BUNGA MENAWAN
Oleh :siamir marulafau
dahagu terhempas di hamparan taman
indah permai tahun lalu
kusemai dalam jiwa terbang ke angsa luar
langit membiru mencerahkan hati
di saat mentari memancarkan sinar
aku pun berdiam mencium wangi bunga melati
wicaraku terpatah tanpa syahwat menyedot
airmata, meskipun airmataku kering sekering
bunga ditaman seindah bunga berkembang
hati yang gusar menggelinjing datang pagi
menjeput malam
tapi aku mendekap tetap seiring waktu senja
terkunyah dengan anganan bersemayam
dalam taman membenamkan rasa pilu dalam
dunia maya yang kelam
sm/07122013
---------------------------
PENYELAMAT YANG BAROKAH
Oleh : siamir marulafau
berabad sudah kutanamkan
pohon kehidupan dengan
perjuangan gilang gemilang
seru sekalian alam di saat aku
diutus penyelamat kaum
ke jalan yang lurus terhindar
neraka menuju surga Allah
kehidupan sepertinya terasa
indah seiring umat bahagia kelak
sepanjang masa dengan ayat
al kitab kusemai dalam jiwa
buat umatku tercinta di dunia fana
yang kelam
siapa bilang surga sirna
jika umat dunia bertaqwa
bersatu padu dalam ikrar
sementara aku penyelamat
dalam peleburan dosa dunia
bertaburan di atas bumi Tuhan
"percayalah"
yakinlah akan petunjukku
ke jalan yang lurus selempang
jalan hidup dengan pohon menjulang
di atas langit berkedip-kedip
dengan sinar kehidupan terpancar
dalam setiap jiwa umatku
bahwa aku penyelamat di akhir
zaman kan kutebus dosa-dosa
masa lalu
"percayalah"
yakinlah akan kuulurkan di tangan kananku
pohon kehidupan bagaikan mutiara
yang tak tergapai sampai ujung dunia
jika sinar kau hamburkan dalam jiwa
moga-moga bisikan pesan diabaikan
tidak sepanjang dunia tak berguling
sampai yaumil mahsar
sm/24112013
-----------------------
KEMENANGAN
Oleh :siamir marulafau
meskipun dunia berputar
berputar bagaikan bola
hidup diabaikan tidak sepanjang
semangat berkobar sampai ke ujung dunia
harapan akan kemenangan bertebabaran
di atas daun gilang-gemilang
seiring bintang bersinar memancarkan
cahaya hidup sepertinya kekelahan
mengubah warna gelap jadi terang
sepertinya deburan air mengalir
dalam jiwa sementara harapan
berbayang meskipun hidup bergerak
bagaikan dunia berputar,aku semangat
tetap dalam hidup sementara,moga-moga
Allah paring barokah
sm/24112013
---------------------
APA TAJUK YANG TEPAT?
Oleh :siamir marulafau
Kasih-MU sedingin lahar gunung Sinabung
Kasih-Mu terhempas tidak pada lahar panas
gunung Sinabung meleleh ke tepian
mengoyak sendi-sendi kehidupan bahwa bumi-Mu
bergerak dari utara ke selatan
aku bernaung di atasnya
kurasakan nikmat
kurasakan penderitan
kasih-Mu terurai dalam jiwa selalu meskipun rintangan
kesulitan hidup ditempuh namun kembali jua pada-Mu
sm/26112013
-----------------
KEMANA KAU?
meskipun aku hilang ditelan rimba
napasku mendesah di udara Tuhan
napasku bergentayangan
akan kembali ke kubangan sepanjang
janji tak basah
"wahai sang kekasih"
penasaran dihindari sungguh cahaya diriku
menyinari hutan di saat kau berpuisi
aksara berukir menyemai sukma
meskipun kau bertanya
petualanganku di tanah seberang
terlupakan tidak akan kerinduan
karena belaian kasih mesramu mengurai sukma
sebanyak buih lautan walaupun kau
di kejauhan
ingatlah selalu wajah masih muda
senja bertabur di taman seiring kugapai
bunga mawar terlupakan tidak sampai
akhir zaman
sm/02122013
-----------------------
LAUTAN TAK BERBATAS
Oleh :siamir marulafau
Syairku kusemai di atas hamparan lautan
tak bertepi, bukan penghalang bertemu dalam sukma
sepanjang lautan tenang bersahabat meskipun
lautan bersekat dalam impian namun karya berdekap
penghubung lara
sm/01122013
------------------------
PERAHUKU
Oleh :siamir marulafau
Mekipun perahumu karam menuju pulau
tapi lubuk hatiku tak akan terbenam bersatu dengan jiwamu
sepanjang perahumu berlayar ke tepian
tak akan hanyut sampai unjung dunia
seiring lautan bergelombang menerpa dinding asmara
bergelora sepertinya ciprak ombak memecah
di atas lautan yang airnya bening sebening jwamu
kusemai dalam sukma pertanda bahwa akulah
nakhoda kapal sampai kau kuhanyutkan di lautan
asmara
sm/21112013
Menuju P.Hinako
-----------------------
CINTAKU SURGAKU
Oleh :siamir marulafau
Cinta yang kugapai syurga-Mu
dengan istana tinggi dibaringi dengan iman
pertanda aku setia pada-Mu
aku mengingat-Mu selalu meskipun aku berada di bumi-Mu
aku berpaling tidak merenungkan cintaku pada-Mu
karena Tuhan mencipta ragaku jiwaku
kusemayamkan dalam relungku
kualirkan dalam darahku
kusemai dalam pikiranku
kupisahkan tidak dalam jiwaku
meskipun banyak syetan menggodaku
namun ayat-ayat-Mu kutanamkan dalam dadaku
karena menciptakan bumi untukku
menciptakan mentari untuk umat-Mu
menciptakan segalanya untuk mengabdi pada-MU
sm/27112013
-----------------------
CALEG 2014-1019
Oleh: siamir marulafau
siapa bilang aku tak bisa menjadi caleg
jika saya terpilih
tapi sebelum terpilih aku tak memakai peci
dasi jas tapi aku senang peciku terbuat dari jerami
dengan baju yang compang camping
agaknya sederhana
prinsipku : rakyat miskin
aku pun miskin jika rakyatku kaya aku pun kaya
jika rakyatku miskin sedangkan aku kaya
itu wakil rakyat mau jadi apa?
prinsipku: rakyat miskin
aku tega tidak membiarkan meraung kelaparan
jika rakayatku kaya biarkan aku miskin seiring
dunia tersenyum sepertinya pohon rimbun
pelindung umat terkapar di bawah sinar mentari
berkepanjangan sepanjang dunia berguling tidak
sampai ke tepi pantai tak bertepi
sm/25112013
-----------------------
SELENDANG MERAH
Oleh : siamir marulafau
laraku terbuai di atas taman indah
kau semai dalam jiwaku seiring bunga-bunga
berkembang melambaikan tangan di atas awam
yang berkecipung menggapai rindu tak bersekat
dalam dunia kelam
kau bagaikan bidadari turun dari kayangan
sepertinya langit tersenyum di saat kau
melambaikan tangan dengan selendang merah
petanda bahwa kau menyelimuti impian
masa laluku terhempas dalam tanah diam
berkepanjangan
selendang merah kau selimuti dalam jiwa
membungkus duka lara dalam sukma
terbayangkan tidak penderitaan dengan
tetesan air mata mengering di atas hamparan
lautan tak bertepi
langit sungguh membiru bagaikan alis mata
dengan mata biru sepertinya tatapan mampu
tidak menggapaimu sebagai teman di ujung
dunia tak bertepi tapi namun hati sebersih air
terjun niagara mendeburkan tetesan air bening
di atas bunga berkembang di musim semi
sepertinya cinta terlukiskan di atas taman firdaus
indah permai walaupun hanya sebatas dunia
impian tergapai
sm/01122013
-----------------------
KARANG KASIH
Oleh : siamir marulafau
Langit terbentang menampung lara
rindu tersemai dalam lautan
bagaikan karang menjulang kepermukaan
kasih terurai sebanyak buih lautan
jernih sebeming cipratan ombak
cinta kudambakan menyayat sukma
bagaikan duri menusuk mawar
wajahku mengubah kerinduan
sepanjang kesucian ternoda tidak
jika kasih tertanam dalam jiwa
raga terbenam dalam lautan tidak
gelora asmara menepi lara
sm/21112013
Jumat, 06 Desember 2013
Kumpulan Puisi Siamir Marulafau - BELUT BELUT KASIH
Sepintas Apresiasi Dan Pengertian Puisi Bertajuk "KOBRA TAK BERMATA" Oleh :Penyair siamir narulafau
KOBRA TAK BERMATA
Oleh :siamir marulafau
menyembur bagaikan semburan
gunung sinabung
kadang panas kadang dingin
menggelegar mencari arah
semburan tajam
kadang menggeliat di bawah rerumputan
kadang tak punya perasaan
siapa lawan siapa kawan disembur habis-habisan
sampai terkapar di atas karang
seiring napas mendesah kelelahan
karena merayap siang malam
mencari mangsa
sm/26112013
Puisi di atas singkat tapi mengandung makna yang sangat mendalam di mana penyair
pada penulisan judul telah memikirkan pengertian dari tajuk sebelumnya, yaitu "Kobra Tak Bermata".Ironisnya ular kobra adalah sejenis hewan melata yang sangat ditakuti oleh manusia karena racunnya.Penyair menggunakan "Ular Kobra" sebagai simbol dalam tajuk puisinya.Dalam penilitian berbagai ular sang peneliti menemukan bahwa ada sebahagian ular kobra yang sifatnya menyemburkan ludah dan sangat beracun yang membuat manusia ketakutan dan sebagai akibatnya bila mata disembur maka butalah mata itu. Dengan demikian penyair lebih identik menggunakan ular kobra bersifat menyemburkan sebagaimana halnya dengan alat kelamin laki-laki tapi tak bermata yang mirip dengan ular kobra.
Pada larik I, penyair menggambarkan sifat ular kobra yang tak bermata dengan menyemburkan ludah yang idenitk dengan kelamin laki-laki juga menyemburkan cairan berupa sperma yang sangat tajam.Pada penggunaan kalimat pada larik I, penyair menggunakan gaya bahasa "simile",yakni :"menyemburkan bagaikan semburan gunung sinabung".Kalimat ini pengertiannya sangat dahsyat.pembaca bisa membayangkan betapa derasnya semburan gunung bila memuntahkan laharnya dari dalam bumi Tuhan
Kemudian, pada larik 2, penyair memberikan ilustrasi pada pembaca bahwa kelamin laki-laki itu memang hawanya panas dan kadang juga dingin dan memiliki :"kadang panas kadang dingin".Dengan pengertian bahwa bila kobra tak bermata dalam keadaan panas, dia hendak mencari lawan jenisnya, dan bila dia dalam keadaan dingin ,dia juga tenang dan tidak mengganggu lawan jenisnya.Di sini penyair cenderung memberikan ilustrasi pada pembaca bahwa manusia di dunia harus bisa menahan hawa nafsunya karena "Shahwat" ini sangat penting untuk ditahan dan jangan dibiarkan mengganas yang menjebloskan manusia dalam neraka.
Pada larik 3,4, yaitu : "menggelegar mencari arah"
"semburan tajam".Penyair memberikan ilustrasi pada pembaca bahwa laki-laki yang normal tetap saja mencari pasangan apakah halal atau haram, tergantng pada diri seseorang.Penyair menyarankan yang halal karena semburannya tajam dan bisa membuahi keturunan.
Pada larik 5,6 dan 7,yaitu :"kadang menggeliat di bawah rerumputan"
"Kadang tak punya perasaan"
"siapa lawan siapa kawan disembur habis-habisan".Penyair disini mengungkapkan bahwa kelamin laki-laki itu sangat berbahaya apabila tidak dokontrol dengan iman.Karena dikala nafsu manusia datang, dia tak pilih kasih dan menerkam siapa saja yang ada di depannya.Hal ini, bisa kita lihat dalam kehidupan zaman sekarang yang telah terjadi di negara kita ini di mana sang menantu dengan mertuanya bisa berhubungan sex bebas, Bapak dengan anak kandungnya sendiri bisa berhubungan sex, dan pergaulan bebas antara para remaja dan orang-orang tua yang bukan muhrimnya (free sex).Larik-larik ini di atas menggabarkan kebejatan moral manusia pada masa sekarang ini.
Sedangkan larik 8,9,10 dan seterusnya seperti :"sampai terkapar di atas karang"
"seiring napas mendesah kelelahan"
"karena merayap siang malam"
"mencari mangsa".Penyair menggambarkan bahwa hubungan sexual amat nikmat di dunia dan justru demikian manusia yang tak punya iman yang kuat sering hanyut dalam gelombang ini.Banyak kaum muda maupun kaum tua yang tak bisa menahan nafsunya demi kenikmatan sejenak dan tidak memikirkan halal haramnya dan ingin mencari pasangan-pasangan untuk berhubungan sex di luar pernikahan.Hubungan sex di luar pernikahan sangat tercela di mata dunia dan apalagi di mata Tuhan.Allah SWT akan memberikan ganjaran bagi orang yang berhubungan sex di luar pernikahan(Al Qur'an).Penyair menuliskan puisi dengan tajuk di atas adalaah memberikan ajaran dan tuntutan moral bagi generasi muda dan juga kepada orang-orang tua yang tak kokoh imannya atas perintah dan larangan Allah SWT supaya larangan Allah ini jangan dilanggar.
sm/29112013
----------------------
APA ITU KASIH?
Oleh :siamir marulafau
kasih membuahi kesedihan kalau kasih didulang sampai ke hati.
sm/02122013
Puisi satu baris
----------------
SURGA
doanya menyisir Aras
amalan bergelimpahan, mau kemana?
sm/02122013
------------------
BELUT-BELUT KASIH
oleh :siamir marulafau
seandainya belut bercurah hati
tak seorang pun berani bermain birahi
tapi belut menggelepar pasrah diri karena suka diuji
mencari sasaran lubang yang tak terpuji
siapa salah?
iman tipis tak pernah ngaji
nikmat dunia menghantui sementara malaikat mencatati
kelak kau akan diadili
jangan berbohong ada bukti
selembar kertas bernoda tinggi tanpa kusadari
"Wahai,Tuhan"
ampunilah kami
ampunilah kami,ampunilah kami
tapi Tuhan tak engkar janji
yang besalah dicambuk 100 X
sm/05122013
------------------------
SALAM SEJAHTERA
Oleh : siamir marulafau
Salamku mengurai lara seiring langit cerah menantikan awan menyongsong awam melambaikan tangan dengan senyuman membelai sukma
sm/04122013
----------------------
TETESAN AIRMATA
Oleh :siamir marulafau
tetesan airmata kutumpahkan di atas kaca mengurai piluku berkepanjangan seiring aku berdaya tidak dalam renungan impian masa lalu sepertinya jiwaku terhempas akan anganan sepanjang masa
sm/04122013
---------------------------
MENGAPA KAU PANDANG FOTOKU?
