UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Kamis, 11 Desember 2014

MELALUI DARAH DAN DIRI DAN TULANG


Mati muda menyelamatkan diri
Hidup hanya diganti dengan neraka
Saya tahu bahwa sakit hanya akan pergi
Aku tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri
Perlahan-lahan tanpa nama
Sebagai darah bermuara dari pembuluh darahku
Tidak pernah tetap sama saya tahu
Saya selalu mengambil menyalahkan

Saya sendiri ketika akhir datang
Kendalikan mimpi buruk
Nasib ini telah menjadi saya sendiri

Tersedak jiwaku
Misery telah menguasai
Dan di elatan saya mulai menarik kabel
Itu terjebak dalam sisi tulang-tulangku
Saya sangat ingin membuat Anda merasa
Semua rasa sakit ini yang membuat saya nyata
Saya membawa Anda ke bawah jatuh dengan saya
Sekarang tenggelam dalam penyakit saya

Oleh: Gani Metallic

Senin, 08 Desember 2014

PASRAH


Kita pernah menelanjangi malam,
menangkap resah dari beranda rumah Lalu kita saling berpelukan
mencairkan salju fikiran yang bertengger di otakku..

Aku laki-laki seribu bisu.
kau pematah diamku sekali waktu.
di bawah rembulan sisa setengah
kita sepakat berbagi pahit, pun sakit.
bukankah kenangan terlalu perih disesap sendiri?

Katakan apa saja,
sebelum pagi menjarah mimpi,
merenggut yang kupagut dalam kecup.
harapan yang meletup,
larut terseret angin pembawa ingin.

Bintang urung meniup ribuan kilau pada malam yang bertubuh panjang. di bawah lengkung, kita berhitung,
hujan luruh satu,
rindu terburu layu.
langit bermuram,
malam tetiba karam.

Doa berkelebat,
meledak dari dada sesak
"aku telah membumi di tubuhMU"

Oleh : Putra Pengembara Azza

IBARAT SEPERTI KAPUR


Ibarat seperti kapur ,,, itu lah aku
Memang,,, aku akui aku tak layak mendapatkan sebuah kertas yang begitu putih, halus dan bersih
Aku tak kan bisa meninggalkan bekas coretan di atas kertas
Karna angin akan meniup debu debu kapur yang telah ku coret kan di atas kertas dan aku tak seperti pena yg dpat meninggalkan coretan di atasnya dan tak bisa di hapuskan oleh apa pun , walau bisa di hapuskan akan tetap meninggalkan bekas !!
Mengapa si kapur terlalu mudah untuk menyukai kertas kertas yg putih ?? Mengapa ?? Memang benar , cinta itu buta , cinta tak kenal siapa dimana dan kapan , cinta itu membunuh mu .
Kadang aku berpikir , kapur tak layak di sandingkan dengan pena pena yg begitu mewah anggun dan berkelas.
Mungkin menghindar adalah jalan terbaik buat si kapur dan mungkin saja melupakan adalah jalan yg lebih baik untuk tidak bersanding dan kenal dengan yg namanya pena kertas dll yg bisa membuat diri si kapur minder akan nikmat dan kelebihan yg di berikan tuhan kepada mereka !!
Mungkin si kapur tak tau akan nikmat yang telah di berikan tuhan , mungkin si kapur bisa jadi tolol akan kehidupan yang terlalu dia nikmati sehingga dia ikut akan perkembangan zaman yang tak pantas bahkan tidak cocok akan diri dan keadaannya.
Kapur terlalu banyak berkhayal akan cinta dan kehidupannya kedepan !! Apakah dia akan berkembang atau habis di makan waktu ???
Andai,,Andai,,dan Andai !!!
Aku muak .... aku bosan .... aku lelah .....
Jika kapur di hadapkan dengan 2 pilihan antara "Ada dan Tiada"
Lebih baik kapur memilih "tiada" agar si kapur tak pernah kenal dengan yg namanya "cinta, dilema dan kehidupan" .

