ranah

kudekap tubuh guru erat-erat
pituduhnya luruh pada selembar surat wasiat
akhirnya satu-satu eja kalam dibuka
guru bisikkan rahasia gaib tentang hening
sukmaku fana bertahali, aku belajar mati

menatap cinta sekejap ke dalam tafakur,
terpancar nur
benak-benak tersusun di baitul makmur
dengan jalan membunuh inderawi
membuka gerbang baitullah
duduk bersila bak budha menatap nirwana
yang diajarkan tuan guru dituruti
kubawa hanya secercah rasa
seketika gumpalan pelita hadirnya kejora
menerangi alam batin seperti lampu pesta
tercipta keheningan sesaat pada jalan makrifat

aku dan nafsu itu
berpacu mengejar tempat tertinggi
pada kasta-kasta iman menggoda diri
aku menatap kelip maha mega
di puncak fana terhenti
menyimak yang sejati
taklah labirin menyesatkan di balik tirai ilusi

segala nafsu kalah dan lebur terbakar sirna
di keheningan malam di wajah wujudullah
indah kelip cinta bertaburan cahaya: mahabatullah

aku dan diriku bertakhali rahsi
membunuh hasrat doa tiada yang kupinta
selain ingin menatapnya saja
bahwa sesungguhnya dia memang ada
tubuhku dipeluk laisa kamiselihi
padahal awas-nya sedari dulu hu memelukku
pada janji yang tak pernah diingkari-nya
bahwa jiwa ini tak berjarak dengan maha

aku haru, dosa-dosaku seakan berguguran
tubuhku runtuh bergemetaran
pada terjawabnya asholatu daimullah
semoga itu pertanda ibadahku diterima
innallaha latukhliful mii'aad
dalam khyusuk yang klimaks, bertajali
aku dan diriku lebur dan mati
fana menyentuh maha rasa
bersatu padu, yang ada hanyalah dia

Jakarta, 27 Mei 2020



AKU MENDENGAR SUARA INDONESIA

Romy Sastra

aku mendengar suara indonesia dari puncak gunung dan lembah, tetesan hulu menghilir ke muara, udara berhembus sejuk. betapa damainya alam ini dinyanyikan burung-burung di pucuk pinus, dan ranting-ranting lapuk. sawah ladang digarap petani setiap hari demi kelangsungan hidup anak negeri sedari dulu.

aku mendengar suara indonesia dari desiran pantai sepanjang mata memandang, samudra terbentang di sudut rasa, batu karang memecah ombak. riak-riak dihadang, teluk semenanjung kabarkan pesanku ke laut lepas; aku kehausan, ke mana jalanku berpulang?

aku mendengar suara indonesia dari pelosok desa, radio yang kudengar tempo dulu ketika larut malam, membawaku hanyut pada kisah kolosal saur sepuh satria madangkara sampai siti nurbaya. cerita klasik usai, warta mengudara, kehidupan di sana-sini penuh tikai. aku terusik di gelombang frekuensi dari warta corong-corong kota; aku mulai resah.

aku mendengar suara indonesia dari orasi jalanan, betapa dahsyatnya suatu perubahan di zaman ini. mataku terbelalak, indonesia berbenah katanya. kota-kota berkompetisi teknologi, para pemodal bermain teka-teki, adakala untung rugi. akan tetapi yang culas sudah meraup untung lebih dulu di balik transaksi. tiba-tiba kongsi pecah perang strategi, demonstrasi berlaku; delik demokrasi

aku mendengar suara indonesia di layar gadget yang kusentuh, aku haru dadaku iba, mataku mulai basah. mendengar suara indonesia dari teriak ketidakadilan, korupsi merajalela, dan lainnya. mereka lupa budaya gelap jalan pulang ke ranah, sejarah dibutakan peradaban. sebab, kepentingan mereka diutamakan, aku pun bertanya: bagaimana nasib anak cucu kita nanti? indonesia ini jangan tergadai.

Jakarta, 2 Juni 2020



WAYANG MABUK

persaingan apalagi dimainkan dalang? jatah panggung sudah dihidangkan demokrasi. tuak dituang gelas pecah gelanggang resah, wayang mabuk. ah, kibarkan saja panji tiang dadamu gemuruh, jangan seteru mengundang risau. kau mencari pembenaran tak berujung, mulut dalang beraroma jeruk memainkan undang-undang. mau saja kau diadu? menampar mukamu sendiri. pemenang tersenyum riang, kalah pecundang tak senang. panggung roboh negeri heboh, waktu terus berlalu. sementara kita masih saja bertikai, damailah negeriku di mata zaman.

Romy Sastra
Jakarta, 14 Juli 2020



OBATMU TERDAPAT DI DALAM DIRIMU
Romy Sastra


ketika sadar terpikirkan tujuan
jangan lari dari kenyataan
merasa perih tak ada penawar
sedangkan tuhan bersamamu
menyediakan segala kebutuhan

jangan gelap bermain api 'kan terbakar nanti
padahal cahaya hati selalu menerangi

apakah kamu tak menyadari penawar lara
obatnya berasal dari dirimu
kenapa kamu tak mengetahuinya?
kau mengira hatimu satu benda yang kecil

namun, di dalam hatimu
termuat alam yang begitu besar
segala lara ada obatnya
surga dan neraka ada di dalamnya
bahkan cinta dan benci bergandengan
tak berjarak seperti misykat tak terlihat
nyata mengikat erat sebuah perjalanan

unsur tubuh kearifan ruh
maka, kenalilah sang Maha Ruh
hingga sakit terasa nikmat
berjalanlah dengan pedoman
biar tak tersesat jalan menempuh kehidupan dan kematian

Jakarta, 13 Juni 2020
menjawab syair Syaidina Ali



AKU MENGUTUKMU CORONA
Romy Sastra


virus biologi menjurus perang bratayuda
di zaman teknologi membumi risau
sekelompok unggas terbang menuju bandara,
racun dibawa-dibawa.
mataku nanar memandang wajah tak lazim
seenaknya berjalan di karpet merah:
prahara itu tiba dunia berduka

kita waspada pandemi mengintai di mana-mana
sementara waktu kita sudah di ambang resah, apakah ini drama dimainkan wayang?
takutku berguncang mencari tentram
ego berpacu menuduh siapa salah siapa benar
para pengamat menilai wabah lamat lamat
adalah analisis semata: siapa mencipta corona?

corona, kau mengajarkan aku waspada
kau mengajarkan aku bersuci
kau mengajarkan aku intropeksi diri
kau mengajarkan arti peduli
tapi aku mengutukmu, mengutukmu!
kau sosok tak diharapkan, kau adalah ketakutan
mari bersatu patuhi imbauan, runduk pada tuhan!
di mana rantai pandemi sudah memanjang
napas-napas bebas di udara
pandemi, hidungku enggan memompa badaimu di dada:
aku mengutukmu corona.

Jakarta, 10 Mei 2020



PANGGUNG EGOISME
Romy Sastra


estafet disambut sejurus titah bersumpah, atas nama tuhan beramanah sepenuh jiwa tak menciderai kitab suci di kepala, sejatinya adalah ibadah, kau tergoda lencana imitasi disematkan di dadamu, lalu berorasi. kudukku bergidik ayat-ayat panggung serupa rumpun tebu di bibir, kura-kura berbaju batu. padahal kau telah muntah, masih saja meminum darah seperti drakula kehausan di kursi goyang itu. kau berdendang irama sumbang, nyatanya tak pandai menari di gelanggang, dan papan berjungkit matilah kau terjengkang. kini, gelinding bola api mencari sasaran dimainkan audit. panggung egoismemu runtuh, kuda liar debar-debar merumus data pembenaran. aku menampar estafet lewat pamflet robek, siapakah itu? tak lain hanyalah pecundang zaman yang beruntung di tengah kebun ilalang.

Jakarta, 10 Juni 2020



ORIGAMI YANG ROBEK


memungut kelopak nan berserak di trotoar jalanan, payau air mataku membendung duka. memandang anak angsa bermain risau di balik hutan bakau sepanjang muara, terus merenangi asinnya samudra, singgah di dermaga yang lain. tangan cekatanku menghilir mengaliri air mata. kulipat-lipat kertas jadi persegi membentuk origami bunga. sampanku berlayar menujumu mendayung dada. sehelai rambut jatuh tepat di puncak hidungku, aku geli mengingati telepati tak lagi indah dirasa. sebab, permainan hati diakhiri sebelum layar terkembang, cintamu hanya opera semata. aku lelah pada waktu berputar, tabahku sirna. origamiku robek di tinta merah: akhirnya anak angsa itu tenggelam rayuan gombalis yang lain, dan sampanku pun karam, bunga layu, kompas mati menuju layaran kekasih. hati teriris janji manis berbuah fatalis.