Oleh :siamir marulafau
fotoku tak berbingkai
fotoku mengurai lara terbang di atas langit tak bertepi seiring kau lihat aku menatap wajahmu bagaikan bidadari sepertinya aku tersandung dari ujung kaki sampai keujung dunia tak bertepi sehingga aku tak berpikir bahwa kaulah orangnya yang kucari
meskipun demikian kau tak boleh berpaling
berpaling wajah murka dunia Illahi
dipandang sekali syurga duniawi
dipandang berkali-kali neraka Illahi
pilih yang mana? tergantung pribadi, selamat menikmati
sm/05122013
---------------------------------
MENGAPA KAU INGIN MEMILIKI DIRIKU?
Oleh :siamir marulafau
Meskipun diriku milikmu...bukanlah berarti
aku tak berada di sampingmu
jangan kau sekali-sekali bertanya pada diriku
mungkin karena jodoh bersatu belum
tapi ingat janjimu selalu
jangan membuat aku cemburu
karena kau impianku tersemai dalam dadaku
bagaimana dengan dirimu?
aku hanya menghitung waktu
bila kau setuju dengan saranku
hidup lebih baik bersatu padu
karena langit makin memmbiru sementara nafsu
mengurai kalbu
aku pun tiada ragu bila kau memelukku
sepanjang napasmu mendesah di kupingku
tak kubiarkan kau terpasung dengan dunia senyapku
karena kau kekasihku
makanya jangan kau biarkan semua ini jadi kenangan
hamparan lautan menyelimuti kalbu
kukenang masa ke masa pengobat rindu
Jangan bertanya padaku selalu kumau tak seorang
merayuku
meskipun kau berselimut setebal salju
kan kuurai sampai ke lereng gunung
kuperduli hanya dikau sepanjang kau mengupas tidak
kata palsu
tapi yakin aku berlindung di balik kelambu
karena kau bagaikan malaikat penyejuk rindu
bukan rayuan manis di mulut
sukma mendesir menawarkan harapan masa lalu
cumbuan kubuai di ubun-ubun
sementara hasrat menikam kalbu karena kau
idaman relungku
percayalah kataku satu dua tak palsu
seiring aku membelai kasih terpendam di musim salju
konon kau ikut tak mungkin membiarkan dukaku
dunia tersenyum
prinsipku teguh menggapaimu meskipun kau menyelimat
dalam impianku namun jiwamu terselubung dalam laraku
karena kau angananku sepanjang dunia maya tak
tersembur dengan deburan ombak menggulung harapanku
benarkah itu?tergantung pada prinsipmu
langkah dan kakimu terelakkan tidak menjemput
impianku karena tawamu menghias jiwaku
meskipun kau malu merenungku tapi aku selalu menantimu
percayalah
"wahai bungaku"
impianku tergapai sudah atau belum
prinsip teguh mencari madu karena aku adalah
kepompong liar menyiram sendu
meskipun daun gugur terhempas sinar lembayung
rasa sendu terkubur di tanah gersang
aku pun perpaling tidak, berucap kata sebagai pembujuk
kubiarkan tangisan tidak mengubur lara
sepanjang hasrat tergapai akan menantikan kehadiran
sejak bermula kuingatkan sampai badan dikandung
tanah dan itulah kesetiaan sampai alam barzah
i
sm/04122013
------------------------
KAU MAWARKU
Oleh : siamir marulafau
senja menyisir lara
menelusuri sukma berdekap ke dalam jiwa
menghempaskan kebencian seiring mawar
menyelimuti raga
sementara kumbang beterbangan mencari sasaran
selaras dalam napas mendesah sampai ke ujung dunia
"kau mawarku"
terpisahkan dalam relung tidak sepanjang dunia
tersenyum mengungkap cinta
"percayalah"
jiwaku bergelora menantikan kerinduan
penyair sabar menanti menuju haluan
pincalan berlabuh menyemai mawar indah permai
dalam jiwa
"kau mawarku"
kurenung pada setiap dedaunan dengan ranting
mengulurkan kasih sayang
mengulurkan hati suci bagaikan embun salju mengelus
dada,apa gerangan?
kan bertanya tak apalah salah, siapa "mawar"?
sm/29112013
---------------------------
SINAR SENJA
Oleh :siamir marulafau
Kesendirianmu sirna tidak
sepanjang senja menggapai semesta pikirmu
membahana dalam dunia maya
meskipun kau menghias paras cantikmu
namun sinar senja kau semayamkan dalam aksaraku
membias ke seluruh jiwamu
petanda bahwa kau dan aku akan bersatu
taqdir tak akan dimungkiri sepanjang Tuhan
mengulurkan kasih di bumi
seiring umat dunia terpasung tidak dalam anganan
semesta akan tersenyum menyambut lara
pelukis senja bukan sembarang
pelukis membiaskan gelora dalam asmara
yakin benar harapan tak akan sirna di telan bumi Tuhan
seiring sinar senja menerpa kepangkalan
Aku hanya mencumbuimu dengan belaian kasih dengan
senyum semanis madu seramah lembayung senja
kau gapai dalam hidup
sm/29112013
---------------------------
NAFSU DUNIA
Oleh :siamir marulafau
nafsu dunia membara
bagaikan lahar pegunungan
panas meleleh di perbukitan
merambat ke perkampungan
nafsu dunia bergelora
bagaikan ombak terhempas
ke tepian
sepertinya hidup terarah tidak
serakah menyelimat dalam jiwa
nafsu dunia menerkam
membajak harta dunia
menyiku kiri kanan
tak tahu siapa teman siapa lawan
nafsu dunia berhasrat
menghempaskan akal membutakan
mata menutup pendengaran
si kaya berbuat sewenang
si miskin di singkirkan
sm/21112013
KOBRA TAK BERMATA
Oleh :siamir marulafau
menyembur bagaikan semburan
gunung sinabung
kadang panas kadang dingin
menggelegar mencari arah
semburan tajam
kadang menggeliat di bawah rerumputan
kadang tak punya perasaan
siapa lawan siapa kawan disembur habis-habisan
sampai terkapar di atas karang
seiring napas mendesah kelelahan
karena merayap siang malam
mencari mangsa
sm/26112013
Puisi di atas singkat tapi mengandung makna yang sangat mendalam di mana penyair
pada penulisan judul telah memikirkan pengertian dari tajuk sebelumnya, yaitu "Kobra Tak Bermata".Ironisnya ular kobra adalah sejenis hewan melata yang sangat ditakuti oleh manusia karena racunnya.Penyair menggunakan "Ular Kobra" sebagai simbol dalam tajuk puisinya.Dalam penilitian berbagai ular sang peneliti menemukan bahwa ada sebahagian ular kobra yang sifatnya menyemburkan ludah dan sangat beracun yang membuat manusia ketakutan dan sebagai akibatnya bila mata disembur maka butalah mata itu. Dengan demikian penyair lebih identik menggunakan ular kobra bersifat menyemburkan sebagaimana halnya dengan alat kelamin laki-laki tapi tak bermata yang mirip dengan ular kobra.
Pada larik I, penyair menggambarkan sifat ular kobra yang tak bermata dengan menyemburkan ludah yang idenitk dengan kelamin laki-laki juga menyemburkan cairan berupa sperma yang sangat tajam.Pada penggunaan kalimat pada larik I, penyair menggunakan gaya bahasa "simile",yakni :"menyemburkan bagaikan semburan gunung sinabung".Kalimat ini pengertiannya sangat dahsyat.pembaca bisa membayangkan betapa derasnya semburan gunung bila memuntahkan laharnya dari dalam bumi Tuhan
Kemudian, pada larik 2, penyair memberikan ilustrasi pada pembaca bahwa kelamin laki-laki itu memang hawanya panas dan kadang juga dingin dan memiliki :"kadang panas kadang dingin".Dengan pengertian bahwa bila kobra tak bermata dalam keadaan panas, dia hendak mencari lawan jenisnya, dan bila dia dalam keadaan dingin ,dia juga tenang dan tidak mengganggu lawan jenisnya.Di sini penyair cenderung memberikan ilustrasi pada pembaca bahwa manusia di dunia harus bisa menahan hawa nafsunya karena "Shahwat" ini sangat penting untuk ditahan dan jangan dibiarkan mengganas yang menjebloskan manusia dalam neraka.
Pada larik 3,4, yaitu : "menggelegar mencari arah"
"semburan tajam".Penyair memberikan ilustrasi pada pembaca bahwa laki-laki yang normal tetap saja mencari pasangan apakah halal atau haram, tergantng pada diri seseorang.Penyair menyarankan yang halal karena semburannya tajam dan bisa membuahi keturunan.
Pada larik 5,6 dan 7,yaitu :"kadang menggeliat di bawah rerumputan"
"Kadang tak punya perasaan"
"siapa lawan siapa kawan disembur habis-habisan".Penyair disini mengungkapkan bahwa kelamin laki-laki itu sangat berbahaya apabila tidak dokontrol dengan iman.Karena dikala nafsu manusia datang, dia tak pilih kasih dan menerkam siapa saja yang ada di depannya.Hal ini, bisa kita lihat dalam kehidupan zaman sekarang yang telah terjadi di negara kita ini di mana sang menantu dengan mertuanya bisa berhubungan sex bebas, Bapak dengan anak kandungnya sendiri bisa berhubungan sex, dan pergaulan bebas antara para remaja dan orang-orang tua yang bukan muhrimnya (free sex).Larik-larik ini di atas menggabarkan kebejatan moral manusia pada masa sekarang ini.
Sedangkan larik 8,9,10 dan seterusnya seperti :"sampai terkapar di atas karang"
"seiring napas mendesah kelelahan"
"karena merayap siang malam"
"mencari mangsa".Penyair menggambarkan bahwa hubungan sexual amat nikmat di dunia dan justru demikian manusia yang tak punya iman yang kuat sering hanyut dalam gelombang ini.Banyak kaum muda maupun kaum tua yang tak bisa menahan nafsunya demi kenikmatan sejenak dan tidak memikirkan halal haramnya dan ingin mencari pasangan-pasangan untuk berhubungan sex di luar pernikahan.Hubungan sex di luar pernikahan sangat tercela di mata dunia dan apalagi di mata Tuhan.Allah SWT akan memberikan ganjaran bagi orang yang berhubungan sex di luar pernikahan(Al Qur'an).Penyair menuliskan puisi dengan tajuk di atas adalaah memberikan ajaran dan tuntutan moral bagi generasi muda dan juga kepada orang-orang tua yang tak kokoh imannya atas perintah dan larangan Allah SWT supaya larangan Allah ini jangan dilanggar.
sm/29112013
----------------------
APA ITU KASIH?
Oleh :siamir marulafau
kasih membuahi kesedihan kalau kasih didulang sampai ke hati.
sm/02122013
Puisi satu baris
----------------
SURGA
doanya menyisir Aras
amalan bergelimpahan, mau kemana?
sm/02122013
------------------
BELUT-BELUT KASIH
oleh :siamir marulafau
seandainya belut bercurah hati
tak seorang pun berani bermain birahi
tapi belut menggelepar pasrah diri karena suka diuji
mencari sasaran lubang yang tak terpuji
siapa salah?
iman tipis tak pernah ngaji
nikmat dunia menghantui sementara malaikat mencatati
kelak kau akan diadili
jangan berbohong ada bukti
selembar kertas bernoda tinggi tanpa kusadari
"Wahai,Tuhan"
ampunilah kami
ampunilah kami,ampunilah kami
tapi Tuhan tak engkar janji
yang besalah dicambuk 100 X
sm/05122013
------------------------
SALAM SEJAHTERA
Oleh : siamir marulafau
Salamku mengurai lara seiring langit cerah menantikan awan menyongsong awam melambaikan tangan dengan senyuman membelai sukma
sm/04122013
----------------------
TETESAN AIRMATA
Oleh :siamir marulafau
tetesan airmata kutumpahkan di atas kaca mengurai piluku berkepanjangan seiring aku berdaya tidak dalam renungan impian masa lalu sepertinya jiwaku terhempas akan anganan sepanjang masa
sm/04122013
---------------------------
MENGAPA KAU PANDANG FOTOKU?
Oleh :siamir marulafau
fotoku tak berbingkai
fotoku mengurai lara terbang di atas langit tak bertepi seiring kau lihat aku menatap wajahmu bagaikan bidadari sepertinya aku tersandung dari ujung kaki sampai keujung dunia tak bertepi sehingga aku tak berpikir bahwa kaulah orangnya yang kucari
meskipun demikian kau tak boleh berpaling
berpaling wajah murka dunia Illahi
dipandang sekali syurga duniawi
dipandang berkali-kali neraka Illahi
pilih yang mana? tergantung pribadi, selamat menikmati
sm/05122013
---------------------------------
MENGAPA KAU INGIN MEMILIKI DIRIKU?
Oleh :siamir marulafau
Meskipun diriku milikmu...bukanlah berarti
aku tak berada di sampingmu
jangan kau sekali-sekali bertanya pada diriku
mungkin karena jodoh bersatu belum
tapi ingat janjimu selalu
jangan membuat aku cemburu
karena kau impianku tersemai dalam dadaku
bagaimana dengan dirimu?
aku hanya menghitung waktu
bila kau setuju dengan saranku
hidup lebih baik bersatu padu
karena langit makin memmbiru sementara nafsu
mengurai kalbu
aku pun tiada ragu bila kau memelukku
sepanjang napasmu mendesah di kupingku
tak kubiarkan kau terpasung dengan dunia senyapku
karena kau kekasihku
makanya jangan kau biarkan semua ini jadi kenangan
hamparan lautan menyelimuti kalbu
kukenang masa ke masa pengobat rindu
Jangan bertanya padaku selalu kumau tak seorang
merayuku
meskipun kau berselimut setebal salju
kan kuurai sampai ke lereng gunung
kuperduli hanya dikau sepanjang kau mengupas tidak
kata palsu
tapi yakin aku berlindung di balik kelambu
karena kau bagaikan malaikat penyejuk rindu
bukan rayuan manis di mulut
sukma mendesir menawarkan harapan masa lalu
cumbuan kubuai di ubun-ubun
sementara hasrat menikam kalbu karena kau
idaman relungku
percayalah kataku satu dua tak palsu
seiring aku membelai kasih terpendam di musim salju
konon kau ikut tak mungkin membiarkan dukaku
dunia tersenyum
prinsipku teguh menggapaimu meskipun kau menyelimat
dalam impianku namun jiwamu terselubung dalam laraku
karena kau angananku sepanjang dunia maya tak
tersembur dengan deburan ombak menggulung harapanku
benarkah itu?tergantung pada prinsipmu
langkah dan kakimu terelakkan tidak menjemput
impianku karena tawamu menghias jiwaku
meskipun kau malu merenungku tapi aku selalu menantimu
percayalah
"wahai bungaku"
impianku tergapai sudah atau belum
prinsip teguh mencari madu karena aku adalah
kepompong liar menyiram sendu
meskipun daun gugur terhempas sinar lembayung
rasa sendu terkubur di tanah gersang
aku pun perpaling tidak, berucap kata sebagai pembujuk
kubiarkan tangisan tidak mengubur lara
sepanjang hasrat tergapai akan menantikan kehadiran
sejak bermula kuingatkan sampai badan dikandung
tanah dan itulah kesetiaan sampai alam barzah
i
sm/04122013
------------------------
KAU MAWARKU
Oleh : siamir marulafau
senja menyisir lara
menelusuri sukma berdekap ke dalam jiwa
menghempaskan kebencian seiring mawar
menyelimuti raga
sementara kumbang beterbangan mencari sasaran
selaras dalam napas mendesah sampai ke ujung dunia
"kau mawarku"
terpisahkan dalam relung tidak sepanjang dunia
tersenyum mengungkap cinta
"percayalah"
jiwaku bergelora menantikan kerinduan
penyair sabar menanti menuju haluan
pincalan berlabuh menyemai mawar indah permai
dalam jiwa
"kau mawarku"
kurenung pada setiap dedaunan dengan ranting
mengulurkan kasih sayang
mengulurkan hati suci bagaikan embun salju mengelus
dada,apa gerangan?
