UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Minggu, 13 November 2016

Kumpulan Puisi Riri Eka Putri - RINDUKU DUKAKU



TINTA YANG MEMUDAR
Karya : Riri Eka Putri


Lembayung senja merona indah
kala camar kembali ke sarang
semilir angin berbisik lirih, menambah kebekuan yang kian mencekam, lelap membawaku berselimut mimpi.

Diam- diam rembulan mengintip di singasana, tetesan tinta ini mulai memudar
kanvasnya kian usang untuk warnai suara jiwa, harap kian terperap, hanya nuansa berkawan damai.

Terpasung oleh kisah lalu, membawa asa itu semakin jauh hilang bersama egonya diri.



SENJA DI BATAS KOTA
Karya : Riri Eka Putri


Seperti biasa ku lewati jalan ini jalan menuju pulang arah kampungku hingar bingar suara musik itu selalu mengusik perjalanan kami
Gerimis kecil mulai basahi jalan
Kerlip lampu kapal di teluk bayur menambah indah nya suasana senja satu lagi warung remang" yg kami lewati bikin aku bergidik
Ah.....senja ini .....entah apa yg terpikir di kepala kedua putri kecilku mereka semakin bingung ketika mereka bertanya " ummi ....senja senja begini gak dingin ya kakak yg berdiri di jalan itu kok pake kain basahan?" aku sedikit geli dikampung kami yg pake tengtop itu biasa nya buat baju mandi di kolam atau sungai anak ku menyebut nya dg kain basahan."
Aku hanya tersenyum dan menyuruh mereka rebahan biar tertidur di buai goyangan mobil kami. Senja semakin beranjak gelap kami terus melanjutkan perjalan pulang
Ada sedikit ragu dihati ttg negri ini
Kenapa begitu menakutkan sekali bagiku
Tentang apa yg telahku saksikan diwarung tadi. Kupandangi kembali wajah tanpa dosa
Yg tertidur pulas ah....putri kecilku Do'a ummi untuk kalian agar mnjadi anak yg sholeh. Rasanya aku takut dan semakin takut dan tak ingin mereka cepat remaja aku hanya ingin mereka hanya menjadi putri kecil ku yg polos.



SEMU
Karya : Riri Eka Putri


Kucari di setiap sudut jalan itu
Tak kutemui apa yg kumau
Kupandang setiap telaga mata mereka
Tatapan itu tetap tak sama
Hari ini tak kutemui cerita itu
Entah nanti atau kapan

Langkah ini semakin beranjak pergi
Menelusuri segala arah yg kutak mengerti
Entah kuberada diantara hati dn jiwa
Yg seolah mati dan semakin hilang.



MUNGKIN INI YANG TERBAIK
Karya : Riri Eka Putri


Biarkanlah seperti apa adanya
Mungkin tak seperti yang kuingin
Dan tak seperti harapan kalian
Mungkin ini yang terbaik
Menjadi pilihan diantara yang dipilih

Saat takdir itu bicara diantara kita
Untukku untukmu dan untuknya
Dan untuk cerita indah kita yang mulai terhenti.

Biarkan masa itu berlalu bersama perihnya rindu biarlah rasa ini padam bersama cahaya sunnah
Mungkin lebih baik begini.



KUSEMBUNYIKAN CINTA DI LANGIT BIRU
Karya : Riri Eka Putri


Ketika kuawali pagi dengan secangkir rindu
Kusuguhkan untuk kehangatan cinta ini
Yang selalu mampu kalahkan rasaku
Kucoba buka kembali cerita itu tentang masa indah yang pernah menghantarku
di pelukmu.

Pagi ini mentari sembunyi seolah malu dengan rasa ini gerimis mulai basahi hari
aku semakin terbiasa oleh kecewa ini.
Biarlah waktu berlalu tinggalkanku.
Aku akan selalu setia menunggu di sini
sampai batas waktu cerita kita.
Duh......diri sampai kapan rasa ini terus sembunyi walaw bergulung ombak laut birupun. Rasa ini kan kusimpan rapi
Sampai tanya itu datang menyapa.
Biarlah seperti apa adanya
bercinta denganmu halau resah ini.



