UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Jumat, 17 Februari 2023

Kumpulan Puisi Sita Aulliya - MATAHARI, BINTANG, KEBENARAN


MATAHARI, BINTANG, KEBENARAN

Selamat pagi mentari
Hangat pancarmu telah kau bagi
Terang sinarmu telah kau beri
Kepada kami penghuni bumi
Meski disetengah putaran hari
Engkau harus sejenak pergi

Lalu,
Selamat malam gemintang
Indah cahayamu memberi terang
Pendar kerlipmu tinggi menghiasi awang
Memanjakan mata dan jiwa dalam tenang
Meski hanya di putaran malam lalu pulang
Engkau tetap tenang

Itulah kebenaran,
Terus datang tanpa bisa disembunyikan
Apapun adanya dia beri dan lepaskan
Tanpa mengurangi atau menambahkan
Disegala musim-musim kemarau pun hujan
Akan tetap menyapa serupa kepastian

Dan,
Aku yang debu papa serupa tiada
Menjadi sahaya yang jelata
Dalam kekang nafsu hasrat dunia
Tanpa menyadari bara yang bisa membakarnya
Bahwa tiada yang kekal di dunia
Semoga semua makhluk berbahagia

--------------

Matahari
Bintang
Kebenaran
Adalah tiga hal yang tidak bisa lama disembunyikan.

Karya : Sita Aulliya
Amsterdam
16/09/2022

·

RINDU

Getar itu terus berdenyut
Bersama nadi dan jantung
Dan bayangan senyuman
Utuh dipelupuk penglihatan

Namamu dalam jiwaku
Ceritamu dalam langkahku
Genggam hangatmu masih ditanganku
Bahkan mimpi setiap sudut hatiku milikmu

Rindu ini berat menyiksa
Teramat berat kurasa
Lautan air matapun bukan jawabnya
Karena tiada lagi bisa bersua

Karya : Sita Aulliya
Ouderkerk
15-02-2023

SITA AULLIYA

Senin, 13 Februari 2023

Kumpulan Puisi Suneni - PANTAI TIRTAMAYA PANTAI BERSEJARAH


PANTAI TIRTAMAYA PANTAI BERSEJARAH
Karya Suneni


Indramayu utara pulau Jawa
Adakah kesaksian sejarah purba
Ditemukan perahu kuno
Yang tertimbun ratusan tahun lalu
Di kawasan pantai Tirtamaya

Berlabuhnya Ki Buyut Tuban ke daratan
Setelah titah guru hendak berdakwah
Ki Buyut memetakan semesta dengan akidah
Bagaimana pesisir utara berpelita
Pantai Tirtamaya "air dan udara yang sejuk"
Ki Buyut Tuban bertapa

Kini, sebongkah sejarah itu dikenang
Taklah turunan lupa menjaga situs
Pantai Tirtamaya objek wisata
Aset Indramayuku untukmu berkunjung
Kutunggu dikau datang
Sepoinya pantaiku kau dikecup saying

Saudi Arabia, 12 November 2022



GUNUNG CIREMAI DAN TIGA MATAHARI
Karya Suneni


Tiga matahari menyinarimu Ciremai
Di antara desau desir angin mengitari
Gunung pujaan bermisteri
Bila pagi menyapa
Wajahmu menyapa di kejauhan
Dan bila senja tiba
Tubuhmu dibalut awan

Tiga matahari memanggulmu Ciremai
Di antara bising yang tak berpaling
Deru kota berlari mengejar sensasi
Adakah dikau dilupakan?
Kau mentari itu:
Cirebon Kuningan Majalengka
Taklah bunga-bunga edelweiss sedih
Mengharumi pendaki dataran tinggi

Tiga matahari mengkultuskanmu Ciremai
Catatan mengalas embun nan ikhlas
Membasuh daun membasah sabar
Di antara kultur berkultus moyang:
-Nyi Lingga dan auman macan tutul
-Suara gamelan menyandu purba
-Tanjakan bapak tere yang miris
Bapak yang membunuh anaknya
Tragis di kesaksian sunyi

Ciremai?
Tiga matahari merawatmu sepanjang hari

Saudi Arabia, 11 November 2022



DARMA AYU INDRAMAYUKU
Suneni

Aku bentangkan sejarah purba di lembar android
Wiralodra bertapa mendapat wangsit.