kan bertanya tak apalah salah, siapa "mawar"?
sm/29112013
---------------------------
SINAR SENJA
Oleh :siamir marulafau
Kesendirianmu sirna tidak
sepanjang senja menggapai semesta pikirmu
membahana dalam dunia maya
meskipun kau menghias paras cantikmu
namun sinar senja kau semayamkan dalam aksaraku
membias ke seluruh jiwamu
petanda bahwa kau dan aku akan bersatu
taqdir tak akan dimungkiri sepanjang Tuhan
mengulurkan kasih di bumi
seiring umat dunia terpasung tidak dalam anganan
semesta akan tersenyum menyambut lara
pelukis senja bukan sembarang
pelukis membiaskan gelora dalam asmara
yakin benar harapan tak akan sirna di telan bumi Tuhan
seiring sinar senja menerpa kepangkalan
Aku hanya mencumbuimu dengan belaian kasih dengan
senyum semanis madu seramah lembayung senja
kau gapai dalam hidup
sm/29112013
---------------------------
NAFSU DUNIA
Oleh :siamir marulafau
nafsu dunia membara
bagaikan lahar pegunungan
panas meleleh di perbukitan
merambat ke perkampungan
nafsu dunia bergelora
bagaikan ombak terhempas
ke tepian
sepertinya hidup terarah tidak
serakah menyelimat dalam jiwa
nafsu dunia menerkam
membajak harta dunia
menyiku kiri kanan
tak tahu siapa teman siapa lawan
nafsu dunia berhasrat
menghempaskan akal membutakan
mata menutup pendengaran
si kaya berbuat sewenang
si miskin di singkirkan
sm/21112013
Kumpulan Puisi Siamir Marulafau - JIKA BINTANG MELIHAT
AKU TAK KE MANA-MANA
Oleh : siamir marulafau
langkahku terurai dalam sukmamu
sepanjang dunia tersenyum karena pelukannu
hangat membara gelora menyongsong awan
senja meskipun kugapai setengah tiang
beranjak langkah berat menimbang dada
kau sungguh mawar penakluk sukma
kangkah berat hasrat tali pengikat
suratan tangan melukiskan angan sepanjang
petualangan berhenti tidak
kau sungguh mawar penawan lara
kusemai di taman firdaus di masa muda
langkah berat cinta terukir dalam jiwa
langkah terpatah satu dua tiga karena
kau berbayang di wajah selalu meskipun
hanya dalam dunia yang kelam
sm/02122013
-----------------------
LETUSAN GUNUNG SINABUNG
Oleh :siamir marulafau
gunung diam beabad-abad
letusan dikhwatirkan bagaikan
letusan bom Hiroshima
dahsyat seiring debu berhamburan
di segala penjuru
aku jadi ketakutan,masya Allah
mau ke mana aku lari?
pengaduanku di mana?
gunung diam berabad-abad
asap bergumpalan terhempas
di langit yang tak kuduga
perasaan ketakutan
suara letusan memekakkan kuping
tidur tak nyenyak
pikiran galau
hati kadang risau
ya, Tuhan
perkenankan pintaku jauhkan letusan
gunung pujianku bersemayam
di bumi-Mu
moga Tuhan meredakan segalanya
sm25112013
--------------------
JIKA BINTANG MELIHAT
Oleh :siamir marulafau
Jika bintang melihat menegur
jika bintang melihat berwajah manis
aku akan menceritakan padanya
arti tentang sebuah cinta
sakitnya menelan kerinduan
Jika bintang memancarkan cahaya
liang kalbu akan menggetar
membahana dalam jiwa
denyutan nadi berdendang
desah napas mendesah terhempas
Oh... bintang
terangilah cahayamu
menerangilah kau pada jiwaku
dapatkah sinarmu menerangi kerinduaku
moga Tuhanku tahu bahwa kau
adalah kasihku
sm/22112013
-------------------------
ANGANAN YANG TAK TERBATAS
oleh :siamir marulafau
janji kita semai sirna tidak dalam impian
sepanjang dunia tersenyum dalam jiwa
membahana dalam angan
meskipun sulaman kasih tak kesampaian
sampai ujung dunia tapi harapan bersinar
selalu seiring dikau mengenang aku dalam
impian rembulan malam yang shahdu
menerpa semua daun-daun berguguran
di taman indah kita tanamkan suka duka
pada masa lalu
Kini...
kasih tersulam sudah dalam angan
sepanjang sinar mentari menghempaskan
cahaya di muka bumi,Tuhan jadi penyaksi
seiring kesetian bernilai sungguh walaupun
hanya sebatas impian di langit biru tak
bertepi
tantangan bukan sembarang ditantang
tapi keyakinan akan kasih terurai dalam kalbu
ketika dunia berguling tidak sampai
yaumil mahsar kelak bahwa kau dan aku
adalah makhluk penjelajah bumi
sm/20112013
-----------------------
RUANG KASIH
Oleh :siamir marulafau
Sang Pecinta...
Meskipun ruang kasih kau semai dalam jiwaku
namun ruangmu untuk
bercanda dalam relungmu
memanja dalam belaianmu
merajuk dalam amarahmu
menjalin kasih dalam impianmu
mengeluskan kerinduanku dalam sukmamu
menampung segala rasa pilumu
di manapun kau berada kan kukenang
sepanjang desah napasku tertelan
di bumi Tuhan tidak akan pelukanmu
Walaupun demikian ...
ruang kasimu beku tak akan selamanya dalam jiwaku
karena hadirmu menyentuh dinding bilik hatiku
kubawa berlari pun kan kuingat selalu
sepanjang bunga mawar kau rangkaikan bertabur tidak
di tepi pantai kita renungkan pada masa lalu
sm/21112013
---------------------------
KEGAGALAN MEMBAWA SENGSARA
Oleh : siamir marulafau
siapa bilang aku sukses jika anda tak memilihku jadi caleg sementara namaku tertera di atas kain kanvas mengucapkan selamat datang para pemilih
dunia akan tersenyum jika tergapai hasratku membara berapi-api bagaikan lahar gunung sinabung memuntahkan laharnya sampai ke ujung dunia seiring suaraku hilang menjerit "pilihlah aku"
tapi apa yang kudapat hanya nama tersurat di balik tersirat
sementara harta terjual
tanah terjual
rumah tergadai
anak berantakan
istri meraung-raung
ya, Tuhan
mengapa aku berambisi selalu mengukir dunia ini
bagaikan emas sementara sinar menelan jiwaku terkapar di atas tanah gersang
membuat hidupku melarat berkepanjangan,siapa salah?tanya pada rumput berggoyang
ya, Tuhan
aku sungguh terlena bahwa dunia tiruan
aku sungguh tergiur bahwa dunia indah
bagaikan mutiara tapi menipu segalanya
aku berpaling ke kampung halaman tak bertuan
kurenung nasib mengkail ikan di sebuah kolam kusemai sebelumnya
sm/28112013
------------------------
MAKNA SEBUAH CINTA
Oleh :siamir marulafau
Apalah makna sebuah cinta
jika jiwa raga tersiksa
apalah makna sebuah cinta
jika sukma melayang di udara
apalah makna sebuah cinta
jika kau selalu menyakitiku
tapi laraku bersarang dalam
napasmu
apalah makna sebuah cinta
jika senyummu terhempas
di ujung dunia
sementara kasihku tertumpah
padamu jua
apalah makna sebuah cinta
jika penyairku mengeluskan
syairnya ke dalam jiwa ragaku
tidak sementara belaian sukma
menantikan kerinduan
sm/22112013
------------------------
KASIH YANG TAK TERHEMPAS
Oleh:siamir marulafau
Sepertinya cahayaku terhempas
bagaikan batu karang di tengah lautan
air laut menepis ke tepian
seiring jiwa mnggelupur menantikan
sinar lembayung menyerap ke dalam impian
Sepertinya hidup bagaikan buih lautan
arah tak menentu berlabuh ke tepian
salah siapa kehendak bertanya?
kasih terabaikan jangan
sepanjang jiwa raga berdekap dengan
napas mendesah ke kerongkongan
mulut berbuih berkata-kata
asalkan perasaan diabaikan jangan
kasih bagaikan air lautan menerpa
ke segala arah sepanjang cahaya bersinar
di saat jiwa bergelora dengan impian
hidup berkasih-kasihan mulia di sisi Tuhan
malaikat meyaksikan di saat hamba
bersemedi dalam kerinduan
oh, Tuhanku
adakah kasi-Mu terhempas?
kasih-Mu terbenam tidak seiring aku
berucap "lailahaillallah",wa syukurillah
moga-moga Allah paring barokah
sm20/11201
----------------------------
Puisi ini akan dibacakan pada perayaan Tahun Baru Islam 1435 H pada Tgl 24112013
MESJIDKU SURGAKU
Oleh : siamir marulafau
siapa bilang surgaku sirna di arasyNya Allah
sementara aku berpaling tidak
menghempaskan hartaku di jalan Allah
seiring aku membela agamaNya,
membangun mesjidNya
menyebarkan syiarNya ke seluruh
lapisan masyarakat
siapa bilang surgaku terhempas
jika diriku hartaku berkorban tertuang
dalam mesjidku ibadah pada Allah
sementara dunia kekal tidak,sirna ditelan
masa ke masa,usia semakin senja
siapa bilang surgaku indah tidak
jika aku senantiasa meleburkan napasku
di dunia fana yang kelam seiring napas
mendesah kubelai dengan jiwa raga
kupikirkan mesjid selalu sepanjang hayat
bersemedi di atas bumi Tuhan yang halal
Ya, Tuhan
berikanlah kekuatan padaku membela
agama-Mu, membangun mesjid-Mu
dengan mesjid-Mu aku bernaung beribadah
kepada-Mu seiring doa kulantunkan
sampai ke arasy-Mu
Ya, Tuhan
perkenankanlah,doaku sujudku
siang malam di atas sajadah dengan
mesjid indah kubangun di atas bumi-Mu
seirng malaikat 7 lapis langit bumi
bertasbih penyaksi membalaskan kasih
terurai dalam setiap sukma kaum muslimin
Deli Serdang Sumatera Utara membaha
dalam surga dijanjikan kelak sampai
akhir zaman,moga-moga Allah paring barokah
amin ya rrabal allamin
sm/22112013
-----------------------
HOTEL KENANGAN
Oleh :siamir marulafau
di saat aku galau
dunia tersenyum menyelimuti pikiranku
betapa pilu perasaan dukaku terkenang
masa laluku indah bagaikan remulan malam
menyinari hidupku seiring bayangan sirna
ditelan bumi Tuhan berkepanjangan
hasrat memeluk gunung apa daya tangan tak sampai
kenangan kulalui bersama bunga mawar
tersemai dalam jiwaku sepertinya aku terhempas
dalam kerinduan di ujung dunia tak bertepi
hotel kenangan kita eluskan bersama
dalam mimpi terlukiskan sudah dalam lara
kan tak akan terlupakan sepanjang hayat
tapi namun demikian aku bersabar tetap qodar
Tuhan menentukan segalanya sepanjang
dunia menerima dengan lapang dada
sm/24112013
Oleh : siamir marulafau
langkahku terurai dalam sukmamu
sepanjang dunia tersenyum karena pelukannu
hangat membara gelora menyongsong awan
senja meskipun kugapai setengah tiang
beranjak langkah berat menimbang dada
kau sungguh mawar penakluk sukma
kangkah berat hasrat tali pengikat
suratan tangan melukiskan angan sepanjang
petualangan berhenti tidak
kau sungguh mawar penawan lara
kusemai di taman firdaus di masa muda
langkah berat cinta terukir dalam jiwa
langkah terpatah satu dua tiga karena
kau berbayang di wajah selalu meskipun
hanya dalam dunia yang kelam
sm/02122013
-----------------------
LETUSAN GUNUNG SINABUNG
Oleh :siamir marulafau
gunung diam beabad-abad
letusan dikhwatirkan bagaikan
letusan bom Hiroshima
dahsyat seiring debu berhamburan
di segala penjuru
aku jadi ketakutan,masya Allah
mau ke mana aku lari?
pengaduanku di mana?
gunung diam berabad-abad
asap bergumpalan terhempas
di langit yang tak kuduga
perasaan ketakutan
suara letusan memekakkan kuping
tidur tak nyenyak
pikiran galau
hati kadang risau
ya, Tuhan
perkenankan pintaku jauhkan letusan
gunung pujianku bersemayam
di bumi-Mu
moga Tuhan meredakan segalanya
sm25112013
--------------------
JIKA BINTANG MELIHAT
Oleh :siamir marulafau
Jika bintang melihat menegur
jika bintang melihat berwajah manis
aku akan menceritakan padanya
arti tentang sebuah cinta
sakitnya menelan kerinduan
Jika bintang memancarkan cahaya
liang kalbu akan menggetar
membahana dalam jiwa
denyutan nadi berdendang
desah napas mendesah terhempas
Oh... bintang
terangilah cahayamu
menerangilah kau pada jiwaku
dapatkah sinarmu menerangi kerinduaku
moga Tuhanku tahu bahwa kau
adalah kasihku
sm/22112013
-------------------------
ANGANAN YANG TAK TERBATAS
oleh :siamir marulafau
janji kita semai sirna tidak dalam impian
sepanjang dunia tersenyum dalam jiwa
membahana dalam angan
meskipun sulaman kasih tak kesampaian
sampai ujung dunia tapi harapan bersinar
selalu seiring dikau mengenang aku dalam
impian rembulan malam yang shahdu
menerpa semua daun-daun berguguran
di taman indah kita tanamkan suka duka
pada masa lalu
Kini...
kasih tersulam sudah dalam angan
sepanjang sinar mentari menghempaskan
cahaya di muka bumi,Tuhan jadi penyaksi
seiring kesetian bernilai sungguh walaupun
hanya sebatas impian di langit biru tak
bertepi
tantangan bukan sembarang ditantang
tapi keyakinan akan kasih terurai dalam kalbu
ketika dunia berguling tidak sampai
yaumil mahsar kelak bahwa kau dan aku
adalah makhluk penjelajah bumi
sm/20112013
-----------------------
RUANG KASIH
Oleh :siamir marulafau
Sang Pecinta...
