UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Kamis, 02 Juli 2020

Kumpulan Puisi Muhammad Jayadi - MERENUNGI HIDUP YANG FANA



MERENUNGI HIDUP YANG FANA
Muhammad Jayadi


Terpikat pada malam suguhkan bulan temaram
Duduk menyepi manis menikmati rasa tafakur yang dalam
Merenungi kehidupan yang fana ini sambil menyorot ke masa silam
Meresapinya, menyelami sebagai pelajaran berharga

Dunia hitam, dunia bunga-bunga kepalsuan
Kita semua pernah terperangkap di dalamnya
Gelap pekat penuh kengerian

Keluar daripadanya adalah ladang subur hati
Menuju bahagia hari terbentang di sudut matahari
Dan kita merenung, selalu
Sepi senja mengintai malam
Memeluk dingin kata

Balangan 2 Juli 2020



WANGI HUJAN
Uwa Muhammad Jayadi


Bermakna semerbak wangi hujan
Mengusir kemaraumu yang membakar kota dalam keterasingan
Memendam doa-doa sebagai harap menjemput ma'rifat
Di angkasa kulihat sepasang camar mengepakkan sayapnya
Memotong waktu yang terhampar sepi

Balangan 2020



BERENANG DALAM BAHASA NURANI
Uwa Muhammad Jayadi


Hawa muram langit setengah hari ini
Memar dibasah hujan
Memudarkan kenangan membuka kenyataan

Yang meningkah di balik sepi
Suara hati nurani berteriak keras sekali
Membentur mimpi-mimpi berbunga surgawi

Bayangmu, kesadaran bahwa kehidupan nyata masih perlu harapan dan cinta
Namun bukan apa, karena yang benar-benar membuka mata
Adalah kesadaran yang diliputi cahaya

Balangan 12 Juli 2020



AIR MATA
Uwa Muhammad Jayadi


Air mata adalah mata air murni
Padanya terpadu nilai kesadaran diri
Pada wajahmu nafas kehidupan terasa berarti
Wajah yang dipukul waktu menerbitkan mata yang mengerti

Balangan 19 Juli 2020



KESAMARAN

Kuarungi samudera itu
berbekal mimpi dan rindu
cinta yang tak tergapai adalah badai
di telaga sunyi aku menunggu arti

Bunga-bunga mekar dalam deru
mimpiku tinggi lagi menjulang langit biru
kugapai kesamaran di antara kabut menderu kalbu
sia-sia mimpi yang kusimpan di kantong celana

Butir-butir masa lalu
adalah bulan sunyi mengombak kental di jiwa
angin malam jadi gurauan kesunyian dalam dada
dan aku terpana, apakah arti kehidupan sebenarnya?

Barito Kalteng, 2008



DI ALIRAN SUNGAI BARITO

Titip salam buat angin
yang lama kembara dalam ingin
kini aku gerah menunggu
gairah cinta berlagu rindu

Bebatuan dan sejuknya air
adalah gambaran jiwa cerah
secerah matahari di pagi hari
kuingin hidup menghirup sejuknya alam
menari dan bernyanyi serta berpuisi
tentang cinta tentang hidup
tentang gadis manis yang kucinta

Sejenak, mata terbuka dan sadarlah aku
ternyata kesementaraan ini
jadi layu dan cepat pudar
yang menjadi berarti adalah makna dan letak diri menerima segala coba

Barito, 2008



DALAM CERMIN

Tangan mencari mimpi di ujung kesibukan yang tak pernah dimengerti bintang. Burung pagi terbang mencari makan kue setiap penjuru arah kehidupan. Melayang, melayang dan melayang.

Hembusan nafas mengiring mata mengais-ngais seperti seekor ayam mencari makan di pekarangan. Pandang sepi tak bertuan bergumul dalam jiwa, ceritakan setiap kata-kata berkabut putih seperti petatah-petitih dari rintihan sukma yang memar. Hidup bagai camar.

Lalu siapakah yang mulai menua di ujung cermin dengan gemas menuding malam yang dianggapnya nol, tanpa makna? Siapa? Kutatap dengan berat hati, dia adalah wajahku sendiri.

Samarinda 20 Maret 2007
Muhammad Jayadi lahir di desa Galumbang Kab. Balangan, Kalsel. Mencintai sastra sejak SMP hingga kini. Tinggal berpindah-pindah, merantau mengikut orang tua. Sekarang menetap kembali di Balangan




BAYANG
Karya : Muhammad Jayadi


Suatu bayang yang kabur
Dari selusin mimpi di kotak cahaya
Karena mata lelah termakan dosa dan bencana
Mimpi tinggal mimpi
Tersimpan di balik jemari.

2009



NYANYIAN PAGI
Karya : Muhammad Jayadi


Burung-burung terbang pagi hari
Pergi mencari arti menembus mimpi
Awan-awan putih berseri
Cerah ditimpa sinar matahari
Senandung alam yang mengandung keindahan lestari
Menggaungkan nyanyian penuh harapan dalam hidup ini
Berjalan menyongsong esok yang lebih baik lagi.

Halong Mei 2019



CATATAN SIANG
Karya : Muhammad Jayadi


Renyahnya kata, mengusikku di siang buta
Datang ia tanpa kuduga, di sepoi angin merasuk sukma
Kutulis dan kutuangkan sekenanya, meminjam aksara di sepi waktu menyapa.

Halong 30 Mei 2019



AKU PUISI
Karya : Muhammad Jayadi


Aku puisi
Di desir angin berlari
Aku puisi
Di bias sinaran matahari
Aku puisi
Di hijau daun-daun sunyi
Aku puisi
Di deburan ombak pantai
Aku puisi
Di mega-mega putih suci
Aku puisi
Di langit biru bersemi
Aku puisi
Di batin semesta diri
Melebur alam dalam memaknai hidup yang fana ini.

Halong 6 Juni 2019




ASA

Di lembah hitamnya dunia
Asa tetap ada bagi yang tercebur di lautan dosa
Untuk kembali, memugar diri
Kembali, ke hadapan Ilahi
Mensuci diri, memohon ampun dari kesalahan perjalanan menyusuri bumi.

2019



KETIKA

Dan pada satu ketika
Cerita kita hari ini
Adalah obat lebur lara
Saat duka menyambangi
Karena setiap pahitnya keadaan
Jadilah hikmah indah sebagai pengalaman
Membentuk jiwa juga warna
Sebagai manusia yang mengerti
Mendapati bentuknya yang sejati
Kesadaran dan kesahajaan dalam keindahan kesederhanaan.

28 April 2018



DUNIA KITA

Sebelum biru langit tiba
hitam malam mengulas cerita
pada nada-nada pohon tua
yang bernyanyi sumbang tentang dunia
renta
renta
dibasahi air mata.

2019



PETIK

Petik saripati pemaknaan
di tiap jengkal warna balada kehidupan
biar segar bugar jiwa menyemai makna keindahan
lestari kebijaksanaan di pohon rindang menyejukkan.

2019



RANGKUL MALAM


Aku rangkul malam di keheningan ini
Jadi sepotong makna pada lintas peristiwa yang ada
Nada-nada bergema menggetarkan hati
Nada keinsafan pada hidup yang sebentar saja
Cakrawala dunia tempatku merenungi kedalaman misteri ini.

Indah sekali.

2019



MENCARI MAKNA


Menilik ke dalam diri sendiri
jalan yang diarungi penuh arti
dari berbagai macam coba yang membentuk warna
terus saja kembara menelusuri jejak hingga tercapai kemurnian
mengecap makna yang terlupakan
setelah berlalunya segala kejadian

Temukan ia duhai diri
selama perjalanan ini
makna keridhaan Tuhan itu
pencarian di sela perjalanan.

Halong 12 Mei 2019



TAUBAT

Kehidupan ini
Sungguh indah
Mengalir di bening hati
Ketika tersadar
Setiap tersalah
Dosa yang ditaubati.

mei 2018



HATI YANG RIDHA


Angkasa tak bertepi
Hati yang ridha pada hidup
Di setiap hal yang diberikan Allah
Keluasan yang membesarkan jiwa
Kehormatan
Kemuliaan yang sempurna
Bagi manusia.

mei 2018



RENUNG KEMBARA


Merenung kembara
Sendiri menyelam nurani
Dengan kata
Pada dunia yang sandiwara

Nilai ini
Kusuka sekali
Pada sebuah puisi
Kubingkai potret hati.

mei 2018



HATI YANG RIDHA


Angkasa tak bertepi
Hati yang ridha pada hidup
Di setiap hal yang diberikan Allah
Keluasan yang membesarkan jiwa
Kehormatan
Kemuliaan yang sempurna
Bagi manusia.

mei 2018



DAN INGIN

Dalam nyata hari-hari berganti
Ada ingin bernyala dalam jiwa
Bahwa kemestian bahagia
Adalah wujud nyata memintal nilai
Dengan peresapan hati
Terhadap segala perjalanan ini.

Maret 2018



SEBENTAR LAGI


Sebentar lagi kau meninggalkan aku
Cahaya makin meredup
Langkahnya terasa menjauh
-Engkaukah yang mengendap
Membawa rinduku
Yang hanya tinggal sebentar lagi ?