Duhai putera perkasa, pergilah ke daerah matahari terbenam, dan tinggalkan Bagelen!

Wiralodra terjaga dari pertapaan
Hening di kaki gunung Sumbing
Di mana daerah matahari terbenam itu ya, Gusti?
Satu langkah dua langkah berlalu dikawal Sepuh Ki Tinggil dalam lelaku

Dan ilalang menari-nari di tengah padang, lembah nan asri disinggahi.
Aku Wiralodra bersihkan wilayah ini dari dedemit
Kutanam bibit kusemai tauhid.
Lalu lembah yang wingit didirikan Wiralodra
Atas kesaksian nama puteri cantik Darma Ayu.

Darma Ayu dilalui sungai Cimanuk, lembah yang membentang hijau membujur
Hulu Selatan hingga menghilir Utara Jawa Barat
Lahirnya peradaban Indramayuku: "Remaja" berbenah.

Aku kabarkan satu puisiku pada dunia, tentang kelahiran suatu daerah dari Saudi Arabia.

Saudi Arabia, 17 November 2022




SELALU SETIA
Karya Suneni

Langit dan bumi menyaksikan betapa setianya aku padamu. Dari musim panas hingga musim dingin aku tetap sendiri menjaga hati, tak sedikit celah pun kubuka untuk pria lain. Hatiku serupa dinding batu, keras tak mudah dilubangi dengan palu.

Hatiku mendingin bagaikan salju. Namun hanya namamu yang terukir di hatiku. Hingga hatiku terluka penuh darah, aku selalu memaafkanmu. Seandainya kautahu bahwa aku selalu setia, setiaku tak akan habis ditelan waktu.

Saudi Arabia, 15 Januari 2023
SUNENI


Rabu, 08 Februari 2023

Kumpulan Puisi Akhmad Husaini - MENATAP ATURAN KESAN DERAAN RINDU


UJUNG HAMPARAN GELISAH MENUAI JANJI
Karya : Akhmad Husaini


Kelindan bayang cahaya bahagia
jika itu semua bisa saling meniku
intim guramang paduan salut
langgam tujuan intim status gerus
lintas raung pertanda sapa nekad
ego status perjuangan menggebu

Ujung hamparan gelisah menuai janji
ranum asumsi sisa ilusi cumbu
gelora jiwa sajian imaji sengkarut
sentimen pesona pandang bahagia ragam
watak biasa hadir melawan sangka
hikmah pandangan arus tepian ego
siasat ketegasan maksud lerai kelam

Wajar menghapus silam kesungguhan
ihwal hadir diri selera arus petuah seribu
gelora pandangan derai mengenang khawatir
dedikasi pelanjut rindu arus terkesima
ajak angan merisau tinggi hadir usaha
amsal kelindan warna panutan kecamuk

Rindu pesona cumbuan anulir
jibaku rindu sirna benalu menata
puncak harapan seteru menghimbau
ingin hadirkan ragam taktik risau
retas janji hentian ketetapan nyali
serangkai harap begitu intens antusias

Angkinang Selatan, 7 Februari 2023



MENATAP ATURAN KESAN DERAAN RINDU
Karya : Akhmad Husaini


Jelita bentang angan menata tingkah
tuntas ambisi ritus ombak kinanti
sentimen akhir bentang pertahanan selera
lindap aturan kultus aroma sengketa
memangku derap penuh cumbu
lingkup bisa saling resah menderai

Semua tentu tak mau kalah dengan lain
jalinan diri rentang pondasi jengah
dentang penuh ihwal semesta memadu
malam sengkarut menikam jejak sembilu
menyandang optimis selera bimbang
tenteram jiwa memintal ihwal kelana
lupa wujud intim jengah lewati pintas

Menatap aturan kesan deraan rindu
naluri intim rekah potret lantang
dendam mencumbu lagu jengah serta
celah kosong hadir nurani bimbang
riuh angan pandangan situasi penuh liku
hadir membingkai lukisan rindu bertalu

Gebalau pengaruh diri retas melintang
belantara penuh dengan deraan sirna
wajah nisbi intonasi seraut cumbu
takluk senyap keadaan penuh sadar
gelisah semampai arus kinanti berkesan
relung kumandang rentak jengah tempuh