Meskipun ruang kasih kau semai dalam jiwaku
namun ruangmu untuk
bercanda dalam relungmu
memanja dalam belaianmu
merajuk dalam amarahmu
menjalin kasih dalam impianmu
mengeluskan kerinduanku dalam sukmamu
menampung segala rasa pilumu
di manapun kau berada kan kukenang
sepanjang desah napasku tertelan
di bumi Tuhan tidak akan pelukanmu
Walaupun demikian ...
ruang kasimu beku tak akan selamanya dalam jiwaku
karena hadirmu menyentuh dinding bilik hatiku
kubawa berlari pun kan kuingat selalu
sepanjang bunga mawar kau rangkaikan bertabur tidak
di tepi pantai kita renungkan pada masa lalu
sm/21112013
---------------------------
KEGAGALAN MEMBAWA SENGSARA
Oleh : siamir marulafau
siapa bilang aku sukses jika anda tak memilihku jadi caleg sementara namaku tertera di atas kain kanvas mengucapkan selamat datang para pemilih
dunia akan tersenyum jika tergapai hasratku membara berapi-api bagaikan lahar gunung sinabung memuntahkan laharnya sampai ke ujung dunia seiring suaraku hilang menjerit "pilihlah aku"
tapi apa yang kudapat hanya nama tersurat di balik tersirat
sementara harta terjual
tanah terjual
rumah tergadai
anak berantakan
istri meraung-raung
ya, Tuhan
mengapa aku berambisi selalu mengukir dunia ini
bagaikan emas sementara sinar menelan jiwaku terkapar di atas tanah gersang
membuat hidupku melarat berkepanjangan,siapa salah?tanya pada rumput berggoyang
ya, Tuhan
aku sungguh terlena bahwa dunia tiruan
aku sungguh tergiur bahwa dunia indah
bagaikan mutiara tapi menipu segalanya
aku berpaling ke kampung halaman tak bertuan
kurenung nasib mengkail ikan di sebuah kolam kusemai sebelumnya
sm/28112013
------------------------
MAKNA SEBUAH CINTA
Oleh :siamir marulafau
Apalah makna sebuah cinta
jika jiwa raga tersiksa
apalah makna sebuah cinta
jika sukma melayang di udara
apalah makna sebuah cinta
jika kau selalu menyakitiku
tapi laraku bersarang dalam
napasmu
apalah makna sebuah cinta
jika senyummu terhempas
di ujung dunia
sementara kasihku tertumpah
padamu jua
apalah makna sebuah cinta
jika penyairku mengeluskan
syairnya ke dalam jiwa ragaku
tidak sementara belaian sukma
menantikan kerinduan
sm/22112013
------------------------
KASIH YANG TAK TERHEMPAS
Oleh:siamir marulafau
Sepertinya cahayaku terhempas
bagaikan batu karang di tengah lautan
air laut menepis ke tepian
seiring jiwa mnggelupur menantikan
sinar lembayung menyerap ke dalam impian
Sepertinya hidup bagaikan buih lautan
arah tak menentu berlabuh ke tepian
salah siapa kehendak bertanya?
kasih terabaikan jangan
sepanjang jiwa raga berdekap dengan
napas mendesah ke kerongkongan
mulut berbuih berkata-kata
asalkan perasaan diabaikan jangan
kasih bagaikan air lautan menerpa
ke segala arah sepanjang cahaya bersinar
di saat jiwa bergelora dengan impian
hidup berkasih-kasihan mulia di sisi Tuhan
malaikat meyaksikan di saat hamba
bersemedi dalam kerinduan
oh, Tuhanku
adakah kasi-Mu terhempas?
kasih-Mu terbenam tidak seiring aku
berucap "lailahaillallah",wa syukurillah
moga-moga Allah paring barokah
sm20/11201
----------------------------
Puisi ini akan dibacakan pada perayaan Tahun Baru Islam 1435 H pada Tgl 24112013
MESJIDKU SURGAKU
Oleh : siamir marulafau
siapa bilang surgaku sirna di arasyNya Allah
sementara aku berpaling tidak
menghempaskan hartaku di jalan Allah
seiring aku membela agamaNya,
membangun mesjidNya
menyebarkan syiarNya ke seluruh
lapisan masyarakat
siapa bilang surgaku terhempas
jika diriku hartaku berkorban tertuang
dalam mesjidku ibadah pada Allah
sementara dunia kekal tidak,sirna ditelan
masa ke masa,usia semakin senja
siapa bilang surgaku indah tidak
jika aku senantiasa meleburkan napasku
di dunia fana yang kelam seiring napas
mendesah kubelai dengan jiwa raga
kupikirkan mesjid selalu sepanjang hayat
bersemedi di atas bumi Tuhan yang halal
Ya, Tuhan
berikanlah kekuatan padaku membela
agama-Mu, membangun mesjid-Mu
dengan mesjid-Mu aku bernaung beribadah
kepada-Mu seiring doa kulantunkan
sampai ke arasy-Mu
Ya, Tuhan
perkenankanlah,doaku sujudku
siang malam di atas sajadah dengan
mesjid indah kubangun di atas bumi-Mu
seirng malaikat 7 lapis langit bumi
bertasbih penyaksi membalaskan kasih
terurai dalam setiap sukma kaum muslimin
Deli Serdang Sumatera Utara membaha
dalam surga dijanjikan kelak sampai
akhir zaman,moga-moga Allah paring barokah
amin ya rrabal allamin
sm/22112013
-----------------------
HOTEL KENANGAN
Oleh :siamir marulafau
di saat aku galau
dunia tersenyum menyelimuti pikiranku
betapa pilu perasaan dukaku terkenang
masa laluku indah bagaikan remulan malam
menyinari hidupku seiring bayangan sirna
ditelan bumi Tuhan berkepanjangan
hasrat memeluk gunung apa daya tangan tak sampai
kenangan kulalui bersama bunga mawar
tersemai dalam jiwaku sepertinya aku terhempas
dalam kerinduan di ujung dunia tak bertepi
hotel kenangan kita eluskan bersama
dalam mimpi terlukiskan sudah dalam lara
kan tak akan terlupakan sepanjang hayat
tapi namun demikian aku bersabar tetap qodar
Tuhan menentukan segalanya sepanjang
dunia menerima dengan lapang dada
sm/24112013
Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - BAGAI TUBUH TAK BERTUAN
# PERAN KEBERHASILAN RPS #
Riuh suara Sorakan,
Serunai Genderang perang di mulai,
Dan Tubuh2 Basah Bergelimpangan,
Menggigil di antara hujan Pagi,
Namun Semangat telah Menaklukan.
Ini hanya Pementasan,
tentang Darah Perjuangan,
Yang dulu tertumpah di Jalanan,
Sekarang telah menjadi Pedoman,
Hasil dari sebuah Pengorbanan.
Buka Mata dan lihat,
Coba rasa di Hati yang Dalam,
Apakah ini Hanya sesaat,
Menanti Karam dan Tenggelam,
Setelah kemerdekaan ini Mereka Dapat,
Namun Ini tentang suatu Kesuksesan,
Kesuksesan RPS dalam pementasan,
Cerita kan tentang sebuah Perjuangan,
Tentang segala Macam Peran,
Yang kini telah menjadi ke berhasilan.
Ku Ucapakan terima Kasih dan Pesan,
Moga keberhasilan ini bukan sampai di sini,
Kita masih dalam Perjalanan,
Untuk menjadika Hari Esok lebih baik dari Hari ini.
By : LUmbang KAyung
---------------------
# AKU MERASA MALU #
Tak dapat ku Marah,
Sesal kian berkecamuk,
Entah di mana Bakti,
Entah kemana Janji,
Semua bagai sembunyi,
Mungkin lari ketakutan,
aku hanya mengenang,
Perjalan kegelisahan,
Langkah para Penjuang,
Harta dan Nyawa tergadaikan,
Anak Istri teringgal bersama Tangisan,
Di antara pekik Kematian.
Aku yang Malu,
Namun tak ingin Sembunyi,
Tak dapat Seperti Para Pejuang,
Yang Berjalan di Gelab Malam,
Menapak Hujan dengan Perut Kosong,
Hanya untuk mencapai sebuah Harapan,
Tentang arti Sebuah Kemerdekaan.
Ku tak tau berbuat apa,
Mengisi kemerdekaan aku bagai tak mampu,
Tapi aku bukan Mereka,
yang mengejar Harta Belaka,
Dengan segenab Cara,
Menipu dan Menghancurkan Harga diri Negara,
Nmun Mereka masih Tertawa merasa Bangga,
Tak pernah Tau Siapa membuat Mereka Merdeka.
Dan Tak perduli akan kehancuran Indonesia.
By : LUmbang KAyung
-----------------------------
# MUSNAHKAN HASUTAN TERORIS #
Musim dan hari terus berganti,
Esok mungkin ada lagi yang kan Mati,
Terbunuh oleh tangan2 TNI,
Terbunuh Oleh tangan Teman sendiri,
Layaknya di masa Kehancuran PKI.
Lubang kematian mereka gali Kembali,
Coba porak porandakan persatuan Indonesia,
Hanya untuk memenuhi suatu ambisi,
Memecah Belah Sanak dan Saudara,
Dengan Pujukan janji Sorga nanti.
Kini mereka berjalan dengan Wajah yang sama,
Hanya namanya yang kini Berbeda,
Yang coba akan menumbangkan Pancasila,
Menghancurkan Raga persatuan Nusantara,
Denagan Rayuan yang membawa nama Agama.
Kepadanya untuk apa merasa kasihan,
Bukankah mereka Awal dari kehancuran,
Layaknya 7 turunan yang pernah tersisihkan,
Karena kata manisnya Hanyalah sebuah Godaan,
Membasmi rasa persaudaraan dalam kehidupan.
Kenapa mereka tak pergi saja kalau benci,
Kenapa masih berjalan di tanah Pertiwi,
Bukankah nanti mereka akan Membodohi,
Ajak orang2 berani untuk membunuh diri,
Akhir perjalanan yang Tuhan tak pernah Restui.
By : LUmbang KAyung
-------------------------
# BAGAI TUBUH TAK BERTUAN #
Kemana lagi mencari arti,
Hidup Nyaman di Negara sendiri,
Koboi jalanan kini Merajai,
Dengan berbuat sesuka Hati,
Seakan Hidup ini tiada Harga Lagi.
Harapan ku dulu pernah bersama,
Kini kecewa dalam Duka,
Tiada lagi yang dapat menjaga,
Koboi jalanan telah berbuat semaunya,
Brutal seakan tiada Hukum baginya.
Di mana Sumpah yang kau Ucapkan,
Apakah hilang di telan Kesombongan,
Atau sudah menjadi kebiasaan,
Koboi dan Penjahat Sama di perjalanan,
Membuat Onar walaupun di Pesta Hajatan.
Kini banyak Tubuh bagai tak Bertuan,
Menapak jalan penuh Kekecewaan,
Karena Orang2 yang di Harapkan,
Kini telah menjadi yang Menakutkan,
Bagai Ancaman ke Amanan dalam kehidupan.
Entah apa lagi yang menjadi Rencana,
Hapuskan Angkara Nusantara,
Sedang aku hanya mampu berkata kata,
Agar Persada Indonesia menjadi Aman sentosa.
By : LUmbang KAyung
---------------------------
# KECEWA HATI KARENA DIRI #
Hanya sesaat saja,
Aku jadi Terpesona,
Bangkitkan Rasa Cinta,
Yang Bergemuruh di Dada,
Pandangi Wajah mu nan Jelita.
Ingin ku jauh mengenal mu,
Dengan Detak Jantung yang Memburu,
Namun rasa Hati ku Malu,
Rasa Tubuh ku seakan Kaku,
Untuk mengucapkan Sebait kata.
Ku tau Rasanya jatuh Cinta,
Yang kini Bergelora di dada,
Walaupun hanya sesaat saja,
Menanggung Gelisah yang kerab menyapa,
Saat berdua bersama dia.
Kenapa aku hanya terus Menuggu,
Hanya untuk ucapkan kata Cinta,
Sedangkan Hati terus Memburu,
Sebelum Cinta yang lain Memilkinya.
Adakah jawaban kepada diri ini,
Apakah Hati terus Sembunyi,
sebelum engkau Melangkah pergi,
Tinggalkan aku di sini,
Dan menanti kau datang kembali.
By : LUmbang KAyung
-----------------------------
# DI DALAM HEMBUSAN NAFAS INI #
Ya Allah ya Robbi,
Engkau telah berikan Rahmat mu,
Napas ini Masih dapat Berhembus lagi,
Iman di Dada kian Terawat di Kalbu,
Semua karna Karunia yang kau Beri.
Ya Allah ya Robbi,
Bimbanglah aku dari semua Kesilapan,
Ku takut nanti menjadi Dosa abadi,
Hingga Tauladan diri terjauhkan,
Menjadi kesalahan yang Engkau Laknati.
Ya Allah ya Robbi,
Bimbingkan lah semua Sipat Baharu ku,
Tunjukkan Arah ke Jalan yang engkau Rhidoi,
Aku ingin selamanya di dalam Gengaman mu,
Hingga nanti Tubuh ini tak Bernyawa lagi.
Ya Allah Robbal alamin,
Ku Berdoa penuh ke Ikhlasan,
Kesadaran ku dan Dosa Orang2 Mukmin,
Juga Kesilapan dari Semua Insan.
Dalam Doa Kesedihan,
Atas Dosa Dunia yang engkau Pertontonkan,
Aku juga Memuja Arti kehidupan,
Hingga kini aku dapat Mengucapkan.
.SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH.
By : LUmbang KAyung
------------------------
# JAUHI AKU DAN MEREKA #
Untuk apa kau Coba aku dan mereka,
Kamu hanya seorang Biang Lala,
Mengganggu pikiran yang lebih Dewasa,
Mungkin kamu Terlahir dari Keluarga Pendusta,
Yang selalu Bangga atas ke Bodohannya.
Kau hanya akan menjadi Biang Penyakit,
Di antara orang2 yang membutuhkan Ilmu,
Membuat Perkembangan Pengetahuanpun semangkin Sulit,
Karna kamu manusia yang tak pernah merasa Malu,
Angkuh dengan Kemampuan yang sedikit.
Usah kau Ganggu aku dan Mereka,
Coba baca yang di pinta Persada Indonesia,
Menciptakan sesuatu yang kan membuat bangga,
Tentang Ilmu yang tiada habisnya,
Hingga mereka sanggub mengorban kan Nyawanya.
Engkau adalah Seorang Pecundang yang Pengecut,
Yang tak pantas untuk kami kenal lagi,
Karena Koar Kata mu tak ubahnya Kentut,
Berbau Busuk bak Air kotoran Industri.
Jauh lah dan jangan kau mendekat lagi,
Mulut ku tak mau Ucapkan Caci Maki,
Nanti engkau menyesal dan bisa terkapar Mati,
Kesabaran kan menjadi Keterpaksaan Kesilapan Nanti,
Yang akn membawa ku Kembali ke dalam Bui.
By : LUmbang KAyung
-------------------------
# MERAYU HATI YANG SUDI #
Musim kian berganti,
Rayuan Hati bersenandung Gelisah,
Elegi kasih kian bungkam,
Pupuskn Kenangan Bak Patamorgana,
Di antara Lirih Senandung Senja.
Kemana Mencari Asa,
Merayu Canda Pesona Asmara,
Sedangkan Lara di Hamparan Gersang,
Harapan Cinta bagai kecundang,.
Ku rayu Hati yang sudi,
Ku dendang kan kasih kisah Indah nya Asmara,
Syahdukan Cinta mngarak Pesona,
Pupuskn Lara di Reung Jiwa,
Semaikn Gita Cinta, yg msih tersisa.
By: LUmbang KAyung
--------------------------------------------
# SENYUMAN TERAKHIR MU #
Tak sedetik pun ku Menduga,
Senyuma itu jadi petanda,
Bagi kami yang masih bernyawa,...