Ramadhan ku
berbisik padaku
:masih ada waktu
Sebelum kepergianku
Tumpahkan segala rengkuh
Mendekat segala rapuh
Berpuaslah mengayuh
Kesempurnaan munajat

Ramadhanku
Engkau belum puaskan rinduku
Seperti baru kemarin
Menggelumbungkan cinta
Dukalara menghamba
bertamu dan menjengukku
Belum tuntas tumpah rinduku
:Hanya kau sisakan ujung gamismu
Yang terus bergerak
Terseret waktu berdetak
Meninggalkan sebentang sajadah
Dalam percintaan belum sempurna

Pada sisa sayup langkah makin menjauh
Aku hanyutkan doa-doa ramadhanku
Sujud ramadhanku
Pada Mu
Aku berikan semesta jiwaku
Pada gigilku

Temanggung 2019



AMANAH TUHAN
Karya : Muhammad Jayadi

Alam bertandang padaku
Keindahannya menyejuk mata dan hatiku
Mengingatkan kekuasaan milik Tuhan semata
Pada tiap benda yang mewarna dunia
Ada rasa dalam hening in
Melukiskan kebesaran-Nya, kemaha besaran-Nya
Menjaganya adalah tugas kita, karena ia amanah
Melingkup segala kebendaan bahkan pada diri ini
Pun amanah yang harus dipertanggung jawabkan
Nanti.

Halong 28 Mei 2019



KUAMBIL I'TIBAR TRAGEDI DUNIA
Karya : Muhammad Jayadi


Hujan dan dingin
Satu lipatan dalam ruang murung dan beku
Membuka satu pandang, mencari arti nada juang
Pada pertemuan musim yang berlalu
Menadah kata, antara menikmati keindahan semesta
Rimbunan makna pemberian Tuhan yang kuasa
Bermekaran di ujung nafas yang kian senja
Menginsafi peristiwa, jadi i'tibar pada kehidupan dunia.

Halong 28 Mei 2019



SEHABIS MAGHRIB

Karya : Muhammad Jayadi

Selalu rindu kepada hikmah
Berpijak di arakan mega-mega penuh bunga
Menyentuh langit perenungan pada malam hening
Begitu pun lentera hati adalah tempatku memandang
Tiap titik dari arti setiap pengalaman yang datang.

(Halong Kalsel 22-04-2018)



DIA DI SUDUT MALAM
Karya : Muhammad Jayadi


Dia di sudut malam
Mengatasi kehidupan dengan perenungan
Atas apa yang dia dapati dari perjalanan
Dia pahami dan petik hikmah dari kenyataan yang berjalan
Pada harapan akan satu nada keinsafan menjadi insan ciptaan Tuhan.

Halong 13-02-2019



PUISI
Karya : Muhammad Jayadi


Aku dapati puisi di terik siang ini
Sepotong angin yang berlari menghampiri
Menuju ruang makna dalam jiwa sendiri
Menata usangnya kehidupan yang terjalani.

Halong, Mei 2019



ALAM INI


Alam maha karya Tuhan
Keindahannya adalah tempat kita merenungkan kuasa-Nya
Betapa maha besar karunia-Nya
Semesta tempat kita menyujud sembah kepada-Nya
Allah rabbul alamin.

2019



LUKISAN TEPI LANGIT


Menulis langkah yang sempat tersendat
melepas rantai pengikat yang mengekang jalan
mencari bekal untuk hari depan yang dijanjikan Tuhan
berharap dan terus berharap dalam nada gerak di udara dan segenap doa
meminta cahaya menampakkan keniscayaan di jalan diri yang penuh gelap menyergap

Ruang kosong selama kutinggalkan membaur kealpaan
mulai kubenahi, menyalakan lampu yang lama tertidur
duduk merenung, menangkap makna bulan temaram membingkai bijaksana pada segenap laku yang telah terjalani begitu saja, berharap bening bak air di telaga

Terus langkahku pada gerak perjalanan hati
menggapai cita keluhuran budi di tiap hembusan nafas di bumi ini
mendalami dan meresapi arti kedalaman cinta
keluasan yang kuinginkan dalam mengasih sayangi sesama manusia dan semesta.

2019



BARU SAJA RENUNG DATANG


Malam bersama keindahannya
Kukagumi saat ia mampu menyentuh nurani
Pada saat renungan dalam sunyinya Membawaku tersadar tentang berartinya diri
Sebagai amanah Allah yang harus dipertanggung jawabkan kepada-Nya
Nanti.

2018



KEPADA GENERASI MUDA
Muhammad Jayadi


Kuberikan pesan kepada generasiku
Bahwa teruslah maju mencari jati diri dan berprestasi dalam kreasi
Menyinari gelapnya bumi dengan langkah pasti, mencintai negeri
Menanamkan moral akhlak yang mulia, melaksanakan perintah agama
Biar tertata dunia dengan damai sentosa
Berkat manusia yang berjalan di jalan taqwa
Di sisi Allah swt.

Halong 10 Juli 2019



MENANGKAP HIKMAT DI JIWA
Karya : Muhammad Jayadi

Heningnya jalan menghempas lara
Ketika pikir jadi warna di awang-awang
Menjadikan kita mengerti bagaimana sesungguhnya kehidupan mesti berjalan
Kesederhanaan dan bertahan padanya memorakporandakan pongahnya keegoan di masa lalu
Mengajari kita cara baru menempuh dunia dengan meluruskan nilai segala tingkah laku
Mengalirkan hikmat dari pusat kesadaran jiwa ke raut wajah di tepi dunia
Mengarungi angkasa perenungan di hening waktu ketika malam tiba
Merobek segala durjana yang jadi topeng di kepingan jalan yang berdosa
Dibasahi air mata dalam keriuhan hati saat melihat sebenar diri di cermin jiwa yang terjaga dari tidurnya.

Halong 6 Juli 2019



DI TERAS RUMAH
Karya : Muhammad Jayadi


Di teras rumah malam hari
Menimbang dengan hati
Hikayat perjalanan sendiri
Bersejuk di angin sangsai
Mengasah pikir
Kembara angkasa mengukir nilai
Sejumput impian yang tercecer di kelelangan kuambil kembali
Mengeja kehidupan
Walau terbata di perjalanan
Harapan terus ada
Sebab ia jadi cahaya merenda usia
Menuju keridhaan hakiki adanya
Di jalan Tuhan yang esa.

Halong 2 Juli 2019



DENTING MALAM HARI
Karya : Muhammad Jayadi


Denting malam
Hitam selimuti daun-daun muram
Ada kata terkapar
Di tepi jalanan
Ku pungut ke sisi hati
Menemani ihwal diri
Berjalan mengusung riwayat tanpa henti

Waktu adalah jalan
Aliran sungai yang membawa kita ke arah kesadaran
Bersama usia, ia hadir
Sebagai pengertian
Setelah berbagai pukul
Menjadi wajah keakraban
Menumpang di deru dunia bertabur keindahan
Dalam suka dukanya
Menjadi cerita
Kenang yang menyatakan kita pernah ada.

Halong-Kalsel, 30 Juni 2019



MENYELAMI MAKNA HUJAN
Karya : Muhammad Jayadi


Dia yang menawarkan hujan
Di saat rimba hati terkapar dalam kering kerontangnya
Tersadar adalah obat segala luka dari ambisi ego yang tak pernah mati
Sekian waktu menempati ruang kosong ini
Menghening diri
Mencari ketetapan hati sesungguhnya.

Halong 2 Juli 2019



MERENUNG HUJAN
Karya : Muhammad Jayadi


Aku merenung hujan pada pagi berkesan
Tetesannya mencapai jiwa menyejukkan rasa
Pada pucuk-pucuk pohonan yang basah
Kutuliskan kisah perjalanan diri yang senantiasa mencari arti di balik segala yang terjadi.

Balangan 2 Juli 2019



SAJAK SECANGKIR KOPI
Karya : Muhammad Jayadi


Secangkir kopi
Buku-buku sajak penyair
Menemani
Saatku kembara pikir
Menerka hujan makna dalam zikir
Membuka tabir
Ketika singkat waktu kurasakan
Kehidupan yang sekali, jangan tersiakan
Ucap hatiku di lambaian angin malam.

Halong Kalsel 30-06-2019



MASA LALU
Karya : Muhammad Jayadi


Jubah masa lalu jangan dibuang
Tersebab ia yang menjembatani seluruh kenang
Menjadi warna yang menuntaskan perjalanan hidup kita
Mematangkan pribadi ketika bertambah usia
Menjadi pelajaran berharga
Hikmat bahagia dalam dada yang meraga di nadi dunia.

Halong 27 April 2019



PUISI PAGIKU
Karya : Muhammad Jayadi


Ketika pagi kutulis puisi
Menghirup segar alam karunia Ilahi
Bercanda dengan waktu dan sepucuk sepi

Kusyukuri hidup dan segala likunya
Kumasuki keindahan makna-makna
Ketika hati lapang menerima setiap cobaan-Nya

Alhamdulillah ucapku
Mengiring setiap rasa yang berlaku.

Halong, 2018



JALAN HAKIKI ITU
Karya : Muhammad Jayadi


Kuingin mencari pencerahan di jalan nabi-nabi
Jalan yang diwarisi para wali-wali di muka bumi
Mereka sampaikan dengan kemuliaan akhlak
Menegakkan syiar yang penuh kewibawaan nilai keagungan Allah
Pada semesta alam yang jadi bukti kuat kuasa-Nya
Tempatku mengambil makna renung, i'tibar bagi hamba-hamba yang mencoba berpikir selalu
Menggapai nilai kehidupan yang Indah menderu
Di balik cadasnya perjalanan penuh liku.

Halong 25 Juni 2019



SEBUAH KESAN DI DESIR ANGIN SIANG
Karya : Muhammad Jayadi

Duduklah,
Di sendu angin menyapa
Renungkan
Mana baiknya
Antara pukul dan rangkul?