Romy Sastra
Jakarta, 20 Mei 2020



TARIAN BAYANG

kulenggang-lenggangkan tarian bayang
jemari lentik meminang goyang
aduhai si nona molek yang gemulai
tatapanmu renyah bibir berjuntai

menarilah menari tarian seksi melirik
biar kursiku berisik mataku mendelik
lantai berjungkit si molek terjepit
selendang mayang nona terlilit di leher sakit

kupandang-pandang bayang-bayang silam
rona tak lagi indah dikenang
entah tarian nona yang tak seimbang
ataukah tatapanku yang sudah jahanam

taklah terjerumus hidup ke dalam imaji
tutupi kening dengan hati
menunduk menunduklah meninju malu
biarkan bayang-bayang bersenandung rindu

HR RoS
Jkt, 010419



FINIS

.... jejak kelana diintai sejarah,
telapak kaki mencucurkan keringat, darah serta nanah di setiap jejak yang dilalui akan basah menjadi telaga dan subur.
sedangkan debu-debu yang melekat di kaki adalah air mata umur yang kian sarat di setiap jengkal tanah yang retak dan ia sekarat, lalu gugur ....

HR RoS
Jkt 310319



PEREMPUANKU

perempuanku,
kupinjamkan satu tulang rusukku padamu
atas nama tuhan berkenan
biarkan skenario-nya bekerja
dikau menjelma
seperti air mengalir tak sudah
memberikan kasih yang setia

perempuanku,
kau pendamping sepi di kala sedih
penghibur resah di kala susah
sebagai selimut dingin di saat ingin
terima kasih perempuanku
kau penyemangat tiada tara
perhiasan surga turun ke dunia
perempuanku,
berikan aku kebahagiaan itu

HR RoS
Jakarta, 300319



ITU LAYARMU TERBENTANG

Itu layarmu terbentang
pegang!
angin sedang garang ombak datang
berdirilah, jangan tumbang
satu saat laut pasti kembali tenang.

Itu layarmu terbentang
pegang!
jangan cair dek mentari membahang
usah terpesona cantiknya si kunang kunang
lihat laut saujana pandang
renanglah sampai ke seberang
belajarlah dari camar dan karang
pelaut selalu tahu haluan pulang.

Itu layarmu terbentang
pegang!
jangan pernah hilang timbang
jangan tertipu redupnya bayang bayang
belajarlah dari Sang helang
walau berat tetap terbang.

Itu layarmu terbentang
pegang!
sampai nanti malam datang
dan kau lihat purnama mengambang
terang cemerlang.

***
mari, mari..! marilah mendekat
kita berlabuh bersenandung kasih sayang.

Jakarta Kuala Lumpur 27319



HENING

sunyi memaksa kidung bernyanyi
biar tak ada lagi sepi
kidung dimainkan dengung
seperti puja bermantra hening
bunuh saja birahi duniawi
memacu hasrat mencumbui kekasih

bulan separoh tertutup awan
membuka tirai langit bertongkat tauhid
diam di atas kolam tak tenggelam
padahal perjalanan menempuh karam
mati dalam hidup menghidupkan tatapan
kasyaf-kasyaf nurani tersaji
bulan akhirnya padam
bintang gemintang bertaburan

perjalanan mati belum sampai ke tujuan
masih dalam godaan
jangan tergoda kemala
di mana surga dan neraka berada?

bersihkan hati di taubatan nasuha!
ya, kekasih 'kan tersenyum indah

HR RoS
Jkt 27319



SKETSA HAMPA

betapa banyak kanvas kuhabiskan
melukis sekuntum bunga
mewarnai rupa

betapa rasaku telah hambar
menggambarkan sketsa wajah
pigura patah lukisan tak sudah

aku menunduk
memadah bayanganmu dalam resah
ternyata kau tiada

HR RoS
Jkt 26319



DAHAGA

hujan telah reda
sepi jalan ini
kemarau tiba

hujan itu kembali
sunyi makin sunyi
aku dahaga

HR RoS
Jkt 26319



SUATU MALAM DI MAXONE

duduk menyemai malam
tatapan jauhh menembus batin
tentang kota diselimuti kabut
tubuh yang dingin dan karam

satu destinasi negeri yang dikunjungi
ada peradaban menyimpan candi dan kejayaan
kehidupan masa silam

malam itu
butiran-butiran embun bertaburan
sebatang kretek menemani dingin
dadaku disepoi angin
betapa nikmatnya anugerah tuhan
kota malang, kota impian
kota yang dilingkari gugusan

aku diam dan larut menempuh pertapaan
tak bermantera dalam tajali
sangkan paraning dumadi
sabda batin memanggil kesepuhan;

"duhai ruh-ruh yang bersemayam menguar di awan?
ceritakan pada generasi tentang kejayaan masa silam: sweta dwipa
jawata bertutur tentang kisah yang sudah."

malang belum dihuni, negeri sunyi dilamar api, era pleistosen kabarkan warta tentang kejadian suatu kota
malang area kawah diapit aktivitas gunung-gunung pandawa;

"kawi di selatan menyimpan hartawan,
kelud di barat kediri memagut cinta pelangi,
anjasmoro di welirang menyemai hati,
arjuna di timur laut utara singsingkan mentari,
tengger di timur menyimpan api yang tak kunjung padam"

kota malang, salah satu peradaban jawa dwipa
berupa aliran lava
mencipta gundukkan merupa danau purba

malang bukan kota yang malang
malang telah bangkit dan melangit
dilintasi tanah subur dari segala sisi
jejakku menoreh catatan puisi
masih adakah kereta ke malang suatu saat nanti?

HR RoS
Malang, 5 April 2019



SAYEMBARA KEHIDUPAN

sunrise pagi menyapa, terik merupa
tengah hari membakari wajah
tak menghanguskan rambut di kepala
adakala rinai titipkan embun di dedaunan
hujan datang tiba-tiba genangan di mana-mana

senja dipagut kelam,
malam bermain rembulan dan kejora
seperti kalbu dibuka rindu
ketika mendung menghantarkan guruh diselingi semilir riuh
hasrat berpacu di rongga hina
jangan ibadah tak tahu pintu hikmah
selimut dingin di saat angan bermain ingin
lupa dinikmati
surga hanya di dalam mimpi saja

pada bayangan hitam di duduk diam
terkuak cerita lama di lipatan sejarah
suntingan kenangan tak sudah direnda
onak menyeruak siapa yang salah?
ganti lilin di simpuh sujud hati
menjadi aurora langit

tamparlah duka,
yang selalu menyesak di relung rongga
lalu, pikir bertindak
jalani saja jejak-jejak yang dipijak
meski onak jadi aral cita-cita
sebab kehidupan bukan angan-angan
torehan janji pasti dilalui
skenario tuhan berperan

memang, sayembara kehidupan silih berganti
mengisi kesempatan
pada panggung pertunjukan bersorak ria
bersolek jadikan penampilan selalu molek
roda-roda zaman terus berputar
seperti siklus musim jadi dawai-dawai musik
ya, sayembara kehidupan ini bukan tantangan
tapi keniscayaan
dan nikmati saja suka duka dengan rasa cinta
maka, berbahagialah hingga menutup mata

HR RoS
Jkt, 11419



LAJU TAKDIR


debu-debu diterbangkan angin ke muka
melukis peluh di guratan wajah keruh
jejak-jejak di kaki retak
meniti langkah tertatih di tanah rengkah
laju takdir jerih, pedih dikubur sedih

si pelukis nasib bermain di telapak tangan
sedari azali titipkan isyarat di badan
seperti pohon kelapa
buah jatuh ke tanah tak menunggu tua
ke mana tuju ingin ditempuh
tetap yang dikejar kian jauh

embusan angin mengipas-ngipas panas
padamkan gelora membakar rasa
sepoi membujuk lara sakit tak bertamu
tentang hidup penuh kepahitan
kemiskinan ini sungguh nikmat tuhan

ya, menikmati hidangan dan terus berikhtiar
bagaimana napas ini selalu bersyukur
iringi laju sampai ke batas tafakur
di sana kelip surga merupa
riwayat perjalanan melahirkan makna
lika-liku kehidupan bercumbu di arena kisah

Jkt, 9,4,19

Kumpulan Puisi Raka Arya - AKU ADALAH BAYANGANMU



EDISI JEJAK LANGAKAH 11 TAHUN RUANG PEKERJA SENI 9 JUNI 2020



AKU ADALAH BAYANGANMU.