RINDUKU DUKAKU
Karya : Riri Eka Putri


Di sin di sudut kota ini ingin kutulis sebuah cerita untukmu ,tentang apa yg terukir di jiwaku tentang semua kisah yang tak mungkin kita pungkiri, dan tentang rasa rindu itu yang telah padam bersama dukaku.

Betapa kuingin habiskan waktu bersamamu
Terbang bersamamu dilangit biru
Mengukir nama kita di awan
Bercerita tentang cinta kita.

Namun.....
Kau semakin jauh dan pergi
Tinggalkanku di sini berkawan sepi
Hanya kunang kunang malam menemani.

Kamis, 10 November 2016

Kumpulan Puisi Riri Eka Putri - CERITA KITA



CERITA KITA
Karya : Riri Eka Putri


Jauh dilubuk hatiku masih tersimpan tanya itu, tentang kau dia dan mereka, dan semua kenangan itu, aku masih disini merenda sulaman itu sendiri, bersama hembusan bayu mengulas semua asa.

Hari berlalu, tahun berganti, rindu ini makin terpasung dalam ilusi, tanpa kusanggup artikan semua tentang cerita yang semakin tak kumengerti.

Kawan..., apa kabarmu disana? masihkah tertulis namaku di memory itu? atau telah hilang bersama waktu.

Sedang buih di pasir itu masih mengalun mesra.



RINTIHAN DI ISTANA TUA
Karya : Riri Eka Putri


Di ujung jalan ini, suara alam itu,
Gemericik air, hembusan bayu dan cicitan merdu, suara itu masih sehangat dulu

Dua tahun sudah, di jalan ini
Lambaian tangan itu masih terbayang indah
dimata renta, ucapan perpisahan masih terngiang syahdu
seketika keharuan menyelimuti istana tua.

Hari berlalu tahun berganti
tubuh ini semakin sepuh
menanti dikau kembali
bersama sibuah hati dan permatamu

Namun sampai saat ini
kau tak kunjung datang
mengusap pipi ibu dan ayah
airmata ini bak telaga yang mengering
dimusim kemarau.

Nak, pulang lah.....?
temani ibu mengusap perih luka rindu
sentuhanmu obat yang ibu nanti
tiada yang berbeda disini
semua masih seperti dulu.

Saat hati tersisih, dalam resah ditingkah cibiran
hari berganti menghantarkan petang kepada senja bulir bening ini mengalir deras
bunian binatang misteri semakin menyulam
ketakutan kerinduan yang tak bertepi
dipertigaan malam selalu kutanya
engkau dimana anak ku.....??

saat siang menjelang kutatap di setiap
mata mereka
namun tak kutemui wajahmu
untuk mengobati kerinduan yang tak pernah
sudah.

Kini, aku semakin sepuh
kesedihan selalu menjadi selimutku
nasi yang kumakan bagaikan sekam
air kuminum terasa duri
dunia bagiku telah padam
bila esok mentari masih bersinar
aku kan tetap selalu menunggumu.



KUPELUK CINTA DI UJUNG WAKTU
Karya : Riri Eka Putri


Kutulis kembali lembaran yang telah usang,
kutatap sepi dalam kesendirian,
rintik hujan pagi ini semakin bekukan hati,
aku semakin tersakiti oleh permainan ini,
mimpi itu semakin menjauh dan pergi.

Bayangan itu semakin semu, kupeluk kerinduan ini dalam tanya yang tak terjawab, cinta yang semakin hilang, seolah terbang hilang tak singgah lagi.

Jalan kenangan itu telah tertutup aura cinta baru, sulit untuk menoleh pada hati yang selalu berharap, genggam tanganya jangan pernah lepaskan, membiarkan cerita ini berlalu bersama kenangan.