Aku pun tersentak
Ketika aku pernah terseret kebekuan pikir
Sempit pandangan dari nilai luasnya arti kemanusiaan

Sadar di titik inilah, yang Tuhan inginkan
Tebarkan kasih sayang kepada setiap insan
Meninggalkan jejak, sebuah kesan keindahan.

Halong 26 Juni 2019



SEBUAH KESAN DI DESIR ANGIN SIANG
Karya : Muhammad Jayadi


Duduklah,
Di sendu angin menyapa
Renungkan
Mana baiknya
Antara pukul dan rangkul?

Aku pun tersentak
Ketika aku pernah terseret kebekuan pikir
Sempit pandangan dari nilai luasnya arti kemanusiaan

Sadar di titik inilah, yang Tuhan inginkan
Tebarkan kasih sayang kepada setiap insan
Meninggalkan jejak, sebuah kesan keindahan.

Halong 26 Juni 2019



KEPADA DIRI SENDIRI
Karya : Muhammad Jayadi


Mentari menyibak tirai gelap malam
Hadirkan senyum harapan dalam dada
Kiasan bahwa ia ada, sebagai lambang kuasa Pencipta
Ingatkan bahwa kita manusia
Bagaimanapun juga adalah hamba yang selalu bergantung pada-Nya
Jangan pongah sombong menjalani tanah datar luas ini, bumi dipijak ini
Ciptaan-Nya segala yang ada hingga diri, akal, rasa, kepandaian yang dipuja
Pun pemberian-Nya, bukti kasih sayang-Nya kepada manusia
Adakah kau sadar duhai diriku?

Halong 26 Juni 2019



NILAI CINTA KASIH
Karya : Muhammad Jayadi


Tinggallah kemurnian
Bias cinta kasih sesama
Mengikat nilai pertautan hati
Bahwasanya kita adalah sama
Sebagai makhluk-Nya di negeri dunia
Saling menjaga rasa
Agar tak saling meluka
Tak saling menikam duka
Di nyanyian waktu yang bernyawa
Dalam jiwa.

Halong 26 Juni 2019



JANGAN BIMBANG
Karya : Muhammad Jayadi


Ketika kita tertegun sendiri
Berdiri mematung sepi
Di persimpangan jalan
Antara kiri dan kanan
Jangan bimbang,
Tempuhlah kebenaran
Reguk bahagia dalam jiwa
Tepis segala bisik hawa
Angkara murka yang meraja
Niscaya, berenanglah engkau di lautan cahaya
Mengarungi raga duniawi dengan mengerti.

Halong 16 Juni 2019



TATKALA MALAM DATANG
Karya : Muhammad Jayadi


Desir angin
Pohonan bergoyang sendu
Jangkrik bernyanyi
Semarakkan sang malam
Yang dicumbu bulan
Satu pandang yang pasti
Menikmati diri
Resapan terhadap sekitar
Nuansa malam terhampar
Di wajah sang waktu
Mengukur laku diri berlalu.

Halong, 15-06-2019



HUJAN RINTIK, JIWAKU MENYELAM MAKNA
Karya : Muhammad Jayadi


Rintik hujan pagi ini
Menyurutkan kelam malam
Berganti terang siang meski temaram karena bingkisan awan hitam, mengabut zaman
Perjalanan waktu sangatlah cepat berlalu pada saat puing-puing keinginan belumlah sempurna tergapai
Tapi hanya doa dan harap di telaga jiwa yang kubiarkan mengalir, menemukan maknanya sendiri seusai hujan.

Balangan 12 Juni 2019



LEBURKAN RASA DALAM NADA MALAM
Karya : Muhammad Jayadi

Berhembusnya angin di lembaran malam yang disiram hujan
Merangkaikan detik demi detik perjalanan
Merangkum dalam simpul senyuman,
Bahwa kehidupan penuh dengan nilai-nilai rahasia
Terkandung dalam berbagai bentuk warna
Duka, derita dan air mata juga bahagia
Yang mana semua itu 'kan bermakna setelah terlewati, lalu kita renungkan dan resapi
Sedang rahasia esok, kita serahkan pada Tuhan
Kita hanya berusaha yang terbaik dan menghamparkan harapan dalam doa-doa kepada-Nya
Agar kebaikan selalu menyertai kita.

Balangan 13 Juni 2019



RUANG YANG LAPANG ITULAH HATI YANG RIDHA
Karya : Muhammad Jayadi


Aku masih punya ruang dalam menyimpan makna tak berbatas
Sebab hati adalah keluasan yang mampu menampung semesta dalam pandangnya,
Karena kebesaran jiwa, manusia dapat membelokan arah tuju dari kefanaan yang memudarkan asa ketika termakan waktu yang berlalu
Maka luaskan hati dengan ridha menerima segala bentuk coba terhadap diri dari Sang Pencipta, tegurku pada diriku dalam kesunyian malam.

Balangan 12 Juni 2019



MALAM WAKTU
Karya : Muhammad Jayadi


Ada malam waktu
Menyisakan kata-kata
Dalam relung hatiku
Jadilah ia puisi
Goresan jiwa menyimak dunia
Mencari arti selalu
Di titik kepuasan nurani.

Balangan 24-03-2018



INSAF HIDUP
Karya : Muhammad Jayadi


Sejak kukenal hidup
Kumaklumi pahit dan getirnya
Karena,
Setiap manusia menjalaninya
Supaya insaf diri sebagai hamba-Nya
Untuk selalu memohon pertolongan-Nya

Ke depan berjalan
Memang banyak rintangan
Arti-arti tersembunyi
Tersibak di setiap detik perjalanan hati

Menangis karena dosa
Adalah diharapkan
Supaya berjatuhan kelam
Bersama cucuran air mata
Menyucikan hati yang muram.

Halong, September 2010



HARAPAN
Karya : Muhammad Jayadi


Meraih hari yang indah menuju senja hari
Di perjalanan yang penuh rintang membentangi diri
Sebelum kelam melingkupi dan menabur sepi
Amal baik kiranya yang 'kan kubawa pergi
Biar terang cahaya menemaniku menemui Ilahi.

Paringin 2019



ZIARAH JIWA
Karya : Muhammad Jayadi


Aku kembara jauh, ziarahi jiwa manusia bening jiwa
Yang hidup menanamkan nilai budi pada penjuru dunia
Memberikan permisalan sebuah teladan sempurna
Menyegar daun-daun sukma manusia, jadi rahmat bercahaya

Pada senja, kubaca mereka dari buku yang terlihat usang tapi penuh pesona
Aroma riwayat yang mendaya guna bagi kemaslahatan bersama
Semoga dapat memperbuat segala jalan yang ditempuh mereka
Menggapai selamat, dunia akhirat.

Halong 23 Juli 2019



GELOMBANG KEHIDUPAN
Muhammad Jayadi


Ke tepi kusandarkan perahu
dari perjalanan mengarungi ganasnya gelombang hidup ini
kuraup segenggam cahaya ketika gelap tiba
menembang lagu kembara diri, menggapai yang pasti pada sebuah pandang hati
di timur, kulihat pagi memerah warna dalam usiaku ini
sekian waktu mengelus dadaku dengan ribuan arti tanpa jemu.

Halong-Kalsel 21 Juli 2019



PADA MALAM, KUTATAP BULAN
Muhammad Jayadi


Di pucuk-pucuk sepi kita renungkan tentang kehidupan dengan keindahannya, bulan setangkai dalam kenangan lama, menyinari dengan ranum cahayanya pada gumpalan embun yang menyergapku di beranda malam waktu; di situ aku memandang pesona Sang Penguasa semesta.

Alangkah maha bijaksananya Dia atas semesta ini.

Halong - Kalsel 19 Juli 2019

MUHAMMAD
JAYADI


Kumpulan Puisi Siti Yatmini - JEJAK MEMORI



JEJAK MEMORI


Kembali pada ranting sunyi yang dijatuhi embun
Sesungguhnya malam enggan kutitipi sedih
Dia bosan mendengar keresahan yang tak berujung
Bahkan sempat menolak menyampaikan pada pagi

Biarlah untuk kali ini saja aku meminta
Sebongkah beban yang menyesakkan
Kan kulepaskan dari punggung rindu
Agar malam tak lagi mengeluh

Terima kasih untuk tiap kisah yang kau beri
Entah kujadikan apa nanti
Akan kularung pada sepi
Atau kukenang sebagai prasasti

#Smrnda010720

Kumpulan Puisi Hidayat Almansuri - DI MALAM PURNAMA



DI MALAM PURNAMA

Sepi malam begitu hambar
Semilir angin berembus tanpa memberi kabar
Aku duduk dan bersandar
Menatap rembulan bundar

Di bawah pohon yang tak rindang
Seekor serigala melolong lantang
Mengadu pada Sang Purnama
Tentang perjalanan hidup di dunia

Berjuta bintang di langit sana
Berkelip riang dan manja
Seakan tersenyum pada serigala
Namun aku tak tahu, apakah artinya ...?

Takkan aku usik adanya
Biarlah semua jadi cerita jiwa
Karena setiap makhluk di dunia
Bertanggung jawab atas diri dan kehidupannya


Kediri, 28 Juni 2020



BEDA

Dulu ...
Di ruang tunggu Terminal dan Stasiun
Ku saksikan wajah-wajah sayu
Berdiam pasrah pada sandaran bangku
Menunggu ..., dan menunggu ...

