UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Jumat, 06 Mei 2022

Kumpulan Puisi Maks Onesimus Talan - SELEMBAR KERTAS USANG


 
SELEMBAR KERTAS USANG

mengesankan
cerita sepenggal coretan
rahasia namun terpancar sempurna

simbol pemulihan terpatri
berguru jangan kepalang ajar
bagai bunga
wangimya seturut arah angin

alangkah istimewanya
setangkai bunga patah dan mati
serbuk sari pelajarannya kian berkelana
menumbuhkan kisah baru
nan jauh lebih indah

satu-satunya adalah kebaikan
bila kita tahu berbuat baik
kebaikan itu menyebar ke semua arah

***
Tublopo, 06 Mei 2022
Salam Seniman



MEMANCING DALAM BELANGA

sudah hancur lebur mimpi yang ingin dicapai itu
dilakukan manusia menuju jalan neraka
air-air itu ingin teriak harus bermuara dimana

dalam penyesalan merenggut harapan demi harapan
yang tersasar tak bertepi ditelan mentari tenggelam
ketika asa memanggil harapan tak mencuil

kesalahan besar berjalan pedih di atas kerikil
bak memancing dalam belanga

***
Tublopo, 05 Mei 2022
Salam Seniman



TAJUK.SEMALAM

Pada selembar kertas usang, ku tulis kata-kata
ini untukmu

Pada angin yang bekejaran di lembah dan bukit barisan
kuhembuskan kata-kata ini

Pada semburat cahaya pagi yang ringan menyapa dedaunan
ku bisikan ulang pesan ini sebagai pegangan

Pada senja tempat segala puja yang terindah di wakilinya
dengan segala awan mega yang mengiringi langkah
ke mana arah, ku tuangkan sebentuk puisi
pengikat hati

Pada tajuk malam nan lalu
doa cerdik cendekia menuntun
mengerti jalannya sendiri bahkan mengenal kepedihannya
dan orang lain tidak dapat turut
merasakan kesenangannya

***
Tublopo, 05 Mei 2022
Salam Seniman



SETIMBANG

pekat melekat hidup berdampingan
lebih dalam tak menentu
dan raga yang mengemis rindu
meruntuhkan segala kepercayaan

siapa pun yang sabar dan tekun
seindah purnama bundar menjamu
menakjubkan seperti kupu-kupu
harapan menemani dan menguatkan

sungguh kebajikan tak akan layu

***
Tublopo, 04 Mei 2022
Salam Seniman



APA KABAR

Apa kabar cinta, masihkah kau
tersimpan utuh dalam risau
kira-kira

Apa kabar luka, masihkah kau
tersimpan rapi dalam senyum
pura-pura

Apa kabar kesabaran, masihkah kau
tersimpan awet dalam tenang
diam-diam

Apa kabar kenangan, masihkah kau
tersimpan apik dalam ingatan
rupa-rupa

Cinta memenuhi hati
bagi insan manusia yang merasa
memberi kesan bernama keindahan
dalam kesabaran membalut luka jadi kenangan
tempat pujangga membuat puisi

***
Tublopo, 03 Mei 2022
Salam Seniman



SEIKAT KEMBANG

Aku setangkai kembang
Setia seindah mawar
Sabar seelok angrek
Mulia seharum melati

Mekar ramai di musim semi
Untuk menghibur sebuah hati
Tempat mata melepas lelah
Memandangnya tak ingin berpisah

Aku seikat kembang terjangkau dalam telapak
Terjaga untukmu merayu manja

***
Tublopo, 03 Mei 2022
Salam Seniman



PADA SUATU KEJADIAN


Sepagi-paginya aku ke gereja
mengingat kejadian itu
hari di mana Sang Pencipta
meletakkan segala jerih lelah
dan menguduskannya

Pada suatu kejadian
hari Idul Fitri jatuh tempo ditetapkan
dan buruh menuntut hak
setelah segala kewajiban dilakukan

Jika sekarang kita jumpai suatu kejadian
ada baiknya kita selalu bersyukur
baik untung maupun malang keadaannya
agar terasa betapa bahagia pada saat yang ceria

Agar suatu saat nanti
takdir tidak meracuni lagi
itu pun ada baiknya juga
hidup terasa betapa mesra