Jangan pernah bertanya pada malam dimana aku baiknya rasakan hadirku disaat rindumu bergelora.
Dalam jarak tak berbatas
dimana senja berganti malam kau bimbang dalam langkah getir meraba arah
Aku datang membawa lentera
terangi relung jiwa diatas dipan
merajut kata dan rasa.
Jangan pernah ragu
meski lentera ini berbatas ruang sinarnya
pasti menerpa setiap sudut gelapmu
ya..."
Aku adalah bayanganmu
yang senantiasa hadir
meski dirimu jauh berlari dilorong malam mencari rasa dan bersembunyi pada waktu
aku kan selalu ada untukmu.

RA.01062020




Do'aku


Pada langit
pagi tadi
segala do'a
aku titipkan...

Pada waktu
aku gantungkan
segala harapan
hari ini..."

RA02062020





Sajak Perahu


Terguncang hebat perahu ketika membelah ombak menuju samudera luas
Dimana buih menciptakan corak putih meski lebur sebelum sampai dipinggiran pantai.

Aku kian memancu pada kayuh mungil menggapai ombak agar sampai tepian.
Namun...
Karang membelah perahu
sebelum tertambat.
Lelah terdampar
Rasa haus kian mencengkeram tenggorokan.

Ombak mereda
bersama camar berlalu...
Sadar aku menunggu.

RA.31052020



Kumpualn Puisi Nada ( Novrida ) - SAYANG, LENAKU BERJAYA



EDISI JEJAK LANGAKAH 11 TAHUN RUANG PEKERJA SENI 9 JUNI 2020



#6 SAYANG, LENAKU BERJAYA
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Karya Nada ( Novrida )


Nalarku terbujuk
Tangisku kian melahap
Sukma tak lagi kukuh
Karena banyaknya enigma
Tanpa ada sahutan
Siapa yang menyuratkan
Karena inginnya angkat kaki
Aku 'tak mampu menalangi
Karena sesungguhnya, akulah pemahat hati

Sukmaku genting
Jiwaku ingin mati
Pedihku meliliti
Namun tetap saja bungkam
Memilih diam membatu
Mengapa begitu murka
Mengapa sampai hati

Lihat aku karena merindu
Dan juga menanti
Namun 'tak menagih
Hari ke lima tanpamu
Hilang suara, hilang rasa
Jejak apakah ini
Hingga hilanglah aroma
Inilah mula_mula murkamu

Rinduku kini tak bertuan
Pikiranku tak beraturan
Tak ada lagi canda yang mengasikkan
Tak ada lagi kisah yang membuatku riang
Ah ..
Ini gulanaku
Bukan nestapamu

Kala itu,
Janjimu untuk memandu syahadat itu
Agar sempurnalah aku
Lalu, indahnya kidung itu
Tak lagi merebak
Mengapa? ..
Apakah ini pertanda bahwa kau akan menghilang tanpa bayang?

Bertuturlah ..
Jangan membatu
Aku tak mampu meneliti hatimu
Maklumpun tak ada lagi
Hingga remuklah aku
Jika saja ada luka berdurasi
Kokohlah pijakan 'tuk bersua
Selisihlah yang membentangi

Bicaralah,
Agar aku bisa meramu
Karena sederhanaku adalah doamu
Jika demikian,
Mengapa masih diam
Bicaralah,
Agar ku tahu
Harus apakah aku tanpamu

Jika saja ada perundingan
Tentang apa yang menjadi cacatku
Tak akan segenting ini
Jika kau memintaku 'tuk berbalik
Aku tak akan tunggang langgang
Merindukan dengan intensi
Bahwa semuanya pulih dan damai
Sayang,
Lenaku berjaya

Batam, 29 Mei 2020
Jumat, 19:38 wib





#4 MAMPUKAH BERSITEGUH WALAU HANYA SEPEMAKAN SIRIH
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Karya Nada ( Novrida )


Tangisku meletup
Tak mampu kubendung lagi
Inginku menunda
Namun luka 'tak terjeda
Hingga penatlah sukma
Mengapa begitu ambruk,
Hingga sayatan membabi buta
Bungkam, kelu, hilang menerjang
Bahkan nafas berantakan
Rinnai air mata berguguran
Jatuh di pelipis indra
Hingga terjelmalah gundah yang menyesak

Beberapa hari renggang
Semenjak hari kemenangan itu
Setelah gemilang berkilau
Tiba_tiba saja beralih
Awanpun menguap
Kabut berasap
Senyum yang tersulam
Terhempas riak
Entah apa yang kulakukan
Hingga membuat segalanya menjadi curam

Hari catur kala ini,
Inginku berpulang
Agar tak ada lagi gangguan
Dan jiwa tak lagi berhamburan
Karena kehabisan tempo memaparkan
Bila sejatinya akulah yang menikamkan
Bagaimana aku bisa tahu kesilapan
Jika tak ada yang memadahkan
Bagaimana aku bisa bertahan, tanpa kebahagiaan

Jangan menyayati dengan diam
Sejatinya aku bukan hilang ingatan
Aku hanya hamba yang perlu peringatan
Agar aku tak lagi mengulangi kegalatan
Pintaku jangan bertolak diri
Harapanku adalah mimpi
Cita_citaku adalah bahagia
Lalu mengapa memilih berdiam diri
Coba katakan
Mengapa demikian?

Sakit...
Jangan biarkan jiwa kehilangan arah
Jangan biarkan segalanya menjadi hitam
Bukankah kita sudah berjanji
Bahwa kau dan aku adalah kita?
Lalu mengapa menyakiti?
Jika ada pertanyaan
Apa yang kamu tanyakan?
Bila ada era
Inginku bertanya,
Mampukah bersiteguh, sepertiku, walau hanya sepemakan sirih?

Ya Allah..
Jika Engkau mengesahkan
Rentangkan waktu, dan Lenakan jiwaku
Agar bahagia terjelma bagiku
Pintaku 'tak akan melampaui
Yang ku tahu hanya satu
Setiaku diandalkan
Menanti tanpa ejar
Hingga batinnya terkuak
Lalu tiba dengan senyuman
Dan hadir menemui ku
Lalu berkata
Nada, jiwaku penat
Aku ingin berbalik pulang,
Lalu dengan seringai
Kubalut erat letihnya
Dan membawanya berbalik pulang
Ke dermaga rindu dan bahagia

Batam, 28 Mei 2020
Kamis, 19:34 wib




#7 TETAP SAYANG SAMA AWAK, LEGIT BUKAN?
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Karya Nada ( Novrida )

Ketika acuhmu menepi
Gundah gulanalah hatiku
Firasatku menyulam sebongkah rindu
Di antara kepingan kalbu
Sesaat langkahmu bergegas
Sungguh lunaklah aku
Apakah sebengis ini?
Seakan kau tak memedulikan naluri
Hingga amarahmu meluap dan membubung tinggi

Ketika senja menjamu
Riang rialah aku
Bahkan nazar itu
Tetapi semua tipuan
Atau sumpah imitasi
Tak patut aku berambisi
Karena sesungguhnya ,
Nilai rupiah lebih berharga dari sebongkah hati yang suci
Benar bukan?

Kini memastikan berdiam
Tanpa adanya dalil
Gurauan yang menggelitik
Narasi sang rembulan
Bahkan restu,
Suara yang serak dan parau
Ketika kau menuturkan petuah itu
Masih huru hara oleh nalar
Ada satu ayat yang tergiang di benakku
"Tetap sayang sama awak"
Legit, bukan?

Kepadamu yang masih memikirkanku ataupun tidak
Tetaplah menjadi ulung
Agar selalu terkenang
Tetap menjadi anutan
Karena seruanku, muliamu

Batam, 6 Juni 2020
Senin, 20:31
M.R





BAGIKU, USIAMU BELUM JUA MENITIS
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Karya Nada ( Novrida )

Lagi dan lagi teriris
Bukan dengan kerambit
Namun dengan lagakmu
Kau binasakan rasaku
Seolah aku 'tak pernah mengisi kekosongan di kalbumu

Aku memang ambruk
Pijakanku goyah
Tanpa kiblat
Hilang fatamorgana
Bagiku, usiamu belum jua menitis
Sukmamu juga belum pulih
Potret itu,
Kau alihkan menjadi narasi
Sangat bengis bukan?
Menganalisa ulang kisah senja anda
Itu menganiayaku,

Tidak masalah,
Jika luka yang kau sulam ini adalah bahagiamu,
Aku tak akan menggerutu
Sekali lagi aku katakan tidak memfermentase hatiku
Jika atma lenyap
Arwahpun tak ingin diratapi
Vitalitas akan pulih

Pundi rasa akan menumpuk menghampiri
Namun,
Diriku bukanlah dirimu
Yang semudahnya mengubur rasa tanpa asas
Lalu berlari dan bergegas
Tanpa ada batas

Baiklah,
Aku berbalik arah
Jangan mengingini lagi
Karena tak akan menemukan setitik bayangku di sudut pura
Akupun akan lenyap
Dari sukma hampamu
Mudah bukan?
Dan satu pertanyaanku
"Apa pedulimu"?