Dulu ...
Ku saksikan orang-orang ceria
Mengantar dan menemani anak - anaknya ke berbagai acara
Sambil gembira, berbincang dengan kawan-kawan lama

Dulu ...
Teman-teman pejuang keluarga
Asik bercanda dan bercerita
Tentang suka-duka di kota metropolitan
Tentang kampung halaman, yang selalu ada dalam pikiran

Tapi kini ...
Semua tiada lagi
Corona merubah tampilan negeri
Tak bisa bebas kesana-kemari
Diri selalu dicurigai
Dianggap penuh dengan bakteri

Kediri, 06 Juli 2020




BAYANGAN MASA LALU

Ku terdiam merenung
Kala masalalu mengetuk pintu kalbu
Seiring lantunan suara musik yang mendayu

Seketika bayang wajahmu yang lugu hadir di hadapanku
Tersenyum manis bagai saat itu
Lemah terasa angan
Melihatmu dalam kenangan

Bukan ku tak ingin hadirmu
Hanya saja ada rasa yang menggangu kalbu
Maafkan jika ku tepis bayangan wajah cantikmu
Biarlah semua jadi masalalu yang membatu

Kraksaan, 03 Mei 2020



BARA KETIDAKBERDAYAAN

Saat ini ...
Kubiarkan semua mata memandang tajam penuh curiga

Saat ini ...
Kubiarkan semua jari-jari berkuku tajam, mencakar dan menguliti tubuhku

Saat ini ...
Kubiarkan semua mulut mengoceh dan memvonis sesukanya

Hingga nanti ...
Suatu saat yang akan tiba
Akan kuberi lidi di pelupuk matanya
Hingga mereka akan selalu melotot, tanpa bisa berkedip lagi

Akan kuikat tangannya
Hingga jari-jari yang berkuku itu tiada bisa lagi untuk sekedar mengorek upil mereka

Akan kusumpal mulut yang menganga dengan kain lap
Hingga mereka tiada lagi bisa untuk sekedar berkata : " Hai ..."

Kraksaan, 02 Mei 2020



MENIKMATI SENJA


Kurebahkan diri
Diantara jajaran bangku dan kursi di ruangan ini
Merasakan empuknya busa kasur yang tergelar
Sambil menatap langit-langit ruangan yang penuh bercak, sisa tetesan air hujan.

Sejenak ...
Kurasakan aroma masalalu
Yang membuatku teringat akan semua hal yang pernah kulakukan
Membayang ...
Diantara hembusan angin senja yang mengalir di sela-sela putaran kipas.

Kicauan burung-burung kecil di atas pohon mangga, seolah mengikuti goyangan rimbun pepohonan singkong di belakang gedung
Bagai mengembalikan semua memori silam.

Namun aku tak tahu, apa yang hendak kulakukan dengan masalalu itu
Apakah harus gembira ...
Atau diam, dan mengacuhkan semua ...
Sungguh ... Aku tak tahu harus bagaimana ...?

hembusan angin
kicauan burung senja
pohon singkong
nampak bergoyang-goyang
bagai ikuti rasa

Kraksaan, 28 April 2020



PELAJARAN PAGI


Kicauan burung-burung menyambut pagi
Merdu bagai pujian pada Ilahi
Menjadi pelajaran bagi diri
Tentang bagaimana cara mensyukuri kehidupan ini

Sang Surya yang memancarkan sinarnya
Perlahan mulai tampakkan raga
Menyapa seisi alam raya
Menjadi tanda awal masa

Si Jantan yang berkokok lantang
Ajarkan kita untuk tetap tenang
Hadapi kehidupan dengan semangat menantang
Meraih hasil akhir dengan menang, walau mungkin belum gemilang

Sang Induk yang beraksi di pagi buta
Bersama anak-anak kesayangannya
Mengorek-ngorek tanah dengan cakarnya
Ajarkan kita ..., mencari makan sambil menjaga keluarga

Proling, 28 April 2020



MENJALANI KEHIDUPAN

Kabut hitam yang perlahan muncul menutupi matahari
Bukanlah sesuatu yang harus ditakuti
Sebab itu hanya peristiwa alam
Yang akan selalu hadir, bila dunia akan turun hujan

Tak perlu resah
Buanglah rasa gundah
Hadapi kenyataan hidup dengan iman
Tetapkan hati, selalu dalam jalan Tuhan

Tak perlu berandai-andai
Akan adanya bahaya yang mengintai
Hidup ini sudah digariskan
Kita hanya perlu menjalankan

Berpikirlah terbuka
Karena kita hidup di dunia yang juga terbuka
Jangan menutup diri dan pikiran
Hanya akan menyusahkan kita dalam menjalani kehidupan

Tenang saja, jangan panik
Dunia ini tak hanya berjalan dalam sedetik
Jika alam memang sudah tidak aman
Tentunya hewan-hewan sudah pada berhamburan

Kraksaan, 04 Mei 2020




DI SUDUT MALAM

Merasakan dinginnya udara malam ini ...
Sendiri tanpa sesiapa. Hanya suara jangkrik kecil yang bernyanyi di sudut pagar tembok rumah.

Aku ingin menemaninya ...
Tapi aku tak tahu, lagu apa yang sedang dinyanyikan olehnya.

Lalu ..., Jangkrik itupun berhenti bernyanyi. Tatapannya tajam mengarah padaku ...
Seolah ia berkata : " Wahai kau ...
Sedang apa di sini ...?
Ini sudah larut malam ..., Pergilah istirahat ...
Temuilah mimpi indahmu ..., Agar besok kau bisa ceria dan semangat menghadapi dan menjalani kehidupan.
Sebab tugasmu besok, tentulah lebih berat dari pada aku yang hanya mengisi hari-hari dengan makan dan bernyanyi ..."
Lalu iapun bergeser ke sebelah, mungkin risih dengan keberadaanku.

Tapi aku masih memaksa mengikutinya. Karena memang tiada siapa lagi yang bisa kujadikan teman di malam ini.
Jangkrik itupun diam dan menatap tajam padaku.
Mungkin ia geram karena selalu kuikuti.
Seakan ia berkata : " mengapa kau masih saja mengikuti ...
Sudahlah pergi saja ...
Urus saja kehidupanmu ... Jangan ganggu aku ..." Sambil berlalu pergi.

Aku tak bisa diam.
Aku cegat jalannya, dan duduk tepat di depannya.
Membuat ia berhenti melangkah, lalu menatap lagi padaku.
Namun kali ini, tatapannya beda ...
Seolah ia ingin mengajakku berpikir dengan 'caranya' ...

Aku terdiam seribu bahasa.
Hingga jangkrik itupun berlalu, menghilang, di antara rimbunan rumput taman depan rumah.

Kini ..., Tinggallah aku sendiri.
Diam ...
Hanya bisa menatap langit malam dengan ribuan bintang dan rembulan yang masih bersinar
...
Kediri, 10/04/20



 Puisi Pamatak
Judul : LOCKDOWN

Menutup akses keluar-masuk wilayah
Demi menjaga agar tak tertular oleh wabah dan mempermudah penanganan
Hingga masyarakat bisa aman dari virus
Tanpa harus ada lagi rasa was-was

Mungkin sudah tepat untuk dilakukan
Selama ada jaminan untuk Kehidupan
Agar tenang dan tak menimbulkan kebingungan

Sebab dalam kehidupan biasa pada umumnya
Orang akan lebih takut lapar daripada tertular

Kediri, 14 April 2020



Puisi Soneta
TENTANG ALAM

Di tenangnya air telaga
Kupu-kupu menari kian kemari
Bercanda ria mengisi hari
Menanti saat senja tiba

Burung-burung di atas sana
Bersenandung menghibur diri
Kepakkan sayap sambil menari
Berharap hujan datang menyapa

Aku sendiri termenung
Berpikir tentang alam
Mengapa kini begitu gersang

Apakah alam
Sudah tidak lagi seimbang
Seperti di masa silam

Kediri, 19 April 2020



DI BAWAH SINAR PURNAMA

Kucoba pejamkan mata
Tanpa ada rasa cemas
Walau mungkin tiada Lena
Di malam purnama emas

Menyebar sinarnya
Di sela-sela ranting Cemara
Betapa bermandikan cahaya
Bagaikan berada di alam surga

Biarkanlah kulelap dalam lena
Menjemput mimpi yang sempurna
Takkan kubiarkan hati was-was
Walau serigala melolong dengan buas

Kediri, 17 April 2020



ILUSI WAJAH KEKASIH


Sedari pagi, aku sudah berniat tidak ingin kemana-mana. Saat ini sedang libur, jadi dimanfaatkan untuk bersantai di bawah pohon mangga.

Tak kuharap sesiapa kan datang mengganggu, termasuk juga bayangannya. Karena sekarang aku ingin beristirahat dari segala aktivitas.

Ku layangkan pandangan di kejauhan sana, ke arah rimbunan bambu yang sepi, tiada sesiapa. Hanyalah Sepoi angin yang berhembus membelai manja diriku.

Sekilas lalu, kulihat wajahnya tersenyum manja dan mempesona. Seakan memanggil diri ini untuk menemui dan ber mesra ria di bawah pohon bambu itu.
Betapa kau dikelilingi oleh jutaan bunga nan harum semerbak, memacu semangat dan gairah rasa di jiwa.