Engkau tinggal begitu saja,
Setelah Sakit itu engkau Derita.
Ku akui semua kehendak Tuhan,
tapi kami telah merasa kehilangan,
Dan mungkin itu yang engkau tinggalkan,
Kepada kami yang masih dapat merasakan,
Kerinduan yang tak mungkin dapat kami temukan.
Masih dapat kami kenang,
Senyuman yang kini menghilang,
Yang masih datang bertandang,
Dari Bibir Seorang Kakak Tersayang,
Yang kini membuat terbayang bayang.
selamat jalan kami Ucapkan,
Penuh Doa kami santunkan,
Moga Tuhan memberikan Kemuliaan,
Indahnya Sorga yang engkau Janjikan,
Kepada kakak kami mengharapkan mu Tuhan.
Tak dapat kami untuk berkuasa,
Atas Janji Kematian kepada yang Bernyawa,
Dari setiab Dosa Dosa Dunia,
Yang penuh Kesilapan di atas Alam Pana,
Semoga dia menanti kami di Taman Sorga.
By : LUmbang KAyung
----------------------
# CINTA INI MILIKNYA #
Tak jenuh kah kau merasa,
Untuk apa terus memaksa,
Cinta yang semestinya Mulia,
Kini kau jadikan Hina,
Bagai Ternoda penuh Cela.
Dunia ini Indah karena Cinta,
Yang pantas di miliki siapapun,
Apakah itu aku kamu dia dan mereka,
Semuanya pasti akan Merindukan,
Hadirnya Cinta yang penuh bahagia.
Bukalah Mata Hati mu,
Tidakkah kau merasa Malu,
Dalam memaksakan Cinta ku,
Untuk menjadi milikmu,
Yang tak pernah Hadir di Relung Kalbu ku.
Lihatlah telah ada dia,
Yang kini penuh Rasa Curiga,
Karna kamu terus Memaksa,
Cinta ku yang telah menjadi miliknya,
Yang kadang kau Rayu di depan Matanya.
Sudahilah semua,
Jangan kau Menyiksa Jiwa Raga,
Tentang Cinta yang sebenarnya Mulia,
Yang akan menjadi Bencana Luka Lara.
By : LUmbang KAyung
Riuh suara Sorakan,
Serunai Genderang perang di mulai,
Dan Tubuh2 Basah Bergelimpangan,
Menggigil di antara hujan Pagi,
Namun Semangat telah Menaklukan.
Ini hanya Pementasan,
tentang Darah Perjuangan,
Yang dulu tertumpah di Jalanan,
Sekarang telah menjadi Pedoman,
Hasil dari sebuah Pengorbanan.
Buka Mata dan lihat,
Coba rasa di Hati yang Dalam,
Apakah ini Hanya sesaat,
Menanti Karam dan Tenggelam,
Setelah kemerdekaan ini Mereka Dapat,
Namun Ini tentang suatu Kesuksesan,
Kesuksesan RPS dalam pementasan,
Cerita kan tentang sebuah Perjuangan,
Tentang segala Macam Peran,
Yang kini telah menjadi ke berhasilan.
Ku Ucapakan terima Kasih dan Pesan,
Moga keberhasilan ini bukan sampai di sini,
Kita masih dalam Perjalanan,
Untuk menjadika Hari Esok lebih baik dari Hari ini.
By : LUmbang KAyung
---------------------
# AKU MERASA MALU #
Tak dapat ku Marah,
Sesal kian berkecamuk,
Entah di mana Bakti,
Entah kemana Janji,
Semua bagai sembunyi,
Mungkin lari ketakutan,
aku hanya mengenang,
Perjalan kegelisahan,
Langkah para Penjuang,
Harta dan Nyawa tergadaikan,
Anak Istri teringgal bersama Tangisan,
Di antara pekik Kematian.
Aku yang Malu,
Namun tak ingin Sembunyi,
Tak dapat Seperti Para Pejuang,
Yang Berjalan di Gelab Malam,
Menapak Hujan dengan Perut Kosong,
Hanya untuk mencapai sebuah Harapan,
Tentang arti Sebuah Kemerdekaan.
Ku tak tau berbuat apa,
Mengisi kemerdekaan aku bagai tak mampu,
Tapi aku bukan Mereka,
yang mengejar Harta Belaka,
Dengan segenab Cara,
Menipu dan Menghancurkan Harga diri Negara,
Nmun Mereka masih Tertawa merasa Bangga,
Tak pernah Tau Siapa membuat Mereka Merdeka.
Dan Tak perduli akan kehancuran Indonesia.
By : LUmbang KAyung
-----------------------------
# MUSNAHKAN HASUTAN TERORIS #
Musim dan hari terus berganti,
Esok mungkin ada lagi yang kan Mati,
Terbunuh oleh tangan2 TNI,
Terbunuh Oleh tangan Teman sendiri,
Layaknya di masa Kehancuran PKI.
Lubang kematian mereka gali Kembali,
Coba porak porandakan persatuan Indonesia,
Hanya untuk memenuhi suatu ambisi,
Memecah Belah Sanak dan Saudara,
Dengan Pujukan janji Sorga nanti.
Kini mereka berjalan dengan Wajah yang sama,
Hanya namanya yang kini Berbeda,
Yang coba akan menumbangkan Pancasila,
Menghancurkan Raga persatuan Nusantara,
Denagan Rayuan yang membawa nama Agama.
Kepadanya untuk apa merasa kasihan,
Bukankah mereka Awal dari kehancuran,
Layaknya 7 turunan yang pernah tersisihkan,
Karena kata manisnya Hanyalah sebuah Godaan,
Membasmi rasa persaudaraan dalam kehidupan.
Kenapa mereka tak pergi saja kalau benci,
Kenapa masih berjalan di tanah Pertiwi,
Bukankah nanti mereka akan Membodohi,
Ajak orang2 berani untuk membunuh diri,
Akhir perjalanan yang Tuhan tak pernah Restui.
By : LUmbang KAyung
-------------------------
# BAGAI TUBUH TAK BERTUAN #
Kemana lagi mencari arti,
Hidup Nyaman di Negara sendiri,
Koboi jalanan kini Merajai,
Dengan berbuat sesuka Hati,
Seakan Hidup ini tiada Harga Lagi.
Harapan ku dulu pernah bersama,
Kini kecewa dalam Duka,
Tiada lagi yang dapat menjaga,
Koboi jalanan telah berbuat semaunya,
Brutal seakan tiada Hukum baginya.
Di mana Sumpah yang kau Ucapkan,
Apakah hilang di telan Kesombongan,
Atau sudah menjadi kebiasaan,
Koboi dan Penjahat Sama di perjalanan,
Membuat Onar walaupun di Pesta Hajatan.
Kini banyak Tubuh bagai tak Bertuan,
Menapak jalan penuh Kekecewaan,
Karena Orang2 yang di Harapkan,
Kini telah menjadi yang Menakutkan,
Bagai Ancaman ke Amanan dalam kehidupan.
Entah apa lagi yang menjadi Rencana,
Hapuskan Angkara Nusantara,
Sedang aku hanya mampu berkata kata,
Agar Persada Indonesia menjadi Aman sentosa.
By : LUmbang KAyung
---------------------------
# KECEWA HATI KARENA DIRI #
Hanya sesaat saja,
Aku jadi Terpesona,
Bangkitkan Rasa Cinta,
Yang Bergemuruh di Dada,
Pandangi Wajah mu nan Jelita.
Ingin ku jauh mengenal mu,
Dengan Detak Jantung yang Memburu,
Namun rasa Hati ku Malu,
Rasa Tubuh ku seakan Kaku,
Untuk mengucapkan Sebait kata.
Ku tau Rasanya jatuh Cinta,
Yang kini Bergelora di dada,
Walaupun hanya sesaat saja,
Menanggung Gelisah yang kerab menyapa,
Saat berdua bersama dia.
Kenapa aku hanya terus Menuggu,
Hanya untuk ucapkan kata Cinta,
Sedangkan Hati terus Memburu,
Sebelum Cinta yang lain Memilkinya.
Adakah jawaban kepada diri ini,
Apakah Hati terus Sembunyi,
sebelum engkau Melangkah pergi,
Tinggalkan aku di sini,
Dan menanti kau datang kembali.
By : LUmbang KAyung
-----------------------------
# DI DALAM HEMBUSAN NAFAS INI #
Ya Allah ya Robbi,
Engkau telah berikan Rahmat mu,
Napas ini Masih dapat Berhembus lagi,
Iman di Dada kian Terawat di Kalbu,
Semua karna Karunia yang kau Beri.
Ya Allah ya Robbi,
Bimbanglah aku dari semua Kesilapan,
Ku takut nanti menjadi Dosa abadi,
Hingga Tauladan diri terjauhkan,
Menjadi kesalahan yang Engkau Laknati.
Ya Allah ya Robbi,
Bimbingkan lah semua Sipat Baharu ku,
Tunjukkan Arah ke Jalan yang engkau Rhidoi,
Aku ingin selamanya di dalam Gengaman mu,
Hingga nanti Tubuh ini tak Bernyawa lagi.
Ya Allah Robbal alamin,
Ku Berdoa penuh ke Ikhlasan,
Kesadaran ku dan Dosa Orang2 Mukmin,
Juga Kesilapan dari Semua Insan.
Dalam Doa Kesedihan,
Atas Dosa Dunia yang engkau Pertontonkan,
Aku juga Memuja Arti kehidupan,
Hingga kini aku dapat Mengucapkan.
.SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH.
By : LUmbang KAyung
------------------------
# JAUHI AKU DAN MEREKA #
Untuk apa kau Coba aku dan mereka,
Kamu hanya seorang Biang Lala,
Mengganggu pikiran yang lebih Dewasa,
Mungkin kamu Terlahir dari Keluarga Pendusta,
Yang selalu Bangga atas ke Bodohannya.
Kau hanya akan menjadi Biang Penyakit,
Di antara orang2 yang membutuhkan Ilmu,
Membuat Perkembangan Pengetahuanpun semangkin Sulit,
Karna kamu manusia yang tak pernah merasa Malu,
Angkuh dengan Kemampuan yang sedikit.
Usah kau Ganggu aku dan Mereka,
Coba baca yang di pinta Persada Indonesia,
Menciptakan sesuatu yang kan membuat bangga,
Tentang Ilmu yang tiada habisnya,
Hingga mereka sanggub mengorban kan Nyawanya.
Engkau adalah Seorang Pecundang yang Pengecut,
Yang tak pantas untuk kami kenal lagi,
Karena Koar Kata mu tak ubahnya Kentut,
Berbau Busuk bak Air kotoran Industri.
Jauh lah dan jangan kau mendekat lagi,
Mulut ku tak mau Ucapkan Caci Maki,
Nanti engkau menyesal dan bisa terkapar Mati,
Kesabaran kan menjadi Keterpaksaan Kesilapan Nanti,
Yang akn membawa ku Kembali ke dalam Bui.
By : LUmbang KAyung
-------------------------
# MERAYU HATI YANG SUDI #
Musim kian berganti,
Rayuan Hati bersenandung Gelisah,
Elegi kasih kian bungkam,
Pupuskn Kenangan Bak Patamorgana,
Di antara Lirih Senandung Senja.
Kemana Mencari Asa,
Merayu Canda Pesona Asmara,
Sedangkan Lara di Hamparan Gersang,
Harapan Cinta bagai kecundang,.
Ku rayu Hati yang sudi,
Ku dendang kan kasih kisah Indah nya Asmara,
Syahdukan Cinta mngarak Pesona,
Pupuskn Lara di Reung Jiwa,
Semaikn Gita Cinta, yg msih tersisa.
By: LUmbang KAyung
--------------------------------------------
# SENYUMAN TERAKHIR MU #
Tak sedetik pun ku Menduga,
Senyuma itu jadi petanda,
Bagi kami yang masih bernyawa,...
Engkau tinggal begitu saja,
Setelah Sakit itu engkau Derita.
Ku akui semua kehendak Tuhan,
tapi kami telah merasa kehilangan,
Dan mungkin itu yang engkau tinggalkan,
Kepada kami yang masih dapat merasakan,
Kerinduan yang tak mungkin dapat kami temukan.
Masih dapat kami kenang,
Senyuman yang kini menghilang,
Yang masih datang bertandang,
Dari Bibir Seorang Kakak Tersayang,
Yang kini membuat terbayang bayang.
selamat jalan kami Ucapkan,
Penuh Doa kami santunkan,
Moga Tuhan memberikan Kemuliaan,
Indahnya Sorga yang engkau Janjikan,
Kepada kakak kami mengharapkan mu Tuhan.
Tak dapat kami untuk berkuasa,
Atas Janji Kematian kepada yang Bernyawa,
Dari setiab Dosa Dosa Dunia,
Yang penuh Kesilapan di atas Alam Pana,
Semoga dia menanti kami di Taman Sorga.
By : LUmbang KAyung
----------------------
# CINTA INI MILIKNYA #
Tak jenuh kah kau merasa,
Untuk apa terus memaksa,
Cinta yang semestinya Mulia,
Kini kau jadikan Hina,
Bagai Ternoda penuh Cela.
Dunia ini Indah karena Cinta,
Yang pantas di miliki siapapun,
Apakah itu aku kamu dia dan mereka,
Semuanya pasti akan Merindukan,
Hadirnya Cinta yang penuh bahagia.
Bukalah Mata Hati mu,
Tidakkah kau merasa Malu,
Dalam memaksakan Cinta ku,
Untuk menjadi milikmu,
Yang tak pernah Hadir di Relung Kalbu ku.
Lihatlah telah ada dia,
Yang kini penuh Rasa Curiga,
Karna kamu terus Memaksa,
Cinta ku yang telah menjadi miliknya,
Yang kadang kau Rayu di depan Matanya.
Sudahilah semua,
Jangan kau Menyiksa Jiwa Raga,
Tentang Cinta yang sebenarnya Mulia,
Yang akan menjadi Bencana Luka Lara.
By : LUmbang KAyung
Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - AKU DISINI UNTUKMU
# AKU TAKKAN GENTAR #
Aku ingin Berbakti,
Walaupun Hati ku sunyi,
Untuk apa Mereka Mencari Mimpi,
Ku hanya berharab mereka bukan menyakiti,
Kalau pun hanya sekedar memenuhi Impormasi,
Ini aku masih di sini,
Mencoba menjadi Anak Negri,
Yang tak ingin tersakiti,
Berjanji walaupun harus Mati,
Walalu hanya untuk sebuah Goresan dan Puisi.
Terimalah Yang ku Mampu,
Aku untuk mu,
Hanya kau satu Bangsaku,
Aku hanya mampu Merindu,
Untuk Kebangsaan yang Satu.
Ku Berharab kau bukan penipu Bangsa,
Untuk Tak takut melawan Australia,
Karena itu sudah menjadi Soal Biasa,
yang di hadapi Nusantara Indonesia,
Sejak Negara ku Merdeka.
Usalah lah kita Gentar,
engkau Telah memenuhi Janji Negara ini,
Katakan kita Bagai Halilintar yang kan Menyambar,
Yang tak pernah untuk takut Mati,
Untuk Indonesia, biar kan Jasadku Terkapar.
I LOVE INDONESIA .