Batam, 21 Juni 2020
00:03 wib
MissYou
😥

 

Kumpulan Puisi MS Sang Muham - SELARAS LISAN DAN PERBUATAN



EDISI JEJAK LANGAKAH 11 TAHUN RUANG PEKERJA SENI 9 JUNI 2020

MELANGKAH DENGAN PASTI
Karya bersama Nanik Sunarni dan MS Sang Muham


Rel kereta masih terbentang di seantero dunia
teruslah melangkah selagi bisa
pilihlah yang betul- betul pas di benak tua
berhentilah bila sampai di tambatan jiwa

Melangkah dengan pasti dan hati hati
seturut bisikan hati nurani
agar tercapai cita cita kodrati

Tetap percaya pada takdir Yang Kuasa
berserah berpengharapan pada Keputusan-Nya
semoga lancar jalan terbuka

#Belantaraibukota, Seninpon, Juni 01-2020 = 11:55 wib



RAPUHNYA TATA KELOLA
Karya bersama Panji Bhuana dan MS Sang Muham


Setiap jiwa merasakan pedihnya derita
tanpa di ucapkan kita memahami kelamnya langit senja
awan berarak kelabu menyirat rapuhnya tata kelola
karena obsesi lebih memilih angkara murka

Jiwaku pedih mendidih hendak berbuat
usia menahanku tenagaku sekarat
jangan sampai di cap penghianat

Di paksa jadi penonton sekenario picisan
sandiwara di atas sandiwara siapa mengatur barisan
mata sipit dan negara adidaya punya urusan

Kita pemulung kata bolehkah angkat senjata
pelurunya sudah siap sejuta pribahasa

#Belantaraibukota, Jumatkliwon, Mei 29-2020 = 11:11 wib



KEHILANGAN ARAH
Karya bersama Panji Bhuana dan MS Sang Muham


Paduka yang mulya gagap dalam bersikap
para punggawa mendorong masuk perangkap

Bila sudah demikian
kerja tidak bisa di buktikan
janji-janji hanya igauan
apakah masih berharap bertahan

Semua kata isapan jempol semata
impian manis indah di muka
setelah berkuasa lupa segalanya

Sadarlah kawan hidup cuma sementara
semua yang di lakukan di dunia
bergema di keabadian baqa

#Belantaraibukota, Kamiswage, Mei 28-2020 = 19:51 wib



JAMAN KALABENDU JAWA
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Carut marut negeri Nusantara berduka
bertumpuk nestapa derita di mana mana
para punggawa menghisap darah semesta
cerdik cendekia berbuat suka suka
rakyat kecil bingung mau kemana

Memang jaman sudah gila
ulama dan ahli kitab beradu kata
insan welas asih tak tau jalan sesungguhnya

Sungguh beruntung yang lupa
tapi lebih berbahagia yang waspada
begitu tertulis di kitab tua

Hati hati hidup di jaman kalabendu Jawa
semoga jaman ke emasan segera tiba

#Belantaraibukota, Kamiswage, Mei 28-2020 = 13:03 wib



HATI BEKU
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Apalah daya bayang bayang terus berarak
serupa nyata padahal semu
sungguh kejam melakukan itu
sengaja menghilang membuat jarak
kucari sosok lain menyingkirkan silluit bisu

Meski tertatih tapi tetap kulalui
berharap esok bisa normal lagi
terbiasa dengan sepi

Seandainya kau hadir berbekal penyesalan
hati telah beku tawar tanpa keinginan
terlalu lama dalam kesendirian

Jangan ada silang kata di antara kita
mari melangkah maju meski di jalur berbeda

#Belantaraibukota, Kamiswage, Mei 28-2020 = 12:32 wib



KAJI ULANG
Karya MS Sang Muham


Maukah kau mengundangku mampir
setidaknya menghabiskan kopi secangkir
sembari cerita sambil mengulas fakta
tentang sengketa nusantara
tumpang tindih ku terima berita
tilik sandi melaporkan sesuai selera

Sesungguhnya kita di jajah atau bagaimana
mereka berdagang atau sebagai pembantu rumah tangga
mengapa kita tak fasih bahasa mereka

Lihat pabrik gula amat jauh dari ibu kota
peralatan sekian ribu ton di bawa pakai apa
jembatan dan jalan kita tak sanggub mewadahinya

Pelajaran di sekolah mesti di kaji ulang
nusantaraku adalah bangsa terpandang

#Billymoonistanaku, Kamiswage, Mei 28-2020 = 08:38 wib



SELARAS LISAN DAN PERBUATAN
Karya MS Sang Muham


Menteorikan sesuatu itu terasa lugas
seringan angin yang berhembus
berpapasan dengan apa saja tembus
bahkan tak ada barrier penghalang
sepertinya tak pernah ada aral melintang

Bagaimana sesungguhnya dalam fakta
segamblang itukah kenyataan realita
ternyata begitu rumit kehidupan di dunia

Setiap kata menuntut jawaban dalam keseharian
kalimat demi kalimat mengundang pembuktian
sanggubkah mengejawantahkanya dalam kehidupan

Lakukan kewajaran dalam setiap perbuatan
meringankan jiwa dalam pertanggungjawaban

#Billymoonistanaku, Kamiswage, Mei 28-2020 = 07:57 wib



DENGARKAN SUARA KALBU
Karya bersama Usaha Karo-Karo dan MS Sang Muham


Menapaki jalan semakin berliku
itulah hidup dalam kehidupan
berkelok mendaki betapa terjal membatu
harus semakin kuat untuk bertahan melangkah ke depan
tak perduli kaki kita berlumuran darah
kerikil dan batu cadas sangat tajam membelah

Onak dan duri merajam kejam
tetap melangkah dalam diam
simphoni kehidupan bagai gurindam

Tetaplah melangkah maju
dengarkan suara kalbu

#Belantaraibukota, Rabupon, 27-2020 = 19:49 wib



DI PENGHUJUNG SENJA
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang muham


Mentari bersembunyi di balik awan hitam
langit serupa menangis seraya bergemuruh
burung kecil enggan keluar sarang hanya berdiam
angin mati semuanya tercekam
entah mengapa alam begitu bersedih

Anak senja perlahan menyapa malam
mengabarkan pedih di ujung kelam
suka duka kehidupan timbul tenggelam

Di penghujung senja kita semua kan pergi kesana
sambil membawa bekal yang ada

#Belantaraibukota, Rabupon, Mei 27-2020 = 12:32 wib



SETIAP JIWA MEMILIKI KISAH
Karya bersama Panji Bhuana dan MS Sang Muham


Setiap jiwa memiliki kisah
terangkum dalam desah
selaksa rasa melintas dalam polah
titian waktu dalam ujian tanpa kenal lelah

Ikhlas hati memanjat doa syukur pasrah
apapun yang terjadi adalah titah
persiapkan saja perjalanan panjang yang indah
agar sesal tiada lagi merejam gundah

Jika semua sudah 'pakem' dan tidak goyah
tak perlu galau apalagi gelisah
kata kunci ada pada Allah

Mari berserah pasrah
mengisi hidup dengan beribadah

#Belantaraibukota, Rabupon, Mei 27-2020 = 12:02 wib



BERSELIMUT BARA
Karya MS Sang Muham

Aku berselimut bara menyala
membakar kisi kisi jiwa
cinta hangus sejak dari kandungan
mati muda dalam pelukan
terimalah sebagai tanda taklukan

Nafasku bercampur dendam dalam gemetaran
tak mampu melawan sebab di tawan
pasrah tak rela terbiarkan

Kalau masih ada waktu di genggaman
biar ku remukkan segala tantangan

#Billymoonistanaku, Rabukliwon, Juni 03-2020 = 06:46 wib



RENTANGKAN HATI
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Seribu basa sejuta rupa
banyak dusta tutupi nyata
untuk apa hidup penuh gaya
kalau hanya buat hati merana

Jujur adanya indah dunia
santun bicara lugu raga
pastilah damai dalam jiwa
duduk bersila senyum bersama