Karya: Ade Syahputra

Kamis, 04 Desember 2014

JANJI DALAM PENANTIAN


"Sahabat"
Sejak Kepergian Mu Dari Kota Ini,
Hari-Hari Ku Menjadi Sepi..
Tiada Gairah Lagi Rasanya, Menjalani Hidup Ku Ini Tanpa Diri Mu.

"Sahabat Ku Puja'an Ku.. ~
Mengapa Begitu Cepat Kau Pergi Tinggalkan Aku ..?
Sungguh Terlalu Singkat Hadir Mu Disini.... ;(

"Sahabat Ku Idaman Ku.,
Mengapa Kau Pergi...? ;(
Mengapa...? ? ;( ;(

Ohhh...... . ~ ~ ~
Aku Cinta Pada Mu Sahabat.. ;(
Aku Sayang Pada Mu.... ;(

Tidakkah Kau Tau,
Aku Cemburu..! ;(
Aku Terluka..!
Karna Kau Pergi Bersamanya.

"Sahabat Cinta Ku ..
Dengarlah Bisikan Suara Hatiku Ini.. .

"Aku Janji Pada Mu"
Jika Kelak Diri Mu Di Hinakan,
Di Dustai Serta Di Hianati Olehnya..!
Maka,
Kembalilah Diri Mu Pada Diri Ku...
Di Cinta Ku Ini Sayang.. ~ ;(

Aku Janji..,
Aku Kan Selalu Disini Menanti Mu..
Menanti Mu,

Hingga Di Ujung Usia Ku.

By : SKM

SUARA RAKYAT


Kebijakan demi kebijakan
terus di digulirkan
Kekerasan demi kekerasan
terus dilakukan
Akhirnya
Kesengsaraan demi kesengsaraan semakin dirasakan
Dan sebahagian orang dirundung rasa penyesalan
Apalah hendak dikata
Suara rakyat sudah tidak lagi didengarkan
Yang ada dan berlaku hanya kekejaman

Oleh : Rasyid Sulaiman

JIWA TANPA CAHAYA


Ketika semu mengusik ranjang haribaan.
Sang waktu terus bergulir mengacak angan.
Mengajak raga terbaring menyemai kerinduan.
Dipersaksian rerinai sendu mencoret lembaran kelam kepasrahan

Adalah halimun bumi sengaja mengunci diri
Menyekap imaji dalam peron-peron mimpi.
Dan... Merkurius hilang di balik renjai tawa mentari.
Membinasakan kehangatan kasih sayang semu
Yang terukir sepanjang neptunus.

Adalah aku yang bergulir mengeja cahaya
ketika malam-malam hitam terkapar tanpa udara
pengap membabtis jiwa tertungkup meteor yang melayang menguak misteri...

Dan aku... Lelah berotasi..
Antara yupiter menuju bumi..
Hingga aku terbenam dalam candu kehampaan dayaku..
Mengejar aries yang tlah berlalu bersama venus..

Haruskah aku putuskan jarak..
Hingga mentari dapat menyuap cahaya pada pluto.
Diri yang hitam kecil dan nyaris mati.
Agar dapat menatih hidup tanpa titian.
Walau dalam kegelapan semesta.

Haruskah...
Tanyaku hanya berbingkai tanda tanya tanpa akhir.
Walau hanya secuil tanya terlintas..
Dan jawabnya hanya tiada aku bisa
membawa jiwa tanpa cahaya melangkah seorang diri.

bY : vievie
Jakarta, 04 desember 2014.

KEMANA KAMU YANG DULU


Mmmm......kemna kamu yang dulu
hingga trulang kata itu
kata yang mungkin membuatku terkapar dlm kesedihan
air mata bak hujan di hutan belantara sana
kenapa kau kembali
kembli dlm perubahan yang tak sanggup aku lukis

Oleh : Morjal Jingga