Angkinang Selatan, 7 Februari 2023




BATAS PUNCAK KENDURI INGIN BERLANJUT
Karya : Akhmad Husaini


Alasan apalagi nanti bisa disampaikan
amsal terjang gemulai menunjang serta
ikatan terjal penuh kilau gemuruh riuh
langkah kesumat derajat membalut pasrah
pesan hambar hadir memenuhi puncak
tabiat ritus lagu penuh dengan kenangan

Serius tandas upaya makna selangit
hamparan koloni ilusi pandangan intim
kisruh kondisi terpaut nalar menggerutu
cemburu malam kelakar panorama
jendela ketentuan merasuk pandangan
ingatan pantas terbuai situasi remang
lirih tanggap puncak aturan strategis

Batas puncak kenduri ingin berlanjut
canda tirani kemampuan terpendam
dentang aroma daulat penuh tabiat
reportase dunia menegas irama kental
hadir sepenuh ragam menuang batas
gejolak hati meniku nuansa hadir

Fantasi lebur ingatan gejolak kondisi
efektif aturan bahagia jalan jarak ambisi
semangat senandung sayang membias bayang
celah terbuai ketentuan simponi derap menderu
beragam rasa konotsi panjang rindang intim
terbuai segenap nalar intim sensasi pendahuluan

Angkinang Selatan, 9 Februari 2023
AKHMAD HUSAINI

Kumpulan Puisi Mohammad As'adi - HENING


HENING I
(sayyidul istigfar)

Hening adalah persemaianku
Untuk menabur benih benih cinta
Allah, engkaulah Raabku
Bermukim pada hening
Heningku untuk bersujud
Siapa lagi kalau bukan Engkau ?

Tidak ada yang berhak atas heningku
karena ruhku tak lupa menepati
atas janji –kesetiaan- pada Mu
karena Kaulah aku ada dan tiada
dimana lagi tempatku berlindung
atas keburukan dan segala maksiatku
siapa lagi kalau bukan Engkau ?

Aku hanyalah debu
hamba yang tak patut menyintai Mu
tapi aku merindukan cahaya cinta
rinduku adalah nikmat-Mu
aku bersujud ya Raab dengan dosaku
aku bersujud ya Raab dengan segala nikmat Mu
karena hanyalah Engkau pembersih jiwa
pengampun segala dosa
-aku menghampiri ya Raab
Aku menghampiri –

Temanggung 6022023




HENING II


Hening Mengalir
Dalam butir butir air menetes
Wajahmu samar
Hening merebahkan jiwa
Dalam kosong menganga

-Namamu berdenyut dalam nadiku
Kaukah itu ya Mustafa
Yang kurindu ?-

Suatu ketika menempuh perjalanan panjang
Datang kepadamu di Hijaz
Di sebuah kota bercahaya
Melambaikan tangan sambil berucap
‘’Assalamualaika ya Rasulullah
Habiballah ‘’
:Rinduku kini nadiku
Tempat cintaku bersemi

Setiap hening mengalir
Wangi angin jelang fajar
Menandai cinta suci yang kau tebar
Dari ujung Umm al Qura
Sampai negeri berdinding panjang
:inilah persemaian cinta terindah
Kutabur benih kusiram dengan shalawat
- Sallallahu ala Muhammad
Sallallahu allaihi wasallam-
Engkau matahari engkau rembulan
Cahaya di atas cahaya
Aku terpesona

Temanggung 7022023




HENING III

Kembali hanyut di ruang hampa
Harap rengkuhan dalam semestaku
Sunyi tanpa batas
Menyekapku dalam suluk rindu kekasih
Sampai pada waktunya seperti pengantin
Di puncak perjumpaan
-Maharku ya Raab adalah serpih jiwaku
Dan rindu yang melaut-

Temanggung 10022023




HENING IV

Dalam hening aku belajar memahami rinduku pada Mu
Sebagaimana aku belajar merangkai huruf
menuliskan puisi
-Rindu senatiasa melahirkan kepedihan mendalam
sampai mengubah menjadi suka cinta
dalam pelukan yang hangat
Rindu selalu memberikan ruang
Untuk bertemu pandang
Jiwaku tak letih menari bersama Mu
Sungguh, heningku sejernih mata air
Untuk berlabuh dan melihat diriku sendiri

Temanggung 17022023



HENING V


Berkayuh
Dalam hening aku berayuh
Lalu berlabuh
Mengetuk pintu Mu

Temanggung 17022023




HENING VI

Senja dan awan jingga bergelatung
Mendadak jadi hening
Sendiri untuk yang keseribu kali
Dan akan kembali berkali kali

Jiwaku selalu diam seperti senja menunggu malam
Selalu berulang sampai waktu penghabisan
Dan tak kan pernah berulang kita menunggu langit jingga
Diantara menara-menara. Nabawi yang cemerlang !