Rentangkan hati terbuka bagi siapa saja
ikhlas tanpa syakwasangka
tegur sapa apa adanya

Mari menghimpun niat semangat terus menyala
capai hakekat hidup berguna bagi sesama

#Belantaraibukota,Rabukliwon, Juni 03-2020 = 06:22 wib



MENGHITUNG NIKMAT
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Bagai menghitung bintang di angkasa
membuat hati kian terpana
pada kemuliaan Sang Pemilik jagat raya
maka nikmat apa akan engkau dustakan adanya
tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
berusaha berlaku bijak dalam kehidupan
agar tak goyah dalam iman

Membentang nikmat dalam kodrat
sungguh tak mungkin kita tersesat
segalanya cuma cuma tak terikat

Tetaplah waspada dan hati hati
menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini

#Belantaraibukota, Selasawage, Juni 02-2020 = 07:47 wib



JALAN SETAPAK KEHIDUPAN
Karya bersama Nanik Sunarni dan MS Sang Muham


Narasiku bebal hati kesal jiwa pun berantakan
kenapa harus terima taklukan
jalan panjang elok nan rata di depan mata
langkahkan kaki songsong asa selanjutnya

Lepas nostalgia buang duka merong-rong sukma
berusaha berserah pasrah pada Yang Kuasa
semoga bahagia sampai akhir hayat beta

Perlahan ku susuri jalan setapak kehidupan
berharap mukjijat pencerahan
menuntun jiwa menuju kesuksesan

Tetaplah maju meski banyak rintangan
dalam kesulitan pasti ada jalan

#Belantaraibukota, Rabukliwon, Juni 03-2020 = 10:10 wib



MENAPAKI DUNIA
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Setengah abad lebih menapaki dunia
naik turun kelak kelok nestapa
peluh dahaga gerogoti jiwa
terasa letih kehilangan daya

Suara azan berkumandang di langit jingga
memanggil hamba duduk bersila
menaruh semua beban jiwa lara
khusuk berserah pada kehendak-Nya

Menyatu ruh jiwa dalam gerakan raga
sembari bergumam seturut rekaat biasa
berilah ridho-Mu duh Sang Pencipta

Dari sini jiwa bertandang keharibaan-Mu
berharap selasih penyejuk hidupku

#Belantaraibukota, Rabukliwon, Juni 03-2020 = 09:29 wib



MEMBACA GELAGAT
Karya MS Sang Muham


Membaca gelagat
sebaiknya kita berteman sunyi
sebelum semua terlambat
jangan perdulikan apa kata hati
perhatikanlah sumber yang akurat

Bagaimana pun waktu pasti berlalu
orang orang sibuk sendiri tak menentu
yang menunggu tetap menunggu

Mari menengok ke wawasan nusantara
memadupadankan butir butir tertera
agar kita jangan lupa

Mungkin sudah usang
tapi itulah yang paling pas di pasang

#Billymoonistanaku, Seninwage, Juni 08-2020 = 20:20 wib



KUTA KEMULIHEN
Karya bersama Imel Sinuraya dan MS Sang Muham


Ku tadingken kuta ingan ku tubuh mbarenda
inganku i pegalang gedang nande ras bapa

Juma kenjahe erselimut dukut
sesekali kubegi sora nande jungut jungut
kai pe nina nde iting la ku megelut
latih daging tapi ukur lalit si gulut

Tading kam lebe kuta kekelengen
ingan ku muro i datas pantar lino melungen
sora perik kabang siayak-ayaken
krina sie lanai bo lit tading ingeten
tedeh tapi lanai bo mbera terjingkangken
bagem adi perpadan

Andiko lengetna e lanai terbelasken
kerina enda la terpersoken
tading me kepe turi turin

#Belantaraibukota, Seninwage, Juni 08-2020 = 18:08 wib
Persentabien : Mohon maaf kalau ada penulisan kata yang kurang pas, harap maklum masih belajar.



LINTASAN RENUNGAN
Karya bersama Panji Bhuana dan MS Sang Muham


Zaman merubah fenomena dan cara pandang logika
meniadakan jejak leluhur yang sarat makna
lintasan renungan bagi jiwa sempurna
meyakini anugerah kisah Baratayudha

Menelisik satu persatu catatan tersisa
ketika para leluhur maju meloncati zaman gila
semua peristiwa di tulisnya dalam laporan pandangan mata

Tersebutlah seorang anak gembala
asuhannya bukan kuda bukan harimau tapi manusia sisa
di bawanya nusantara menuju mercu suar dunia

Manusia setengah dewa tak termakan waktu
bergelar Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu

#Belantaraibukota, Seninwage, Juni 08-2020 = 06:06 wib



DI BALIK KEIKHLASAN
Karya MS Sang Muham


Setengah usiaku mencari ujung jiwa hakekat kejujuran
Tak kutemukan setelah menyerah ia ada di balik keikhlasan

#Puisiduabaris, 06072020.--



BACALAH YANG TERSIRAT
Karya MS Sang Muham

Begitulah kita
ketika kata menjungkirbalikkan fakta
semua terperangah
mencari di mana ujung salah
atau kalau ku telanjangi jiwa
lekuk tubuh menggoda syahwat memuncak di kepala

Tak perlu heran
mempertanyakan segala tindakan
kenapa begini kenapa begitu pasti ada alasan

Niat ingsun berbicara tanpa suara
mengingatkan sekaligus mengajak dewasa
semoga tersirat bisa terbaca

Tak ada kata terlambat untuk waspada
mencermati kehidupan melalui realita

#Billymoonistanaku, Mingguwage, Juni 07-2020 = 11:55 wib



NGGELUH MESERA
Karya MS Sang Muham


Nese embun erpagi pagi ndube
ku tadingken kuta kemulihen ingan ertembe tembe
ngayak ki sura sura si mbincar bas pusuh
tading turang kena i jenda ula guluti ukur
sumpahku sumpah perburu entah lanai bo mulih
adi lit si nungkun alokendu lah tukur

Pulau Jawa inganku ersima sima
getem pusuh ban serana geluh i baba
tande tahun na suh berita kena njabuken bana

La nai terpilasi mar par tuhu persirangta
bagem ku aloken kerina kini seran nggeluh enda
selamat berbahagia impal kelengi perbulangen kena

Ku ja nge ukur ku baba mulih pe lanai bo lit gunana
andiko sui na e bagem adi nggeluh mesera

#Billymoonistanaku, Mingguwage, Juni 07-2020 = 11:11 wib
PERSENTABIN : Puisi berbahasa Karo, mohon maaf bila ada kata yang kurang pas penulisannya.--



SATRIA DI BALIK KALAM
Karya bersama Putry Blambangan dan MS Sang Muham


Carut marut wajah nusantara
retak seribu hubungan antar jiwa

Semoga kan segera hadir
generasi cekatan daya pikir
untuk memajukan nusantara
dalam naungan Bhinneka Tunggal Ika

Seturut wangsit pini sepuh Prabu Siliwangi
akan hadir manusia setengah dewa
sakti mandraguna tanpa aji aji
di dukung lelembut makhluk tanpa rupa

Semua ciri tanda maupun sabda alam
mengerucut pada sosok Satria di balik kalam

#Belantaraibukota, Mingguwage, Juni 07-2020 = 09:59 wib



CERITA ROMANTIKA
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham

Nostalgia masa lalu
terbawa ke memori kota Bengkulu
hati mengharu biru
sketsa malam sejuta panorama

Masih mungkinkah bersua
mempatronkan nostalgia
ketika darah muda bergelora di sukma

Akhir yang tidak bersahabat
hingga kita berselisih alamat

Ingin ku dengar cerita romantika
merunutkan catatan melanjutkan silaturahim kita

#Belantaraibukota, Sabtupon, Juni 06-2020 = 13:03 wib



M I M P I
Karya MS Sang Muham


Bisakah kau tafsir mimpi
mengejawantahkannya dalam kegiatan sehari-hari
sebelum aku lupa
di mana ku simpan kunci hati
agar ku tata jawabmu di sana

Sudah berkali-kali mimpi sama terjadi
ketika tiba-tiba aku menghadiri undangan ini
di sebuah gedung mewah sekali

Tak satu orang pun ku kenal di pesta ini
berjalan kesan kemari mengitari tembok hati
blitz camera membangunkan diri

Aku tertegun lama sekali
apa sebenarnya yang terjadi

#Billymoonistanaku, Sabtupon, Juni 06-2020 = 12:32 wib



KECEMASAN ANAK DESA
Karya MS Sang Muham


Mencermati catatan satu persatu
ada setumpuk mendung mengawan di sukma
membuat langit hatiku kelabu
ketika berduyun-duyun mengemuka tanya
mulai dari kehidupan keluarga hingga nasib nusantara
bagaimana nanti akhirnya