Tapi hanya sepintas lalu...
Perlahan bayangannya memudar pergi, tanpa meninggalkan pesan.
Akhirnya kusadari, semua hanyalah ilusi, sepotong lamunan di siang hari yang takkan pernah terjadi.

sinar mentari
rimbun pohonan bambu
wajah kekasih
hadir mengusik jiwa
bangkitkan rasa rindu

Cibubur, 03/03/20



bljr
Pamatak

BAHAGIA

Sehat jiwa dan raga
Tinggal di dalam rumah yang megah
Memiliki pengaruh dan aset di mana-mana
Serta wanita yang cantik mempesona

Tidaklah menjadikan orang bahagia
Jika diri tidak berada dalam hukum agama
Hanya akan membawa malapetaka

Sebab kekayaan akan sirna
Jiwa dan raga, akan kembali kepada Sang Pencipta

Cibubur, 27/02/20



PERANTAUAN


Hidup di perantauan
Bagai seekor ikan
Di dalam aquarium kebanggaan

Terlihat bahagia kesana-kemari
Padahal tiada yang tahu hal yang sejati
Yang setiap hari di hadapi

Harus bisa menyesuaikan dengan keadaan
Juga pandai-pandai membawa diri dalam pergaulan

Apalagi jika sedang tanggung bulan
Harus siap-siap cari pinjaman
Agar bisa tetap bertahan

Cibubur, 26/02/20



PERMOHONAN SUCI

Sendiri di keheningan malam sepi
Membiarkan angan melayang tinggi
Bermunajat sepenuh hati
Mengharap keridhoan Ilahi

Kau yang kusayangi
Kutahu amat berat jalani semua ini
Walau kita telah saling mengerti
Namun restu, belum ada pasti

Biarlah kan kumohonkan pada Tuhan
Tentang semua keadaan
Melalui do'a sepenuh hati
Yang berputar, seirama tasbih suci ini

Semoga kan hadir keajaiban
Pada rasa yang kita perjuangkan
Karena kita hanyalah insan
DIA lah Sang Penentu kehidupan

Cibubur, 24/02/20



KOIN 100

Aku tersenyum sendiri jika mengingat kelakuan saat kecil yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan uang koin bulat besar bertuliskan "100".

Bukan untuk ditabung, tapi untuk di bawa ke sebuah tempat mesin bermain yang bernama Ding-Dong.
Walaupun untuk itu, aku harus rela berjalan kaki cukup jauh. Kare memang adanya hanya di depan pasar kecamatan, yang berjarak sekitar 3 km dari rumah.
Tapi karena bersama teman-teman sesama pemegang koin, jauh pun, jadi tidak begitu terasa.

Walau waktu bermainnya tidak lama, tergantung kelihaian, sebab hanya memiliki kesempatan 3X sebelum Game Over.
Tapi entah mengapa aku begitu menyukainya.
Mungkin juga karena tidak ada permainan modern lagi waktu itu.

Dan juga, koin itu bisa untuk jajan aneka makanan. Bisa dapat banyak, karena harga makanan sangat terjangkau sekali.

Pokoknya asal punya koin, sudah serasa punya dunia...😀😀😀

Cibubur, 21/02/20



DI SEPERTIGA MALAM

Aku luruh bersimpuh
Di dalam surau tua
Kala sepi malam menyapaku
Dengan kenangan lalu

Kusisir di sekitar dengan mata nanar
Menahan emosi diri dengan sabar

Kubiarkan kelam
Merobek nadi malam
Lalu hancur tenggelam
Bersama angan yang tiada ter sulam

Kuikhlaskan semua kisah
Menjadi sebuah rahasia
Tanpa harus ada
Yang coba untuk bertanya

Biarlah semuanya
Hanya antara aku,dia dan Tuhan saja..

Probolinggo, 21/03/20



REVOLUSI KISAH JIWA

Bila kata-kata sudah tiada lagi bisa di percaya
Maka berlalu dari mimpimu, adalah keniscayaan


Biarlah aku pergi jauh
Tinggalkan semua tentangmu
Tanpa harus kau coba
Untuk menghalanginya

Tak perlu sesali
Segala apa yang pernah terjadi
Anggaplah saja semua
Hadiah terindah dari cerita ini

Usah pula kau ungkit lagi
Hanya akan membuat luka berdarah kembali

Aku akan memaafkan semua kesalahan yang pernah terjadi
Begitu pula kuminta sebaliknya
Anggaplah saja pelajaran berharga, dari kisah perjalanan jiwa

Kini, ijinkan kulangkahkan kaki
Tinggalkan semua mimpi semu
Untuk merevolusi jiwa, dari rong-rongan janji palsu
Dan memulai, kisah yang baru

Probolinggo, 20/03/20



TENTANG RASA

Detik-detik waktu yang hadir di kehidupan kita
Seakan ingin melukis semua tentang rasa yang ada
Juga kenangan yang pernah tercipta

Bayanganmu yang selalu mengusik ketenangan jiwa
Bagaikan Sang waktu yang tak mampu kuhindari

Akan kucoba mengabadikannya
Dalam sebuah catatan kisah
Yang akan selalu terbaca
Hingga akhir masa

Sebagai tanda, jika kita pernah bersama
Walau mungkin hadirnya
Hanya berupa bayangan saja

Probolinggo, 18/03/20



KELOR OBAT CORONA

Wabah virus yang menyebabkan penyakit Corona, telah menjadi topik di hampir semua media massa di seluruh dunia, bahkan jadi trending di sosial media.

Warga dunia pun heboh, termasuk juga pemerintah di negara-negara maju, bahkan ada beberapa negara yang mengisolasi warganya.
Semua hal dilakukan untuk menanggulangi penyelenggaraan, bahkan akses yang bisa mendatangkan virus, di tutup rapat dan di jaga dengan ketat.

Namun berita baik muncul seiring harapan yang besar dari dunia.
Beberapa anak bangsa Mencoba Membuat obat untuk virus tersebut dengan memanfaatkan tumbuhan yang akan menjadi obat herbal untuk penyakit itu.

Dan siapa sangka, jika tumbuhan di sekitar kita, justru memiliki kandungan zat yang bisa menanggulangi dan menyembuhkan penyakit yang berasal dari virus ini.
Dan tumbuhan itu, adalah daun kelor yang oleh kita di desa, dijadikan sebagai sayur pelengkap lauk makan.

di warta pagi
heboh wabah penyakit
oh daun kelor
hadiah dari alam
coba jadi solusi

Probolinggo, 18/03/20



HIKMAH

" Setiap kejadian atau masalah, pasti selalu ada hikmah di sebaliknya...
Dan bila kita masih belum menemukannya, maka akan ada sesuatu yang besar sebagai nasihat bagi kehidupan..." Itulah kata-kata mutiara dari guruku yang selalu dijadikan nasihat.

Dan beberapa hari ini, negeriku menghadapi kejadian luar biasa, yang membuat pemerintah melakukan hal yang tidak biasa demi kebaikan dan keselamatan bangsa.
Dengan beberapa langkah yang membuat semua, termasuk aku, berpikir atas langkah-langkah yang dilakukan oleh negara.

Hingga sekarang, aku masih bertanya-tanya atas hikmah apa yang ada dari semua kejadian ini.
Apakah agar masyarakat bisa terkendali dan terselamatkan dari virus yang mewabah. Atau agar bisa menumbuhkan kembali rasa kekeluargaan di tengah-tengah masyarakat warganya, hingga bisa saling menjaga dan melawan wabah bersama.

Namun kemarin, aku dibuat sadar oleh sebuah penemuan dari penelitian anak bangsa, ilmuwan negeri yang mengutamakan kekayaan alam sendiri sebagai sumber penelitiannya.
Dan siapa sangka jika daun yang selama ini kita gunakan sebagai sayuran pelengkap menu makanan kita, adalah sumber khasiat yang baik untuk menanggulangi dampak dari virus yang mewabah di negeri ini.

Ya, daun kelor.
Daun yang bisa tumbuh subur di halaman depan dan belakang rumah kita ini, siapa sangka jika memiliki khasiat yang jitu selain sebagai sayuran pelengkap makanan.

Dunia memang tidak selebar daun kelor..
tapi nama daun kelor, akan bisa mendunia.
Dan mungkin inilah hikmah yang ada dari semua kejadian yang sedang kita hadapi saat ini.

Probolinggo, 17/03/20



DI PULAU TERPENCIL

Menginjakkan kaki di sini, tepian pantai pulau terpencil, tempat petualangan baru mengisi liburan.

Entah mengapa, aku begitu senang duduk-duduk di pinggir pantai ini.
Ada damai yang kurasakan di sini, ditemani hembusan angin laut dan ribuan kilau bintang di langit sana.
Juga sorot lampu menara suar yang begitu menyilaukan mata.

Mata tertuju ke pinggir pantai. Nampak warna merah memukau dari pohon mawar yang sedang mekar bunganya
.
Aku ingin melihat warna indahnya saat tersorot mentari esok pagi.
Karena itu, aku akan bertahan di sini hingga mentari esok pagi, dan menyiapkan kamera untuk mengabadikan momen itu.

Probolinggo, 13/03/20



ANTARA CINTA DAN PERJUANGAN

Berjalan sendiri di gelapnya malam. Sambil memandangi langit yang bertabur bintang berkilauan, laksana permata di atas hamparan permadani hitam.

Ingin ku bertanya pada bintang tentang rasa yang melanda hati ini, namun hanya hembusan angin yang datang, tanpa memberikan jawaban.

Masih kuingat kata-kata terakhirmu saat hendak pergi meninggalkan semua kenangan yang pernah ada.

" Cinta memang sempurna...
Tapi kita tidak.., ada konsekuensi yang harus dipegang Sebagai identitas...
Tidak mungkin menjumpai titik temu, antara seorang ksatria dan Puteri penguasa baru.." katamu.
" Tidakkah kau berpikir betapa beratnya kisah, karena akan lebih banyak yang menantang dari pada yang setuju.." Katamu lagi sambil berlalu pergi dengan keangkuhan sikap yang menjadi ciri khas.
Acuhkan semua perasaan, menipu hati dan bersembunyi di balik kesombongan.

Aku tak kan memaksakan apapun demi rasa hati.
Jiwa ksatriaku berontak atas semua perlakuanmu.