***
Tublopo, 01 Mei 2022
Salam Seniman



GENTAYANGAN

Malam bersukaria menyapa kalbu
memberi selimut keindahan
mengurai makna
memesona

Angan pergi berayun ke mana-mana
menganyam nikmat Tuhan
tercengang menafsir
bertasbih

Kau genggam panjangnya sejarah
bukanlah sekedar cerita
sayap-sayap mengepak
keperkasaan

Rasa syukur tesirat lembut
keabadian cinta mengalir
terlampau mengingikan
kebahagiaan

Waktu menunjukkan tengah malam
mengendap dalam diam
menghantam sepi
mengindahkan

Bahagia di sepanjang kehidupan
tenang memanjang tanggungan
tiada tergesa-gesa
riangnya

***
Tublopo, 30 April 2022
Salam Seniman



BERGADANG

Suara anjing menggonggong
di persimpangan jalan
berangsur-angsur menyeramkan
pun burung hantu cekatan mencari makan
tak lupa menyapa
uhu... uhu...
menyendiri, kadang bersahutan
menghantui jiwa
terlalu dini suara itu
bahkan semakin keras

aku hanya tahu satu hal yang pasti
mempercayakan segala hal
kepada Khalik semesta
lalu pejamkan mata dan tidur

: di dua larik terakhir
mendengar juru pantun berceritera
terbahak suara berderai kita tertawa

***
Tublopo, 30 April 2022
Salam Seniman



BALADA KEMARIN

Kemarin
aku lihat bunga di halaman rumah itu
mekar begitu indah
mengukir senyuman
bercumbu dengan khayalku
menarik kata dalam balutan puisi

Dan hari ini
ketika aku lewat
bunga itu sudah layu
mengecil dalam pesona

***
Tublopo, 30 April 2022
Salam Seniman



DENDANG SEIRAMA

Malam
terbasuh lelah
berlalu tanpa permisi
keramaian pun menutupi sepi

Melati
pangkal dibubuhi
jauhlah dari polusi
tak bisa menyakiti diri

Tuhanku
kagumku padaMu
laksana matahari pagi
menemui aku membawa puisi

Ranum
pagiku kalam
kabut turun membumi
pun membawa embun pagi

Berselang
cahaya menyingsing
berarak imaji mengikuti
pada puisi bukan mimpi

Syukur
anugerah terindah
mendekap barisan hariku
penuh bahagia tumpah ruah

***
Tublopo, 30 April 2022
Salam Seniman



MENGOCEH


Mengeja keindahan pagi berselimut embun
di peraduan mentari mulai merayap
naik perlahan menyapa dunia
selepas itu
memerah langit ia mulai redup
menjemput mesra ketenangan malam
menyanyikan kidung rindu

meracau hari lepas hari
dan hari ini
tergambar cuaca hati
merenda, memecah semangat
terus menerus di depanku
dengan tak kurang suatu apapun
yang terpatri dalam jiwa cintanya

: selesailah khotbahnya

***
Tublopo, 29 April 2022
Salam Seniman



PERSETUJUAN DENGAN CHAIRIL


Chairil
tinta penamu
sekarang iseng sendiri
hidup seribu tahun lagi

Semufakat
waktu beraksara
dalam hening sepi
bara kagum menjadi api

Tepat
satu abad
persetujuan dengan Chairil
rumah unggun timbunan sajak

Bersandar
memerdu jiwa
tertidur sedu sedan
keselarasan antara lahir batin

Pembenaran
doa terucapkan
pada Tuhan tersampaikan
mengingat Kau penuh seluruh

Sepadan
kadar termangu
kau binatang jalang
bersimbah peluh binasa muda

***
Tublopo, 28 April 2022
Salam Seniman



KELEGAAN

Ada orang saleh yang binasa dalam kesalehannya
ada orang fasik yang hidup lama dalam kejahatannya
ada orang kaya tidak puas menikmati kekayaannya
ada orang hidupnya miskin seperti bayangan ditempuhnya

hmm... pahamilah
serta selidikilah
atau carilah
dan ketahuilah

Baik-baik pada hari mujur, bergembiralah
baik-baik pada hari malang, ingatlah
semuanya menenteramkan, dijadikan Allah
dikenanNya untukku temui masa depan merekah

