Senin, 20 Februari 2017
UNTUKMU YANG SENANTIASA BERSABAR
Bacalah surat ini ketika engkau dalam keadaan tenang
Jauh dari kegundahan, kegalauan serta cobaan yang tengah menyelimuti hatimu
Jauh dari godaan yang tengah menumpuk di dalam fikiranmu
Jauh dari hawa nafsu yang berkecamuk akan keinginanmu
Untukmu yang senantiasa bersabar
Tiadalah kata romantis yang ingin aku suguhkan
Tiadalah cinta nun sempurna yang ingin aku tawarkan
Tiadalah rindu yang ingin aku rintihkan
Tiadalah satupun
Karena inginku bukanlah apa yang engkau harapkan dan inginmu bukanlah yang apa aku harapkan
Sederhana saja dan bahagia.
Untukmu yang senantiasa bersabar
Tiadalah daya untuk saling mendamba
Tiadalah daya untuk saling menghendaki
Apa dan bagaimana
Dalam Do'a saling berbicara
Apa dan bagaimana
Dalam sujud saling mengharapkan
Apa dan bagaimana
Kepada Sang Pencipta berserah serta merendah hati.
~Alek Wahyu~
SEPERTI BIASA KU TERPAKU
Tiada pernah ku mampu
Merenungi setiap langkah mu
Apa yg kau cari dan apa yg kau rasakan
Terlupakan kah tangis tawa 3 anak mu mama......
Seakan kau terlupakan dalam detak jantung anak mu.....
Dalam diam ku hanya mampu menangis.....
Seberapa keras hati mu mama......
Menutup telinga,mata dan hati mu
Membiarkan 3 anak mu tanpa kasih sayang mu mama......
Aku tak mampu untuk yang kesekian kalinya.......
Hanya duduk terpaku di korsi meja makan......
Akan kah.......selamanya meja korsi ini menemani ku......
Tanpa nasi lauk pauk yg kau suguhkan......
Biarlah hari hari ku menanti mu mama.......
Dengan segelas kopi sebatang rokok.........disela bibir ku......
Ku kan menunggu mu.......meski cinta tak lagi menyatukan kita.......
Dan 3 anak kita.......tak terdengar lagi tawa dan candanya.......yg ada wajah murung penuh harap.....pulanglah mama........nila
Oleh : Ayah Rizky
Sabtu, 18 Februari 2017
HILANG TANPA TANDA
Sang Terompet Pagi tak luput dari kewajibannya
Membangunkan satu persatu masyarakat dari alas yang empuk
Dari sebelah Kiri diUjung Ufuk timur tak lupa
Sang surya mulai mengintip dari awan yang sedikit pekat.
Entah perintah Raja mana yang dipatuhinya.
Ku hirup Betapa segarnya udara yang Membentang sejagat Raya
Udara yang tak terlihat oleh indra
Hawa yang dapat diNikmati
Membuat Bulu kutudukku merinding
Kutemukan satu pemuda dari ujung hilir sambil melambaikan tangan kanan
Saat pandangan tajam mengarah ke kelopak mataku
Sambil kami mengerti Bisikkan sukma
Memberikan se sajak Nasihat kepada jati diriku yang sudah menjadi garis tangannya,saat dia terlahir digendongan sanak dagelan.
Suatu pagi saat pagi menyongsong dengan diiringi suara terompet dan dilatarkan dengan pancaran Kuning di Ujung Ufuk timur itu
Tak ku temukan pemuda yang selalu mengenakan celana panjang itu.
Nasihat yang selalu mengiringiku saat aku pergi ke sekolah
Nasihat yang selalu mendampingiku saat aku berdiri diatas tanah altar kepastian
Nasihat yang menjadi ujung tombak masa depan.
Tak pernah Kujumpai dikau dikala fajar hadir,Kemanakah aku harus mencari satu kerangka badanmu
Yang selalu mengingatkan aku saat berjalan diatas kerikil kerikil kecil.
Oleh : JA Mansiz
CINTA
Sebab ...cinta adalah perbedaan yg nyata
Sebab cinta adalah jiwa2 yang bebas..
Jiwa yang berTuhan bisa memahami Cinta Kasih
Hanya sebagian orang memahaminya...
Oleh : Rizka Elvira Parinduri
Kamis, 26 Januari 2017
IA SI GADIS KECIL DENGAN LENCANA DI DADA
Oh, yang menyendiri dibalik kebisingan
Adakah engakau bersuara?
Pada hati yang engkau padu dengan beberapa tulisan
Engkau susun satu per satu
Dari rasa yang engkau sebut cinta
Berkasih sayang secara terang-terangan
Rindu sebagai bingkisan
Menampung jeda hingga malam.
Oh, yang berdiam diri dibalik kebisingan
Luputkah pandanganmu?
Dari segenap cerita-ce-ri-ta
Gurauan si gadis kecil yang lelap di depan emperan
Berselimut tipis ditengah keramaian
Laju kendaran dengan asap yang begitu tebal
Menyeru ia untuk segera menghilang
Lari dan lari
Pergi dan pergi
Sindiran si kaya yang tanpa rasa iba
Seperti hama, yang siap untuk dikuburkan.
Ia datang dengan pakaian kusam
Menyebrangi jalan, menenteng kotak kecil di tangan
Senyum sapa tercurah setiap kali ia hendak berjalan
Tutur lembut, ucapkan salam.
Ia yang berpakaian kusam
Datang dengan memeluk bacaan, mengulangi hafalan.
Mengikis sedikit keadaan, rona jingga nun bersahaja
Rimbun yang tak mengusik
Permai yang tak menggelitik
Kencana jua berdiam diri
Lekuknya patah hingga hilang di gulung amarah.
"Ia si gadis kecil dengan lencana di dada."
~Alek Wahyu~
BELA NEGARA
Duhai Pertiwiku yang cantik...
Indonesia Tanah Tumpah Darahku...
Memang betul ..
Disanalah aku berdiri bersimbah peluh menjagamu..
Disanalah...aku hadapkan hati dan wajahku untuk Robbku...
memanggil Allah Tuhanku...
untuk senantiasa menjaga Negeri ini dari segala kemungkaran tangan tangan Jahilliyyah yg bodoh dan manusia dzolim yang ingkar akan firmanMu...
Pertiwiku yang cantik...
Tahukah kamu...
Bahwa kita tengah diburu...diburu ...
Agar kita menjadi lelah dan lemah ..
Dengan cara mengejar siapa saja yg menjadi penghalang bagi durjana yang haus darah ...
hingga serakah tak jadi salah ...
Tetaplah tegakkan hatimu duhai Pertiwiku yang cantik ...
Bela Agamamu...Bela Negaramu ...niscaya Allah akan membela...NKRI ...jangan pernah mati ...
Karya : bulan
Senin, 23 Januari 2017
PAHLAWAN HATIKU
Kelu lidahku berkata2 💝 💘
Halusnya sindiranmu
Bekunya hasrat membara 💟
Laraku terhempas jauh...
💝
Oh ...pujaan hati
dimana aku harus melabuh jiwa yang mati
Aku rindukan rumah...
Terdalamku lautan luas 💙
Samudera hatiku yang hempaskn tubuhku
Oh Tuhan Semesta siapa yang akan menjadi pahlawan di hatiku... ❤ ❤
Sudahlaa...
Jika hidupni teka teki bagiku
Ku Mohon Semesta Bantu aku
Untuk memecahkan teka tekiMU
Love u
Rizka Elvira Parinduri
Langganan:
Postingan (Atom)