Aku akan tetap berjalan tegak di atas semua romantika ini, hingga nanti kau akan pahami...
Bahwa penghianat di satu sisi, adalah pahlawan di sisi lain...
Begitu pun sebaliknya.

" Tinggallah kini kita memutuskan...
Apakah akan jadi penghianat cinta, atau pejuang bangsa...? "

Probolinggo, 12/03/20



HARAPAN DI MALAM DINGIN


Ku langkahkan kaki di setapak jalan di dingin malam ini, sambil memandang langit gelap dengan separuh rembulan yang mengambang.

Dirinya yang entah di mana kini, ku tak mengerti mengapa Ia menghilang pergi. Meninggalkan rasa, yang semakin lama semakin menjadi.

Andai bisa 'tuk berjumpa lagi, ku berjanji tak akan kubiarkan 'tuk pergi lagi meninggalkan diri dalam sepi.
Namun andai tiada berjumpa lagi, ku harap Ia 'kan temui kebahagiaan sejati yang selalu diimpikan.

Masih kuingat selalu kenangan bersamanya. Masih terngiang kata-kata yang selalu diucapkan padaku.
Tapi mengapa Ia berlalu pergi, tanpa memberikan kesempatan padaku untuk membuktikan semua yang pernah ku janjikan.

Wahai rembulan, katakanlah jika Ia bertanya padamu tentang cinta, bahwa aku masih selalu mengharapkan kehadirannya. Selimuti lah dengan hangat cahayamu agar tak kedinginan oleh angin yang menyapa malam-malam nya.

Biarlah aku sendiri di sini...
Hingga Ia tahu, bahwa kata-kata Cintaku, bukan hanya rayuan belaka.

Cibubur, 03/03/20



DI GERIMIS PAGI

Diam sendiri di awal pagi, menyaksikan sejuknya alam yang terguyur gerimis.

Di sebatang pohon, kulihat seekor anak burung terdiam sendirian, bersembunyi di bawah sehelai daun dari derasnya gerimis.

Iba terasa pada keadaan anak burung itu. Ingin rasanya aku menangkap dan mengurungnya di sangkar, tapi pasti akan berontak dan terbang.
Jadi kubiarkan hanya melihatnya saja.

Semoga gerimis ini 'kan segera usai agar mentari bisa menampakkan sinarnya. Hingga hangat bisa terasa di pagi ini.

sebatang kara
di bawah daun berlindung
seekor burung
mencari kehangatan
dari derasnya hujan

Proling, 10/03/20



MEMORI TENTANGMU

Masih kuingat selalu
Ucapan ketus darimu di senja itu
Lekat terasa di kalbuku
Seakan enggan untuk berlalu

Dirimu yang begitu kuharapkan
Begitu mudahnya berbalik haluan
Bahkan suci cinta pun tak kau hiraukan
Kalah oleh ke-egoisan

Aku tak mungkin lupa
Walau kini engkau telah kemana
Pergi jauh arungi dunia
Berharap temukan cinta sempurna

Semoga bisa engkau temukan
Apa yang selalu engkau inginkan
Karena ku tak kan pernah lagi 'tuk berharap
Cintamu yang tidak pernah menetap

Cibubur, 24/03/20



Catatan : 
--------------------

nampak bergantung
embun di pucuk rumput
bagai permata
kemilau cahayanya
menembus relung jiwa

# tanka, H.A
15/04/20


------------------


barisan kata
hadir pesan tertulis
lantunan do'a
rasa begitu tulus
menyentuh relung hati

#tanka, H.A
Kediri, 23 April 2020


-------------------------------------


sinar mentari
panjang jalan kereta
lelaki pergi
tinggalkan masalalu
jalani kehidupan

# tanka
H.A, 07/03/20

HIDAYAT ALMANSURI

Kumpulan Puisi Sri Handayani - TANGISAN SEORANG PELAKU KECAPI SULING



TANGISAN SEORANG PELAKU KECAPI SULING
By : Sri Handayani


Kecapiku kini kau berdebu
Sudah empat purnama kau tak pernah
Kujamah dan kupetik lagi
Ya, sejak wabah virus mematikan itu mewabah kampung kita, negeri kita

Tak pernah lagi ada orang hajatan
menanggap kita
Corona ya karena si Corona itu
Kita dan saudara saudara kita
tak boleh ngamen lagi
Tak pernah ada orang syukuran hajat lagi

Kita harus tinggal di rumah
Bahkan pasar pasar pun di tutup
Kecapiku, kini aku hanya dapat mengusapmu
dengan jemari lemahku

Kecapiku, malam ini
Kupetik dawaimu bersama air mataku
Pilu menetes ....
Aku sangat rindu pergi mengamen bersamamu
Agar dari dapur istriku bisa tercium lagi
wangi nasi matang dan bau ikan sepat di goreng

Agar anak anakku tidak lagi merajuk
karena tak kuberi uang jajan
Wahai Corona setan seperti apakah engkau gerangan
Betapa senangnya kau merusak kehidupanku
dan kehidupan saudara saudaraku
Bahkan entah berapa ribu sudah
Saudara saudaraku sakit dan mati karena ulahmu Corona

Wahai pergilah Corona
Enyahlah kau keparat dari kampungku
dari bumi Pertiwiku
Biarkan kami hidup tenang, damai
Biarkan kami hidup sehat ....
Enyahlah kau Corona , Enyahlah.....

#srihan_corona
Bandung, 28 Juni 2020



JANGAN PERNAH KE IBUKOTA
By : Sri Handayani

Emak laut kemarin bercerita pada air dan sekelompok ikan
Nak, jika esok datang seekor Gajah , Rusa dan Zebra kemari dan mengajak kalian pergi
Jangan pernah mau

Emak masih ingat hari itu
Hari yang sepertinya menaburkan bahagia
dan menganyam tawa kehangtan
nyatanya itulah pintu kepedihan yang dalam

Gajah, Rusa dan Zebra mengajak saudara kalian pergi ke kota
Gajah membujuk ombak, ikan , kepiting dan udang bertamasya ke kota

Gajah menggendong ombak yang menari di punggungnya
Rusa menggendong ikan ikan
dan rusa menggendong udang dan kepiting
Mereka menari , tertawa hingga ke kota

Anak anakku,
Coba tebak apa yang terjadi setelah itu
Tiga purnama , emak menunggu mereka pulang....
Namun tak sedikitpun kabar dari mereka

Rindu berbungkus pilu menunggu mereka
Esoknya emak mendengar seorang nelayan berkisah pada temannya ,
Katanya sesampai di kota, Gajah, Rusa dan Zebra ditahan orang , mereka di jadikan Komidi putar di pasar malam....

Lalu ombak yang menari nari di punggung Gajah juga ditangkap orang dan disuruh menari menjadi air mancur di Binaria
Mereka tak pernah boleh pulang

Nasib,. Udang , Kepiting dan Udang pun tak kalah mengenaskan mereka tak boleh berenang lagi, mereka disuruh terlentang di piring dan diselimuti serta dibasuh saus Tiram, saus tomat dan kecap
Wajah dan rupa mereka menjadi sangat aneh

Itulah nak, emak sangat sedih
tetaplah kita tinggal.di sini
di sinilah tempat kita yang sebenarnya
Jangan mau pergi ke kota,
jangan pernah mau nak ...

Bandung, Jum'at 26 Juni 2020



SELEMBAR KERAS
By : Sri Handayani


Sepasang kekasih yang begitu lama menjalin kasih. Merajut rasa
Mereka berharap segera mendapatkan selembar kertas ...Akta Nikah
Selembar kertas itu begitu berharga

Seseorang begitu gigih menabung
Ingin membeli rumah
Ia bermimpi ingin memiliki sebuah gubug
Buat berteduh dari panas dan hujan
Ia merindukan selembar kertas
Sertifikat Rumah.

Seorang siswa telah tuntas menyelesaikan pendidikan nya
Ia tekun belajar lalu ujian
Siswa itu merindukan selembar kertas
Ijazah ....

Seorang pria sejak terbit matahari
Hingga terbenamnya Sang Surya
Ia gigih menjemput Rizki
Ia mengharapkan lembaran lembaran kertas merah cap dua bapak ....
Uang , ya uang ....
Betapa selembar kertas
Dan lembaran lembaran kertas merah itu
Sangat dirindukan manusia .....
Demi kesenangan , kelancaran
Prestasi dan prestise ....

Namun jika waktunya tiba
Kertas kertas itu tak berguna lagi
Tak berarti apa apa
Saat selembar kertas baru terbit
Akta kematian .....

Kertas .,kertas
Ya kertas nasib kita dikuatkan
Dikukuhkan oleh selembar kertas
Kertas menerangkan semuanya
Saat kita lulus sekolah
Saat kita bersuami istri
Saat kita memiliki tanah, rumah
Dan sejumlah uang

Selembar kertas itu pun
Menerangkan dan berkata
Kita telah wafat ....

#Srihan_selembarkertas
Bandung. 12 Juli 2020



DOA SEBENTUK SENDAL JEPIT
By ; Sri Handayani


Saat manusia menciptakan kami
Kami tercipta untuk di iinjak injak
Betapa pun mahalnya harga kami
Namun kami tak pernah bersedih atau terhina

Asalkan kami selalu berdua
Bersama sama dalam suka dan duka
Sungguh kami tak dapat terpisahkan oleh ruang dan waktu

Sendal kiri selalu berucap lirih kepada sendal yang kanan
Akan pergi kemana kau sayang
Aku akan ke pasar
Sendal kiri pun menjawab
Baiklah aku akan kepasar bersamamu

Tiga jam kemudian sendal kanan bertanya
Akan pergi kemana kau sayang
Ke mesjid , oke baiklah aku akan membersamaimu ke mesjid
Mengantar tuan kita

Suatu ketika sendal kiri menginjak beling
dan terluka nyaris robek
Sendal kanan gemetar dan berucap doa
Tuhan, Selamat'kanlah pasangan hamba
Hamba tidak mungkin matching jika di beri pasangan baru ....
Sebentuk sendal lain yang baru
Sekali pun sendal yang mahal dan bermerk
Hamba akan terlihat janggal dan aneh .....