Sungguh hikmat membawa nama orang harum membiak
tapi sepenuhnya Tuhanlah yang baik
mengenal baik-baik keadaan kambing dombaNya
selalu menilik kawanan umatNya

***
Tublopo, 28 April 2022
Salam Seniman




SALAM LITERASI

tak ada yang lebih indah dari senyuman
ketika sedang berjuang dengan air mata

tak ada yang lebih indah dari teguran
ketika sedang merujuk dalam pembicaraan

tak ada yang lebih indah dari kerinduan
ketika sedang terpikat penuh harapan

kutuliskan harapan demi harapan
merujuk dalam ucapan yang memikat
mengalahkan para pecundang
tanpa gagal menginspirasi kemenangan

aku tersenyum haru berlinang air mata
kelak hembusan nafasku memaknai waktu

***
Tublopo, 17 Mei 2022
Salam Seniman



SUNYI BERBISIK


Ketegaran
menggelitik hatiku setiap malam
hingga ku benar-benar lupa
pada sunyi yang berbisik tanpa jeda
lalu sepoi angin berberhembus
pelan-pelan di sisiku
diam-diam berbisik di telingaku
tabahlah

Kesabaran
aku rindu bercerita tentang ketenangan
adalah kebijaksanaan dalam hidup
tahulah apa yang harus diabaikan

Kebahagiaan
tahulah mengumpulkan keberanian
dan percaya bahwa kita bisa sukses
untuk menjadikannya kenyataan

Kesempurnaan
akil balik sebuah hikmat
lewat refleksi yang paling mulia
dengan meniru hal paling mudah
sebelum tuntas pengalaman paling pahit

***
Timu teta, 16 Mei 2022
Salam Seniman



KEMURAHAN

Palsu
Banyak janji
Murah di mulut
Makan biaya, makan hati

Tetapi Khalikku Maha ketenangan
Ketulusan rapi dicetuskan
Ramah memberi
Bertimbangan

Kedermawanan
Terbilang mengaji
Menari gelombang kenang
Bermurah muka membaiki hati

Jalan sudah bertahun kutempuh
Jari-jari bunga terbuka
Sempurna adanya
Melimpah

***
Timu teta, 15 Mei 2022
Salam Seniman



DAMAI ITU INDAH

Elok binar bola mata yang menatap
Meminta hati pun perbuatan
Sebaik-baiknya imanmu tanpa perbuatan menjadi sia-sia

Ada pilihan membawa kedamaian
Kala kau tertawa; aku tertawan
Sebab esok, kau kembali bersamanya
Besar terangkum dunia, kecil terlindungi alis

Seberapa tingkat terdalam diri ini memaafkan
Orang lain pantas mendapatkan pengampunan
Kamu telah pantas mendapatkan kedamaian

***
Tublopo, 15 Mei 2022
Salam Seniman



BERTEMU KENANGAN


Duduk termangu menyimak bait malam nan dingin
Memahami setiap isi larik yang kutemui
Ternyata ada yang tak bisa kumengerti ketika jadi puisi
Hanya bisa melihat dan membacanya sebagai pedoman

Jalan yang kutempuh ini sampai di ujung
Sejak itu juga kumemulai memahami arti hidup
Perbanyak pikiran untuk perluas wawasan
Berbenah dalam keburukan mengukir sejarah

Aku kehilangan paragraf seperti kemarin menanti dalam hening
Seberkas angin menerpa tubuhku mengingatnya teratur

***
Tublopo, 10 Mei 2022
Salam Seniman



KESABARAN

terperangkap rindu ditikam sunyi
menjadi asing sajadah semesta

buana merdu melangit asa
menghijau seperti sajak-sajak
saling sejajar kata-kata faedah
membuncah sepi melukis cerita
membagikan senyum di raut polos

berpesta kepahitan rindu termangu
menaburkan benih baru
membawamu dalam doa
apakah embun perlu warna
merayu daun jatuh cinta