By : LUmbang KAyung
-----------------------
# AKU DISINI UNTUK MU #
Lihat aku menemani sini,
Derita yang kini kau Alami,
Menjagamu sepenuh Hati,
Hingga nanti engku dapat mengerti,
Tentang Cinta ku yang Suci ini.
Berbaringlah dengan Senyuman,
Usah pikirkan yang kau Derita,
Nanti kan menambah Kesengsaraan,
Menambah Dera yang engkau Rasa,
Karena semua terjadi dalam Rencana tuhan.
Jangan kenang2 Masa lalu itu,
Aku telah lama Melupakan,
Semua ke Egoan mu yang dahulu,
Tentang Cinta ku yang pernah kau Sisihkan,
Dari Waktu ke Waktu.
Ingatlah Janjiku padamu,
Hilangkan sema Rasa Ragu,
Walaupun Hati ini pernah Beku,
Beku karena semua Ulah mu.
Sembuh lah Segera Sayang,
Aku di sini menemani hingga nanti,
Dan jangan engkau pernah merasa bimbang,
Aku menerima Semua yang telah terjadi,
Karena cinta ini hanya milik mu seorang.
By : LUmbang KAyung ( 29:11:13 )
--------------------------------
# HAYAL #
Dari ketinggian Bebatuan,
Ku Pandangi Hijaunya Dedaunan,
Burung2 yang berkicauan,
Terbang tak lagi memperdulikan,
Pak Tani yang menyirami Sayur2an.
Senangnya Hati ini ku rasa,
Begitu Damai Jiwa di Dada,
Membawa aku terbang bersama,
Bersama Burung2 yang Riang Gembira,
Menikmati Indahnya Ciptaan Maha Kuasa.
Itu telihat Pelangi,
Di atas Telaga dan Bukit yang tinggi,
Mungkin di sana ada Bidadari,
Bergembira bercanda dan menari,
Yang Menjadi Teman Ku Bersama2 Mandi.
Ah,, Hayalan,
Membuat ku semangkin Tergoda,
Sehingga hujan tak lagi ku rasakan,
Sang Bidadari Hanya di dalam Angan Maya,
Dan pak Tani tak lagi kelihatan.
Sudah la semua,
Aku telah Kehujanan,
Nanti Flu ini tak akan Reda,
Dan Kata2 ini Sudah terselesaikan.
By : LUmbang KAyung
----------------------
# FITRIYANTI THU PHYAN #
Dalam Hela Nafas,
Terucap Satu Nama,
Namun bukanlah aku pantas,
Membawa mu ke Taman Nirwana,
Karena Langkah menapak di Bebatuan Cadas,
Ku usap Mata Ini,
Diantara Pelangi ku Melihat,
Seraut Wajah Cantik Berseri,
Menatap Bagaikan seorang Ningrat,
Yang menawan bagaikan Bidadari.
Sungguh aku keterlaluan,
Kepada langit ku Menyapa,
Sedangkan maksut takkan kesampaian,
Bercanda saja tak mungkin ku bisa,
Namun dirinya adalah Sang Pujaan.
Ku sebut nama mu di Hela Nafasku,
Fitriyanti Thu Phyan,
Di sudu hati ini bersandar Doa untuk mu,
Fitriyanti Thu Phyan,
Ku akui Aku terlalu Memuja mu.
Bernyanyilah di telinga ini,
Menarilah dengan Riang Gembira,
Aku bahagia Menatapmu di Awan tinggi,
Kamu telahpun mengundang Sejuta Pesona.
By : LUmbang KAyung
-----------------------
# TAKKAN KU BERSAMAMU #
Takkan ku Bersamamu,
tiada Cinta di Hati ku,
Walau Sekejab Waktu,
Ku tak kan pernah Mau,
Dan Moga kau Memiliki rasa Malu.
Ku ingatkan padamu ada Dia,
Yang kini Ku Puja,
Dalam mengukir Indahnya Cinta,
Karena Cinta bukan untuk di Paksa,
Sedangkan engkau adalah seorang Wanita.
Pergilah jangan menyakiti,
dan tak usah Menghasuti,
Dengan semua yang kau miliki
Nanti Hati nya Malu dan Pergi,
Meninggalkan diri ini Lagi.
Untuk apa dirimu tercipta,
Kalau menjadi Penjahat Cinta,
Bukah kah engkau juga Wanita,
Sama Seperti Dirinya yang ku Puja,
Yang Lembut Hatinya.
Percayalah Kepadaku,
Takkan ku mau Besamamu,
Walaupun Hati ku Sendu,
Dan nanti kata2 mu kan Mengganggu,
Dari semua Kerinduan yang telah Kami Tunggu.
By : LUmbang KAyung
------------------------
# MENANTI KESADARAN MU #
Andaikan kau dapat Tahu,
Dalam kata kau selalu menyakiti,
Membawa Cerita Mimpi2 Sendu,
Selalu mengikuti Persaan Hati,
Yang mengundang rasa Cemburu ku,
Namun ku Sirami Api Kemarahan,
Membujuk Sayang yang ingin pergi,
Agar tak ada lagi Bara Api,
Membakar setiab nyala Emosi,
yang kini kian bergejolak di Dada ini.
Tak ingi ku Marah,
Takkan pernah ku Sakiti dirimu,
Karena Diri ini pernah Bersumpah,
Untuk menjaga dirimu selalu,
Walau Luka ini Kian Parah.
Biar ku lihat Senyuman,
Keceriaan dan juga Tawa,
Agar engkau selalu dapat Rasakan,
Kasih Sayang ku yang masih ada,
Dalam Cinta di antara Kehidupan.
Aku kan Berdoa dalam Kesabaran,
Kerelaan Cinta masih ku jaga untuk mu,
Sampai nanti kamu menemukan Kesadaran,
Dalam menjaga Kata2 dan Tingkah Laku,
Yang dapat menjemput Perpisahan.
By : LUmbang KAyung
----------------------
# DERAAN SIKSA CINTA #
Tak dapat ku pahami,
Akan arti Helahan Nafas ini,
Semua hanya menjadi,
Keluhan dalam Sepi,
Yang kerab menyakiti.
Entah kemana lagi,
Sembunyian Senandung Gelisah,
Menjadikan semuanya bagai tak Berarti,
Membuat Luka Jiwa ini kian Parah,
Dalam nyanyian yang tak pasti.
Lara Sukma yang Menggema,
Menggetarkan Tebing2 Cinta,
Mengusik burung2 yang Bercanda,
Bisukan setiab Nada kata2,
Yang kian Abadi di tubuh Bernyawa.
Kemana ku Lepaskan Derita,
Yang kini kian Parah menyiksa,
Mendera Segenab jiwa,
Sejak Engkau telah tiada,
Pergi untuk selama2 nya.
Entah Kemana Lagi,
Langkah Kaki ku ini kian Kaku,
Sedangkan Janji tertanam Abadi,
yang ku tunggu bersama Waktu,
tampa Cinta suci yang menemaniku lagi
By : LUmbang KAyung
------------------
# MUNGKINKAH #
Ingin ku Terbang,
Namun aku tak punya Sayab,
Ingin ku daki Curam nya Tebing,
Jalan ku bebatuan yang Lembab,
Sedang kan Angin bertiub Kencang.
Bagai mana hendak ku Ukir awan,
Tangnku tergapai tak kesampaian,
Hanya di Celah Bukit Bebatuan,
Ku renung sebuah Harapan,
Melukiskan tentang Impian.
Mungkin aku hanya Kecundang,
Menghitung Hari yang tak Pasti,
Bagai Pagi Menanti Bintang2,
Sedang Waktu yang tak pernah Peduli,
Dan Rembulan kini Berselimutkan Mendung.
Ku Goreskan juga kata2,
Dari Semua Coretan Jiwa,
Yang Kini kian memaksa,
Untuk kembali bersama Cinta,
Dalam kisah Kasih Asmra.
Mungkinkah Impian ku Menjadi nyata,
Menghiasi sebuah cerita Cinta,
Yang kini telah melanda Jiwa,
Di antara Cinta dan Logika,
Tercantum Indah di Ruang Maya.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 02:12:1913 )
------------------------------------------
# MENGURAI LAMUNAN SENJA #
Untuk apa Berharap saja,
Kepada orang yang tak Punya,
Semua akan menjadi Sia sia.
Sedang jarak memisahkan Raga,
Semua hanya menjdi mimpi belaka.
Biar lah Rindu Tersimpan,
Biar senja Berganti Malam,
Agar Asa bukan sekedar Angan,
Menjadikan Mimpi2 kelam,
karena itu sangat menyakitkan.
Aku hanya bias menatap kejauhan,
Walau Cahaya Cinta Bersinar terang,
Sebab itu hanya kan menjadi kenangan,
dalam Mengharapkan Cinta Kasih Sayang.
Yang akan menambah Kegelisahan.
Aku tak mau Mengharapkan mimpi,
Sudah lelah Sanubari tersakiti,
Dalam mengenal kehidupan ini,
Yang telah lama di Hianati.
Ku Urai Rindu yang menyapa,
Menatap senja yang kan menjelma,
Karena mimpi2 malam kan Menyiksa,
Bersama Sepi yang menemani Jiwa,
Dalam menanti cinta Suci Menjelma.
By : LUmbang KAyung
----------------------
# MENAPAK MIMPI CINTA #
Lama sudah aku terlelab,
Di Buai mimpi yang tak Pasti,
Hanya menjadi lamunan,
Hayal di tingginya awang 2,
Tampa sedikit pun Harapan.
Namun Musim terus Berganti,
Sang Waktu terus Bergulir,
Sedangkan malam Hadirkan Sepi,
Aku pun Menapak bersama langkah Gelisah,
Menuju Cahaya yang lama Hilang,
Ku coba bertanaya kepada Hati,
Apakah ini Takdirnya diri,
Sendiri Berselimutkan Sepi,
Tampa ada yang menemani,
Hingga Mentari Pagi bangunkan Mimpi2.
Entah kemana Cerita Cinta,
Di dalam Gelab Hati meraba,
Coba menempuh Ruang Maya,
Namun semua menjadi sia sia,
Menambah Bekunya hati yang pernah ternoda.
Untuk apa mengeluhkan Rasa lagi,
Hinakan Hidup tampa Harta dan Tahta,
Semua telah menjadi Takdirnya diri,
Dalam mencari Cinta yang mungkin masih ada,
Yang bukan menjadi Mimpi menanti Pagi.
By : LUmbang KAyung
Aku ingin Berbakti,
Walaupun Hati ku sunyi,
Untuk apa Mereka Mencari Mimpi,
Ku hanya berharab mereka bukan menyakiti,
Kalau pun hanya sekedar memenuhi Impormasi,
Ini aku masih di sini,
Mencoba menjadi Anak Negri,
Yang tak ingin tersakiti,
Berjanji walaupun harus Mati,
Walalu hanya untuk sebuah Goresan dan Puisi.
Terimalah Yang ku Mampu,
Aku untuk mu,
Hanya kau satu Bangsaku,
Aku hanya mampu Merindu,
Untuk Kebangsaan yang Satu.
Ku Berharab kau bukan penipu Bangsa,
Untuk Tak takut melawan Australia,
Karena itu sudah menjadi Soal Biasa,
yang di hadapi Nusantara Indonesia,
Sejak Negara ku Merdeka.
Usalah lah kita Gentar,
engkau Telah memenuhi Janji Negara ini,
Katakan kita Bagai Halilintar yang kan Menyambar,
Yang tak pernah untuk takut Mati,
Untuk Indonesia, biar kan Jasadku Terkapar.
I LOVE INDONESIA .
By : LUmbang KAyung
-----------------------
# AKU DISINI UNTUK MU #
Lihat aku menemani sini,
Derita yang kini kau Alami,
Menjagamu sepenuh Hati,
Hingga nanti engku dapat mengerti,
Tentang Cinta ku yang Suci ini.
Berbaringlah dengan Senyuman,
Usah pikirkan yang kau Derita,
Nanti kan menambah Kesengsaraan,
Menambah Dera yang engkau Rasa,
Karena semua terjadi dalam Rencana tuhan.
Jangan kenang2 Masa lalu itu,
Aku telah lama Melupakan,
Semua ke Egoan mu yang dahulu,
Tentang Cinta ku yang pernah kau Sisihkan,
Dari Waktu ke Waktu.
Ingatlah Janjiku padamu,
Hilangkan sema Rasa Ragu,
Walaupun Hati ini pernah Beku,
Beku karena semua Ulah mu.
Sembuh lah Segera Sayang,
Aku di sini menemani hingga nanti,
Dan jangan engkau pernah merasa bimbang,
Aku menerima Semua yang telah terjadi,
Karena cinta ini hanya milik mu seorang.
By : LUmbang KAyung ( 29:11:13 )
--------------------------------
# HAYAL #
Dari ketinggian Bebatuan,
Ku Pandangi Hijaunya Dedaunan,
Burung2 yang berkicauan,
Terbang tak lagi memperdulikan,
Pak Tani yang menyirami Sayur2an.
Senangnya Hati ini ku rasa,
Begitu Damai Jiwa di Dada,
Membawa aku terbang bersama,
Bersama Burung2 yang Riang Gembira,
Menikmati Indahnya Ciptaan Maha Kuasa.
Itu telihat Pelangi,
Di atas Telaga dan Bukit yang tinggi,
Mungkin di sana ada Bidadari,
Bergembira bercanda dan menari,
Yang Menjadi Teman Ku Bersama2 Mandi.
Ah,, Hayalan,
Membuat ku semangkin Tergoda,
Sehingga hujan tak lagi ku rasakan,
Sang Bidadari Hanya di dalam Angan Maya,
Dan pak Tani tak lagi kelihatan.
Sudah la semua,
Aku telah Kehujanan,
Nanti Flu ini tak akan Reda,
Dan Kata2 ini Sudah terselesaikan.
By : LUmbang KAyung
----------------------
# FITRIYANTI THU PHYAN #
Dalam Hela Nafas,
Terucap Satu Nama,
Namun bukanlah aku pantas,
Membawa mu ke Taman Nirwana,
Karena Langkah menapak di Bebatuan Cadas,
Ku usap Mata Ini,
Diantara Pelangi ku Melihat,
Seraut Wajah Cantik Berseri,
Menatap Bagaikan seorang Ningrat,
Yang menawan bagaikan Bidadari.
Sungguh aku keterlaluan,
Kepada langit ku Menyapa,
Sedangkan maksut takkan kesampaian,
Bercanda saja tak mungkin ku bisa,
Namun dirinya adalah Sang Pujaan.
Ku sebut nama mu di Hela Nafasku,
Fitriyanti Thu Phyan,
Di sudu hati ini bersandar Doa untuk mu,
Fitriyanti Thu Phyan,
Ku akui Aku terlalu Memuja mu.
Bernyanyilah di telinga ini,
Menarilah dengan Riang Gembira,
Aku bahagia Menatapmu di Awan tinggi,
Kamu telahpun mengundang Sejuta Pesona.
By : LUmbang KAyung
-----------------------
# TAKKAN KU BERSAMAMU #
Takkan ku Bersamamu,
tiada Cinta di Hati ku,
Walau Sekejab Waktu,
Ku tak kan pernah Mau,
Dan Moga kau Memiliki rasa Malu.
Ku ingatkan padamu ada Dia,
Yang kini Ku Puja,
Dalam mengukir Indahnya Cinta,
Karena Cinta bukan untuk di Paksa,
Sedangkan engkau adalah seorang Wanita.