Izinkan kami tetap bersama
Menemani dan melindungi kaki tuan kami
Hingga waktu mempensiunkan kami kelak

Jika pasanganku dibuang
Maka aku pun pasti ikut dibuang juga
Jika pasanganku di servis
Aku sangat bersyukur
Maka selamatlah kebersamaan dan perjuangan ku dan pasanganku
menemani hari hari tuan pemilikku

Sungguh sederhana doa dan harapan sebentuk sendal jepit itu
Begitu romantis dan setia

Wahai ....
Nengapa tak mau bercermin pada sendal jepit
yang sangat setia dengan pasangannya
Saat tuannya tergesa dari mesjid

dan salah menggunakan sendal tetangganya
Ia akan bergegas menukarnya
dan mengembalikan dengan pasangannya
Setelannya ....

#srihan_setiasendaljepit
06 Juli 2020



DIALOG SUNYI
By : Sri Handayani


Seorang tua paruh baya
Dengan mata kuyu memandikan.kudanya
Bejo kudaku, ayo semangatlah
Orang bilang PSBB sudah dibuka
Kita bisa keliling lagi mencari uang Bejo

Lihat delman kita sudah mengkilat
sudah kusabun dan kusikat
Bejo, sudah empat purnama
kita berdiam di rumah, bagai keong Bekicot

Bejo kamu masih ingat kan jalan jalan
di kota kita, yang biasanya kita lewati bersama
Bejo , kenapa murung
Bergembiralah, semangatlah Bejo
Esok kita bekerja lagi, mencari uang lagi

Sepulang kita bekerja
Kau akan kuberi makan rumput segar dan dedak istimewa , dan sorenya akan kuberi vitamin istimewa jamu dan kuning telur bebek
Agar kau sehat Bejoku

Diam diam , resah menyergap hatiku Bejo
Apa besok ada penumpang , yang naik delman kita ....
Anak anak sekolah diliburkan
Mereka belajar di rumah
Ibu ibu enggan ke pasar karena takut virus Corona ...
Adakah besok kita dapat penumpang Bejo
Hatiku terasa sunyi ....

Bejo, semangatlah
Meringkiklah Bejo agar hatiku senang
dan semangatku menyala kembali ....

#masih_nusimcorona
Bandung 3 Juli 2020



GADGET OH GADGET
By ; Sri Handayani


Banyak lelaki lupa pada umurnya
Menjajakan diri di layar gadget
Menebar pesona,
Mengumbar rayuan gombal
dan menguntit wanita wanita jelita
Hingga para wanita meleleh oleh rayuannya

Lupa, bahwa istri dan cucu dirumah
Menanti uang dan buah tangannya
Lidahnya kering
Bibirnya berbusa
Kelelahan merayu banyak wanita di layar gadget....

Lelaki paruh baya
Lupa akan umurnya bersolek, menebar senyum untuk menjerat para wanita, tawar menawar setiap saat
Lalu Setan kepanasan mendealkan transaksi
Cinta dan syahwat yang bejat

Wahai ....
Gadget banyak menawarkan kemaslahatan
dan jalan menuju surga
Namun , mengapa itu kurang disuka
Orang memburu Gadget untuk alat perangkap wanita dan pria yang akan dibuat robot sex dan robot ATM....

Juga wanita wanita yang sudah tidak muda
Lupa pada umurnya
Wajahnya difaceApp, mereka bergaya
bak artis ibu kota ....
Melenggang genit di layar Gadget
Mencari lelaki tumbal dan korban cinta
Asalkan dompet gemuk tuntas dikuras

Duhai...
Gadget oh gadget ....
Terlalu banyak orang memanfaatkanmu dengan kecerdasan yang tanpa nurani
Tanpa Budi pekerti ...
Bahkan membiarkan iblis bersarang diotak mereka saat mengoperasikanmu gadget,...

#srihan_gadgetohgadget
Bandung 18 Juli 2020



TARIAN SETAN DIBALIK LAYAR GADGET
By : Sri Handayani


Rama berteriak teriak seperti kerasukan " Sinta hilang Sinta hilang...."
Ia berpura pura untuk menutupi perselingkuhannya dengan wanita binal

Padahal Sinta sedang terlelap sesudah
di dongengi tentang Negeri di awan
yang tak pernah ada , dan diberi minum
secangkir teh ctm

Rama, sedang mabuk kepayang pada seorang wanita PSK yang menari binal dibalik gelas gawai digital....
Wanita itu menari bersama siluman
yang meracuni mata Rama ....

Awan hitam menyergap iman Rama yang rapuh
Ia lupa bahwa sudah bersumpah setia pada Sinta....
Otaknya melunak terbakar tarian setan
Dari gelas gadgetnya
Rama berasyik masuk dengan Wanita binal
dan beberapa siluman betina....

Ketika Sinta bangun
Rama murka pada Sinta,....
Mengapa tidurmu tidak lelap Sinta
Teruskan tidurmu ...
Atau aku akan pergi menikahi para Siluman dan Kuntilanak ..
Mereka lebih panas dan menggairahkan

Sinta terhenyak dan tertegun
Ia hanya memandangi suaminya
dengan mata yang basah...
Ia pergi ke sungai, bersuci
Dalam membuntal diri dalam pertapaan sepi
Sinta menyepi dan bertapa
Sambil mengutuki tarian setan durjana

Ia menyesalkan iman suaminya yang rapuh

#srihan_tarian setan
Bandung 17 Juli 2020




TUMBUHAN CINTA
By ; Srihan


Mungkin cinta itu tak padam
Namun kobarnya melemah
Tak sedahsyat kobar puncak Merapi
yang murka ....
Seperti saat cintamu berkobar
Membara saat itu

Ia hanya sekadar menyala saja
Secercah pijar yang biasa
Sadarkah engkau ...
Telah berapa lama kau tak menengok
Tumbuhan cintamu yang kau semai
di taman hatiku

Hiruk pikuk kehidupan telah menyeretmu
Juga merampas seluruh waktumu
Kau lupa ...
Bahwa tunas tunas pohon cintanu
Begitu subur tumbuh d taman hatiku
Namun ia tak sesegar seperti waktu yang lalu

Saat cahaya kasihmu
Membelai penuh sayang tunas tunas
Tumbuhan cinta itu ....
Separuh waktu dan hatimu
Telah terampas oleh hiruk pikuk itu ....

‪#‎tentangtumbuhancinta_yangkautanam

Bandung 02-07-2016



MENGANYAM RINDU
By ; Srihan


Simpanlah rindumu itu, kasih
di ranting ranting waktu
Jika esok musim semi datang
Maka turunkanlah rindu mu itu
Bersama menetasnya kepompong cinta
yang menjelma jadi kekupu kasih
di taman hati kita ....

Aku diam berpeluk sepi
hati ku masih sangat merah
Hangat menanti mentari datang membelau hari ....
Usah kau gusar...
di snii musim bersahabat denganku
dan anyaman tikar rindu yang ku rajut
Bersama benang benang kasihku
yamg merah jambu ....
Esok kan ku hamparkan di gubuk cinta kita
Tempar mu merebahkan
segala penat rindu yang menggelayuti
batin resah mu...
Minumlah secawan embun kasih dariku
agar lenyap dahaga cintamu, kasih

Esok tikar rindu ini kan kuhamparkan
di gubuk cinta kita yang sederhana
dan kita segera meniti titian pelangi
menuju langit bahagia ....

‪#‎edisi_menganyam rindu
Bandung. 12-07-2016



KECAMBUK RASA DI BALIK KETUPAT
By ; Srihan


Setiap menatapmu
Ada sejumput bahagia
Kemenangan atas perjuanganku
melawan nafsuku satu putaran
purnama Ramadhan ...
Suka cita ...bahagia merebak sempurna

Syukur mengalir megah
dalam jiiwaku
Namun diam diam sedih merasuki
dinding hatiku ...
Rasaku tersayat perih
Ranadhan harus pergi dariku
dari hari hariku ....
Belum lagi kuisi pundi pundi amal
di Ramadhanku ...
Ia akan segera pergi ...

Duhai Allah ....
Semoga Tuhan menambah umurku
agar Ramadhan tahun depan aku
Masih sempat bersahur dan berbuka
lagi ....menguntai doa dzikir ...
Terawih dan amalan lain
Semoga Ramadhan yang akan datang
aku lebih siap ...
di godog di kawah Candra Dimuka nya Ramadhan...
Tuhanku ku mohon
sehatkan dan kuatkan jiwa ragaku....
Iman Islamku
Aamiiiiin

‪#‎edisibaperketupat
Bandung 4 juli 2016



PANGGUNG PARA PECUNDANG
By ; Srihan


Panggung itu lalu riuh oleh nyanyian
Para pecundang ...
Mereka terus bernyanyi tentang kebusukan
Sambil telunjuknya menuding orang
Padahal saat telunjuknya menunjuk orang
diam diam wajanya menghitam
hatinya membusuk. ....
Itulah ganjaran dari fitnah yang disebarkan

Dusta yang membusa dari mulutnya
diam diam merambati aliran darah dan jantungnya ....
Membiru dipulas dendam kesumat

Tap ku yakin esok panggung
para pucundang ini
Akan bubar ....sedang penonton pun punya akal sehat dan hati nurani
Diam diam mereka bubar dan muak melihat akting murahan itu ...
Sungguh penonton itu sudah bubar...