Bukan! Ini bukan luka sayang
Tapi aksara cinta, air mata dan rindu
Hujan selalu menjelma
:bayangmu yang tak pernah temaram
rinduku padamu dan anak-anak kita
selalu hangat dalam pelukanku
menyeret hening dalam jiwaku

-Ya Raabku, ijinkan aku berdoa
Heningkan aku dalam kesunyian
Bukan untuk menghilangkan penderitaan
Tapi bagi segala cinta
Sampai ruhku tak bisa berpaling
tak lagi menyeret hidup yang alpa –

Temanggung03032023
MOHAMMAD
AS'ADI

Kumpulan Puisi Romy Sastra - RESONANSI LANGIT


RESONANSI LANGIT

di perjalanan yang teramat sempit, sepuluh jari membuka semesta alit. kelopak gugur gunung tursina ciut setelah dipukul sebatang alif. aku berpegang dan terbang menuju tanah lapang memandang bulan tertutup awan semalam. kuhunus pedang tauhid menghancurkan matahari sesaat, biar tenggelam kapalku ke dalam telaga makrifat. aku meminum sabda-sabda Ilahiyah di perjamuan mabuk bertobat, fanaku purna fajar menyingsing di balik matahati terbuka: neraka itu padam pada resonansi langit kudawamkan.

Romy Sastra
Jakarta, 8 Februari 2023



KEPADA TADULAKO

kepada pemilik sako nan barajo di tengah kaum adalah matrilineal kekal sebagai mandeh, panji bermarawa hitam merah kuning di alek anak daro bersunting nan salapan, cikal bakal limpapeh rumah gadang semarak diarak menuju pelaminan

kepada tadulako bertongkat tirani sedari awal kultur luhung diagungkan, tentang carano berisi isyarat limbago adat bersilang langkok bermakna taat sebagai amanah bertuah di sepanjang risalah. pesta nagari bersilih menuju demokrasi, biarkan adat penyeimbang rasa sekaligus akidah bersuluh sabda penuntun dakwah

kepada anak kemanakan keturunan ditimang-timang buaian sayang, kita mesti tahu, penghulu adat ingatkan!
bulan meminjam cahaya pada matahari
yang tak pernah padam

kepada generasi pemegang tampuk
kekuasaan terhadap nagari yang terus berkompetisi, taklah ilalang mati di tengah padang disebabkan kumbang bertaut kembang. aku membaca pikuk di setiap masa tak garis lurus putus ke surga

kepada hati nurani menghias taman-taman ilahi, pesta demokrasi yang dinanti sebentar lagi. jadikan ia ladang ibadah bukan ajang jual beli nasi basi. jika tuan amanah kupilih kelak di bilik pilkada, kacang tak lupa kulitnya. waspada melangkah, kursi empuk itu ranjau jangan silau

Romy Sastra
Jakarta, 7 Februari 2023



OBAT SAKIT TERDAPAT DI DALAM DIRI
Romy Sastra


Ketika sadar terpikirkan tujuan
tak ingin lari dari kenyataan
merasa perih ada penawar
sedangkan Tuhan selalu bersama
menyediakan segala kebutuhan

Akankah jiwa selalu gelap bermain api
'kan terbakar nanti
cahaya hati menerangi

Dan apakah air mata juga tak menyadari
penawar lara berasal dari rasa
mungkinkah nafsu tak mengetahui
mengira hati satu benda kecil

Namun
di dalam hatiku
termuat alam begitu besar
segala lara ada obatnya
surga dan neraka ada di dalamnya
bahkan cinta benci bergandengan
tak berjarak seperti misykat tak terlihat
nyata mengikat erat perjalanan