***
Tublopo, 09 Mei 2022
Salam Seniman



SIBUK MENIMBA ILMU

harum bunga nikmat memekik
kumbang pun hinggap memetik
sari bunga pemupuk asa
tegar bahagia dijemput masa

mengadu nasib bisa saja
karena itu kebiasaan bermakna
sampai kapan kita diatur oleh waktu
setelah sibuk menimba ilmu
pada akhirnya syukur dipersembahkan
terkabul ketenangan menjadi jaminan

belajar tak kenal waktu
belajar tak kenal usia
setangkai bunga bersaksi tentang itu
bermuara keindahan semakin terasa

***
Tublopo, 08 Mei 2022
Salam Seniman



PANDEMI MELANDAI


Berjangkit serempak di mana-mana
Mana di mana tendensi wabah bercerita

Pandemi melandai melonggar
Terkesan hangat dibahas
Seusai meracuni jiwa-jiwa jadi letih

Dalam diam sejuta doa dan harapan
Dengan rasa yang sangat sakral
Dilaluinya jalan terjal penuh duri

Masuknya lekas-lekas bersemangat
Pamit pulang perlahan-lahan

***
Tublopo, 07 Mei 2022
Salam Seniman




SEABAD, CHAIRIL BERPOSE

membingkai
sajak pusaka
dari kumpulan terbuang
aku ini binatang jalang

seabad
Chairil berpose
penanya meradang menerjang
kehidupan zaman sedu sedan

berlari
hingga hilang
luka ataupun bisa
aku lebih tidak peduli

melegenda
segelas inspirasi
kopiku hitam jujur
tak pernah berpura-pura manis

tajam
memberi ketenangan
inspirasi tiada henti
mencurahkan seluruh isi hati

waktu
sedikit bersinergi
mencurahkan seluruh hidup
sebagai latihan siap bertanding

***
Tublopo, 24 Mei 2022
Salam Seniman



PENGAKUAN

elok menulis dalam gawai
pura-pura atau serius tetap mengintip kebinasaan

berilah ia topeng kuasa mengatakan kebenaran
melepas kenyataan seutuhnya pada cinta sepenuhnya

ya, seberapa pantasnya kita mengeluh pada manusia
dan seberapa pantasnya kita berharap dan mengharapkan
yang rela mengakhiri komitmen pada kearifan duniawi

sungguh samudra hidup naik-turun dilamun gelombang
ditampar badai revolusi yang tengah berkecamuk di sini
kelak yang menyenangkan Tuhan, berkat pasti bakal mengikuti

***
Tublopo, 24 Mei 2022
Salam Seniman



SUNYI

aku yang bodoh seringkali beralasan sabar
terhadap segala sesuatu yang telah mengalah
karena keadaan ia tak pernah berusaha

aku yang bodoh selalu ikhlas memberi senyuman
terhadap segala sesuatu yang sebenarnya ada tanpa usaha
di mana ujung perjalanannya sama-sama disaksikan matahari

sejatinya hidup adalah perjalanan panjang
laksana bintang-bintang melakukan pentas gratis
tanpa biaya yang dibebankan bagi mata
yang tak disertai apa-apa

***
Tublopo, 23 Mei 2022
Salam Seniman



PERTUNJUKAN

bertahun-tahun kemudian penuh misteri
aku hampir tak memiliki ingatan
tentang sandiwara yang dipentaskan itu
mendengar semua artis di radio dan televisi
mereka selalu lakukan skala sebelum pentas
yang aku tahu hanya masuk bilik tempat mandi
membasuh badan sambil beryanyi hampir 20 menit
yang tak sebanding dengan pertunjukan secara langsung
seperti aku yang selalu jatuh hati pada wanita yang dingin
karena ia menampilkan pertunjukan terbaik

***
Timu teta, 23 Mei 2022
Salam Seniman



CATATAN KEKITAAN

Secangkir kopi segenang seruputan
Nikmati kesenangan segenggam ketenangan
Segala kesenangan nikmati petualangan
Segenggam ketenangan perbanyak kegilaan

Rujukan hariku, hari Rasa
Terekam harimu, hari Cinta
Begitu setahun tercatat sempurna
Hari-hari penuh Rasa Cinta