Tantangan mempertemukan generasi sepuh dengan milenial
jasmerah bagi mereka tak penting bagiku vital
pergaulan adalah asset bagiku tak kental

Sastra adalah perasaan bagi mereka buang waktu saja
santiaji memperdalam nurani di padatkan seperlunya
silaturahim mata ketemu mata di sulap cukup dunia maya

Semogalah kelak ke depan lahir seorang satria
menuntun ke dua generasi membangun nusantara

#Billymoonistanaku, Sabtupon, Juni 06-2020 = 10:30 wib



SERAH TERIMA YANG INDAH
Karya bersama Panji Bhuana dan MS Sang Muham


Laju roda zaman menggilas waktu
jejak langkah meniti selaksa di buru
teknologi melesat menembus lorong waktu
kita yang tua-tua gagap menatap semua itu
hanya mampu terperangah tak tau

Musti berbuat apa dalam laju pesat seperti peluru
mungkin nanti akan ada dunia baru
dunia global dalam selaksa ambigu

Kita yang sepuh hanya menghangat diri di depan tungku
dan mereka meletupkan malam hingar bingar berpacu

Jangan bersedih lalu langsung menggulung waktu
mari 'legowo' serahkan tongkat estafet bagi generasi baru

#Belantaraibukota, Jumatpahing, Juni 05-2020 = 18:48 wib



MENGAPA BERMURAM DURJA
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Mengapa bermuram durja
hilangkan sakwasangka prihal buruk belaka
semua hanya permainan kata-kata
jangan di telan mentah saja
terima apa adanya simpan di tempat berbeda

Bertaburan salah alfa maupun culfa
jangan biarkan hati terbawa bawa
akhirnya bubrah semua salah kaprah
terjerembab lalu hilang arah

Hidup cuma satu kali
di dunia kita singgah 'medang kopi'
mengapa tidak di nikmati dan di syukuri

Tarik jangkar berangkatlah ke hulu
di sana keberuntungan telah menunggu

#Belantaraibukota, Jumatpahing, Juni 05-2020 = 12:31 wib



MANUSIA SASTRA
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Termenung di pinggir pematang sawah
rerumputan pasrah terinjak kaki melangkah
tetap kuat tak goyah
bagaimana dengan iman insan lemah
manusia yang selalu terombang ambing payah

Ah andai sirumput bisa bercerita
sejuta duka nestapa kan dia kata
nyatanya masih terlihat tegar tanpa layu
kekuatan batin tingkat tinggi
'mati sak jeroneng orip, orip sak jeroning mati'

Orang yang mampu berkeluh kesah dalam sastra
hakekatnya memiliki jiwa matang di atas rata rata
bisa mengatur tambah kurang arti derita

#Belantaraibukota, Selasakliwon, Juni 23-2020 = 18:38 wib



BERPIKIR BIJAK
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Diam dan menjauh mencoba tenang
agar hati berikut pikiran tidak tegang
bukan berarti kalah
tetapi berpikir bijak dalam bertingkah

Seperti kata pepatah 'air tenang menghanyutkan'
di air yang dalam akan banyak ikan
sudut pandang cerdik cendikiawan
tetap tenang agar bisa menguasai keadaan

Memenangkan kehidupan adalah mengalah
menyiapkan hati yang tak pernah berubah
di tolak dunia dan di anggab kalah

Hidup menabur cinta kasih
memanen harum sejati wewangi kedasih

#Belantaraibukota, Selasakliwon, Juni 23-2020 = 12:22 wib



TETAP MELANGKAH
Karya MS Sang Muham


Ada ragu di tingkap merapuh
di landa badai yang gemuruh
terlantar raga dalam nuansa kisruh
derita sebuah hati
di terjang sunyi

Rahasia tinggal tetap sebagai rahasia
karena sukma tak mau bicara
memilih diam seribu bahasa

Hingga berakhir kaki menapak di bumi
tak jua terbentang kesepakatan hakiki
mencairkan pundi terselubung dalam diri

Tetap melangkah dengan pasti
sampai raga tutup peti

#Billymoonistanaku, Selasakliwon, Juni 23-2020 = :29 wib



GADIS PENEMBANG RINDU
Karya MS Sang Muham


Lirih nada bergetar di udara
sepoi sepoi sampai menggetarkan dada
di belai angin syahdu
irama hati berayun pilu
semua ini tentang rindu

Senja masih terlalu dini menyapa malam
dari kejauhan suaranya timbul tenggelam
melantunkan jerit hati di balik kelam

Sekian warsa telah berlalu dalam penantian rasa
tak ada kabar tak ada berita terbawa
hilang lenyap di telan keramaian ibu kota

Entah kembali entah tiada
pasrah berserah pada Yang Kuasa

#Billymoonistanaku, Seninwage, Juni 22-2020 = 12:32 wib



DERITA INI HARUS DI AKHIRI
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Diam terpaku dalam ribuan tanya
entah apa gerangan yang ada
ahh...inikah takdir Yang Kuasa

Lama kuterdiam dalam sunyi beku
kucoba berdiri dan berjalan dalam sepi
tapi biarlah mungkin ini sebagai penguji
mana gula mana madu

Berjalan mengitari diri sendiri
di pojok pojok hati bertumpuk nyeri
sekian lama tak ada yang perduli

Setelah perjalanan berujung di jalan berduri
lara dan nestapa tergambar di dinding hati
derita ini harus di akhiri

#Belantaraibukota, Seninwage, Juni 22-2020 = 12:12 wib



BATASAN CEMBURU
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Cemburukah diriku semestinya
kucoba menepis semua prasangka
sudah pula ku raba untuk bijak berpraduga
begitu banyak yang di kerjakan
bimbang hati kadang diam tak berkesudahan

Berbagai cara telah aku lakukan
meletakkan perasaan di atas kenyataan
tapi akhirnya mendua hati tak ada kepastian

Jika hanya itu ke itu lagi pembahasan
tanpa membuka hati buat kemungkinan
jengah dan bosan akan menutup pertemanan

Setiap keinginan mesti di perjuangkan
tapi ada batasan tak boleh di abaikan

#Belantaraibukota, Minggupon, Juni 21-2020 = 11:41 wib



TANAH KARO SIMALEM
Karya MS Sang Muham


Menang kaku
kalah bisu
sepotong bahasa isyaratkan ketiadabergunaan
pada langkah kaki mencapai tujuan
sebelum semuanya di nyatakan

Tanah Karo Simalem negeri muasalku
seribu tindak sejuta langkah maksiat menggerogotimu
hingga nini Sinabung muntah sejak dulu

Apa mesti kubuat jika untuk berdiri saja aku belum bisa
bersabarlah hingga pewarisan purnama tiba
pasti peruntukannya bagi Tanah Karo yang mulya

Tak lama lagi purnama kan tiba
Tanah Karo prioritas pertama

#Billymoonistanaku, Minggupon, Juni 21-2020 = 09:49 wib



JARAKNYA
CUMA SEBATAS DOA Karya MS Sang Muham


Bagaimana kalau tiba tiba langit berubah menyala
waktu di tetapkan menggunting masa
seluruh tulisan di genapi tanpa sela
janji di kejawantahkan dalam fakta
apa kata kita apa kata dunia

Semua yang di rencanakan terwujud nyata
satu persatu program di jalankan merata
semua terpuaskan serentak bersyukur bersuka ria

Mendadak banyak tamu tak sedikit yang kecewa
akankah berubah segala pola dari biasanya bersahaja
penyesuain pasti ada tak mungkin biasa saja

Terakhir akankah hayalanku segera jadi nyata
jaraknya cuma sebatas doa

#Billymoonistanaku, Sabtupahing, Juni 20-2020 = 19:41 wib



MENJEMPUT TULANG RUSUK
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Untuk apa merangkai kata
kalau jawaban sudah tersedia
lebih baik sendiri sambil menikmati kopi
kebersamaan kita sampai disini
sebab hatimu telah terkunci

Berlabuh di dermaga tua nan sepi
terlihat lengang seakan tak penghuni
bertemu sahabat berdua bercerita tentang luka hati

Terbawa cerita kisah asmara kehilangan nalar
tak ada yang salah tapi keduanya juga tak benar
mestinya mengalah untuk menjemput kata akur