Kubaca unsur tubuh
di mana kearifan roh berperan
lalu, kukenali Maha Roh
hingga sakit terasa nikmat

sebab, aku baru saja pulang
bertandang di setiap sujud purna
berjalan berpedoman di sela-sela jurang
tak ingin tersesat jalan menempuh
kehidupan dan kematian

Obat itu kupinang setelah doa bertarung

Jakarta, 5 Februari 2023



RISAU

kekhawatiranku kepada mendung semakin jadi
mungkinkah hujan yang tumpah
akan membawa bahagia?
ketika embun tertumpang di kayu lapuk
anai-anai kian menyemai serbuk

kekhawatiranku kepada hujan tak memujuk
mungkinkah genangan yang teruk
membuat aku sibuk pada tikai
ketika iklim membadai di kemuncak asmaraloka
rinai-rinai tak kunjung reda

kekhawatiranku kepada perdu yang kutanam
tak lagi kemayu dibasahi salju
sebab organik leleh di genangan
dan lenyap ke segala penjuru
: risau

aku pesimis jika badai mengundang sansai
dan aku tak ingin jadi sosok fatalis
kelak kebunku daunnya berguguran
mendung, kau tak jahat kan?

Romy Sastra
Jakarta, 11 Februari 2023




SENJA TANPA HUJAN DI MUSIM HUJAN


aku membaca senja tanpa hujan di musim hujan,
tentang kisah asmaraloka dirangkai indah di pucuk
perdu terurai di atas kesaksian taman sasmitaloka.
cerita dirangkai syahdu, sejurus melankolis.
aku mendesah sedih dan miris, ada derai air mata
sebagai saksi kisah yang tak sempurna
di perjamuan rindu yang purna

aku membaca senja tanpa hujan di musim hujan,
tentang kisah sedari awal aku tak mengenal,
sebelum senja itu benar-benar tiba. padahal pagi
belum mengeringkan embun di atas daun jambu
yang buahnya layu. mungkinkah daun jambu itu
dirundung duka berkoloni benalu?

pagi? waktumu pada akhirnya berganti
akan tetapi, menyisakan tanya di mataku basah
dan aku telah menyalakan dian
sebelum mentari benar-benar tenggelam
maka, pulanglah kisah ke peraduan malam
biarkan aku merangkai bait-bait patah
menyempurnakan rindu yang senada

aku melukis senja dan membaca pagi
tanpa hujan di musim hujan
setelah kupulang dari tualang mencari setia

kata-kata tak luput makna

Romy Sastra
Jakarta, 15 Februari 2023



ZAMAN EDAN

aku bermimpi
bungsil jatuh di mataku
setelah badai mengaliri sungai
daun-daun berdansa
namrudz terbahak di kastil
sebab dia memanggul gandum
: kesombongan
abraham memetik matahari
istana terbakar
kutuk bala pelerai lidah
joki membawa peti mati
kuda lumpuh
pesta distorsi delik revolusi
zaman edan
ilalang menghunus pedang

Romy Sastra
Jakarta, 3 Agustus 2022

Kumpulan Puisi Rusti Arnii - SORE DAN HUJAN


MALAM
Oleh :Rusti


Bila bintangmu lagi datang
Membawa terang
Di antara bayang-bayang dan mimpi
Menyibak temaram sunyi

Ajarlah sekeping hati
Nyanyian penghapus sepi
Bersama desir angin
Menyentuh mesra dedaunan menari

Lembut serasi
Senada doa menitipkan damai
Di relung-relung tak terselami
Yang sering kali terlena oleh abai diri

Malam
Bila bintangmu kembali
Datang
Mengabarkan langit yang purnama
Ajarlah jiwa ini bernyanyi
Tuk sekadar menyibak kelam

Munajatkan asa pada Dia
Yang mencipta seluruh rasa
Satukan cerita luka atau suka-cita
Ke dalam cinta tanpa kata-kata

Gunungkidul, 6 Februari 2023



SORE DAN HUJAN
Oleh :Rusti Arnii


Di beranda rumah
Kala itu
Hujan tercurah
Menyampaikan nuansa syahdu

Memandang gembira
Tawa riang wajah-wajah lugu
Lincah bermain dan menari
Di antara bulir-bulirmu
Seperti nyanyian memecah sunyi

Di beranda rumah
Kala itu
Mendengar dongeng simbah
Adalah penghangat hati yang rindu