Usah hapus catatan kekitaan
Dalam angin, hujan, badai sekalipun

***
Timu teta, 22 Mei 2022
Salam Seniman




MIMPI BERUCAP

Mimpi Berucap
Wakilkan kedalaman perasaan rindu
Diwujudkan bukan hanya pertemuan

Mimpi Berucap
Menterjemahkan kerinduan setiap malam
Berbagi rasa pada kehidupan
Menenggelamkan aku dalam larut

Mimpi habis berucap menanti niat tiba
Kenangan kujelang tertimbun masa
Meniti semangat hidupku selalu ada

***
Tublopo, 30 Mei 2022
Salam Seniman



CERMIN IKHLAS

Terpaut hati sama dilapah
Makan kedondong sama dicecah
Di air keruh becermin bangkai
Bahaya mengadu patut diwaspadai

Sesobek kertas buku hidup tak punya makna
Bersuluk mendalami memenuhi hasrat dalam emosi
Kemudian cermin ikhlas melakukan tugasnya
Semata-mata rela memberi tak harap kembali

Kesederhaan jiwa mencipta kejujuran
Dan keberanian memberdayakan ketulusan

***
Tublopo, 30 Mei 2022
Salam Seniman



SUJUD

Tulisanku tertera di atas kertas putih dipenuhi tinta hitam pena-pena
Biarlah yang membaca dapat menjawabnya dengan penghayatan

Tulisanku tak ada faedahnya tanpa pembaca
Hanyalah tinta yang mewakili rasa dari para pejuang dan penyambung lidah bagi pembaca

Tidak dengan lisan segala yang tercurah menjembatani isi hati
Hanyalah sebaik-baik wajah penuh senyum, nan gampang dikenang kekasih

Tinta pena menggoyang langit, menggempakan bumi
Ia menggelorakan nurani pada status merdeka merubah nasib sendiri

Kalau bukan kita, siapa lagi?
Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

***
Tublopo, 29 Mei 2022
Salam Seniman



CERITA AKHIR PEKAN

kalau kau sibuk menghitung
kesulitanmu saja, kapan kau sempat
menghitung kebahagiaanmu
sedang waktu tak menunggu
kini sudah di akhir pekan

pandailah dalam kebijaksanaan
agar beruntung dalam kebahagiaan
jangan menghitung kesulitanmu
karena kesusahan sehari
tak akan sama pada esoknya

di akhir pekan yang mengagumkan
yang tak dapat dijelaskan maupun diabaikan
seperti dua bait puisi setiap waktu
aku telah menikmatinya dengan saksama
dan yang lain telah menyombongkan

***
Tublopo, 28 Mei 2022
Salam Seniman



KARYA PEMBENARAN


Tidak ada rahasia sukses
Bagimu dan juga bagiku
Bahwasannya kasih setia Tuhan
Abadi merekah dalam pengharapan

Kebenaran adalah perisai kekuatan
Keadilan wajib hukumnya diusahakan

Pantang menyerah terus bertahan
Melangkah maju hasilkan ketekunan
Hidup dalam damai sejahtera
Dibenarkan oleh karena iman

***
Tublopo, 28 Mei 2022
Salam Seniman



KEASYIKAN

Dingin panas tekanan bercampur
Lekukan letusan keluar lahar
Guguran lava pijar meluncur
Badai guntur merah menjalar

Hujan angin tiupan bersabung
Hujan panas redup berdenting
Kisah bersarang narasi bersenandung
Riwayat picisan diurai berbanding

Kawan, nasihat bukan memanasi
Ribut riuh kesungguhan menekuni

***
Tublopo, 27 Mei 2022
Salam Seniman



BELAJAR DARI DAPUR

Dengan nasihat, hidup menjadi faedah
Dengan cinta, hidup menjadi indah
Dengan ilmu, hidup menjadi mudah
Dengan agama, hidup menjadi terarah

Bergeming pena dan kertas
Kapan guru jadi ibu dapur di rumahnya sendiri?
Bila yang mengusahakan tak jadi prioritas
Pertanyaannya cemerlang, jawabannya tersembunyi