Menjemput tulang rusuk yang hilang
teramat sulit tapi juga gampang

#Belantaraibukota, Sabtupahing, Juni 20-2020 = 12:42 wib



BUAH KASIH
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Terpatri satu keyakinan dalam diri
bahwa semua pasti seijin Illahi
kadang lelah menggelayuti sanubari
tapi ini bagian perjalanan pribadi

Baik buruk peristiwa di alami
hakekatnya kembali pada pilihan pribadi
bagaimana kita melangkahkan kaki

Karenanya tak perlu berlari
mengejar sesuatu yang tidak pasti
bila suratan ia akan datang sendiri

Hukum yang utama dan terutama adalah kasih
bagikanlah agar kelak kita memetik buah

#Belantaraibukota, Sabtupahing, Juni 20-2020 = 16:26 wib



JALAN PASTI TERBUKA
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Ikatan silaturahmi goyah sudah
prahara menyala menghanguskan logika
seribu kali engkau bersilat lidah
mengecat langit tipu daya semata

Mungkin sendiri lebih baik dari pada bersama
tanpa perdebatan kemarahan pun silang kata
selaras serupa sendal di kaki kita
seiring sejalan setujuan mesti tak satu jua

Tak perlu terbeban jika tulus niat di dada
jika ada sengketa selesaikan dengan bersahaja
keikhlasan sumber cinta kasih seutuhnya

Jangan ragu lakukan yang kita bisa
yakinkan diri jalan pasti terbuka

#Belantaraibukota, Jumatlegi, Juni 19-2020 = 11:22 wib



ANAK SRIGALA SUDAH DEWASA
Karya MS Sang Muham

Ada makna tercecer dari rancanganmu
merubah menyingkat memeras sila yang sudah menyatu
melumurinya dengan bahasa yang wagu
jebakan senyap penuh narasi ternyata menunggu
kasihan ibu suri memelihara anak srigala hantu

Sontak insan nusantara berteriak dari balik pintu
rumusan Panca Sila sudah final tak perlu ragu
di utak atik berarti ada udang di balik batu

Cerdik pandai bukan main pandai merayu
Putra Mahkota dan para punggawa kebetulan satu kubu
dia akan menggigit siapa saja berani angkat bahu

Sepuh pini sepuh lihatlah generasi bangsaku
mencipta bencana menggeser prasasti baku

#Billymoonistanaku, Jumatlegi, Juni 19-2020 = 09:39 wib



TARIAN HUJAN
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Jiwa merana tak kesudahan
seakan tiada warna dalam keseharian
sunyi sepi di sela suara angin
engkau datang bagai air hujan
membasahi rerumputan menari nari tiada beban

Tanpa kusadari aku hanyut dalam tarian hujan
basah oleh air kehidupan
melintasi segala macam kenyataan

Gaduh suara gendang seturut irama jiwa
terdengar tembang jala sutra pemikat raga
hingga raga lena kehabisan daya

Tapi kau hadir menuntun sukma
aku tak perduli kau berwarna apa

#Belantaraibukota, Jumatlegi, Juni 19-2020 = 08:38 wib



KU SAMBUT DENGAN TANGAN TERBUKA
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Waktu terus berjalan ke ujung usia
padahal banyak rencana belum tercapai
lelah terasa merasuk jiwa
mungkin sudah waktunya meluruskan jati diri

Setelah berwudhu segera menghadap Sang Pencipta
termenung memikirkan semua beban jiwa
mungkin mesti ihklas dengan semua perjalanan kehidupan
agar tenang dalam memasuki senja kenyataan

Tak ada yang bisa di paksakan
biarlah berjalan sesuai suratan
mengalir di alur yang di tentukan

Jika dalam perjalanan ada cahya purnama
kan ku sambut dengan tangan terbuka

#Belanataraibukota, Rabuwage, Juni 17-2020 = 13:53 wib



SEMUA ADALAH SURATAN
Karya bersama Zainuddin dan MS Sang Muham


Kalau sudah beras nasi berubah jadi bubur
semua harapan pasti hancur
meratap sambil terbujur
tak akan pernah bisa akur
buang saja mimpi ke liang kubur

Mimpi adalah harapan yang di cita citakan
sesuatu yang penting harus di perjuangkan
berupaya sampai titik darah penghabisan

Ketika mimpi tak bisa jadi kenyataan
harus ada evaluasi dan perbaikan
putuskan maju atau balik kanan

Semua kejadian adalah suratan
setelah upaya kembalikan saja pada Tuhan

#Belantaraibukota, Rabuwage, Juni 17-2020 = 12:42 wib



BERSATU TAK HARUS SATU
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Jalan kita kian tak pasti
lika liku alur bagai tak berujung
entah ada apa denganmu ini
seolah olah engkau mulai bimbang
mungkin lebih baik diam seribu bahasa
dari pada menimbulkan bencana

Biarlah takdir yang menentukan semua
sebab kuyakin pasti ada solusinya

Serupa sendal dan sepatu di kaki
seiring sejalan kanan kiri

Bersatu tak harus satu
selama tujuanmu dan tujuanku berbuku

#Belantaraibukota, Rabuwage, Juni 17-2020 = 11:55 wib



BUAH RINDU
Karya bersama Zainuddin dan MS Sang Muham


Apa yang di harapkan dari buah rindu
di kelipatan hati masih beku

Mau teriak ragu karna kelu
malam semakin tinggi dan kelabu
menangis tersedu bukanlah sifat lelaki
aku tutupi saja malu pada diri

Memendam rindu
pahatan janjimu yang palsu

Berliku jalan mendaki penuh debu
hati terpilin dalam ragu
tersingkirlah aku

Telah ku relakan semua masa lalu
menemukan jalannya di pinggiran hatiku

#Belantaraibukota, Selasapon, Juni 16-2020 = 17:27 wib



ARTI KEBERSAMAAN
Karya MS Sang Muham


Apalah arti kebersamaan
tanpa pemahaman se tujuan
apalagi cuma berkutat soal perasaan
nun jauh termaktub
dalam rasa asa pun logika bertanggung jawab

Aku kembali terhenyak
ketika nada suaramu membentak
menguliti jiwa dan sanubari yang tergeletak

Sebagai pribadi aku bisa menerima
tapi sebagai insan nusantara tindakanmu semena mena
terusik baju dinasku untuk menegakkan kata

Semoga dalil dan semua mantra terbaca
menuju satu tujuan yang mulya

#Billymoonistanaku, Selasapon, Juli 16-2020 = 10:50 wib



PERASAAN DAN LOGIKA
Karya MS Sang Muham


Aku merasa berat
terbeban niat melekat
meski pun telah ku tukar hati dengan logika
masih saja hampa mengganjal di dada
di selimuti awan mega mega

Terima kasih kau telah bertandang mencairkan kebekuan
ketika hati terbakar nyala api membutakan
menyadarkan logika ku yang tertekan

Begitulah selayaknya bersahabat
kadang tak semua seturut dengan mufakat
sepanjang menuju satu tujuan mari kita sepakat

Perasaan dan logika tak selalu sejalan
kemukakan hal menurut kebenaran

#Billymoonistanaku, Selasapon, Juli 16-2020 = 09:09 wib



MENGENDAP ATAU MENGHILANG
Karya MS Sang Muham


Jika kau memilih untuk menghilang
atau mengendap untuk beberapa selang
itu pun salah satu pilihan
untuk melepaskan rasa tertekan
setidaknya memberi rasa tersela
beberapa saat lamanya

Aku menunggumu untuk beberapa waktu
sembari mengevaluasi alfa pada diriku
untuk kemudian memberi warna baru

Hanya yang mesti kau ingat
beberapa langkah yang sempat tercatat
untuk di kenang atau di buat tammat

Semoga masih ada waktu
berselancar di dunia maya tanpa ragu

#Billymoonistanaku, Seninpahing, Juni 15-2020 = 14:04 wib



MENGALIHKAN RASA
Karya MS Sang Muham

Kalau kau masih punya waktu
renungkan kata kata dan catatan sederhana dariku
masakah akan kau gunting rindu
untuk menutupi rasa dalam kalbu
mengapa tidak kau alihkan saja fenomena kelabu
mengubahnya tanpa ragu

Kita akan saling bertatap muka
setiap kali berselancar di dunia maya
bertegur sapa layaknya bersaudara

Segeralah padamkan api yang masih dini
walau hati tak mau di ajak kompromi
kelak kau akan menemukan jati diri

Semoga hatimu terbuka
menganggapku sebagai saudara

#Billymoonistanaku, Seninpahing, Juni 15-2020 = 08:08 wib



SEMBUNYI DI TEMPAT TERBUKA
Karya MS Sang Muham


Aku merasa benar-benar sedih
gagal meyakinkanmu dari gejolak perih
bahwa asmara tak cuma pada pandangan pertama
kagum simpatik di dunia maya
sejuta kata di balut penuh rasa
kita terombang ambing di sana