Penghapus sendu
Ketika aku mulai jemu
Berkelana dalam khayalan
Memeluk mimpi sebagai teman

Hujan masih setia
Saling berkejaran menyentuh bumi
Memberi kesejukkan
Meneguhkan sebatang kenangan
Yang rapuh dan sunyi

Di beranda rumah
Seindah senyuman merekah
Menemani sudut ingatan

#catatan
Gunungkidul, 2022




SESEDERHANA PAGI
Rusti Arnii

Saat kudapati pagi
selembut embun berayun
bercengkerama sunyi
di pucuk-pucuk daun

Bunga-bunga pun mekar berseri
berkelopak warna warni
menari mesra bersama irama desir angin
begitu serasi

Dalamnya cinta semesta
melukis karunia
menyatu rasa
hadirkan syukur jiwa-jiwa
kedalam hening doa-doa

Saat kudapati pagi
senada rindu bersemi
mengamini gembira
sederhana
sesederhana kasih
mengalir menyirami
batin nurani

#catatan
Gunungkidul, 2023




AKU DAN SUNYI
Oleh :Rusti Arnii


Sunyi
aku hanya ingin di sini
sejenak menepi
di ujung hari

Biar
kuceritakan tentang rasa
tentang risau
yang sering kali menghampiri
kala tak kutemukan damai dalam diammu

menekuni mimpi-mimpi semu
letih melumuri kalbu
tersasar gemerlap cerita dunia
hantarkan jejak langkahku sia-sia

Di relung bisu jiwamu
kuingin kembali satukan kisahku dan kisahmu
bersama semilir angin dan sekumpulan awan
seiring sejalan

Menikmati ketenteraman
di bentangan langit sunyi
seindah rona pelangi
ketika hati tak terbelenggu
oleh beribu keinginan diri

catatan
Gunungkidul, 2023




CATATAN MASA KECIL
Oleh :Rusti


Di beranda rumah yang kini sunyi
Kita pernah merangkai cerita
Tentang esok seindah pagi
Setulus hangat sinar mentari

Ditemani dongeng simbah
Dan senyuman hangat ibu
Celoteh kita riang tanpa ragu
Seakan hari tak ada gundah

Betapa canda dan tawa kita selalu
Mewarnai kebersamaan begitu ceria
Memaknai setiap rasa dengan sederhana
Tanpa kecewa pun ragu menjelma kalbu

Di beranda rumah yang kini sunyi
Kisah kita telah lama tersimpan
Hiasi lembar-lembar hening kenangan
Menemani rindu dari relung terdalam hati

#catatan
Gunungkidul 2023
RUSTI ARNII



Kumpulan Puisi Suyatri Yatri - PERJALANAN SUNYI



PERJALANAN SUNYI

Barangkali kelam menumbuhkan sunyi di semak-semak waktu
Dan riuh menaburkan luka lebam di kantung penuh air mata. Sementara pergulatan badai membasahi sekujur raga penuh debu. Meninggalkan kata yang tercemari oleh rasa yang entah. Mencicipi setiap duri yang menelan racun sendiri. Menjerat diri dalam lubang besar, namun tak pernah menilik pada cermin. Padahal senja telah mengingatkan bahwa sekejap mata adalah waktu untuk membungkus langit. Dan memapah bumi untuk mengenang setiap diksi yang tertanam. Setelah lengkap malam pun merambat, mendekati langkah perjalanan Dia menjadi dermaga di akhir pengembaraan

Lgp, 08022023
Suyatri Yatri



JEJAK RINDU DALAM HENING

Di jantung malam, mengemas rindu. Jejak masih saja terlihat saat netra bersitatap dengan rembulan. Dedaunan mulai meranggas dalam luka. Pekat tak lagi ingin berlama-lama memintal mimpi.

Hening adalah waktu paling tepat membungkus kisah di pertiga malam. Angin mendesir merapalkan ayatayat rindu dalam gigilan mendamba. Dia menyelinap dalam nurani memberikan damai. Tak ingin berpaling mengulur cinta dalam satu tarikan napas.

"Pengembaraan masih berlanjut, takkan kembali dalam ego mengungkung logika. Dan kunikmati tarian syahdu lantunan merdu,"

Cahaya meninggalkan titik sadar dari sejumput pengharapan

Lgp, 12022023
Suyatri Yatri
SUYATRI YATRI