Oh, biarlah kupeluk cinta di ujung waktu
mendekap rasa dalam diam.



CINTA YANG TERABAIKAN
Karya : Riri Eka Putri


Kupeluk malam bersama kelam , kuabadikan sejarah kisah ini, kisah yang selalu menggelayuti di ujung penantian yang tak pasti, semilir angin malam berbisik lirih pada jiwa yang semakin hiba.

Kasih......
Aku masih di sini menjaga kisah ini, yang selalu mengeja namamu di setiap Do'aku,
berdiri di sudut penantian semu, tentang cerita kita di penghujung waktu

Kini.....lanngkah ini kian terhenti di sudut rasa ini yang kian menikam perih hati, telah kupahami semua tentangmu dan semua kisah ini, aku semakin terhakimi oleh diri ini mencintaimu kesalahan besar bagiku, lari darimu semakin kutak mampu.

Kasih......, andai kisah ini yang semakin buatku terluka aku telah rela dengan semua ini, namun jangan hapus semua cerita kita biarkan abadi bersama rangkaian waktu.

Minggu, 06 November 2016

SAAT MATA BERCINTA



Memandang hijau seakan melambai birahi
Menelan tubuh mata berkaca rengkuh
Dekaplah rasa ini...!
Biarlah kupoles tiap warna pandangmu
Tersaji indah menampar luka melara.
Mata ini kembali berkaca
Ada wajah ditengah amarah rindu yang mereda
Mata ini kembali melihat cinta dimatamu.

Oleh : Andy Harry Andy'Art

Rabu, 02 November 2016

MUTIARA SYAIR



Di dalam dunia ini...
Kau mempunyai keindahan dan kesuraman...
Keindahan iman dan harapan surgaNya...
Keindahan ilmu dan kelezatan buahnya...
Keindahan tawakkal dan ketenangan hati karenanya...

Kesuraman beban dunia dan deritanya...
Kesuraman cinta dunia dan kekecewaan karenanya...
Masa depan tak menentu yang mengkhawatirkan...

Kau mempunyai keindahan dari kesuraman...
Titilah kehidupanmu di keindahan tadi...
Tenggelamkan jiwamu ke dalamnya...
Bahagiakan dirimu dengannya...

Lupakan kesuraman tadi...
Bebaskan jiwamu dari belitannya...
Biarkan semuanya berlalu...
Bagai angin yang membelai rambutmu...

Niscaya kau akan tenang di keindahan...
Dan menjadi bagian dari keindahan...
Ini bukan sebuah pantun belaka...
Akan tetapi ini adalah wejangan untuk pewejang dan yang diwejang...

Oleh : Hendra Sumantri
Kiriman : Nai Sinuraya

KELABU


Saat insan dirundung sepi
Saat hati dirundung sedih
Saat malam menambah sunyi
Sang rembulan pun sembunyi
Dibalik awan
Ku melihat wajah rupawan
Sosok dermawan
Penuh senyuman
Sayang....
Awanku kelabu
Tak seindah dirimu
Yang selalu dikelilingi orang yang tersayang
Apalah diriku...
Hanya sosok yang terbuang

By:kirana
Medan, 29 oktober 2016


"?"


Aku ini siapa
Jawabannya dimata
Tatap saja
Tanya makna

Aku ini siapa
Tepuk dada
Tanpa sapa
Tanya rasa

Jernih..?
Keruh..?
Atau kubangan penuh noda?

Hitam..?
Putih..?
Mungkin indah penuh warna?

Manis..?
Pahit..?
Atau hambar tawar rasa?

Aku lah sangka..

Oleh : Srymasta Sinulingga

MENJEMPUT KEKAYAAN


Aku tak pernah melihat keberuntungan seperti keberuntungan orang bodoh
Dan Aku tidak pernah melihat kerugian seperti kerugian orang pandai
Ku masuki kehidupan dari kemurahan yang tercapai,tiba tiba akalku membayangkan bermil-mil

Oleh : Razyied Rieza
Selangor,okt-2016