Wahai ...
Sungguh adegan yang mengerikan
Terjadi di depan mataku...
Wahai dimanakah letak iman mereka
Manusia akan sangat mudah di provokasi
dengan berita dusta berbungkus fitnah
Tapi penglihatan Tuhan maha tajam dan seksama....Sungguh Allah Tuhanku maha Adil
Lagi bijaksana....
Yaa Allah Ya Adlu ya Hasib
Allah Maha Adil. Dan maha menghitung
Amal dan dosa hamba hamba ciptaanNya

Sedang malaikat maha mencatatat
Setiap perilaku mahluk mahluk
di mula bumi .....

Bandung. 21-07-2016



SHIMPONI MALAM
By ; Srihan


Bingkisan cinta yang. Kau titipkan
kepada angin tadi malam
telah sampai disini, kasih

Lewat celah celah kaca jendela kamarku
Cintamu membias terang
Seterang senyum mentari
Hangatnya merasuki sukmaku
merahkan semangatku

Juga rindumu telah sampai di sini
ia mencair bersama embun pagi
Begitu segar sirami batinku
dan ragaku yang penat
dalam penantian ....

Dengarlah kasih
Alam terenyum ramah padaku
Bahkan malam tawarkan bulan sabitnya
jadi perahu ...
Untukku berlayar dalam biduk cinta

Mengarungi lautan gulita yang berlampu bintang....
Taburkan nuansa kasih di hati kita

Tapi aku enggan berlayar
aku ingin rehat ...rebahkan penat dan sakitku
Biarlah aku tersenyum buat keramahan
mereka ....
Aku ingin rehat di sini
di pembaringanku ...

Shimponi malam ini sungguh indah.
Mengalir syahdu ...
Hingga embun terlena hampir lupa pulang
Padahal cicit burung sudah riuh
menjemput pagi ....

Bandung. 10-07-2016



SHIMPONI MALAM
By ; Srihan


Bingkisan cinta yang. Kau titipkan
kepada angin tadi malam
telah sampai disini, kasih

Lewat celah celah kaca jendela kamarku
Cintamu membias terang
Seterang senyum mentari
Hangatnya merasuki sukmaku
merahkan semangatku

Juga rindumu telah sampai di sini
ia mencair bersama embun pagi
Begitu segar sirami batinku
dan ragaku yang penat
dalam penantian ....

Dengarlah kasih
Alam terenyum ramah padaku
Bahkan malam tawarkan bulan sabitnya
jadi perahu ...
Untukku berlayar dalam biduk cinta

Mengarungi lautan gulita yang berlampu bintang....
Taburkan nuansa kasih di hati kita

Tapi aku enggan berlayar
aku ingin rehat ...rebahkan penat dan sakitku
Biarlah aku tersenyum buat keramahan
mereka ....
Aku ingin rehat di sini
di pembaringanku ...

Shimponi malam ini sungguh indah.
Mengalir syahdu ...
Hingga embun terlena hampir lupa pulang
Padahal cicit burung sudah riuh
menjemput pagi ....

Bandung. 10-07-2016



KEPADA BUNG PEMBUAL
By : Srihan


Wahai sayembara apa
yang sedang berlangsung ini ?
Begitu ramainya ....
Aku heran betapa penonton
dan suporter begitu. Bersemangat
Bersorak dan terlibat ....
Terbskar emosi dan prrasaan nya

Perang syair dan dongengan
Merebak di dunia maya ..
Dongeng seribu satu malam
Di bumbui. Fantasi yang melambung
Terbang ke langit ketujuh ....
Ahai ....kalian pintar sekali bermain aksara
Hoho....dan para penonton terkecoh ...
Para penonton terbakar aksara gilamu

Bravo ....ksu hebat bung
Bualanmu membakar jagat maya
Orang jadi marah ....emosi ...
Hari harinmenyala dan berkobar
Oleh aksaramu ....

Hohoho .....aku angkat topi
Aku angkat jempol bung ....
Bualanmu hebat ....
Baiklah. Manusia memang bisa di kecoh
dan di tipu...
Namun Tuhan maha mendengar
Dan menyaksikan ....
Semua bualanmu kelak
Harus di pertanggung jawabkan di akhirat ..

Lihat keranda jenazah itu bung
Itu kendaraan kita semua ke kampung
Akhirat ...

Gunakan rem mu saat kau lancarkan
Bualan mu ....

‪#‎edisisatire
Bsndung 31-07-2016



USAH KAU GUNDAH
By ; srihan


Berita yang kau baca
Tak perlu gundahkan hatimu
Mungkin saja itu dusta dan racun
yang disebarkan

Jikapun benar berita itu
Sungguh tak ada dampaknya
buat kita ....
Kangmas
cinta kita tetaplah bening tak kan tercemar racun apapun.
Cinta kita tetap mengalir damai
Seperti sungai ....

Telah kuikrarkar pada malam
Dan gemintangnya di kotaku
Bahwa ikatan batin kita adalah mutlak
Tak bisa di ganggu gugat

Bukankah kita sudah
menggembok sejarah kita
Tak boleh ada kisah lama yang muncul
di altar cinta kita ....
Kangmas ...peganglah ikrar ini
Simpanlah dalam palung hatimu

Aku menunggumu
Bersama lembutnya tiupan bayu
Yang menyampaikan rindu mu

Bandung. 31-07-2016



FRAGMENT RAMA SHINTA
By : Srihan

Mengapa harus Rama yang dipilih Shinta
Karena dialah cinta sejatinya
Karena dialah lelaki kiriman Dewa
Yang tertakdirkan menjadi
pemanding hidupnya

Sang Rama pemilik cinta sejati
Jubah kesetiaan tetap menyelimuti
Punggungnya ....
Kemanapun shinta pergi
ia pasti mencari

Kenapa harus Shinta yang dipilih Rama
Karena Shinta perempuan sederhana
Hatinya diliputi cinta dan pengabdian
Cinta tulusnya kepada Rama
Memagari kesuciannya
Hingga Rahwana tak sanggup
Menjamahnya apalagi memilikinya
"Power of love" dari cinta sejati
Akan menyatukan sejoli
pemuja cinta yang suci. ...

Tamparan badai masalah
Rumitnya hiruk pikuk godaan dan ujian hidup
Akan berlalu di depan tameng
Kesetiaan cinta sejati ....

Bandung. 29-07-2016



RAMA DAN SHINTA
By ; Srihan


Malam itu Rama dan Shinta menganyam malam di bawah sinar rembulan
Berbenang cinta , berenda kasih
Alam pun tersenyum. Memberkahi

Hujan pun reda
Menedengar sumpah setia sejoli cinta
Langit gemetar mendengar ikrar
Terucap dari dua bibir yang mengalirkan janji dan doa.....
Madah dan dan mantra cinta melesat
Menembus lsngit ke tujuh

Cinta tercipta begitu indah
Bercahya seterang surya menyambut pagi
Cinta terbingkai di langit malam
Syahdu ....

Skenario Tuhan. Siapa yang tahu ?
Saat cinta harus di uji
Saat keteguhan dan kesetiaan cinta harus
Meminta pengorbanan
Rindu .rindu mengalir

Prahara itu datang menggoda
Menggores sampul kitab cinta yang tertulis
Dari nafas nafas cinta dan gelora rindu
Rahwana ingin menghancurkan istana cinta mereka

Tapi mahkota cinta sejati
Bermata mutiara "power of love"
Semburkan kekuatan gaib
cinta sejati dan jubah kesetiaan
akan menjawab semuanya dengan selamat

Bandung. 28-07-2016



SEBONGKAH RINDU DARI MALIOBORO
By ; Srihan


Kota tua yang manis dan ramah itu
Tadi malam mulai beriak ....
Gelapnya mencatatkan gelisahmu
Bahkan nyanyian pengamenpun
melambungkan rindumu padaku

Rindu itu ....
Resah itu pudarkan senyum rembulan
Kau bilang ; di sepanjang jalan Malioboro
Wajah dan senyumku selalu
mengikuti langkahmu
Dari bait bait lagu yang disuguhkan
pengamen di depan meja lesehan itu
Mengundang bayanganku hadir

Menari dan tak henti tersenyum
padamu .....
Dalam nafas malam Malioboro
yang hangat ...kau tersesat
dalam sejuta kenangan
Kau terperangkap dalam senyum
dan tatapku ....

Duhai .....
Bait bait senandung rindu yang pilu
Mengaliri malam Malioboro
Mengalir pada malam di kota Kembang
Hati kita memerah ...
Bergolak di rajam rindu
Betapa dahsyatnya rindumu
Taklukkan keramaian dan hiruk pikuk
di Malioboro ....
yang menyeberang ke kotaku

Tuhan ....
Rindu yang Kau taburkan di hati kami
Kini. .sedang bergolak
Tenangkan , dan berkahilah rindu ini

Bandung. 26-07-2016
SRI HANDAYANI



BIUS ASMARA



Pekat menyambut mata
Menyuguhkan ketersanjungan jiwa buncangkan selaksa rupa
Menggelincuh rasa sematan angan
Sempurnakan hati tarian keinginan hati

Menggoda
Menghujamkan bait-bait keindahan
Melabuhkan titian deburan degug belai kasih
Meremaja tanpa fana
Memusara dalam irama keheningan

Oleh:Bogy Dewanata
Sragen, 26 Juni 2020