Hingga jarak dan waktu mencipta sela
ada lara pun nestapa terbaca mengemuka
meski kau bersembunyi di tempat terbuka

Tak perlu menghapus catatan apalagi menutup mata
yang terjadi tak mungkin di buat tiada
proses alami menuju sahabat setia

Kau tinggal memilih bertahan atau sayonara
sebab waktu akan menata nostalgia

#Billymoonistanaku, Minggulegi, Juni 14-2020 = 08:28 wib



MELARUNG HASRAT
Karya MS Sang Muham


Hidup melarung hasrat
tak cukup cuma mengandalkan niat
ada banyak tuntutan lain
semua minta di prioritaskan
akhirnya terjadilah perdebatan

Merancang kehidupan selaras kata dengan perbuatan
terasa ada yang ganjil dalam keseharian
tak mungkin di sesuaikan

Dilema
ketika kenyataan tak seakrab sebagaimana mestinya
semua sekedar pemanis bibir belaka

Sebelum semuanya terlanjur terpampang
segeralah berkemas lalu menghilang

#Billymoonistanaku, Sabtukliwon, Juni 13-2020 = 21:51 wib



TAKDIR BERKATA BEDA
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Begitu banyak kenangan indah bersama
satu rasa dalam kehidupan nyata
saling berbagi di ujung bahagia
hingga takdir berkata beda

Apakah ini salah hamba
jika garis tangan berbeda nyata
bagai kilat menyambar membuyarkan mimpi indah
dan kau pergi berakhirlah sudah

Aku meronta tiada daya
berharap mimpi tiada nyata
terbangun duduk di sampingmu sambil bercengkrama
tapi engkau telah tiada

Langkah rezeki pertemuan dan maut
sesuai aturan yang telah di urut
melengkapi kehidupan yang mesti di anut

#Belantaraibukota, Sabtukliwon, Juni 13-2020 = 12:42 wib



LELAKI BERWAJAH SERIBU MENTARI
Karya MS Sang Muham


Suatu sore di senja buta
lunglai lelaki menapaki jalan gulita
di panggulnya beban kehidupan
tanganya sarat tanggung jawab terbeban
hendak kemana memikul ketidakpastian

Tak satu kata pun keluar sebagai keluhan
meski ketimpangan simpang siur dalam kenyataan
semua di cencang dalam kepasrahan

Lelaki berwajah seribu mentari
pasrah pada takdir Illahi
hanyut di alur hidup ini

Ketika tiba di puncak ketidakmampuan
biarkan hidup mengalir di alur kehidupan

#Billymoonistanaku, Sabtukliwon, Juni 13-2020 = 08:58 wib



MUNGKIN SENDIRI LEBIH BAIK
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham

Aku terperangkap dalam keputusasaan
sekian lama kugenggam dalam keyakinan
apalah daya semua percuma
janji bersama kini tinggal cerita

Aku merenung dalam ketidakpastian
semua adalah pembelajaran
mungkin sendiri lebih baik
melihat nyata melakukan yang terbaik

Melangkah dengan pasti meski tertatih
menghindari keluhan dan segala macam dalih
menjemput hari bulat dan bersih

Bergantung pada insan lahirkan kecewa
lebih baik berserah diri pada Yang Kuasa

#Belantaraibukota, Sabtukliwon, Juni 13-2020 = 08:38 wib



MENYIANGI HARI
Karya MS Sang Muham


Selangkah demi selangkah maju
menyiangi hari semakin gagu
belum lagi tiba di puncak waktu
beban terasa membatu
satu harapan pun telah berlalu

Dalam diam yang panjang dan membosankan
menapaki hidup terlalu menekan
sekarang mesti di akhiri dan di tetapkan putusan

Semua harus di rombak dan di tata ulang
persiapkan segala sesuatu sesuai kata terbilang
jangan lagi besar pasak dari pada tiang

Keputusan ini sudah final
di terapkan dalam kehidupan supaya jangan janggal

#Billymoonistanaku, Sabtukliwon, Juni 13-2020 = 08:08 wib



RASA TANPA WARNA
Karya bersama Zainuddin dan MS Sang Muham


Melangkah terus
pulaskan rindu hingga bebas
merabai lembutnya nyanyian hati
berpuisi tanpa pamrih minta bela kebenaran hakiki
kuramu lagi jelata kata
penuh rasa yang tanpa warna

Tak mudah menebas rasa
apalagi telah masuk sempurna
merajai sukma

Malam semakin jahanam
sebab hati yang remuk redam
membeku dalam diam

Tak terjawab satu pun tanya
sebab hati mendua

#Belantaraibukota, Rabupahing, Juni 10-2020 = 08:08 wib



SEMOGA TERWUJUD SETURUT AMANAT SUCI
Karya MS Sang Muham


Duduk di kursi goyang seorang diri
terjulur tangan dan kaki
mata terpejam memandang kehidupan
udara diam sehabis hujan
lamat lamat senja menghampiri
menagih konsekwensi

Entah sudah berapa kali pulang pergi
janji terucap tak terpenuhi
larut dalam penantian sunyi

Satu pilihan dalam dua kemungkinan pasti
berakhir waktu tunggu tak ada yang terjadi
atau janji terwujud seturut amanat suci

Ya Tuhan jadilah kehendak-Mu
terbaik bagiku terbaik bagi nusantaraku

#Billymoonistanaku, Selasalegi, Juni 09-2020 = 21:01 wib



RINDU YANG MATI
Karya bersama Zainuddin dan MS Sang Muham


Bungkus saja rindu itu
sudahlah tiada waktu lagi bertemu
rasa enggan memuncak hati beku

Demi harga diri
ku singkirkan bisik hati
melebur di sini

Aku berlari mengejar berlalunya nurani
tertambat mati
bosan menanti
sebab kau tak perduli
menggigil jiwa kaku dan setengah mati

#Belantaraibukota, Selasalegi, Juni 09-2020 = 15:05 wib



TETAP SETIA
Karya bersama Yayuk Idayanti dan MS Sang Muham


Purna tugas membuat terkesima
padahal belum rampung merangkai kata
untuk bekal penerus tahta
sambil termenung melihat lencana
sederet tanda bukti pencapaian insan mulia
bangga bercampur cemas berkecamuk di dada

Sudah waktunya harus berhenti di sini
persiapan bekal esok hari tak pernah terpenuhi
bersama belahan hati menata pribadi

Tetap setia pada sumpah sejati
meski apapun tak ku miliki
padamu leluhur ku percayakan bahtera ini

Meski terombang-ambing di ganasnya lautan kehidupan
tak kan ku lepaskan sauh hingga tiba di pelabuhan

#Belantaraibukota, Selaslegi, Juni 09-2020 = 14:14 wib



TUGAS UTAMA
Karya bersama Panji Bhuana dan MS Sang Muham


Jejak jiwa di padang belantara semesta
tak pernah sepi raung hingar bingar mengoyak atma
selaksa ujian memangkas adab dan logika
degradasi menggerus keimanan noktah cahaya

Siapa menabur
menuai benih yang subur
pilihan pada waktu mengukur
apakah makmur ataukah tersungkur

Isyarat para leluhur indah merekah pandur
asa merindu jejak teratur sebelum malam menjemput tidur
jiwa mengembara ke balik mimpi tersadur

Kembalilah menunaikan tugas utama
memelihara nusantara berikut budaya
pekerjaan Sang Pencipta bagi poyang kita

#Belantaraibukota, Selasalegi, Juni 09-2020 = 13:13 wib


Drs. MUSTAHARI SEMBIRING
(MS SANG MUHAM)

BOLEHKAH AKU MENULIS






Aku wali bulan juni ini dengan menulis kata kata indah nan suci diwadah RPS ini
Karna bulan ini bulan sejarah yang dilahirkan oleh nenek moyang kita pada waktu dulu

Bulan juni bulan aku menulis kata kata indah sehinga aku lupa diriku adalah mutiara dibalik tulisanku

Terimakasih RPS telah Memperkenal kan kami dengan bulan ini bulan istimewa bagi mu dan bagi ku setiap langakh dan setiap titk didalam tulisanku itu adalah perjalanan ku pada dirimu

Bulan juni bulan aku menulis dan mencoret coret kertas dan didingmu.

Karya:Lalu Ilasta Amris
Kampungku 1 juni 2020

Milad Ruang Pekerja Seni ke-11

LALU ILASTA AMRIS