Sesulit apapun potensi diri
Berusahalah agar orang lain termotivasi

***
Tublopo, 26 Mei 2022
Salam Seniman



SENJA DI BIBINAKAN


apa arti menikmati keindahan senja
jika mengikhlaskan dan mengagumi
tidak ikut bekerja

di sini senja berlabuh
tenggelam tak ingin lama bertamu
membuka peluang saling memberi arti
dan saling menghargai

hmm...
sore ini terasa lain
langit jingga itu cepat meredup
mengalah pada malam
ia tak pernah meminta untuk menunggu
tak pernah meminta untuk disetel ulang

memorinya sudah lelah
begitu raut wajahnya sudah berubah
dan langkahnya tersandung temaram di akhir kisah
melintasi jalan yang asing dan basah

surya terbenam menatap diam
sepucuk pintanya memghilang mengukir lengkung
sajak terangkum mengucap salam
terlepas genggamnya menjelang mengalir senandung

"jangan lupa bahagia” katanya di suatu waktu
”aku sudah bahagia” jawabku sewaktu-waktu

***
Tublopo, 26 Mei 2022
Salam Seniman



MEMANUSIAKAN MANUSIA


pemimpin yang bijak sejatinya jadi perisai, beberapa hal diantaranya antikorupsi

pemimpin harus pintar matematika, tambah kurang kali bagi sampai akhir takhta

pemimpin pandai beribadah dan soleh, agar harapan rakyat boleh tumbuh merekah

pemimpin itu bijaksana, sini sana berkarya nyata menjawab semesta

pemimpin tak mudah dipengaruhi dalam persekongkolan, agar kaum pengacau tak turut serta dalam kecurangan

pemimpin yang memanusiakan manusianya, bebas dari unjuk rasa dan unjuk harta

***
Tublopo, 25 Mei 2022
Salam Seniman



AKU MERUJUK KAU MERAJUK

Aku merujuk kau merajuk
Dalam diamku, tergugu
Mengidah serentak
Berpadu-padu

Merajuk
Paham bertajuk
Menyikut atau memeluk
Ketimbang pilihan kelak menusuk

Menunduk dalam ratap luka
Mencairlah hati terketuk
Terpana menerima
Mengangguk

Menatap
Teguh berharap
Meratap dalam sendu
Hujan di musim kemarau

patidusa (empat tiga dua satu)





SEDERHANA, PELONGGARAN ATURAN COVID-19 PENUH MAKNA
Segregasi
Bertahap mewawas
putika (puisi tiga kata)


J u d u l :
Adapun aturan baru Covid-19 yang sudah dicanangkan dalam Prokes Covid-19 dan Bapak Presiden RI Joko Widodo langsung bertindak mengumumkannya atau memberi arahan untuk dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara baik. Karena mengizinkan kembali aktivitas masyarakat, namun harus tetap melanjutkan budaya hidup bersih dan sehat seperti dalam protokol kesehatan. "Karena sejatinya pandemi belum resmi dinyatakan berakhir oleh WHO."

Larik Pertama :
Sebuah kata yang akhir-akhir ini gencar dalam perbincangan netizen Indonesia atas apa yang dialami oleh Turis Indonesia yang ingin berekreasi ke negeri tetangga Singapura. Dan bawasannya kata ini memiliki arti "Pemisahan". Dan layaknya kita dapat mengilhami kata ini untuk bebas bertindak dalam aktivitas sehari-hari di masa Covid-19.

Larik Kedua :
Suatu kebijakan yang dilakukannya secara bertahap oleh Pemerintah untuk membuka pemahaman kita dengan berkaca bahwa "Apapun yang terjadi, kita tetap menjadi makluk sosial yang mawas diri".

Kesimpulan :
Saling melindungi adalah pokok dari segala kemegahan pemahaman. Dan pelonggaran ini sendiri, dapat dilakukan untuk aktivitas di ruangan terbuka yang tidak padat orang. Meski demikian, kepada populasi rentan dan orang yang sedang dalam keadaan tidak sehat, disarankan tetap memakai masker. Agar mencegah peluang tertular atau menularkan penyakit secara lebih optimal.

***
Tublopo, 20 Mei 2022
Salam Seniman



Pemenang bukan pecundang.

Ya, jangan bicarakan kekalahan, agar tak membuat tumpul semangat perjuanganmu.


Quetes

***
Tublopo, 19 Mei 2022
Salam Seniman

MAKS ONESIMUS
TALAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar