UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Kamis, 11 Juli 2019

Kumpulan Puisi Herawati - MENUNGGU KEJUJURAN




MENUNGGU KEJUJURAN
By : Herawati


Kuingat kembali dirimu
di keheningan malam
bersama sejuta kenangan
yang lama tersimpan

Kau yang dulu begitu hebat
kini seakan berjarak
seolah-olah kau jauh
dari hati mu
yang dulu aku sayangi

Telah memudarkah rasa di dalam hati mu
hingga tiada lagi bisa
tuk sekedar mengingatku

Atau mungkin
kau merasa jemu
dengan rasa cinta ini

Ku mohon
jujurlah padaku
jangan sembunyi kan sesuatu

Solo,11 Juli 19



CEMBURU
By : herawati


Aku benci cemburu
sebab ia
telah membunuh
akal sehat
dan meracuni imajiku

Hadirnya yang tiba-tiba
sungguh begitu menyiksa
membuat tak berdaya
kalah oleh suasana

Harapan akan cinta
dan sayang mu
kini hanya harapan semu
seakan terbuang
tak pernah kau hiraukan

Oh cinta
mengapa kau hadirkan pula cemburu di jiwa
dan bilakah bahagia
kan datang menyapa

Solo,10 Juli 19



SADARILAH
By: Herawati


kau yang masih
berbahagia
dengan masalalu mu

Tak mungkin kurasa
tuk kita menyatukan rasa hati
yang ada di antara kita

Sebab ke egoisan mu
masih saja kau pelihara

Aku pergi
kau harapkan
aku datang
kau menghilang

Sungguh
ku tak mengerti
akan semua tingkah lakumu

Solo 9 Juli 19



KEHADIRAN RASA

Rasa itu muncul kembali
Setelah sekian lama pudar
entah angin apa
yang membawanya dia kemari

Tiba tiba bayangan senyum tipisnya hadir
mengingatmu beberapa bulan yang lalu
Ketika kau masih bersamaku

Tapi setelah kita jauh saling tak bertukar kabar
rasa sayangku pudar bak ditelan bumi

Kini kau hadir kembali
membawa sejuta cerita tentang dukamu padaku

Rasa iba itu hadir
dan aku terhanyut akan ceritamu

Haruskah kita rajut kembali
Rasa yang dulu pudar...

Entahlah
aku tak tau
yang jelas aku merasa kamu hadir kembali yang dulu telah hilang

Solo,8 Juli 19
Herwati



MENULIS RINDU

Laksana penari lincah
jemari ku menari
di atas kertas putih

Mencurahkan segala rasa
dari kedalaman jiwa

Gundah dan bahagia
silih berganti menyapa
mewarnai hari-hari ku

Rasa tertuju padanya
akankah ia pun merasa
bahwa di pagi ini
aku merindukannya

Solo,8 Juli 19
Herawati



DALAM SUNYI HATI

Duduk di sudut sepi
kala pagi memulai hari
bersama mentari yang menyapa
di antara deburan ombak

Suara hati
bagai untaian kata
yang tertata rapi

Di kesunyian hati
tersimpan sebuah tanya

Masihkah ada aku di hatimu..
ataukah hanya persingahan
dari rasa mu saja

Solo,7 Juli 19
Herawati



RASA SAYANGKU

Aku yang menyayangi
dan merindukanmu
di setiap waktu

Tetapkanlah kata
bahwa hanya aku
yang selalu ada di hatimu

Maka kan ku genggam janji
dalam sanubari
tuk serahkan cinta suci
hanya untukmu

Walau kadang curiga
benci dan cemburu
datang menghantui
perasaanku

Solo,6 Juli 19
Herawati



RASA MAYA

Kucintaimu
walau sebatas ilusi
kusayangi dirimu
walau tak pernah ku temui

Tapi jujur saja
aku bahagia
walau sua kita
hanya sebentuk maya

Biarlah rasa ini
hanya antara kita
tanpa harus ada
yang menjadi penghalangnya

Kau
memang terindah
dalam pandangan mata
pribadi termanja
yang selalu kupuja

Solo,5 Juli 19
Herawati



BAHAGIAKU

Bahagiaku bersamamu
arungi bahtera hidup
seiya sekata
bagai Rama dan Shinta

Harapanku
kita bisa jalani
kerikil-kerikil tajam
yang datang menghadang
tanpa mengurangi rasa diantara kita

Semoga kan abadi
rasa ini padamu
wahai pelabuhan hidupku

Solo,4 Juli 19
Herawati



DENGAR CURAHANKU

Tuan
dengarlah curahan rasa
yang terkata
dari dalam hatiku

Taukah kau Tuan
kehadiranmu
tlah mampu mencairkan kebekuan
dalam jiwaku
yang kau ubah menjadi
sebentuk rindu

Tapi kusadari
semua hanya kan jadi
cerita bisu

Karena ku tau
merindukanmu
hanya kan menjadi
hayalan semu
yang tak mungkin
kan terwujud

Sebab aku
tak mungkin bisa
tuk menggapaimu

Solo,3 Juli 19
Herawati



PESAN RINDU

Terpaku ku disini
oleh gumpalan rindu
yang bergelora
dari dalam jiwa

Kau yang disana
taukah kau
bahwa aku selalu menunggumu

Meski kadang
rasa kecewa
hadir menyapa
mencipta luka

Merpatiku
terbanglah untukku
tujulah singgasananya

Dan sampaikanlah salam dariku
bahwa aku masih disini
menunggu hadirnya

Solo,1 Juni 19
Herawati



GELORA RINDU

Rindu yang bergelora
di malam ini
begitu bergairah
bagai penari
yang meliuk-liuk
di atas panggung

Getarannya
begitu terasa di jiwa
walau tak terlihat

Dan hanya padamu
wahai angin malam

Sampaikanlah
rasa rinduku ini
kepadanya
yang sedang jauh disana

Sampaikanlah
getaran-getaran rindu ini
ke dalam jiwanya

Agar dia tahu
dan merasakan
betapa besarnya
rasa rinduku ini

Solo,30 Juni 19
Hera



KEHADIRANMU

Hadirmu begitu memikat hati
seakan melengkapi
kekurangan dalam jiwa

Hingga ku tak mampu
bila harus kehilanganmu
dan kan kucari
dimanapun keberadaanmu

Cinta mu pun begitu hebat
membuatku selalu menunggu tegur sapamu

Mungkinkah
hanya dirimu yang mampu membuka
mata cintaku

Ataukah
hanya sekedar
pengisi kekosonganku
aku tak tau

Solo,29 Juni 19
Hera



HARAPANKU

Aku bahagia
walau pada akhirnya
penantianku ini
hanya sia-sia belaka

Karena bagiku
melihat
kau tersenyum saja
sudah cukup senang hatiku

Biarlah
cerita ini terbang
bagai angin
Namun setidaknya
Ia bisa kita rasakan

Biarlah rasa ini
terkubur mimpi
dan ke-egoan
dalam diri

Tapi yang pasti
kita kan tetap bersua
walau mungkin tak di dunia ini
biarlah
di kehidupan nanti
yang abadi

Solo 28 Juni 19
Hera



TENTANG SETIAKU

terlihat kasihku
muram wajah
dan
termenung di sudut dunia sana
apakah yang
sedang
di pikirkannya

Dalam hati
aku berharap selalu
tuk bisa menghiburnya
walau hanya
sebatas tersenyum mesra

Karena aku
tak ingin kau merasa sendiri
berteman sepi hati
dalam hayal tak pasti

Yakinlah
ku kan selalu setia
tuk menemani rasamu
hingga kapan jua

Dan mewujudkan
mimpi bersama
saat nanti berjumpa

Solo,26 juni



HARAPAN

Waktu berlalu tanpa terasa
Rindu pun hadir
Tanpa diundang

Begitu jua akan
Mindaku yang selalu
Hadir untukmu

Wahai belahan jiwaku
Hadirlah dalam
Mimpi indah
Kan kita raih mahligai
Yang dulu hampir sirna

Solo,24 Juni 19
Hera



TERKUBUR RINDU


Menggigilku
terkubur rindu
yang membeku
sedingin salju

Menjalar perlahan
menyelimuti mimpi
dalam tidur malamku

Membuatku
tak bisa apa-apa
selain berharap
pada angin dan mentari
tuk sampaikan rindu ini kepadamu
yang ku tak tau
entah dimana

Semoga angin kan berhembus semilir
dan mentari tersenyum
cerah

Agar mencair rindu beku
yang ada dalam jiwaku
dan tersampaikan
kepadamu
bersama aliran rasaku

Solo 23/6/19
Hera



RINDU

Getaran rasa
menyatu dalam degupan jantungku

Mengalir deras
dalam darahku
laksana air sungai
yang sedang banjir

Bertahta kokoh
di singgasana jiwa
tanpa tergantikan

Kau
yang selalu ada
dalam hari-hariku

Adakah kau
memiliki jua
rasa yang kini ku katakan

Rasa yang terhampar luas dan tanpa batas
terbaca jelas
walau tanpa tertulis

Itulah rasaku
yang sungguh tulus
hanya untukmu

Solo,21/6/19
Hera



BAYANG MISTERI

Entah
dengan cara apa
agar kau tau
tentang rasa hatiku

Bayangmu yang lugu
masih misteri
dalam kehidupanku

Bagai terkubur lumpur
di kedalaman danau
yang hitam dan gelap

Mungkinkah
kau sengaja membiarkanku
menunggu di sudut waktu
yang tak tentu

Solo 18/6/19
Hera



RINDU ABADI

Malam sepi bisu
mencipta sebentuk rindu
yang menyiksa jiwa
dalam hening tanpa lena

Diam mu yang tak kumengerti
bagai belati mengiris hati
namun kau acuh
dan seakan tak peduli

Mengapa kau berubah
membuat hatiku bertanya
masihkah aku di hatimu

Pasrah ku menanti
mengelus dada dengan jemari
semoga kau kan memahami
rinduku tiada pernah mati

Solo,17 Juni 19
Hera



GELISAH DIRUNDUNG DUKA

Semilir angin
dingin menusuk jantungku
Terdiam beku bagai batu
Tatapan netra kosong tanpa arah

Pada siapa ku berikan
Rindu ini
Aku ingin berlabuh pada dermaga yg damai
Sedang harapmu tiada lagi
Kian jauh dari pandangan

Bila masih ada bias bias rindumu untukku
Hadirlah jemput dan bawalah aku di persinggahan dermaga asmara kita

Aku tetap disini menyulam kasih
Diantara helai demi helai
Benang asmara
Kuharap masih ada cinta
Untukku disana

Solo 17 Juni 19
Hera



SEGENAP ASA PELIPUR LARA

Hati ingin meronta
Tapi tak kuasa ego telah
Porak porandakan Semua
Bagai badai menerjang
Yang kita bina pun hilang

Aku yang lemah tiada daya
Untuk melangkah
Terlalu berat beban kurasa
Seakan semua semakin menyiksa

Hanya kepada-Mu sang Maha kuasa kuatkanlah jiwa hamba
Agar tetap tegar menerima semua kenyataan yang ada

Tiada ada yang sia sia
setiap derita pasti ada hikmahnya
Karna Engkau lebih tau mana yang terbaik buatku

Solo 14 Juni 19
Hera



EGO

Jangan salahkan aku
Bila mengabaikanmu
Jangan tuduh aku berlari darimu
Sebab ini keinginanmu
Aku belajar setia darimu
Aku belajar bersabar atas rasaku

Tapi mengapa kau ajari aku
Untuk melupakanmu
Haruskah aku berlari
Dan menutup diri
Entahlah...

Solo 13 Juni 19
Hera



SENYUMMU

Kau yang selalu tersenyum
meski hanya
dalam bingkai fotomu

Ingatlah
bahwa ku selalu
membanggakanmu
meski hanya
dalam anganku

Ku puja selalu
kharisma mu
sebagai bukti
kesetiaan rasa ku

Dengan satu harapan
kepastian akan masa depan
dan keridhoan abadi
dari kebesaran Tuhan

Pekalongan,11 Juni 19
Hera



RINDU MATI

Aku tak peduli
meskipun nanti
rasaku ini
hanya cerita hati

Aku tak pernah menyerah
walau nanti semuanya
hanya akan
berlalu begitu saja

Biar saja
angin yang berhembus
kan menghempas
semua rasaku tanpa sisa

Biar saja
waktu yang berlalu
kan menyeret paksa
rasa hatiku yang beku

Biar semua
kan menjadi cerita
dari sebagian sejarah
perjalanan asmara
dari kehidupan yang penuh warna

Pekalongan 10 Juni 19
Hera



MENANTI WAKTU

Detik demi detik
yang terlewati
dimasa senggang
dalam kehidupanku

Seakan begitu lambat
terseret
dan terseok-seok merana
dalam penantianku

Kau
yang selalu kutunggu
seakan hilang
bagai disembunyikan sang waktu

Hingga membuatku
galau dan tak bisa diam
selalu bertanya-tanya
tentang keadaanmu

Padamu sang waktu
ijinkan ku bertanya
salahkah aku
bila terus menunggunya

Pekalongan,9 Juni 19
Hera



DIAM DIRI

Sore yang cerah
Namun tak secerah rasaku
Hanya kegundahan yang kurasa

Aku sadar,dan
Aku tau diri siapa aku
Hanya bagian benalu d tamanmu

Biarkan aku pergi
Mencari jalan hidupku
Hanya satu pintaku
Jangan hapus memory
Karna aku pernah singgah dihatimu,walau hanya sesaat

Pekalongan ,8 Juni 19
Hera



IKHLAS RASA
By : Herawati


Kau yang ku puja
Pergilah temui dia
Yang telah menunggu
Di balik jendela itu

Tak perlu hiraukan diriku
Biarkan aku sendiri
Merajut mimpi
Dalam bayangan yang tak pernah ku mengerti

Aku sadar
Tak ada yang bisa ku banggakan padamu

Di ijinkan mencintaimu saja
Aku sudah bahagia

Pergilah...
Bahagiakan dirimu

Solo,24 Juli 19



KU INGIN BAHAGIA
By : Herawati


Teringat ku akan masa
Kala bahagia dan ceria
Selalu ada bersama
Dalam kehidupan ku

Tiada gundah resah
Walau tanpa apapun jua

Tapi kini semua berubah
Kecewa selalu merambah
Semua seakan musnah
Bagai tersapu air bak

Sungguh..
Aku rindu masa lalu ku
Aku rindu bahagia ku

Tuhan
Berilah selalu aku kekuatan
Agar ku terus bisa
Menjalani kehidupan
Meraih asa kebahagiaan

Solo 22 Juli 19



RINDU DI DERU HUJAN
By : Herawati


Hujan yang kembali datang
Membasahi hati
Hingga rebah bersimpuh
Bagai ilalang di pinggir ladang

Butiran pasir
Yang terkikis di pinggir pantai
Mengingatkan ku akan kisah lalu

Dan
Diantara desir angin yang berhembus
Aku merindukan mu

Solo,21 Juli 19



PASRAH RASA
By : Herawati


Untuk mu
Yang selalu bertanya tentang jiwa

Ijinkan ku cari
Padanan rasa
Di dalam hati mu
Ijinkan juga diri ku
Tuk mengenali dirimu
Tanpa harus kau paksa
Untuk lakukan itu

Biarlah waktu
Yang kan menjawab
Bila rasa itu
Tak jua ku temui

Solo 20 Juli 19



DALAM TANYA CINTA
By : Herawati


Mengapa kau biarkan
bara api mendekati ku
sedangkan kau
terus berlalu
meninggalkan ku tanpa peduli

Mengapa kau begitu acuh
atas semua yang telah terjadi

Jika memang cinta ini
harus membakar
bukankah semestinya kita berdua yang jadi abu...

Sudahlah
kita akhiri saja semua
karena ku tak ingin
tersiksa oleh sebuah rasa

Solo,19 Juli 19



CINTA MATI


Jujur aku akui aku sangat mencintaimu
Sulit aku sembunyikan rasa
Yang kian bertahta di dalam jiwa

Engkau yang kusanjungi
ibarat sebuah bunga mimpi
Yang menghiasi
Selalu bertandang mengubat rindu dalam lena
peraduan malam bisuku

Kau tak ubahnya candu
Dalam kopi asmaraku
Dengan gula gula kasih yang tiada pernah basi
Kasihmu tetap mengerudungi

Tapi cintaku tak seindah bintang bulan dan matahari
Cintaku padamu hanya sebatas mimpi yang tak bisa aku raih dan kumiliki

Solo,18 Juli 19



DEMI SATUKAN RASA
By : Herawati


Aku tak kan kecewa
meski kau selalu ukir
sebuah rasa
dengn pahatan luka

Aku tak kan cemburu
meski kau selalu
mengobarkan api cinta
mencipta rindu
di setiap langkah mu

Lakukan saja
jika kau rasa itu
yang terbaik untuk mu

Biarlah aku di sini
menahan sakitnya rasa
dan sesaknya dada
demi keinginan mulia
menyatukan rasa kita

Solo,17 Juli 19



CINTA TAK HARUS MEMILIKI
By :Herawati


Aku kan selalu
menggenggam cinta ini
walaupun bagai
Sang pungguk
yang merindukan bulan

Namun aku tak peduli
akan kenyataan
yang mungkin terjadi

Karena cintaku suci
tanpa paparan nafsu duniawi

Nama dan kenangan indah tentang mu
kan tetap tersimpan
meski mungkin dirimu
tak dapat ku miliki

Solo 15 Juli 19



BERTAHAN DI SENJA
By : Herawati


Senja ini
hadirkan kembali
rasa itu
saat kita masih bersama

Masih ku ingat
saat ego mu bicara
menghancurkan segala rasa diantara kita

Namun ku sadari
apalah daya
hanya seorang
pemuja setia mu

Aku kan tetap
menjaga semua rasa
di dalam jiwa

Walau kini hanya
tinggal serpihan
tapi biarlah cukup
mengenang mu
'tuk pertahankan bahagia ku

Solo 12 Juli 19
HERAWATI



Kumpulan puisi MS Sang Muham - KETIKA ESOK BERLALU



EMBUN BERLARI
Karya bersama Tatjana Saphira dan
MS Sang Muham

Embun terus berlari
di dekap erat sepotong kenangan
yang pernah bertahta indah di persegi hatinya
Embun tak kuasa berjuntai
tak mampu lagi meneteskan riuhnya

melesat sinar mentari sudah bermuara di pucuk pagi
embun hilang kenangan tersia
memerah terik surya

Bersama menyisinya embun pagi
lesap rasa lenyap jiwa berbarengan sepi
ratap tertahan embun membeku di pipi

#Belantaraibukota, Kamispahing, Juli 11-2019 = 21:11 wib





KETIKA PELANGI BERUBAH
Karya bersama Ika Kartika dan
MS Sang Muham

Membenamkan kepahitan yang bukan cinta
tapi kepedihan yang terpaksa
tertelan meski enggan
hingga tak sadar kemudian
tak perlu salahkan mengapa pelangi berubah
hingga kurasa telah jengah

Mimpi telah berlalu
sisa gulita meninggalkan luka biru
membekas sepanjang hidupku

Sembari memunguti kenangan tertinggal
biarkan ku berkas meski tak masuk akal
kucatat dalam pustaka yang kekal

#Belantaraibukota, Kamispahing, Juli 11-2019 = 21:51 wib




KETIKA ESOK BERLALU
Karya MS Sang Muham

Jika saja rembulan di biarkan menyapa
tak kan sepi ujung rasa
menyimak hari hari dalam gulita
meski pelangi tak lagi sewarna
masih ada esok buat kita bagi bersama

Jika itu pun percuma
biarlah berlalu segenap asa
kembali ke asal mula

Membiarkan hati lapang
menyerap sisi hitam batu karang

#Billymoonistanaku, Kamispahing, Juli 11-2019 = 20:30 wib




KISAH INDAH HIDUP INSAN
Karya bersama Veronika Ninik dan
MS Sang Muham

Biarkan saja terlepas
ruang ruang tanpa batas
semakin dingin menusuk semakin nikmat terbebas
hati yang putih adalah cermin
melunturkan ketiadaan

Semoga embun tak segan
membawa kisah indah hidup insan
walau sebentar lagi sirna
bersama terbitnya Surya

#Belantaraibukota, Kamispahing, Juli 11-2019 = 20:20 wib





KETIKA BULAN SUDAH MENYISI
Karya bersama Tatjana Safira dan
MS Sang Muham

Terbiarkan menyeret lelah panjang
ada yang suka ada pula yang berang
sesekali pucat pasi
bukan ronanya tapi sudut pandang duniawi
tapi tetap setia memberi arti

Bulan sudah menyisi
ganti mentari berhias diri
menyinar langit pagi

#Belantaraibukota, Kamispahing, Juli 11-2019 = 20:02 wib




MENAPAKI REALITA
Karya MS Sang Muham

Senja menapaki realita
berhamburan fakta di media
tak se akrab pesona
tangan tak sampai serupa penggalah patah
terkulai lemas tapi tak ingin menyerah

Mencermati satu persatu catatan
melahirkan fatwa bahkan sumpah kesetiaan
sekali maju pantang pulang jika niat tak terselesaikan

Ramalan cuaca selayaknya beraneka warna
tapi tak akan melunturkan jiwa
tetap utuh serentak maju merengkuh sukma

#Billymoonistanaku, Kamispahing, Juli 11-2019 = 06:26 wib





SEMOGA JIWA RAGA TERCERAHKAN
Karya MS Sang Muham

Mengenang kisah serupa mengiriskan sembilu di dada terbuka, karena jiwa dan raga terpuruk dalam nestapa, betapa tidak hati jadi syakwasangka, tersesat dalam segala duka lara, begitu pedih dan perih terasa, tak hendak beranjak terus terjaga.
Sekarang semua terkenang, segala rasa terhimpun dalam ruang, mengharu biru dan aku pun limbung, bagaimana mesti kurangkai catatan, agar tak jadi pecundang.
Dalam birunya nostalgia terentang, kusibakkan hati murni terhidang, bagaimana aku harus bertandang, menyikapi nurani yang terus menerus terbayang, agar jiwa tenteram tak lagi bimbang, menyongsong hari yang akan datang.
Padamu Gusti Pangeran hati aku bulatkan, berharap terang di hamparan kehidupan , semoga jiwa raga tercerahkan .

#Billymoonistanaku, Rabulegi, Juli 10-2019 = 11:41 wib



PELIPUR HATI
Karya bersama Putry Blambangan dan
MS Sang Muham


Pelipur hati dalam kegundahan
cahaya terang satu pengharapan
nurkilah hati menjadi pedoman
pandora keteguhan menjadi jembatan

Keteguhan iman jadi taruhan
nuansa hati penuh pertanyaan
di manakah ujung sebuah penantian

Di penghujung doa termaktub harapan
menutup gundah dalam segala kemungkinan
semoga Gusti Pangeran mengabulkan

#Belantaraibukota, Rabulegi, Juli 10-2019 = 10:40 wib





SENGKETA JIWA
Karya MS Sang Muham


Kini tinggal sengketa jiwa
Nostalgia biru masa remaja

#Puisiduabaris, 07102019 .--





CERITA HATI NURANI
Karya MS Sang Muham


Lalu masih adakah harapan
sepertinya semua jalan telah di buntukan
seiring rotasi hati pikiran dan logika
sekian panjang perjuangan menyamarkan angkara
di penghujung nestapa berharap air syurga

Tak ada alasan menyudahi perjuangan
setelah rangkaian panjang mengalahkan kesesakan
tak mungkin berakhir dalam kegagalan

Begitulah tekad menyudahi perdebatan
pasrah berserah hanya kepada-Mu Gusti Pangeran
segala keputusan aku serahkan

#Billymoonistanaku, Rabulegi, Juli 10-2019 = 09:49 wib





CERITA MASA LALU
Karya MS Sang Muham


Ada cerita menarik menjelang senja
berderet kenangan menorehkan berita
ada yang tertinggal
kabar yang sepenggal sepenggal
tentang asmara yang betul betul janggal

Kita tak perdulikan cerita itu
sebab rasa yang memenuhi kalbu
tenggelam di lubuk kalbu

Kini senja telah berlalu
setetes air mata mengungkapkan pilu
cerita di masa lalu

#Billymoonistanaku, Rabulegi, Juli 10-2019 = 08:28 wib




DI TEMPAT SALAH
Karya MS Sang Muham


Kau datang membawa bimbang
setelah masa panjang berlalu dalam bayang
segumpal harapan mungkin terbayang
mengalahkan pertimbangan yang garang
tapi kau melakukan yang terlarang

Selamat datang di kota penuh perjuangan
bersama setumpuk mimpi hayalan
kita pun membina kebersamaan

Tahun tahun berlalu menumpuk resah dan gelisah
kau selesaikan satu tahapan menunda resah
asmara tumbuh di tempat yang salah

#Billymoonistanaku, Selasakliwon, Juli 09-2019 = 08:18 wib




MENJEMPUT ALTARMU
Karya MS Sang Muham


Waktu begitu cepat berlalu
segumpal catatan melukiskan kenangan
setumpuk nostalgia memenuhi kalbu
tersisa penyesalan dalam kehidupan
di hadapan-Mu ya Tuhanku

Apa yang telah kuperbuat semuanya tak tentu
serupa air mengalir tak menunggu waktu
lesap di ujung perjalanan tak terasa bagiku

Kini kudatang menjemput altar-Mu
membawa lelah payah sengsara hidupku
layakkanlah jiwa memanggil nama-Mu

#Billymoonistanaku, Minggupon, Juli 07-2019 = 07:47 wib




TAK BERDAYA
Karya MS Sang Muham


Aku tetap mengejarmu
sekuat aku mampu
tapi batas asa menghalangi
menahan diri untuk berpikir lagi
apakah semua ini masih punya arti

Aku tetap tertinggal sebatang lidi
menyiasati nurani seorang diri
sejujurnya aku telah mati hati

Kini aku tak berdaya
ku coba berserah pada Yang Kuasa
semogalah takdir menemukan jalanya

#Billymoonistanaku, Minggupon, Juli 07-2019 = 07:07 wib






MENANTI
Karya MS Sang Muham


Disini
bersama sepi yang melingkari nurani
tersusun teori rencana juga organisasi
mewadahi segala tutur diri
seturut perlambang terjadi

Entah sampai kapan ini harus ku jalani
supaya jamak hati nurani
menuruti kata hati

Tak ada yang bisa aku lakukan
hanya berserah pasrah berpengharapan
pada-Mu Gusti Pangeran

#Billymoonistanaku, Sabtupahing, Juli 06-2019 = 07:47 wib





TAK KU SANGKA
Karya MS Sang Muham


Ketika subuh kau tiada
aku yakinkan diri kau telah berdusta
tentang janji yang pernah kau pelihara
tentang cinta yang dulu kau puja
tentang asmara kita yang terlena

Tak kusangka kau niatkan itu
mengupas bawang di depan pintu
berlinangan lah air mataku

Semogalah waktu menghalau segalanya
memulai dari awal sebermula
menghindari salah sangka

#Billymoonistanaku, Sabtupahing, Juli 05-2019 = 07:17 wib






SELAMAT ULANG TAHUN POLRI
Karya MS Sang Muham


Masih membekas sisa lelah tersimpan
serentetan panjang nostalgia merajut jalan
begitu banyak bayang bayang tersingkir
di korbankan atau tumbal terorganisir
hitam putih wajah tuan
tergambar sepanjang tahun ke tahun

Aku adalah remah organisasi tersingkirkan
terlupakan tapi di perlukan
mengotori catatan

Kado ulang tahunmu, sebuah bingkai nilai terburuk
ketika uang mewakili semua gerak
nurani padam hati sama sekali tak tergerak

Selamat ulang tahun, betapa gagah Bhayangkara
jayalah selalu di pundakmu di titipkan negara

#Billymoonistanaku, Seninpahing, July 01-2019 = 08:08 wib






KENANGAN BIRU
Karya MS Sang Muham


Mengarahkan sudut pandang ke satu titik normal
sembari meraut satu persatu hal ganjil
betapa berat ego mempertahankan aku
sambil mulai bertimbang ini dan itu
merajai setiap hati hingga lupa sejatinya rindu

Pernah ku minta darimu kenangan biru
kau sunting mawar hitam melukiskan beban tertentu
ketika bersua kau serahkan itu

Tetap ku terima kenangan itu
meski serangkaian ragu menyela hatiku
masih relevan kah pengakuan rindu dengan ucapanmu

#Billymoonistanaku, Minggulegi, Juni 30-2019 =20:40 wib






MENANTI KEKASIH
Karya bersama Tami Taminta Ginting dan
MS Sang Muham


Kuayunkan kaki menyusuri langkah
tak terhitung jumlah yang terlewati
pabila nanti tiba saatnya kembali
kupastikan diriku tak berkeluh kesah

Duhai engkau buah hati
kekasih yang selalu kunanti
ingatlah diriku yang bertahan sendiri
menanti dan selalu menanti
suatu hari engkau pasti kembali

Doa dan pinta aku mohonkan
hanya kepada-Mu Gusti Pangeran
kabulkanlah seturut takdir dan suratan

Jika pun harus pupus hingga akhir
Kuterima kusyukuri sebagai takdir

#Belantaraibukota, Minggulegi, Juni 30-2019 = 05:55 wib






HAKIM LANGIT MENANTI SAUDARA
Karya MS Sang Muham


Para punggawa telah mengumumkan hasil musyawarah
sebagian tersenyum sebagian kecewa
fakta fakta terkumpul tersusun dari atas ke bawah
alat bukti nisby entah mana suka
panjang melelahkan tapi keputusannya sederhana

Inilah alam demokrasi kita
kontestan beradu licik pokoknya pegang kuasa
di tutup retorika indah penuh sandiwara

Pesta telah usai dilema bergaung di dada
kembalikan pada Tuhan Yang Maha Kuasa
di dunia berjaya hakim langit menanti saudara

#Billymoonistanaku, Sabtukliwon, Juni 29-2019 = 06:36 wib







HIDUP SEPERTI RODA PEDATI
Karya bersama Tami Taminta Ginting dan
MS Sang Muham


Hidup seperti roda pedati
kadang di atas kadang di bawah
kulaksanakan bagianku layaknya prajurit sejati
karna kupercaya yang baik akan menjadi berkah

Apapun terjadi pasti atas ijin-Nya
tanpa beban ku syukuri ku terima saja
berat ringan susah senang tergantung menikmatinya

Masing masing pribadi tentu berbeda bagiannya
suratan takdir tertulis apa adanya
mari kita jalani saja

#Belantaraibukota, Jumatwage, Juni 28-2019 = 16:16 wib






PAKEM KEHIDUPAN
Karya MS Sang Muham


Kucermati dalam telaah makrifat kehidupan
langkah rezeki pertemuan maut random berurutan
seperti tertulis di dalam pakem kehidupan
menegosiasikannya dengan Gusti Pangeran dalam doa
adalah bagian upaya tiap manusia

Kita berusaha tapi tak mungkin memaksa
Gusti Pangeran menetapkan seturut waktu tersedia
ingat !! setiap yang di terima pasti ada pertanggung jawabanya

Berupaya sekuat mampu di iringi syukur wajib hukumnya
sesekali barangkali perlu henti di halte menikmati senja
percayalah bagianmu tak akan di korupsi oleh-Nya

#Billymoonistanaku, Jumatwage, Juni 28-2019 = 09:39 wib





KENANGAN ITU SELALU TERINGAT
Karya MS Sang Muham


Ikut hanyut dalam arus kata sapa canda
Menyisakan bening embun mengkristal di sukma

#Puisiduabaris, 06282019.--





SIMPHONI KEHIDUPAN
Karya MS Sang Muham


Di penghujung lelah aku berhitung
merangkai panjang riwayat kehidupan
ku tata rapi nostalgia menyimpannya di gudang
satu dua rahasia kehidupan bumbu perjalanan
jangan biarkan mengganggu kebersamaan

Lebih bijak rasanya menatap silam terkesan
dalam melodi pribadi mengharmoniskan simphoni kehidupan
supaya tercipta kebersamaan dalam keragaman

Terlepas orang suka atau tidak suka
alur kehidupan tetap mengalir seturut kehendak-Nya
lakukan sekuat mampu selebihnya terserah Dia

#Billymoonistanaku, Jumatwage, Juni 28-2019 = 07:57 wib




PASTI BERAKHIR
Karya MS Sang Muham


Semakin jauh kaki menyusuri takdir
Kini aku tau segala sesuatunya pasti akan berakhir

#Puisiduabaris, 06272019.--





TAK SEKEDAR JIARAH SUKMA
Karya MS Sang Muham


Merapatkan kenangan di ujung nostalgia
berserak kata pun catatan dalam kata
tapi keyakinan tak mungkin lekang
perjalanan ini tak sekedar jiarah sukma
suatu pewarisan nilai nilai luhur yang agung

Mungkin kau iba menatap ambisiku yang runtuh
terlalu cepat aku hadir atau masa memang teramat payah
nyatanya hingga kini tak ada yang lumrah

Putus asa, tidak tak ada kata itu dalam perpustakaanku
pasrah berserah berpengharapan semboyanku
aku percaya tak hanya yang terlihat tapi juga semilir bayu

#Billymoonistanaku, Kamispon, Juni 27-2019 = 16:46 wib





SESUAI SUARA JIWA
Karya MS Sang Muham


Hidup dan kehidupan berjalan seturut alurnya
Insan manusia merespon sesuai suara jiwa

#Puisiduabaris, 06252019.--





SENGKETA KITA
Karya MS Sang Muham


Sengketa diantara kita
Memisahkan rasa dan logika

#Puisiduabaris, 06252019.--





DEMI HIDUP ATAU DEMI CINTA
Karya MS Sang Muham


Ketika kau tawarkan demi hidup atau demi cinta
Aku diam tak bisa lagi berkata kata







NOSTALGIA MENDALAM
Karya MS Sang Muham


Telah berlalu bertahun tahun silam
Kenangan itu jadi nostalgia yang mendalam
#Puisiduabaris, 06252019 .--
is, 06252019.--






TERLALU AMBISI
Karya MS Sang Muham


Berharap kau kasihani
Petaka yang ku temui

#Puisiduabaris, 06252019.--





BERTUBI TUBI
Karya MS Sang Muham


Ku sapa pagi dalam resah
sisa galau semalaman belum juga punah
menggoreskan sejuta risau nan gundah...






NIATKU
Karya MS Sang Muham


Seberapa besar pun pengharapanku
Terpulang pada keseriusanmu menilai niatku

#Puisiduabaris, 06242019.--






MEMBATASI KATA
Karya MS Sang Muham

Membatasi kata dalam bicara
adalah tindakan pengekangan suara nurani
jika seandainya niat cerita
bukan untuk mencela bahkan mencari pembenaran diri
selayaknya tak perlu di pedomani

Ada aturan yang mesti kita sepakati
ketika menyampaikan suara hati
agar tertata sejurus dengan bisik nurani

Kita tetapkan suatu rencana
agar tetap seirama
jalan menuju satu suara

#Billymoonistanaku, Seninkliwon, Juni 24-2019 = 19:19 wib





BERTEKUN DAN BERDOA
Karya MS Sang Muham

Kemana mesti ku cari
sudut dunia tempat mengistirahatkan diri
semua ruang menghimpit membebani
menekan sukma sungguh menyakitkan
memenjarakan raga dalam kekalutan

Berharaplah pada simpul nurani
menerima suratan sembari tetap percaya diri
semesta alam akan mengikuti

Bertekun dan berdoa sungguh ajaib kuasa Sang Gusti
melegakan kesesakan tepat sesuai janji
pertolonganNya tepat waktu jangan kau sangsi

#Billymoonistanaku, Seninkliwon, Juni 24-2019 = 09:19 wib





TAK ADA YANG SEMPURNA
Karya bersama Moren Zt dan
MS Sang Muham


Bukan individualis yang sempurna
orang pintar bisa gagal
orang hebat bisa fana
tetapi orang rendah hati dalam segala hal
akan selalu mendapat tempat mulia

Tidak ada yang sempurna di dunia
selalu saja ada cacat cela
itulah manusia

Mari tafekur merenungi diri
berkompromi dengan nurani
berserah pada Illahi

#Belantaraibukota, Seninkliwon, Juni 24-2019 = 06:36 wib





DAMAI DALAM SENYUM
Karya bersama Putry Blambangan dan
MS Sang Muham


Jangan lagi gamang atau ada bimbang
mari kita berjuang eratkan rentang
hilangkan ambisi biarkan melayang
damaikan dalam senyum
hingga rekah terkulum

Secerah pagi ini
bertemankan segelas kopi
menjelang beraktiviti rasa berseri seri

Relakan berjalan sesuai alur yang di takdirkan
agar beban tak menekan
tetap seiring dalam kebersamaan

#Belantaraibukota, Seninkliwon, Juni 24-2019 = 06:06 wib





MENJAGA KESEIMBANGAN
Karya MS Sang Muham


Sebuah keraguan
ketika mesti aku katakan
apa yang bisa aku lakukan
padahal hati berkata sebaliknya
menyikapi sebuah suasana

Melintasi berbagai keanekaragaman
memerlukan sebuah hati yang tidak memiliki keraguan
menyelesaikan tragedi kehidupan

Selain tetap pasrah berserah apa yang bisa kulakukan
agar hidup tetap dalam lingkar kesepahaman
menjaga keseimbangan menuju keabadian

#Billymoonistanaku, Mingguwage, Juni 23-2019 = 13:00 wib





MENCARI JATI DIRI
Karya MS Sang Muham


Ku cari hingga ke lingkar nurani
sepi ku temui
seraut wajah pias seperti terzolimi
menanti keadilan tak pernah terjadi
paling tidak hingga saat ini

Sungguh ini sebuah keniscayaan
menanggungkan hati dalam ketidakberdayaan
terkulai dalam penantian

Mencari hingga ke pusat jiwa
menemukan sengketa
terbaca lewat kehidupan nyata

#Billymoonistanaku, Mingguwage, Juni 23-2019 = 05:50 wib





MENEPISKAN RAGU
Karya MS Sang Muham


Bersama sejuta rindu yang mengambang
telah ku coba menuntaskan segala rasa
supaya hati tenang
dan tanya tak lagi mendamba
pada bayang remang

Begitulah kawan
hidup memang sebuah perjuangan
upaya menuntaskan jalan kehidupan

Sekarang sudah terang aku tau
kau ada di hatiku dan aku ada di hatimu
mari kita rengkuh rasa menepiskan ragu

#Billymoonistanaku, Sabtupon, Juni 22-2019 = 20:58 wib





KERINDUAN
Karya MS Sang Muham


Lama tak bersua bertumpuk resah
memendam rasa dalam jiwa yang gemuruh
terbang melayang jiwa penuh
terapit rindu yang mengembara
dalam buaian penuh duka

Terasa pahit dalam tenggorokan
perih yang tak tergambarkan
dalam rangkaian perjalanan

Begitulah kawan
hidup adalah perjuangan
memunguti sisa penantian

#Billymoonistanaku, Sabtupon, Jumi 22-2019 = 14:04 wib






PENCERAHAN SEJATI
Karya bersama Pak Darminto dan
MS Sang Muham


Di antara gubuk penceng dan sanggar usang
ku duduk merenung
gemuruh ombak gelombang raya menerjang

Dan ketika nafsu dan ilmu berdialoq
gemuruh suara badai di hati
wahai Kau Sang Bijak
disini Kau ku nanti
Kau lah penyeimbang nurani

Melintasi alam hampa tiba di hamparan sukma
segala resah tanggal tinggallah gegoda
ketika hati pikiran menyatu dalam sukma

Manunggaling kawula Gusti
adalah pencerahan yang sejati

#Belantaraibukota, Mingguwage, Juli 28-2019 = 18:08 wib





DI DEPAN ALTARMU
KU LETAKKAN BEBAN
Karya MS Sang Muham


Hiruk pikuk dunia terasa mencengkram
hati hanyut tak pernah tenteram
pedih pilu bercampur aduk
berjalan di rentang petang berkecamuk
lalu duka nestapa lahirkan hati remuk

Tertatih letih sarat dengan nestapa
ku datang membawa duka lara
menjemput pagi-Mu memanggilku dalam luka

Ini ku datang ya Gusti Pangeran
berbeban berat sarat rintangan
di depan altar-Mu ku letakkan semua beban

#Billymoonistanaku, Mingguwage, Juli 28-2019 = 07:27 wib





KESEIMBANGAN KARMA
Karya bersama Pak Darminto dan
MS Sang Muham


Awan lembayung penghias alam senja
tersenyum riang mengulum senyum
titik embun pagi menyambut mentari mengucap salam
kicau burung riuh sepanjang berita
gemercik air penyeimbang suku
nafsu dan ilmu

Ketika garis lurus setara di dua sisi
angkara murka pun menyisi
mengistirahatkan diri

Pintalah apa yang hendak kau terima
niscaya semesta menyiapkan segala sesuatunya
sebab karma terjawab indah pada waktunya

#Belantaraibukota, Mingguwage, Juli 28-2019 = 07:07 wib





SABDA ALAM
Karya bersama Pak Darminto dan
MS Sang Muham


Merintih tidak lah melebar kan langkah senyap
hentakkan kaki kepak kan sayap
dan terbang lah ke angkasa biru
satu diantara seribu bintang di langit adalah milik mu

Meski datar kata terucap
terjemahkan dalam seribu sayap
pastikan diri tetap berharap

Pegang teguh angan angan
jangan lepaskan biar bertumpuk penderitaan
begitulah sabda alam memberitakan

#Billymoonistanaku, Mingguwage, Juli 28-2019 = 06:16 wib





LINGKARAN NESTAPA
Karya MS Sang Muham


Terjebak di lingkaran nestapa
lirih hati terpelintir duka
bayang bayang tersaput mega
berakhir di penghujung tanda tanya
harus bagaimana ku tata jiwa raga

Begitulah barangkali tiap insan
mesti melalui alur jalan
entah dimana akan tersimpul kesungguhan

Masih tetap seperti sediakala
jalanjalan tak boleh merapuh apalagi tersia
hanya satu pengharapan berujung bahagia

#Billymoonistanaku, Sabtupon, Juli 27-2019 = 10:10 wib





MEMBENAHI HATI
Karya MS Sang Muham


Sembari membenahi hati
tingkap jiwa yang lama terbiarkan
usai menunggu di pelataran nurani
berlarut hingga tenggelam dalam penantian
sekian dasawarsa disini

Kini pagi datang lagi menjelang
menyiangi diri tak luput pandang
begitu ringkih sudut terkenang

Masih harus bersabar hingga petang datang
sementara nafas telah merentang panjang
damaikanlah hati supaya tetap tenang

#Billymoonistanaku, Sabtupon, Juli 27-2019 = 06:46 wib





SENJA MEMERAH
Karya MS Sang Muham


Memerah senja semburat pagi
mengering dedaunan hati
manakala bianglala seperti tak perduli
pagi terus terkuak semak
in nyata
menampakkan warna
Di timur serumpunan awan masih bertahan
tengadahkan jiwa serupa pemujaan
berharap pada satu keyakinan

Masih mampukah bersabar
menyepakati sebuah ikrar
menghitung berkat tak ingin ingkar

#Billymoonistanaku, Sabtupon, Juli 27-2019 = 06:00 wib





SETANGKUP RINDU
Karya MS Sang Muham


Setangkup rindu ku bawa dalam rasa
dari kejauhan hati yang lara
berharap pucuk pucuk mekar ceria
di batas tembang nuansa
begitulah kasih jiwa beraksara

Janganlah layu kuncup bunga
biarpun sendu nada di dada
setidaknya duka bersahaja

Tapi semua cuma sepengharapan semata
terpulang pada mula jadi sesungguhnya
sebab jodoh tak bisa di paksa

#Billymoonistanaku, Rabukliw
on, Juli 24-2019 = 17:17 wib





TETAP SETIA
Karya MS Sang Muham
(Kado di Ultah bibi' Mastha Ginting di Medan)


Nuansa tersentak tangisan memecah kesunyian
seorang insan hadir membawa keberkahan
nostalgia itu tersusun rapi di lembar kehidupan
dan Tuhan memberi ridho-Nya
kini ceria tergambar di wajah cucu cucu tercinta

Lembaran cerita masih segar dalam ingatan jiwa
berliku jalan pahit getir kehidupan berlalu apa adanya
mematangkan jiwa ketika senja menyapa

Berbagi berkat memberi dari apa kita punya
bersyukur berpengharapan tetap setia dalam kasih-Nya
memantabkan keberadaan hidup sebisanya

Semoga tetap setia
sampai akhir masa

#Billymoonistanaku, Selasawage, Juli 23-2019 = 09:59 wib





WUJUDKAN BAHAGIA
Karya MS Sang Muham


Ada kalanya gundah harus di tepiskan
seiring kemaslahatan di ujung kepatutan
meski hati tak seturut keputusan
sebab ego mengemuka
memanusia selayaknya

Hidup di dunia cuma duduk sepengepokian semata
begitu kuat gegoda menjerumuskan jiwa
jangan lengah semua cuma sementara

Mari menjemput sejahtera bersama
siapa pun dia tak perlu mawas rupa
dengan ketulusan wujudkan bahagia

#Billymoonistanaku, Selasawage, Juli 23-2019 = 08:18 wib





ASMARA TERPENGGAL DUSTA
Karya bersama Ibu S dan
MS Sang Muham


Rasa merasuk sukma tiada berharap terpapar
hanya waktu menibakan tanpa tersadar
uluran kasih melenyapkan duka
menimbun segala kenangan lara

Kala rasa bersambut ketulusan nan maha kasih
terhunus pedang keakuan mencabik-cabik hati
luka kembali menganga bersimbah darah
luruh jiwa dalam bisu perih bertopang nyeri

Begitulah asmara nan terpenggal dusta
bersimpuh di atas sajadah cinta-Nya
hantarkan segala lara terbiar terendam kebijakan rasa
bersama ridho rahmat-Nya

Kepada-Mu Gusti Pangeran jiwa ku pasrahkan
segala sesuatu tentu kembali ke kodrat insan
semoga bahagia sampai ke keabadian

#Belantaraibukota, Selasawage, Juli 23-2019 = 07:47 wib





BEGITULAH ASMARA
Karya MS Sang Muham


Begitulah asmara
meski tak bersama pasrah seadanya
meniti buih dalam kehidupan nyata
melanggengkan rasa
jalani karma seturut kodrat manusia

Di alam kasunyatan
bertegur sapa seperti umumnya insan
memaafkan serupa menerima kodrat Tuhan

Tak mudah memang semuanya di nyatakan
seiring waktu cerita pun di endapkan
di lubuk sukma jiwa seiring sejalan

#Billymoonistanaku, Selasawage, Juli 23-2019 = 06:56 wib





DOA NAN TULUS
Karya bersama Andik M Shafwan Fairus dan
MS Sang Muham


Sewindu ku berlalu kini
duri duri pun telah ku jejak
sampai pada titik dimana aku harus berhenti
berkata aku memaafkan dengan bijak
selalu mendoakan dalam hati
agar sang belahan jiwaku sejahtera dan bahagia kelak

Senandung rindu masih bergemuruh
bagai irama pantai selatan gaduh
walaupun tangan tak sampai hati teduh

Berikanlah ridho-Mu Gusti Pangeran
bagi dia di tanah Kalimantan
meski pun kami tidak di persatukan

#Belantaraibukota, Selasawage, Juli 23-2019 = 06:36 wib





BOCAH KURUS TAK BERALAS KAKI
Karya MS Sang Muham


Dalam kesunyian di tengah malam sehabis rintik
kulalui jalan itu dengan hati berkecamuk
di simpang panorama sukma berontak
menatap pilu seorang bocah terisak
tatapannya kosong tak tau kemana harus beranjak
Badan kurus berbaju lusuh kuyu
gemetar kerna lapar ia menatap kearahku
menjulurkan tangan menghiba pandanganya layu
Kuberikan seadanya di kantong ia pun berlalu
berjuta tanda tanya tak usai saat itu
bocah kurus tak beralas kaki teringat selalu
Aku menyesal tak menanyakan namanya saat itu
berkali ku lalui jalan itu tapi bocah kurus tak di situ

#Billymoonistanaku, Minggupahing, Juli 21-2019 = 21:21 wib





SEWINDU MEMENDAM GUNDAH
Karya MS Sang Muham


Kutimbang segala gundah resah di hati
semenjak kata kau titip di balik tirai
dalam ketidakpercayaan kulalui trotoar sepi
segumpal tanya terus berkecamuk di hati
prahara terbentang memagari sanubari

Apa gerangan ganjalan di antara kita
sampai terakhir tak sudi bertatap muka
meski sekedar menjernihkan suasana

Sewindu telah berlalu tak ada kabar berita
tak pantaskah ku terima maaf jika ada alfa
andai kau vonnis aku salah pun tetap ku terima

Harus bagaimana lagi kubahasakan kata
agar maafmu bisa ku terima

#Billymoonistanaku, Minggupahing, Juli 21-2019 =20:20 wib





MENYEMAI KARMA
Karya MS Sang Muham


Katakan saja bila tak berkenan
untuk apa kau suguhkan peran
menggantang asap sembari tersenyum
mengusik asa dalam diam
memancing sengketa lahirkan dendam

Begitu mudah janji terucap tak terhalang
sebatas bibir lidah tak bertulang
akhirnya gagal setelah berulang ulang

Sungguh hari ini aku kecewa
tapi sesungguhnya aku telah menabung tolak bala
suatu saat kan kau petik nestapa sebagai karma

#Billymoonistanaku, Minggupahing, Juli 21-2019 = 06:56 wib





BERSILAT LIDAH
Karya MS Sang Muham


Sungguh pandai kau bersandiwara
Di jalan lurus kau berbalik kata

#Puisiduabaris, 07192019.--





CERITA DUSTA
Karya MS Sang Muham


Tak ku sangka
Dibalik semua cerita tersimpan dusta

#Puisiduabaris, 07192019.--





SANDIWARA
Karya MS Sang Muham


Kalau saja aku tau
sederet catatan telah menyatakan
siapa sesungguhnya kau
manalah mungkin aku paksakan
meminta kerelaanmu

Sembari tersenyum kau berikan kata
ku terima dengan berbunga bunga
rupanya duri di balik berita

Sekarang nasi sudah jadi bubur
tentukan pilihan maju atau mundur
maju hancur mundur lebur

Semua terpulang pada keputusanmu
baik buruk pilihlah satu

#BIllymoonistanaku, Jumatkliwon, Juli 19-2019 = 05:25 wib





SAMUDRA KEHIDUPAN
Karya MS Sang Muham


Kemana lagi mesti ku cari
sepotong asa hilang disini
ketika keinginan untuk merebut sepotong nyali
tak selesai sampai nanti
gelisah terus saja merajai

Telah ku coba menyabarkan hati
terbengkalai bahkan semakin tak ku mengerti
arti kesabaran ini

Pergolakan terus saja menerjang hati
sepertinya tak mampu kupahami
luasnya samudra kehidupan ini

#Billymoonistanaku, Kamiswage, Juli 18-2019 = 14:24 wib





GAGAL DAN GAGAL LAGI
Karya MS Sang Muham



Semua usaha gagal di awal coba
terperangkap nyali dan rasa
senyap jiwa dalam kata
sebab sesungguhnya kurang peka
pada naluri dan getar nada


Bukan hanya sekali ini saja
berkali kali gagal di muka
kuatir menjelma menjelang senja


Begitulah kita
terpenjara di hitungan semata
melupakan kodrat sesungguhnya


Pasrah berserah berpengharapan
keputusan yang adil dari-Mu Tuhan


#Billymoonistanaku, Kamiswage, Juli 18-2019 = 07:17 wib





TERBAWA HINGGA AKHIR HIDUPKU
Karya bersama Endang Sari dan
MS Sang Muham


Dalam laut bisa di ukur pasti
dalamnya hati tak di mengerti
kebekuan hati tak luntur walau waktu telah berlalu
rasa sakit yang telah menyatu
hingga maaf tak kunjung ketemu
jangan tanyakan sampai kapan itu
terbawa hingga akhir hidupku

Terjebak dalam romantika kehidupan
pada sisi yang penuh kegagalan
terjatuh dan jatuh lagi dan tersisihkan

Biarlah semua catatan jadi nostalgia
kusimpan di lubuk terdalam jiwa
jadi rahasia di balik rahasia

#Belantaraibukota, Selaskliwon, Juli 16-2019 =21:21 wib





MATI HATI
Karya bersama Putry Blambangan dan
MS Sang Muham


Pernah kutepis semua kenangan
untuk kumulai menyambut masa depan.
namun semua tak kusangkakan
indah waktu itu cuma dalam khayalan

Kini di beranda sepi ini
ku hanya mampu melamun sendiri
bayangan itu terus menari nari
enggan pergi terus menghantui

Masa itu selalu membuat gundah
padahal hati sudah pasrah berserah
karena langkah sudah tak searah.

Tak ada lagi dayaku serupa mati hati
hidup serupa tunggul kesana kemari
entah sampai kapan semua ini terjadi

#Belantaraibukota, Selasakliwon,Juli 16-2019 =21:01 wib





CINTA TAK HARUS MEMILIKI
Karya bersama Putry Blambangan dan
MS Sang Muham


Dengan penuh kepiluan
kubawa pergi hati kesayuan
semoga ada payung penengadah
pengobat hati nan gundah

Hingga ada kedamaian
di sisa sisa sayatan
dan tiada lagi penyesalan
meski harapan pupus dijalan

Kuharap luka ini menjadi tauladan diri
bahwa cinta tak harus memiliki
di jalan ini kembali sendiri lagi

Bersusun tindih sengsara nestapa asmara
ku dialogkan dengan sunyi dalam logika
semoga indah pada waktunya seturut doa

#Belantaraibukota, Selasapahing, Juli 16-2019 =17:27 wib





KU BAWA HATI TERBELAH
Karya MS Sang Muham


Lelah menanti pengertianmu
tak pernah nyambung
buyar tiap kali bertukar pandang
bagaikan air tertumpah di sahara rindu
sia sialah perjuangan tak seimbang sisakan galau

Masih saja aku mengharap
suatu saat tajam jua jika paku terus di garap
ternyata hatimu dingin tak perduli ada ratap

Ya sudahlah
asmaraku berdayung sebelah
aku pamit mohon diri kubawa hati terbelah

#Billymoonistanaku, Selasapahing, Juli 16-2019 = 13:03 wib





KILAS BALIK
Karya MS Sang Muham



Tak sekedar basa basi
jika ku katakan hidup punya narasi
ketemu jalanya jika peka pada naluri
meski simpang siur bolak balik putar kendali
hidup seyogianya seturut kodrati

Berpacu dengan waktu mengejar tak mau antri
kerumitan datang kita buat sendiri
lalu kita berteriak seakan Gusti Pangeran tidak perduli

Aku dan kau sama saja tak beda sama sekali
mari istirahat sejenak di halte nurani
kilas balik apa yang terjadi kita evaluasi

#Billymoonistanaku, Seninlegi,Juli 15-2019 = 08:38 wib





DI BALIK FENOMENA
Karya MS Sang Muham


Meski kau tutup aurat dengan selendang sutra
Aku tau siapa kau sebenarnya

#Puisiduabaris, 07152019.--





TRAGEDI GADIS DESA
Karya MS Sang Muham


Masih menggores di pelataran sukma
kata yang keluar dari mulut berbisa
tentang senyum kesuma tak ada artinya
mentang mentang kau berhasil merebut sukma
pangeran dari negeri Borneo utara

Dulu kau datang membawa raga
kau mulai dengan seranjang berdua
merancang hidup di ibu kota

Terjebak di glamour ibu kota kau masih begitu remaja
semakin leluasa dan lepas kendali semula
semua percuma sebab kau keras kepala

Kini kau welas asih laksana malaikat syurga
menutupi aurat dengan selendang sutra
semogalah haluan berubah Tuhan ampunkan noda

#Billymoonistanaku, Seninlegi, Juli 15-2019 = 07:27 wib





KU UNGGAH DI KALA GUNDAH
Karya bersama Putry Blambangan dan
MS Sang Muham



Kini kusendiri
di lorong sepi meratapi diri
apa daya semua telah terjadi
tak guna juga di sesali

Namun kuselalu berdoa
semoga engkau sehat senantiasa
jangan lagi ada duga
bagai dulu ketika kita bersama

Satu pintaku
jangan lupakan aku
meski hanya sebagai sahabat
tanganmu kan selalu kujabat

Biarlah kenangan jadi nostalgia indah
untuk kuunggah di kala gundah

#Belantaraibukota, Minggukliwon, Juli 14-2019 = 18:58 wib



MERENUNGI DIRI
Karya bersama Putry Blambangan dan
MS Sang Muham


Dengan kedamaian
semoga ada ketenangan
jangan lagi ada tegang
biarkan selalu tenang

Buat apa berprasangka
buat apa berpraduka
buat apa timbulkan sengketa
lebih baik berdamai saja

Tenang damai bagai lautan luas
tanpa adanya batas
kini hidup bebas

Barangkali lebih baik begini
menyendiri merenungi apa yang terjadi
melebur sukma menjauhi sakit hati

#Belantaraibukota, Minggukliwon, Juli 14-2019 = 18:41 wib





TAUBAT NASUCHA
Karya MS Sang Muham


Segeralah sujud minta ampun atas segala alfa
Saat tersadar telah termakan buah kuldi dosa

#Puisiduabaris, 07232019.--





CINTA SESUNGGUHNYA CINTA
Karya bersama Pak Darminto dan
MS Sang Muham


Ketika banyak orang berbicara cinta
sebuah nama menyatakan dalam semu
halus lembut serupa bayu
rasa memberi makna dalam jiwa
tersusun rapi indah harmonis nyata
aku menyebutnya inilah cinta

Namun ketika sang nama harus pergi
maka rasa pun memudar lagi
kenangan menceritakan kembali dalam memory

Begitulah cinta model dunia
suka sementara langsung tersimpan di dada
kecewa akhirnya sebab cinta cuma cerita dusta

Cinta sesungguhnya cinta
biarkan rasa mengalir melalui alur jiwa
bersatu di muara nurani setelah lulus sengketa

#Belantaraibukota, Selasalegi, Juli 30-2019 = 06:06 wib






CINTA ADALAH CINTA
Karya bersama Pak Darminto dan
MS Sang Muham


Cinta adalah cinta
yang terluka adalah perasaan
dan kenangan bicara seribu basa
dalam sebuah kenangan

Cinta menetapkan dirinya
bagai karang di samudra raya
kokoh pada asa rasa dan karsa

Jika cinta berbalut dusta
segalanya jadi penuh sandiwara
berahir dalam sengketa nestapa
Tetapkan pilihan
seturut perasaan

#Belantaraibukota, Seninkliwon, Juli 29-2019 = 06:46 wib



Kumpulan Puisi Akhmad Husaini - KORIDOR ANUGERAH MENUNTAS SELERA KENDALI



KORIDOR ANUGERAH MENUNTAS SELERA KENDALI
Karya : Akhmad Husaini


Akan selalu hadir keniscayaan memintal segala arti
gemilang diri tersudut arus umpama kian bakti
menerpa bayang kerisauan bertumpu noktah ambisi
jangan sampai menjadi jejak terpindai seteru
koridor anugerah menuntas selera kendali
melintas nasib terkepung masa depan merentang
senarai asa berkelindan nestapa merajut
jangan sampai terpaku keadaan memikat maksud

Kandangan, 11 Juli 2019





SANGGA MERATUS MEMENTANG KEMILAU JENGAH PASTI
Karya : Akhmad Husaini


Aturan jengah menghimpit tiada berkekalan pasti
mengaca sentak pengalaman masa lalu tersaji
tempat terindah lurus nyata entah ada menyerta
lingkup lamunan menggerus terpa nalar berpindai
menoreh asmara menggerakkan hasrat bersua gigih
melampaui pentasan elit waktu meniku perih
Menambat lirih sendu jangkauan merayu gontai
suntuk sisian terlunta dalam peraman rinai
yakin itu bisa digandeng penuh batas sengketa
dalam depan waktu menuntas sembilu berhasrat
berjalan sendiri menghinggap ratap haluan seksama
begitu cepat belaian jiwa menempuh jejak perkara
senandung lagu asmara remang meninjau pantau
Sangga Meratus mementang kemilau jengah pasti
ada berapa banyak kekuatan menebar lirih ambisi
menegas rona membekas langkah ketakutan
semayam iringan tirani terkuak berkah berurai
ramai menaburi retas mendendam penuh gemulai
sangkaan baik untuk terus menjalani hari-hari
Senarai cumbuan kekal melonjak menuju Meratus
memberi banyak tatanan hidup semakin kultus
peran serta kembang terkaman menumpu ritus
dekade waktu riuh nilai firasat senada kian ketus
malam mengikat kemajuan hari penuh rajut
selalu ada cerita hunjaman Meratus gelimang patut

Kandangan, 11 Juli 2019





LINGKAR KENCANA KELEMBUTAN PENUH MAKNA
Karya : Akhmad Husaini


Membenam kendala menakar sirna terpatri
mementang kehendak lagi panjang hunjam
segala aturan menegas lantunan seteru
meredam kisah penuh makna jejak memburu
siang terik terkungkung syahdu menderu
menuju relung etalase menubir sengketa
Lingkar kencana kelembutan penuh makna
membuka diri dengan dunia luar tentu
wujud peduli memuat status selera
ikhlaskan saja menampak semua
apakah sesungguhnya kau kehendaki
kau tahu segala keinginan meratap
Jangan terlalu berharap dengan orang lain
kau sapa sungguh dengan sepenuh tangguh
tak berani lagi mengambil keputusan
harus banyak bersabar hadapi masalah ini
bawa aku pada gunung kesenangan
bebas melakukan apa saja sepanjang itu positif
Kau ceria akan terasa amat pasti rekah mendayu
kasih menghalau nyanyian tandas pantas
yakin daya upaya merajuk langkah fenomena
hanya kau dikenal dalam rajutan tentunya
agar senang saling keuntungan masing-masing
gemulai waktu gempita menyerta lagu syahdu

Kandangan, 11 Juli 2019





BENAMAN HAKIKAT MERASUK TIRANI GIGIH
Karya : Akhmad Husaini


Seiring langkah gontai sepenuh kasih
koridor waktu seumpama merajut risih
melodi asmara menggayut nestapa tersisih
merasuk sendu jelmaan tertatih merelung
mewarnai hasil terbaik ingin terus diraih
dendam penuh siasat bertabur lagu gigih
Benaman hakikat merasuk tirani gigih
hentak senarai optimis tersudut pamrih
tentang perjalanan panjang mesti kau rasa
sekarang ada langkah menuju pantau tersisa
kembang mekar menelisik sisa amis malam
umpama sendu merias hari kehendak kelam
gerak-gerik nestapa silau pancaran kondisi silam
Lindapan malam mengerlip cahaya harapan
terus berjuang menampak jalan penuh tingkah
kenangan sendu tabiat risau semakin mengitari
pentas masa silam menapak kenduri
retas kebanggaan naluri insting kian rekah
datang malam-malam sepenuh dendam
dalam selera lajur seteru memberi silam
Aklamasi terpantau gegap gempita mengerti
pesan amanah kehidupan sepenuh arti pasti
tuntas rindu terbias usaha penuh kekal menggema
kenang petuah menambat tikaman lagu purnama
selalu ada keberhasilan di jalan kebenaran
sendu menegas lamban pengaruh bersukaria

Kandangan, 10 Juli 2019





GEMULAI ARUS WAKTU SALING BERPENDARAN
Karya : Akhmad Husaini

Pengaruh silam ambisi menuang ragam kisah
melupa segala keadaan senang senantiasa
mengurai mimpi latah terbenam hasrat
terpaut perasaan mendalam status gerus
kenangan sendu menampak ragam seteru
senyum mengembang arus utama tempias
Ruang lingkup tak terbatas waktu
kenang firasat kian tangguh menyatu
memberi warna tersendiri dalam kehidupan
takluk menancap hikayat penuh argumen
canda menggerus narasi cukup usang
sekarang harus menerima kenyataan sebenarnya
kelembutan hati mengurai pesona taktis
Gemulai arus waktu saling berpendaran
akan terkenang sendu menyentuh lantang
masih sama dengan batas terhalang jeda
hadir menimpa jejak rekah gebalau
dalam kesunyian terus mendera hari-hari
kinanti menakar sadar aroma bantah
Perkenan teramat tangguh bergelut
semua menyerta kehendak pamrih
selera suara merdu menuju tentu
nyata kenduri jelmaan penuh arti
naluri berpindai santai menoreh restu
dentang masalah lirih menentu

Kandangan, 10 Juli 2019





KESUMAT RINDU MENERPA CANDAAN SEKARAT
Karya : Akhmad Husaini


Noktah terbuai irama gebalau kian paksa
meramu target capaian menoreh sangka
pantas memburu berubah beberapa kesana
jelang keinginan menebar harap melingkup
deraan jejak poranda seteru menyatu
selaksa rindu bertabur ragam kehendak
Kesumat rindu menerpa canda sekarat
temaram sendi runtuh nurani berkilauan
kekuatan sendu penuh warna meniti seteru
dentang waktu memendar nafas tersekat
mampu sadar suasana terpana tabiat
mengulang lingkup sengketa mengurai nyata
hikmah menyerta tarian gamang gulita
Persis seperti apa diharapkan sebelumnya
kau teguh diri tersiar kelana jingga
menegas keterbatasan teramat kental menjaga
semua tentu akan aku lewati nanti
kau tahu segala kemampuan terbatas
menubir senja kehendak terbentur
Ilusi tinggi mengingat jejak rekah
mengiring pesona ketiadaan hasrat luruh
kau tahu segera naluri rekah empati
jangan pernah melupakan segalanya
potensi merajut lelap waktu perdaya
himpit niscaya kekuatan gemuruh niscaya

Kandangan, 9 Juli 2019





PENDAM NALURI RINGKIH MEREKAH KEKUATAN STATIS
Karya : Akhmad Husaini


Kumandang lerai meneguh empati sungguh
kilau prahara menampik ingin senantiasa
pilar patuh menata hunjam irama
takluk empati narasi rindu pendam bingkai
sepanjang restu membirukan perangai
tanggapan cerna lampauan gerimis
Pendam naluri ringkih merekah kekuatan statis
datang senang dalan rentang waktu menegas
pengalaman keyakinan menawar janji manis
deretan mimpi tangguh satu menyerta
kau tahu setiap rasa gelimang penuh arti
menata kondisi penawar upaya menanti
ramuan fantasi mengakali selera serpih
Dalam sunyi derita intim menghunjam lirih
putaran waktu mengenang senyuman pias
mereka semua melakukan dengan batas
terus berjuang melawan malas dan rasa dingin
berkenan tenang semangat mengejar serta
ornamen asmara meritmis janji penuh pelita
Mengindari jalinan menekan terkenang
jejak menubir cahaya legenda rentang
semua asumsi bertaut seksama
saling mengeratkan senang guramang
igau hikayat terpagut jelmaan lantang
bila akhirnya akan merasa saling merentang

Kandangan, 8 Juli 2019





KINANTI WUJUD LEBUR SETERU JELMAAN RINDU
Karya : Akhmad Husaini


Jemu mementang harapan bertanggung jawab
merdu kelembutan diri merentak bertemu sendu
terus mengerjakan kebaikan begitu tak terhingga
efek sentimen merasuk penantian mengeja
gaya melankolis menampak ironi kinerja
mementang tegas arus gerus kian kultus
Kinanti wujud lebur seteru jelmaan rindu
hentak kelembutan senarai melanggar ritus
hidup untuk terus merasuk nyanyian kultus
tak saling bertegur sapa saling melupa
rinai senja gegap gempita solusi nestapa
segala sesuatu mesti terhenti dengan nyata
kau tanya tentu merestu mampu bertumpu
Ketika lari membentang tangguh menubir
siasat diri piawai melambai gontai
sendu mendalam lamunan jejak empati
adakah sunyi ikatan mencumbu merdu
takluk harapan tergadai irama penuh sendu
kalut terus tengadah dalam menjalani hidup
Senarai petang kelana lantang melintang
sapa menggayut mengurai hinggap petang
menuang segela intim bertegur hentak bayangan
bingkai hikayat sudah banyak kegundahan
bangga merasa latah pesona pendaran kesungguhan
rentak benalu risau menegas upaya seraya

Kandangan, 8 Juli 2019





KENANGAN BERSEMAYAM BERGELUT INTIM
Karya : Akhmad Husaini


Sebuah kenangan manis terpendam lagu kelam
hijau kemilau mengundang rasa tertikam
terlahir gerus memintal suasana terhunjam
jalan tabik nuansa tergerus ego intim berdentam
nalar tersumbat jenggala perasaan menuang pualam
akrab bergelut niscaya terpindai irama dendam

Kenangan bersemayam bergelut intim
penuh kehendak menikam jejak sensasi
kau dapatkan dengan perasaan menggapainya
mengepak sayap tergapai potensi merentak
kilau kesudahan terang sesudahnya berpadu
sepenuh sungguh menggapai rekah sendu
tegas mewarna menjiwai ragam keniscayaan

Dedikasi nalar merintih watak kian pasrah
menimang datang mengekor ragam jengah
kalau bisa kukejar sendiri dengan pasti
tirani menggebu optimis merasuk gelisah berperi
konotasi asmara kerontang selaksa jemari
mengabdi seraya lamunan diri memberi

Butuh suasana tenteram dan damai saling merasa
tegas perasaan menghimpit dendam menjelma
belenggu tegas tersentak himbau kilau menanti
dulu kita pernah dalam satu kekuatan pasti
kebersamaan padu terjalin begitu harmonis
sekarang melakukan terasa berbeda jauh

Kandangan, 8 Juli 2019





WARNA KESEMENTARAAN HIDUP BEGITU AMBISI
Karya : Akhmad Husaini


Takluk menapak hari terbias nada meretas
menuang langkah pejaman laksana
corak kehidupan merentak sinar temaram
sunyi tersentak lamunan gelisah
senyum merekah tambatan berkah
tautan ego landai seksama menaruh rekah
Warna kesementaraan hidup begitu ambisi
menakar lumrah janji hati tampak setia
menegas sangga celoteh musim menikam
tangguh pengaruh jejak hunjam seksama
memandang kemelut jangkaun menata irama
kondisi menatap perihal cumbu menggerus gema
rindu membuai cemooh seteru menderu
Andai semua bisa kau rasakan menegas prahara
hidup penuh warna pertanda semakin merasa
naluri remuk kecamuk nuansa diri mengurai kuasa
gulana rindu memadu hari-hari kenduri
elegi serpih nyanyian penuh suka cita
benalu empati terbias sandera lagu gulita
Seakan merasakan sesuatu mengusik rona
momen indah hasrat aturan tirani menerpa
malam memagut penuh dengan bintang
dentang belenggu raih keadaan pantang
takluk kerinduan menebar suasana penuh rintang
kendali arus memukau perihal gemintang

Kandangan, 6 Juli 2019





GONTAI MENJUNJUNG ANGIN MELAMBAI ANGAN BERPANTAU
Karya : Akhmad Husaini


Beranjak jarak mengarah tengadah langkah
seraut wajah pilu melamun statis piranti
selalu ada kenyataan bertaut sensasi diri
koloni sendu penanda prahara suara ambigu
senandung lagu pertanda menyampir pusara
gelombang niscaya merajut limpahan sukma mendera
Gontai menjunjung angin melambai angan berpantau
agar kau tetap bisa tersenyum disana
jejak perkara rasa warisan silam mendendam
terbang tinggi sejauh mungkin semampu kamu
selaras tegas gurauan tersadar elegi tak jemu
mendendam prahara ketentuan mematung
semantik sendu mendung merubung untung
Senyap malam ini tanpa ada kepastian
memicu selera tumbuh tak selamanya ada
langkah senarai pindai nada-nada tergoda
senang meremang gejala petuah ringkih menindih
perisai kenangan malam diam suasana terpendam
dia terus merasa kesepian jalani malam
menerima dengan segala kepasrahan agar puas hati
Membumbung harapan bersandar dalam keragu-raguan
tetap semangat jalani hari-hari penuh makna
teguh siasat lagu purnama merajut lelakon pindai
jarak menambat kisruh diri terpantik seksama
lingkar materi menikam perasaan kendali menata
langgam dinamika berpasrah keinginan untuk terus setia

Kandangan, 6 Juli 2019





MENEMPUH ISYARAT HATI MENUMPAH BELENGGU
Karya : Akhmad Husaini


Kau bisa tahu dengan segala meremang kenang
kesenduan utuh senada gemuruh sepenuh senang
pelanjut keutamaan diri jengah gulana menerjang
batas remang biasa akan wibawa diri mementang
menuntas firasat saling manja penuh aturan segala
kau bisa tahu akan jejak perjalanan sendu kendala

Menuang canda kegelisahan hambar
menyerta kekang waktu tempuh menebar
bertabur kehendak menyimpul tangguh berkobar
intim lamunan kelembutan hati membagikan debar
ketentuan awal merajut langgam kebersamaan statis
menakar aturan saling pendar cahaya sendu fantastis
gelimang tawa nyata menerjang semburat igau jiwa kritis

Cahaya terampil membawa suasana berdesir
semakin kau tahu rasa menempuh jejak terusir
selalu ada rasa terbersit terpaan lagu indah pesisir
sigap memantik potensi aroma meramu terusir
menjulang hasrat naluri tergenggam sempana
kau bisa menebar banyak keinginan terencana

Menempuh isyarat hati menumpah belenggu
tujuan pasti rindu dendam remang meragu
belenggu rinai mengurai rencana sembilu
pengaruh diri tertanam kehendak berlalu
bingkai seteru menirai gejolak rindu gejala
sesuai kenyataan didera sangka serta segala

Kandangan, 6 Juli 2019





LELAP LENYAP MEMENTANG SAYANG TERBILANG
Karya : Akhmad Husaini


Menatap jelaga jejak berpijak rentak
keteguhan awal merisau pualam rasa
tak harus ada kian pantang tiada
memberi sebentuk celah terbuai senandung canda
penawar sandaran resah kalut membelit
senang pandangan mengitari hambatan

Jenggala waktu menaruh jawaban resah
mencerna senyum kecut menyangga guramang
kau pinta segala sesuatu sepenuh makna
tentang hal menjadi terawangan akut
kau mencoba untuk merasa tenang merenda
serpih upaya meniku warna hati berbeda
sandera rasa dihasilkan raih semua ini

Lelap lenyap mementang sayang terbilang
membayang kisah menggoda nyanyian komisi
bentak renda selalu terus akan ditekankan
ada banyak keinginan meretas diri
melabuh segala ketenteraman jiwa menggoda
hasrat berpindai jejak terpatri intonasi
melebihi kehendak menuai ibarat ambisi
kelam waktu terurai kiasan merajut empati

Kau bisa memilih apa sesungguhnya kau suka
ragam keinginan membelit harapan nyata
terbang jauh tinggi dentang menyerupai tahta
menyemai segala rasa mencegah konotasi
tandas akurat merajut sumbangan berhasrat
raih segala impian nyata menyerta tabiat

Kandangan, 6 Juli 2019





LENGANG KINANTI BERPADU REKAH MEMBUNCAH
Karya : Akhmad Husaini


Dentang waktu meniku arus tambatan kian sumbang
melindap prasangka kesunyian memindai pandang
tapak hati kian membuncah sentimen kenang
lengang kinanti berpadu rekah membuncah
umpama riuh mempesona kiasan latah
selalu ada keinginan menampak gairah
firasat rindu menyandera pijakan seteru

Kandangan, 6 Juli 2019





MENEMBUS BATAS KETERPAKSAAN TERSEKAT SEKSAMA
Karya : Akhmad Husaini


Bingkai naluri merencana sukma penuh kenduri
melarung lagu mimpi membelai hari
lika-liku kehidupan penuh makna menyerta
ingin semua lancar menyandar posisi kendali
dalam rangkaian nestapa rindu kian tirani
sunyi meremang janji nestapa merana
menembus batas keterpaksaan terlihat seksama
dendam merasuk tampak gemuruh rekah seirama
menampak kenangan begitu berkesan
berpantang ambigu meragu penuh tentu
pandai gundah alur justru kerontang menasbih
sunyi melerai kekuatan penuh makna hakiki
menegas suara penuh makna tersipu bakti
sungguh ini kekuatan pilu hati terbebas jeratan
nalar khayal kerontang jalinan tenggat
kembara tertatih naluri hinggap begitu hebat
selalu ada harap terberangus leluasa menambat
terikat kehendak berkaca sukma menegas lekat

Kandangan, 6 Juli 2019





TEMPIAS RINDU SENDU MENGURAI SEMPANA
Karya : Akhmad Husaini


Merekah kebaikan menegas aturan kelindan
tampak wujud nyata dengan semua medan
siasat sepenuh kata membawa imaji
bingkai waktu sadar menempuh kenduri
penakluk segala keburukan janji kebiri
menuang tingkah langkah guramang sejarah
Tempias rindu sendu mengurai sempana
mencerna wujud seteru kemampuan penuh warna
ada harapan terpampang pasti mengitari
mencerna sendu pengaruh kelanjutan purnama
kemelut jejak terbuai irama penuh sadar
tulus mengabdi senarai petuah air mata
takluk merenda pongah jiwa retas bergema
Segenap perasaan mencumbu balutan rasa
semua bisa kau kenang begitu manisnya
tumbuh semangat baru memuncak kehendak
menyimak malam sepenuh rasa tak menyapa
takluk intim tabiat penuh warna jelita
gelimang diri menyerta tumpuan kentara
Menerawang jauh sepanjang gamang meneguh
lembut tautan akan rintihan nantinya
pengobar sentimen kejenuhan diri melerai
rekah mendaya kemudahan naluri statis
batas kewajaran menebar torehan sinis
akan ada banyak kehendak membaur serta

Kandangan, 6 Juli 2019





MENCERNA LAGU KEJENUHAN SUNTUK MERASA
Karya : Akhmad Husaini


Membaca segala alur cerita membimbang
kilau isyarat penawar janji melekat
perubahan drastis mesti dihadapi bersamaan
menampak akrab jalinan kasih membentang hormat
terurai jejak merintih sandaran menampak geliat
makna terhunjam isyarat menuai gundah
Mencerna lagu kejenuhan suntuk merasa
lembut kesabaran haluan rekah berpasrah
membuat suasana rinai jingga bertambat
akhir kesudahan menuai jejak merintih
indikasi rindu menderma firasat candu
ada benak perasaan ditemui dan dijalani
kesenangan dan ketidaknyamanan menyerta arti
Memilih dia saja sabar untuk berpadu
cerna lelucon memintas jawaban sirna meniku
mencari ketenangan jiwa sejauh sampingan
panutan umpama terbersit selera gebalau serta
tentang pengalaman saling berulang terlupakan
muncul beragam kehendak dan perhatian
Kadang benci bergelut angkuh menyerta hari
tercenung arus berpindai seksama kian terasa
menuang tingkah gairah beringsut jengah senantiasa
bila tahu segenap percumbuan memaksa
memendam sepenuh tempuh penjuru nuansa
sunyi lirih membayang ketentuan tegas

Kandangan, 6 Juli 2019





SIMPUL DINAMIKA PERJALANAN ARTI MENGIRING
Karya : Akhmad Husaini


Mengembang arus tabiat menebar sandera
jangan dipaksakan kalau tak bisa
melihat karakter diri masing-masing
simpul dinamika perjalanan arti mengiring
rangkai petuah malam melintang intim
tangguh menghambat arah meminang iklim
terpana pesona diri melambai kelam
selalu ada alasan diberikan kepada mereka
masih ada waktu terus gelora mencumbu

Kandangan, 6 Juli 2019






SEMBURAT WAKTU TERHENYAK EPILOG SENJA
Karya : Akhmad Husaini


Hapus lara umpama terbiasa bahagia
selalu ada kembara menubir elegi
menuai jarak jejak berpijak batas
senandung sunyi kebiri purnama merayu
balutan diri memuai sengketa menata
andai semua bisa diraih dengan nyata

Semburat waktu terhenyak epilog senja
berjuang terus sepanjang itu mampu diterjang
hidup sehat lebih penting dari segalanya
mengalir jernih tanpa mendaya upaya
titik balik kehidupan sakral merajut
ingin semua datang memendar suara terang
menampak tujuan arus menembus siang

Menggebu arus seksama bercita-cita
menatap suara hari-hari kembara
ketika semua ada saling menyerta
memantik ikatan sungguh arus tempias
itu sebuah keyakinan diri nyata
kisah sedih masa silam mendendam

Menduga rasa tabiat saling bertingkah
dalam bayang keharuan sengketa
senandung sapa menubir nestapa bersua
siklus rindu senada memuai nafiri hampa
rangkai kecamuk menasbih rasa menyapa
ambisi terurai serpih nafiri serupa

Kandangan, 25 Juli 2019






SUASANA TERLERAI KENANGAN MEMIJAK SENGKARUT MELERAI
Karya : Akhmad Husaini



Firasat cumbu menakar khasit penuh warna bergulat
dalam pengaduan penuh hakikat saling menambat
terserah apa mau kau bisa sumbang analisa memindai
suasana terlerai kenangan memijak sengkarut melerai
selalu ada jalan riak gelombang notasi kemelut
lajur imitasi sendu merekam noktah imitasi
pendam rekah desau kondisi perjalanan penuh aksi
geliat waktu kumandang seru merisau candaan
senarai optimis gigih kenduri risau beradaptasi
watak nurani terbias sensasi kemilau menatap posisi
tak mungkin mengejar kehendak begitu pongah
mengancam mimpi sadar segala kekurangan menyerta


Kandangan, 24 Juli 2019





MERASUK PINTA LELAP KEHENDAK BERPERI
Karya : Akhmad Husaini


Risau tengadah konotasi jompak menepi
terasa berat memang untuk melakukannya
selalu ada jalan kebaikan senang tentu
masih banyak hal mesti dikerjakan
kau akan suka bisa menegas arti semesta
tentang segala pesan menumpuk maksud

Merasuk pinta lelap kehendak berperi
menuang lindap kehendak menumpu pijak
simbol kehidupan saling mengeja warna
jejak malam kian lantang sepenuh bimbang
akrab lelah memintal cahaya rindang mengembang
kejar makna simbol otomatis meraih citra

Kadang semua bisa saling merias canda
terbuai segala keinginan nyata purnama persada
bumbu seteru menegas citra menuang pesta
lagu lirih kenangan berpendar nyata
kau bisa memikat semua sepenuh canda
belenggu rindu merias mimpi menukas

Kendali arus merekam siasat penuh makna
anggap apa sepenuh langgam penuh sendi
kalau memang sudah itu menuai elegi
menunjang hegemoni canda meningkat
merencana renda igauan saling berbagi
mencoba terus akan menjadi lebih baik lagi

Kandangan, 23 Juli 2019





KETEGASAN SUNYI MENGHIMPIT TANYA
Karya : Akhmad Husaini


Kinerja pantang sepanjang itu terhubung
menegas selera pandang kian hunjam
genggam setia kesepian penuh niscaya
tergenang rintisan jalan memijak percaya
ornamen sendu terbuai senandung kebiri
kerlap-kerlip bintang di malam hari

Ketegasan sunyi menghimpit tanya
tentang kepastian warna lebur seraya
masih kau ingat tentang hal itu
jelma perasan rindu tergerus waktu
kelakar jiwa remang mematut seksama
karnaval sendu tempias umpama paloma
bentang kehidupan menakar cumbu merona

Hari-hari dilalui dengan keresahan
yakin semua akan berakhir dengan manis
ketetapan awal menubir cahaya langgam
mau memanggil siap engkau disana
sedang apa kau disana merindu semua
selalu mendapatkan hasrat tetap sembunyi

Kronis diri tersingkap konotasi pelosok
sunyi meratap jani bayangan menusuk
terekam tentang beragam hamparan sentimen
aku akan terus merasa sangat kesepian
mengejar dengan konotasi statis
pesan manis rangkai termenung canda sesaat

Kandangan, 23 Juli 2019





DERU KEKUATAN BERTABUR JEJAK PENUH GELIAT
Karya : Akhmad Husaini


Menolak seteru kelembutan penuh makna merisau tentu
ada banyak mimpi meneriap kesungguhan restu
celah pandang sepanjang jarak penuh hakikat
deru kekuatan bertabur jejak penuh geliat
sadar atas kemampuan menebar suara menyatu
jalan panjang mementang kehendak luruh
setiap rasa mengumbar candaan penuh tempuh
tirani memindai suasana terlebur igauan kokoh
selera kendali nalar merambat sentimen
wacana tersandung deburan ombak argumen
naluri berbeda tercekam seksama merasuk elemen
sejarah silam terbias keutamaan penuh canda
terhantar ratapan mengigau setara lagu jeda

Kandangan, 23 Juli 2019





KEMELUT RINDU TERBIAS SENANDUNG CINTA
Karya : Akhmad Husaini


Menepis segala igau merintih kian gejolak
ranum ikatan terpaut sendu penuh noktah
perangai kalbu tersekat cernaan merekah
merisau tentu kenyamanan berdaulat arah
semua bisa dikenal lewat arus mementang
kemelut rindu terbias senandung cinta
piawai menggebu nurani menghentak kasta
belai semampai asmara kelindan terpuruk nista
kenduri penasti titik awal penuh liku
jenggala tersedu notasi retas perilaku
hunjam amunisi penawar nalar membuai
gempita menghambat desau rentak melambai

Kandangan, 22 Juli 2019





MERATUS HADIR MENYAPA SEGENAP WARNA
Karya : Akhmad Husaini


Gairah menimang remang segala memagut
malam menimang pasrah beragam gontai
terhunjam ilusi kering kerontang menyerta
tatanan gerutu menimang lambang budiman
aku ingin terus sendiri dalam kesunyian
terpukau dengan segala nyata memendam
Meratus hadir menyapa segenap warna
ada saatnya untuk terus menggapai rona
suasana berbeda tentu ragu saling menentu
proses panjang bangga bisa cepat sekarang
menikam beribu makna kenduri menganga
akhirnya berhasil dilewati dengan kebenaran
menarik pasti bagi memandang sepenuh rasa
Dentang menentu memburu senang merasa
asumsi langkah noktah biasa menyerta waktu
hambatan terus kembara harus kentara meniku
terbias waktu kenari aroma diri menunggu
karena kaulah sahabat paling setia menemani
sanggahan diri membelai kebijakan tirani
Rasa cukup kenangan sepenuh kemestian
tak harus ada keraguan tampak pasti memiliki harapan
seraut ragam ego akan merelakan kekalahan
selalu siap menempati pusaran siap meragu
kendali ambigu tergores candaan sebagus tentu
derita berderaian semangat saling menyatu

Kandangan, 18 Juli 2019





NYANYIAN MERATUS BERBIMBANG SAYANG
Karya : Akhmad Husaini


Derap geliat keutamaan merentak gejolak mencerna
intensitas diri kian meragu terpukau suara terpana
keindahan itu meraih singkap perisai janji menderu
kau sangka kekuatan saling menyerta semangat baru
dalam rentang hari mendamai kiasan tegas meluruh
bertemu pandang melintang ragam isyarat tangguh
Nyanyian Meratus berbimbang sayang
kemana arah kumandang kau tuju terbayang
nuansa ketegasan kecamuk melintasi kondisi
perihal luka tertambat intim perilaku potensi
sandera menyerta kekuatan tindakan membingkas
mengacu tradisi guramang serta penasti
segala siasat bertebaran kelana langlang ambisi
Serpih kendali merangkai jelmaan konotasi
menghela kesesuaian menambah riuh kondisi
pulang menerpa sanubari menunggu titah
dalam karya terus menggunung beban betah
jangkauan lagu kebiri meniku selera ketetapan
menuju keteguhan langgam sampiran ratapan
Laju suara merenda semakin tandas merona gerimis
kau tulis setulus hati mengelus sunyi puitis
lembut balutan laju tirani bingkai menepi
bungkam seribu makna himpitan nyanyian setia
semua terbatas gemerlap sinar kian merayap
selalu ada keinginan menyerta sepenuh senyap

Kandangan, 16 Juli 2019





MENUANG SENDU LANGKAH KIAN TEMARAM
Karya : Akhmad Husaini



Apapun itu mesti kau rasa dengan jelita
ketika perasaan tak nyaman menyerta
ingin terus mengabdi sepanjang cita-cita
lewati jalan mementang terhormat
mendendam perasaan berpagut gulana
takzim merajut diri tak berguna

Terus bersyukur nikmat ada terasa
jatuh bangun menakar sendu merestu
keindahan manakah akan dirasakan
mementas sendu nyanyian haru tersipu
belai kasih memayungi semangat penuh ratap
menatap retas di ranah pentas

Menuang sendu langkah kian temaram
dalam kenang peraman hampa tendensi
pengaruh diri terpaan ambisi tinggi
mau apa saja terserah kamu saja
tatapan kosong menikam aura senja
jalani semua dengan penuh semangat
untuk raih hasil bangga menyerta

Semua akan nyata bila kita sementara
untuk memaknai semua berbagai rasa
duplikat amsal asmara meniku jalan
menggapai wujud melindap pendaran
memberlakukan mereka secara manusiawi
rentak kamuflase tergores intimidasi

Kandangan, 15 Juli 2019




LINGKUP KENDALI MENAKAR HUNJAM TERPANTIK
Karya : Akhmad Husaini

Pantang gemilang menuai rekah menanti
tempo waktu menyudahi nestapa tirani
merajut empati sensasi nurani memantik
menuang taktik perangai kian unik
ingin bebas tidak di bawah tekanan
berupaya waktu kemaruk himbauan perih
Lingkup kendali menakar hunjam terpantik
biarlah aku disini dalam keterbatasan nyata
hakikat manusia senang bahagia
dalam ketekunan warna hati menimpa
selalu ada keinginan besar berubah
datang dengan sungguh hari menderita
tegas memagut perasaan tandas
Akan selau ada hal baru menanti
menggantang sunyi ritus tempias hakikat
tahu akan segala ketabahan kesabaran
ikhlas mengiring harap belaian ambisi
menuang rasa tak nyaman berpendar kondisi
berada pada titik jenuh istirahat panjang
Terbuai kekasih luka merajut mentari
akan hadir banyak mimpi saling menepi
potensi serasi meningkah suasana menanti
angan ingin menanjak intim kebiri
alunan malam terbingkai semu kendali
status rindu gebalau mementang pantau

Kandangan, 30 Juli 2019





TEGUH HIMPITAN TEMPIAS KEADAAN MENATA
Karya : Akhmad Husaini


Jalani hari-hari dengan sepenuh semangat
kemana dia mengekal segala kenangan itu
makna berbingkai seteru menghunjam jitu
dinamis merasuk empati dentang merisau
puitis kelembutan melindap ikatan tumpu
lamunan pantas lindap kesetiaan
Beban nasib merangkai notasi kembara
biarkan hidup dengan senang gembira
tak harus ada perbedaan begitu jauh
menempuh derita segenap kegelisahan berperi
kau masih berkenan dengan segala harap
konotasi imbas intonasi senarai tabik
selalu aku bisa melakukan itu dengan baik
Teguh himpitan tempias keadaan menata
perjalanan jauh memindai waktu
melampaui perbatasan klise meniku perih
selalu ada rasa bisa kau lihat dengan baik
mematri arus gerus himpitan diri
ketika semua bisa saling terpukau janji
Masalah mesti dijalani dengan tuntas
kendala menampak ujian penuh liku
tekad kuat memadu lelap tak bertepi
mengerti akan itu bukan sekedar mimpi
terus terang sajalah dengan keadaan ini
menunjang gegabah jelita penuh ambisi

Kandangan, 30 Juli 2019





RINDU MENGGEBU NYANYIAN PESONA SIMETRIS
Karya : Akhmad Husaini


Kisah nyata kehidupan tentang masa lalu
torehkan kemungkinan segala tak berdaya
merentang bentang amanat cengkeraman
mimpi-mimpi perangai kelana menanjak
sepanjang itu masih bisa kau rasa
selalu ada hasil manis akan diraih
Rindu menggebu nyanyian pesona simetris
sandera wacana menegas inspirasi bergetar
roda kehidupan terus akan berputar
melambung tabiat merasuk segala niscaya
menambat segenap perasaan terjebak cahaya
tandas pusaka pengalaman berpatut jodoh
tenteram penjelmaan egois meniti rengkuh
Ingin segala tersentak gejolak perih
awal kesudahan kian merasuk taktis
senandung waktu merajut tujuan melankolis
satire kelam masa melonjak idaman hati
menampak harap nyanyian rindu tersedu
meneriap sangga egois santun menerpa padu
Memanfaatkan belai notasi ragam meniku
harus merasa betah dengan keadaan berliku
kumandang ranum memintal jalan terjal
mementang retas tak berbakat dengan hal itu
menargetkan segala waktu penuh arti
selalu ada bukti diraih dengan nyata

Kandangan, 29 Juli 2019


Kamis, 06 Juni 2019

UNTUKMU



Kau yang baru kukenal
Tapi telah kau curi hatiku
Bukan kecewa bahkan sebaliknya
Kubahagia karenanya

Sepuluh tahun usiamu
Bukanlah waktu yang singkat
Dalam upaya menyatu padu
Pada jalinan rasa nan erat

Selamat Hari lahir RPSku
Terima kasih kuucapkan padamu
Semakin sukses untukmu
Do'a terbaik terucapkan selalu

#Bravo
Jenk Yulva
Milad ke 10 Ruang Pekerja Seni





Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - DI HARI RAYA IDUL FITRI



# DI HARI RAYA IDUL FITRI #

Pisang emas dari perapat,
Di ikat erat setinggi Atap,
semangkin rapat aku mendekat,
Mendengar merdu lantunan Kitap,
Apalah lagi ada lontong ketupat,
Tak buka sepatu pun aku tersilap.

Jauh jauh aku berjalan,
Hanya sekedar mencari tahu,
Walaupun letih dapat ku tahan,
Nasib yang sial siapa yang mahu,
Setelah tahu sudah kutemukan,
Ku raba raba uang tiada di saku.

mulialah sungguh sebatang lilin,
Terangi malam yang semangkin dingin,
Setulus hati atas salah dan silap ku meminta ijin,
Di Idul Fitri sebagai muslim yang mukmin,
MINAL AIDIL WALPAIJIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 05:06:2019





# SELAMAT IDUL FITRI #

DARI KERAGAMAN SUKU ADAT BUDAYA DAN AGAMA,
AKAN SILAP DAN KESALAHAN YANG TAMPA DI SENGAJA,
HINGGA EMOSI MEMBAKAR KE EGOAN DI DIRI,
DALAM PAHIT MANISNYA PERJALANAN INDONESIA TERCINTA INI,
JANGANLAH MENJADI PERSETERUAN DENDAM TERPENDAM,
JADIKANLAH IA SEBAGAI CONTOH TAULADAN,
YANG AKAN MENYATUKAN BARISAN KEKUATAN KITA,
DI DALAM PERSAUDARAAN JALINAN SILATURAHMI,
HENDAKNYA KITA DAPAT SALING MERASAKAN,
DI ERATNYA NAUNGAN IKATAN BHINEKA TUNGGAL IKA.

DARI KERAGAMAN SUKU ADAT BUDAYA DAN AGAMA KITA,
AKU MENGUCAPKAN KEPADA SELURUH SAHABAT TERCINTA,
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1440 H,
MINAL AIDIL WALFAIZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 04:06:2019

Senin, 03 Juni 2019

Kumpulan Puisi Ayu Ashari - SEPI PALING DEBU

HUMA DI LADANG GERSANG
Oleh Ayu Ashari


Ada damai tat kala
Hujan mengecup rumpunan daun
Merebak selaras getar yang dihantar desau bayu
Aku terperangah
ku kira aku telah kehilangan segala yang ku punya

Kemarau terlalu panjang
ladang itu mulai gersang
Apa kah aku sudah lupa
Bagaimana suara gemericik air
Ketika burung mandi di telaga
Atau desis ular yang melingkar di balik ilalang

Hem, entahlah
Lama sudah aku tak menikmati
Indahnya alam semesta
Lama sudah aku terpaku
Di huma di perladangan gersang yang selama ini kuhuni
Dimana kesunyian selalu menampakkan diri,

Hingga seorang musafir mampir
Membuka mataku betapa
Masih banyak sisi lain
Di sekitar persada ku

Oh, betapa indahnya
jika ladang-ladang tetap rimbun
Dan
Daun daun tak pernah lagi gugur

Medan, 0106019



SEPI PALING DEBU
Oleh Ayu Ashari


Sesepuh apa yang ada di jarimu
maka sayat lah bulan dengan belati
agar kabut tebal jadi jejak bintang
yang akan jatuh di tengah danau.

Anggur secawan di tepi danau
bijak mawar melepas harum
dan itu sudah cukup bagiku
sebab akan ku hapus semua medali
dan akan kutenggelamkan semua debu
debu paling debu dalam sejarah paling beku

Engkau pernah mengatakan padaku
bahwa sunyi lebih dekat dari pada puisi
tetapi sebagai hadiah dari matahari
ini kukembalikan pada mu
(sebab aku lebih akrab dengan sepi)
yang masuk ke dalam ombak
dan biarkan saja begitu
karena air danau sudah menjawabnya

setelah rindu menyentuh tubuh
bersama malam – malam di matanya

Medan, 3105019



KERINDUAN
Oleh Ayu Ashari


Bunga bermekaran
sekeranjang sepi jatuh di halaman
burung-burung dalam jerejak membatasi ruang dan gerak
Ah, adakah tempat buat sepasang kupu-kupu
untuk mengepakan sayapnya
sedang matahari hanya jadi kenangan buat daun-daun yang rimbun.

Medan,0606019



DIBALIK PERISTIWA
Oleh Ayu Ashari


Gegar menggelegar, gegap gempita di angkasa
Sorak sorai anak manusia
Menyaksikan warna warni pecah bak untaian manikam terberai
Menembus kelam malam
Mengalahkan cahaya gemintang
Asap pun turut memeriahkan

Semua mata takjub memandang
Menikmati kecantikan pesonanya
Bagai butiran hujan bercahaya turun membasahi bumi
Ada juga animasi kincir air memutar,
lampion api yang terbang
Dan entah gambaran gambaran apa lagi yang tercipta oleh kepintaran seorang hamba

Suka ria kah kita menyaksikannya
Yaa, sangat suka ria
Sebuah luapan rasa gembira yang egois
Dalam sebuah perayaan

Aneh memang kalau ada yang tak suka menikmati keindahan itu
Dan akulah salah satu keanehan itu
Sebab aku tak pernah turut menyaksikan keindahan wajah langit di kala itu

Entah berapa kali dalam hitungan waktu setahun
Langit dan bumi terluka dan menangis
Di balik kegembiraan hati anak manusia
Yang di luar sadar berperan aktif meluluh lantak kan persemayamannya

Ah, sampai kapan ini akan berlangsung
dan kita alpa oleh luapan suatu kemenangan
Menangkah kita

Entah lah.

Medan, 0506019



MERINDU NYA
Oleh Ayu Ashari


Embun menghampar menyentuh wajah bumi
Dinginnya menusuk hati
Hening dan sepi
Sayup sayup ku dengar syair syair samawi
Syahdu damai lah nurani

Subuh ini subuh terakhir
Ku peluk ramadhan tahun ini
Ah, mungkin aku masih kalah
Esok belum ku raih fitri
Sedang kabisat masih panjang kan ku lalui tuk menemui bulan nan suci ini lagi
Resah menyelimuti
"Masihkah aku di beri waktu"
Agar aku bertemu seribu bulan ini

Ya Roob
Engkau lah kekasih yang terkasih
Kasihi lah aku sebagai mana engkau mengasihi hamba hamba Mu yang sufi
Peluk aku dengan Cinta abadi Mu
Agar aku mampu memerangi ke egoan diri

Wahai KEKASIH
Beri aku kesempatan bertemu Ramadhan kembali
Sebab aku selalu merindu nya

Amiin..

Medan,0406019
SELAMAT MENYAMBUT IDUL FITRI SAHABAT
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
SEMOGA KITA KEMBALI PADA KEFITRIAN KITA

AYU ASHARI