Pergilah jangan menyakiti,
dan tak usah Menghasuti,
Dengan semua yang kau miliki
Nanti Hati nya Malu dan Pergi,
Meninggalkan diri ini Lagi.
Untuk apa dirimu tercipta,
Kalau menjadi Penjahat Cinta,
Bukah kah engkau juga Wanita,
Sama Seperti Dirinya yang ku Puja,
Yang Lembut Hatinya.
Percayalah Kepadaku,
Takkan ku mau Besamamu,
Walaupun Hati ku Sendu,
Dan nanti kata2 mu kan Mengganggu,
Dari semua Kerinduan yang telah Kami Tunggu.
By : LUmbang KAyung
------------------------
# MENANTI KESADARAN MU #
Andaikan kau dapat Tahu,
Dalam kata kau selalu menyakiti,
Membawa Cerita Mimpi2 Sendu,
Selalu mengikuti Persaan Hati,
Yang mengundang rasa Cemburu ku,
Namun ku Sirami Api Kemarahan,
Membujuk Sayang yang ingin pergi,
Agar tak ada lagi Bara Api,
Membakar setiab nyala Emosi,
yang kini kian bergejolak di Dada ini.
Tak ingi ku Marah,
Takkan pernah ku Sakiti dirimu,
Karena Diri ini pernah Bersumpah,
Untuk menjaga dirimu selalu,
Walau Luka ini Kian Parah.
Biar ku lihat Senyuman,
Keceriaan dan juga Tawa,
Agar engkau selalu dapat Rasakan,
Kasih Sayang ku yang masih ada,
Dalam Cinta di antara Kehidupan.
Aku kan Berdoa dalam Kesabaran,
Kerelaan Cinta masih ku jaga untuk mu,
Sampai nanti kamu menemukan Kesadaran,
Dalam menjaga Kata2 dan Tingkah Laku,
Yang dapat menjemput Perpisahan.
By : LUmbang KAyung
----------------------
# DERAAN SIKSA CINTA #
Tak dapat ku pahami,
Akan arti Helahan Nafas ini,
Semua hanya menjadi,
Keluhan dalam Sepi,
Yang kerab menyakiti.
Entah kemana lagi,
Sembunyian Senandung Gelisah,
Menjadikan semuanya bagai tak Berarti,
Membuat Luka Jiwa ini kian Parah,
Dalam nyanyian yang tak pasti.
Lara Sukma yang Menggema,
Menggetarkan Tebing2 Cinta,
Mengusik burung2 yang Bercanda,
Bisukan setiab Nada kata2,
Yang kian Abadi di tubuh Bernyawa.
Kemana ku Lepaskan Derita,
Yang kini kian Parah menyiksa,
Mendera Segenab jiwa,
Sejak Engkau telah tiada,
Pergi untuk selama2 nya.
Entah Kemana Lagi,
Langkah Kaki ku ini kian Kaku,
Sedangkan Janji tertanam Abadi,
yang ku tunggu bersama Waktu,
tampa Cinta suci yang menemaniku lagi
By : LUmbang KAyung
------------------
# MUNGKINKAH #
Ingin ku Terbang,
Namun aku tak punya Sayab,
Ingin ku daki Curam nya Tebing,
Jalan ku bebatuan yang Lembab,
Sedang kan Angin bertiub Kencang.
Bagai mana hendak ku Ukir awan,
Tangnku tergapai tak kesampaian,
Hanya di Celah Bukit Bebatuan,
Ku renung sebuah Harapan,
Melukiskan tentang Impian.
Mungkin aku hanya Kecundang,
Menghitung Hari yang tak Pasti,
Bagai Pagi Menanti Bintang2,
Sedang Waktu yang tak pernah Peduli,
Dan Rembulan kini Berselimutkan Mendung.
Ku Goreskan juga kata2,
Dari Semua Coretan Jiwa,
Yang Kini kian memaksa,
Untuk kembali bersama Cinta,
Dalam kisah Kasih Asmra.
Mungkinkah Impian ku Menjadi nyata,
Menghiasi sebuah cerita Cinta,
Yang kini telah melanda Jiwa,
Di antara Cinta dan Logika,
Tercantum Indah di Ruang Maya.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 02:12:1913 )
------------------------------------------
# MENGURAI LAMUNAN SENJA #
Untuk apa Berharap saja,
Kepada orang yang tak Punya,
Semua akan menjadi Sia sia.
Sedang jarak memisahkan Raga,
Semua hanya menjdi mimpi belaka.
Biar lah Rindu Tersimpan,
Biar senja Berganti Malam,
Agar Asa bukan sekedar Angan,
Menjadikan Mimpi2 kelam,
karena itu sangat menyakitkan.
Aku hanya bias menatap kejauhan,
Walau Cahaya Cinta Bersinar terang,
Sebab itu hanya kan menjadi kenangan,
dalam Mengharapkan Cinta Kasih Sayang.
Yang akan menambah Kegelisahan.
Aku tak mau Mengharapkan mimpi,
Sudah lelah Sanubari tersakiti,
Dalam mengenal kehidupan ini,
Yang telah lama di Hianati.
Ku Urai Rindu yang menyapa,
Menatap senja yang kan menjelma,
Karena mimpi2 malam kan Menyiksa,
Bersama Sepi yang menemani Jiwa,
Dalam menanti cinta Suci Menjelma.
By : LUmbang KAyung
----------------------
# MENAPAK MIMPI CINTA #
Lama sudah aku terlelab,
Di Buai mimpi yang tak Pasti,
Hanya menjadi lamunan,
Hayal di tingginya awang 2,
Tampa sedikit pun Harapan.
Namun Musim terus Berganti,
Sang Waktu terus Bergulir,
Sedangkan malam Hadirkan Sepi,
Aku pun Menapak bersama langkah Gelisah,
Menuju Cahaya yang lama Hilang,
Ku coba bertanaya kepada Hati,
Apakah ini Takdirnya diri,
Sendiri Berselimutkan Sepi,
Tampa ada yang menemani,
Hingga Mentari Pagi bangunkan Mimpi2.
Entah kemana Cerita Cinta,
Di dalam Gelab Hati meraba,
Coba menempuh Ruang Maya,
Namun semua menjadi sia sia,
Menambah Bekunya hati yang pernah ternoda.
Untuk apa mengeluhkan Rasa lagi,
Hinakan Hidup tampa Harta dan Tahta,
Semua telah menjadi Takdirnya diri,
Dalam mencari Cinta yang mungkin masih ada,
Yang bukan menjadi Mimpi menanti Pagi.
By : LUmbang KAyung
Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - KELUHAN RESAH ARAI
# MAAFKAN JANJI TERSAKITI #
Hilang Sang Mentari,
Berselimutkan Kabut Mendung,
Menanti Hujan membasahi,
Temani jiwa yang Tersandung,
Dalam menanti Ketulusan Janji.
Tiada lagi Kabar Berita,
Tak terdengar lagi Canda Menggoda,
Hanya Kerinduan yang Menyiksa,
Kala Hayal mengundang Pesona,
Bayangkan Cerita Cinta yang Sirna.
Ingin ku Melupakan,
Semua yang ada di dalam Kenangan,
Biar Bayang Rindu tak menjadi Kesedihan,
Pelukan Cinta mu pun dapat Ku lupakan,
Karena Harapan ku bukanlah permainan.
Biar ku melangkah bersama Gerimis,
Agar kisah tak lagi menjadi Tangis,
Di kala Hati ini sedang Teriris,
Bersama Cinta kita yang telah Terkikis Habis.
Selamat Tinggal Penantian,
Selamat Jalan Kepedihan,
Karena Harapan ini akan Menemukan,
Cerita Cinta yang telah lama ku Rindukan,
Yang kan Menjadikan Indahnya Kenangan.
By : LUmbang KAyung
-------------------------------
# BERSAMA MU #
Sejuta Pesona menemani,
Kala dirimu Menggoda,
Memberikan Sebuah arti,
Hangatkan debar Cinta di Dada,
YAng kursa saat itu hingga kini.
Ada Impian Menemani ku,
Manja di antara Angan,
semua ini karena ada kamu,
yang kini di dalam Pelukan,
Menghiasi Getaran Rindu.
Hembusan Angin Meniub Menggoda,
Diantara Belaian Tangan Ku,
Mengelus Rambut mu dengan Manja,
Yang membangkitkan Gelora Cinta ku,
Bersama Canda dan Tawa kita.
Tak ingin ku Melepas mu,
Lelab di dalam rasa Bimbang
Tak dapat pula ku Lebur Hasratku,
Sayang ku tak dapat terbilang,
Karena akulah yang terbaik untuk mu.
Namun Malam kini tinggalkan Senja,
Mengusik Simponi Kita Berdua,
Menyapa Perisahan Sementara,
Yang Larut terbuai Gelora Cinta,
Dalam melebur Cinta Kasih Asmara.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 05:12:2013 )
------------------------------------------
# KELUHAN RESAH ARAI #
Entah apa salah diri ini,
Adakah Silap ku menghukum,
Atau mimpi di tinggal Pagi,
Tertinggal Bersama Malam Kelam,
Di dalam Kekecewaan Diri.
Benang Cinta lama di Tenun,
Menjadi Kain membalut Sepi,
Namun Semua terlupakan,
Terbuang bagai tak Berarti,
Terbengkalai dengan Kekecewaan.
Ingin Dia raih Kembali,
Memungut dalam Kecewa,
Di antara Lara nya Hati,
Menimang penuh rasa Cinta,
Karena Cinta Arai Sesungguhnya Suci.
Dia ingin kau pun Mengerti,
Biar Musim kembali Bersemi,
Bertahta dalam diri,
Membangun kebali Mahligai Janji,
Menuwai semua Mimpi2.
Gita Cinta Arai Cimahi,
Menantikan cinta mu Kembali,
Menghapus Air Matanya kini,
Melebur Kecewanya Hati,
Menyemai Cinta Kembali Berseri.
By : LUmbang Kayung
-----------------------
# HASRAT SEJUTA HARAPAN #
Tiada Indahnya Bintang2,
Tampa dirimu menemani,
Tiada lagi Sinar Benderang,
Tampa Canda mu di sisni,
Walau pun Malam berganti Siang.
Dirimu kini telah menjadi Mimpi2,
Menemani Hayal sepanjang Hari,
Menghiasi kesunyian Hati,
Lamunan tak lagi menyakiti,
Hingga kini sebuah Hasrat menghantui.
sejuta Harapan ku titipkan,
Kepadamu yang kini menjadi Idaman,
Dalam Mimpi2 bersama sinari Rembulan,
Kesendirian kadang membawa Hayalan,
Menghapus kerinduan bersama Lamunan.
Ku ingin kau disini,
Menemani Cinta yang Suci,
Bersama Malam menanti Pagi,
Dalam Membahagiakan segenab Sanubari,
Hinnga disini ku tak lagi Sendiri.
Hanyalah bayangan diri mu yang menjelma,
Menemani segenab Rasa Jiwa,
Dalam menggapai Kasih Asmara,
Menciptakan Sorga di atas Dunia,
Untuk Cinta kita selamanya.
By : LUmbang KAyung
-----------------------
# KU RINDUKAN CINTAMU #
Andai ku dapat Bernyanyi,
Kan ku nyayikan tentang Dirimu,
andai ku dapat Menari,
kan ku Ingat Langgkah Gemulai mu,
Yang selalu Menggoda Pikiran ini.
Tak ingin ku Pergi,
Menjauihi Gelora Cinta,
Bersama Hangat nya Kerinduan ini,
ingin ku Raih Cinta yang tercipta,
yang Terlahir begitu Suci.
Andai kau dapat Tahu,
Mimpi ku selalu menggoda,
Menyiksa Jiwa Ragaku,
Menyesakkan Nafas di Dada,
Dalam Cumbuan Rayumu.
Cinta ini telah Lama terpedam,
Tersimpan tersusun Rapi,
Di antara Mimpi Malam,
Dalam Catatan Goresan Hati,
Yang hanya di Sinari Cahaya Tamaram.
Mungkinkah ku dapat memiliki Cintamu,
Aku hanya ingin Cinta yang Sempuna,
Tulus Yang Jauh dari rasa Ragu,
Terukir Indah denga Sejuta Pesona
Atau ini hanya sekedar Harapan Semu.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 02:12:2013 )
------------------------------------------
# RAJUK DI HUJAN PAGI #
Kulepaskan Lelahnya Rasa,
Menyambut Pagi yang ber Hujan,
Diantara Puing Harapan yang tertunda,
Entah apa lagi yang dapat ku kerjakan,
Menanam benih saja sudah tak bisa.
Ku nanti Redanya Hujan Pagi,
Sebelum terik Mentari di Siang Hari,
agar ku dapat mengais Kepingan Rejeki,
Yang Menjadi Anugrah dari Rahmat Illahi,
Saat ku bangun dari Mimpi Pagi ini.
Namun Hujan Masih menyirami Juga,
Rasa jiwa semangkin Gelisah,
Tajak dan Cangkul Bagai tak Berguna,
Di tanah Yang kini Semangkin Basah,
Di Siram Hujan yang tak kunjung Reda.
Dingin Sudah Segelas Kopi,
Sepotong Ketela Masih tersisa,
Merenungi Haparapan di Pagi Hari,
Bersama Segelintir Rasa Kecewa,
Di antara Mentari Semangkin yang Tinggi.
Entah Kemana Nanti ku Kais Rejeki,
Apakah Menanti Esok Hari,
Sampai Recehan di Saku ini tak tersisa lagi,
Atau Mungkin Esok Hari Hujan Menanti,
Menemani Resah ku di sini seperti di Hari ini.
By : LUmbang KAyung
-------------------------
# HANYA TINGGAL KENANGAN #
HAnya kamu yang di Mata ini,
Menggoda di dalam Raga ku,
Menari dan Menari,
Hilangkan sejenak rasa Rindu,
Yang Larut di dalam Lamunan Sunyi.
Kini Senja telah datang,
Tak terlihat lagi Keramaian,
Bayang2 mu pun Ikut Menghilang,
Hilang di dalam Lamunan,
Menyambut Cahaya Bintang2.
Malam bersama Kemarau Panjang,
Terasa di dalam Kehampaan,
Sejak kau telah Berpulang,
Tinggalkan ku bersama Kenangan,
dan menanti Bayangan mu kembalai Datang.
Ingin ku Lari dari Kekeringan,
Biar Dahaga ini tak lagi menyiksa,
Namun ku tak mampu juga melakukan,
Bersama Ikatan Cinta yang selalu Meronta,
Yang tak mungkin dapat ku Lupakan.
Biarlah kini ku Berdendang dalam Sepi,
Menari di dalam Penderitaan,
Karena ini mungkin menjadi Takdir Diri,
Menantikan Tuhan dapat Mempertemukan,
Walau diri ini menanti di dalam Mimpi.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 03:12:2013 )
------------------------------------------
# IJINKAN AKU MENEMANI MU #
Bila kamu selalu Hanya Untuk ku,
Kemana lagi Kegelisahan ini Pergi,
Cinta ini Lama Membelenggu,
Entah sampai kapan berakhirnya nanti,
Menyirami Kemarau Cemburu ku.
Ku Renungi Kesabaran ini,
Menyentuh Ke Ikhlasan Diri,
Mengusik Setiab Langkah Kaki,
Untuk dapat juga kau Nikmati,
Kasih Sayang di dalam diri ini.
Entah Bila Canda Guarau kita Terhenti,
Mungkin Nanti Asa ini terbang Tinggi,
Dan lalu terjatuh Kembali,
Remuk terhempas di Tanah ini,
Kemudian Kamu dan dirinya Berlalu Pergi.
Kadang kusadari arti Hidup ini,
Hanya Menjerat Mimpi,
Mengapaikan Pelangi,
Yang penuh Warna Warni,
Coba memberikan Berjuta Arti.
Ini Karena Kasih Ku Pada mu,
Ku Nikmati Juga Makna Rindu,
Walaupun Duri Menusuk Cemburu,
Namu ku tetab Menjadi Penjaga Hati mu,
Di sepanjang Waktu saat2 kita Bertemu.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 04:12:2013 )
------------------------------------------
# DAMAI YANG MENYAPA #
Kicauan burung burung,
Menyambut mentari Pagi ini,
Bernyanyi dengan riang,
Hinggab lalu terbang lagi,
Di antara pohon2 Rindang.
Kutatap Indah nya Alam,
Memandang tingginya Pegunungan,
Di antara Luas nya Lautan yang dalam,
Ku sambut Dendang Kehangatan,
Coba merangkulkan kenangan Silam.
aku disini masih Menikmati,
Indahnya Alam ciptaan Tuhan,
Mengagumi sepenuh Hati,
Lukiskan semua ke Indahan,
Yang mengundang ke Bahagiaan.
Ingin ku meneriakan,
Satu kata melepaskan Lelah ini,
Biar semua dapat mendengarkan,
Jerita dari Suara Sanubari,
Atas semua Rahmat Karunia Tuhan.
Hembusa Nafas ini meniupkan Doa,
Tatapan Mata ini Ukirkan Pesona,
Langkah Kaki yang penuh Makna,
Mensukuri Ciptaan Tuhan di Nusantara,
Bersama Damai yang kini ku Rasa.
By : LUmbang Kayung ( T Balai 02:12:2013 )
-----------------------------------------
# DIERY #
Diery Tertulis Senyuman,
Mengepalkan Harapan,
Yang masih dalam Kenangan,
Dalam Ingatan,
Sendiri di Sebait Goresan.
Kadang terasa kelucuan ini,
Tawa terdengar Perlahan,
Menghempaskan Sepi,
Tinggalkan Kebosanan,
Sendiri di Lamunan Ilusi.
Tak terdengar Burung2 Berkicau,
Di Biru dan Luasnya Lautan,
Hanya ada Kemarau,
Di tengah Lebatnya Hujan,
Yang Menjadi Canda Gurau.
Diery Tertulis nama mu,
Menyapa Bayang Hampa,
Dari Segenab Waktu,
Tersentuh Sebuah Tanya,
Adakah kamu juga rasakan Gelora Rindu.
Diery berikan Ke Damaian,
Diery ku Membawa Kenangan,
Indah di Atara senyuman,
Ilusi Mimpi ku di dalam Lamunan,
Hingga Mata ini tenggelam dalam Kelelahan.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 04:12:2013 )
Hilang Sang Mentari,
Berselimutkan Kabut Mendung,
Menanti Hujan membasahi,
Temani jiwa yang Tersandung,
Dalam menanti Ketulusan Janji.
Tiada lagi Kabar Berita,
Tak terdengar lagi Canda Menggoda,
Hanya Kerinduan yang Menyiksa,
Kala Hayal mengundang Pesona,
Bayangkan Cerita Cinta yang Sirna.
Ingin ku Melupakan,
Semua yang ada di dalam Kenangan,
Biar Bayang Rindu tak menjadi Kesedihan,
Pelukan Cinta mu pun dapat Ku lupakan,
Karena Harapan ku bukanlah permainan.
Biar ku melangkah bersama Gerimis,
Agar kisah tak lagi menjadi Tangis,
Di kala Hati ini sedang Teriris,
Bersama Cinta kita yang telah Terkikis Habis.
Selamat Tinggal Penantian,
Selamat Jalan Kepedihan,
Karena Harapan ini akan Menemukan,
Cerita Cinta yang telah lama ku Rindukan,
Yang kan Menjadikan Indahnya Kenangan.
By : LUmbang KAyung
-------------------------------
# BERSAMA MU #
Sejuta Pesona menemani,
Kala dirimu Menggoda,
Memberikan Sebuah arti,
Hangatkan debar Cinta di Dada,
YAng kursa saat itu hingga kini.
Ada Impian Menemani ku,
Manja di antara Angan,
semua ini karena ada kamu,
yang kini di dalam Pelukan,
Menghiasi Getaran Rindu.
Hembusan Angin Meniub Menggoda,
Diantara Belaian Tangan Ku,
Mengelus Rambut mu dengan Manja,
Yang membangkitkan Gelora Cinta ku,
Bersama Canda dan Tawa kita.
Tak ingin ku Melepas mu,
Lelab di dalam rasa Bimbang
Tak dapat pula ku Lebur Hasratku,
Sayang ku tak dapat terbilang,
Karena akulah yang terbaik untuk mu.
Namun Malam kini tinggalkan Senja,
Mengusik Simponi Kita Berdua,
Menyapa Perisahan Sementara,
Yang Larut terbuai Gelora Cinta,
Dalam melebur Cinta Kasih Asmara.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 05:12:2013 )
------------------------------------------
# KELUHAN RESAH ARAI #
Entah apa salah diri ini,
Adakah Silap ku menghukum,
Atau mimpi di tinggal Pagi,
Tertinggal Bersama Malam Kelam,
Di dalam Kekecewaan Diri.
Benang Cinta lama di Tenun,
Menjadi Kain membalut Sepi,
Namun Semua terlupakan,
Terbuang bagai tak Berarti,
Terbengkalai dengan Kekecewaan.
Ingin Dia raih Kembali,
Memungut dalam Kecewa,
Di antara Lara nya Hati,
Menimang penuh rasa Cinta,
Karena Cinta Arai Sesungguhnya Suci.
Dia ingin kau pun Mengerti,
Biar Musim kembali Bersemi,
Bertahta dalam diri,
Membangun kebali Mahligai Janji,
Menuwai semua Mimpi2.
Gita Cinta Arai Cimahi,
Menantikan cinta mu Kembali,
Menghapus Air Matanya kini,
Melebur Kecewanya Hati,
Menyemai Cinta Kembali Berseri.
By : LUmbang Kayung
-----------------------
# HASRAT SEJUTA HARAPAN #
Tiada Indahnya Bintang2,
Tampa dirimu menemani,
Tiada lagi Sinar Benderang,
Tampa Canda mu di sisni,
Walau pun Malam berganti Siang.
Dirimu kini telah menjadi Mimpi2,
Menemani Hayal sepanjang Hari,
Menghiasi kesunyian Hati,
Lamunan tak lagi menyakiti,
Hingga kini sebuah Hasrat menghantui.
sejuta Harapan ku titipkan,
Kepadamu yang kini menjadi Idaman,
Dalam Mimpi2 bersama sinari Rembulan,
Kesendirian kadang membawa Hayalan,
Menghapus kerinduan bersama Lamunan.
Ku ingin kau disini,
Menemani Cinta yang Suci,
Bersama Malam menanti Pagi,
Dalam Membahagiakan segenab Sanubari,
Hinnga disini ku tak lagi Sendiri.
Hanyalah bayangan diri mu yang menjelma,
Menemani segenab Rasa Jiwa,
Dalam menggapai Kasih Asmara,
Menciptakan Sorga di atas Dunia,
Untuk Cinta kita selamanya.
By : LUmbang KAyung
-----------------------
# KU RINDUKAN CINTAMU #
Andai ku dapat Bernyanyi,
Kan ku nyayikan tentang Dirimu,
andai ku dapat Menari,
kan ku Ingat Langgkah Gemulai mu,
Yang selalu Menggoda Pikiran ini.
Tak ingin ku Pergi,
Menjauihi Gelora Cinta,
Bersama Hangat nya Kerinduan ini,
ingin ku Raih Cinta yang tercipta,
yang Terlahir begitu Suci.
Andai kau dapat Tahu,
Mimpi ku selalu menggoda,
Menyiksa Jiwa Ragaku,
Menyesakkan Nafas di Dada,
Dalam Cumbuan Rayumu.
Cinta ini telah Lama terpedam,
Tersimpan tersusun Rapi,
Di antara Mimpi Malam,
Dalam Catatan Goresan Hati,
Yang hanya di Sinari Cahaya Tamaram.
Mungkinkah ku dapat memiliki Cintamu,
Aku hanya ingin Cinta yang Sempuna,
Tulus Yang Jauh dari rasa Ragu,
Terukir Indah denga Sejuta Pesona
Atau ini hanya sekedar Harapan Semu.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 02:12:2013 )
------------------------------------------
# RAJUK DI HUJAN PAGI #
Kulepaskan Lelahnya Rasa,
Menyambut Pagi yang ber Hujan,
Diantara Puing Harapan yang tertunda,
Entah apa lagi yang dapat ku kerjakan,
Menanam benih saja sudah tak bisa.
Ku nanti Redanya Hujan Pagi,
Sebelum terik Mentari di Siang Hari,
agar ku dapat mengais Kepingan Rejeki,
Yang Menjadi Anugrah dari Rahmat Illahi,
Saat ku bangun dari Mimpi Pagi ini.
Namun Hujan Masih menyirami Juga,
Rasa jiwa semangkin Gelisah,
Tajak dan Cangkul Bagai tak Berguna,
Di tanah Yang kini Semangkin Basah,
Di Siram Hujan yang tak kunjung Reda.
Dingin Sudah Segelas Kopi,
Sepotong Ketela Masih tersisa,
Merenungi Haparapan di Pagi Hari,
Bersama Segelintir Rasa Kecewa,
Di antara Mentari Semangkin yang Tinggi.
Entah Kemana Nanti ku Kais Rejeki,
Apakah Menanti Esok Hari,
Sampai Recehan di Saku ini tak tersisa lagi,
Atau Mungkin Esok Hari Hujan Menanti,
Menemani Resah ku di sini seperti di Hari ini.
By : LUmbang KAyung
-------------------------
# HANYA TINGGAL KENANGAN #
HAnya kamu yang di Mata ini,
Menggoda di dalam Raga ku,
Menari dan Menari,
Hilangkan sejenak rasa Rindu,
Yang Larut di dalam Lamunan Sunyi.
Kini Senja telah datang,
Tak terlihat lagi Keramaian,
Bayang2 mu pun Ikut Menghilang,
Hilang di dalam Lamunan,
Menyambut Cahaya Bintang2.
Malam bersama Kemarau Panjang,
Terasa di dalam Kehampaan,
Sejak kau telah Berpulang,
Tinggalkan ku bersama Kenangan,
dan menanti Bayangan mu kembalai Datang.
Ingin ku Lari dari Kekeringan,
Biar Dahaga ini tak lagi menyiksa,
Namun ku tak mampu juga melakukan,
Bersama Ikatan Cinta yang selalu Meronta,
Yang tak mungkin dapat ku Lupakan.
Biarlah kini ku Berdendang dalam Sepi,
Menari di dalam Penderitaan,
Karena ini mungkin menjadi Takdir Diri,
Menantikan Tuhan dapat Mempertemukan,
Walau diri ini menanti di dalam Mimpi.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 03:12:2013 )
------------------------------------------
# IJINKAN AKU MENEMANI MU #
Bila kamu selalu Hanya Untuk ku,
Kemana lagi Kegelisahan ini Pergi,
Cinta ini Lama Membelenggu,
Entah sampai kapan berakhirnya nanti,
Menyirami Kemarau Cemburu ku.
Ku Renungi Kesabaran ini,
Menyentuh Ke Ikhlasan Diri,
Mengusik Setiab Langkah Kaki,
Untuk dapat juga kau Nikmati,
Kasih Sayang di dalam diri ini.
Entah Bila Canda Guarau kita Terhenti,
Mungkin Nanti Asa ini terbang Tinggi,
Dan lalu terjatuh Kembali,
Remuk terhempas di Tanah ini,
Kemudian Kamu dan dirinya Berlalu Pergi.
Kadang kusadari arti Hidup ini,
Hanya Menjerat Mimpi,
Mengapaikan Pelangi,
Yang penuh Warna Warni,
Coba memberikan Berjuta Arti.
Ini Karena Kasih Ku Pada mu,
Ku Nikmati Juga Makna Rindu,
Walaupun Duri Menusuk Cemburu,
Namu ku tetab Menjadi Penjaga Hati mu,
Di sepanjang Waktu saat2 kita Bertemu.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 04:12:2013 )
------------------------------------------
# DAMAI YANG MENYAPA #
Kicauan burung burung,
Menyambut mentari Pagi ini,
Bernyanyi dengan riang,
Hinggab lalu terbang lagi,
Di antara pohon2 Rindang.
Kutatap Indah nya Alam,
Memandang tingginya Pegunungan,
Di antara Luas nya Lautan yang dalam,
Ku sambut Dendang Kehangatan,
Coba merangkulkan kenangan Silam.
aku disini masih Menikmati,
Indahnya Alam ciptaan Tuhan,
Mengagumi sepenuh Hati,
Lukiskan semua ke Indahan,
Yang mengundang ke Bahagiaan.
Ingin ku meneriakan,
Satu kata melepaskan Lelah ini,
Biar semua dapat mendengarkan,
Jerita dari Suara Sanubari,
Atas semua Rahmat Karunia Tuhan.
Hembusa Nafas ini meniupkan Doa,
Tatapan Mata ini Ukirkan Pesona,
Langkah Kaki yang penuh Makna,
Mensukuri Ciptaan Tuhan di Nusantara,
Bersama Damai yang kini ku Rasa.
By : LUmbang Kayung ( T Balai 02:12:2013 )
-----------------------------------------
# DIERY #
Diery Tertulis Senyuman,
Mengepalkan Harapan,
Yang masih dalam Kenangan,
Dalam Ingatan,
Sendiri di Sebait Goresan.
Kadang terasa kelucuan ini,
Tawa terdengar Perlahan,
Menghempaskan Sepi,
Tinggalkan Kebosanan,
Sendiri di Lamunan Ilusi.
Tak terdengar Burung2 Berkicau,
Di Biru dan Luasnya Lautan,
Hanya ada Kemarau,
Di tengah Lebatnya Hujan,
Yang Menjadi Canda Gurau.
Diery Tertulis nama mu,
Menyapa Bayang Hampa,
Dari Segenab Waktu,
Tersentuh Sebuah Tanya,
Adakah kamu juga rasakan Gelora Rindu.
Diery berikan Ke Damaian,
Diery ku Membawa Kenangan,
Indah di Atara senyuman,
Ilusi Mimpi ku di dalam Lamunan,
Hingga Mata ini tenggelam dalam Kelelahan.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 04:12:2013 )
Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - JIKA NANTI
# TERIMA KASIH KU SAHABAT SEMUA #
Tak pernah ku menduga,
Ke Ceriaan ku kini Menjelma,
Membuat Hati Bahagia,
Hilang Lara di dalam Dada,
Bagaikan Tak ada Kelam yang Melanda.
Tak Pernah Aku Mendengar,
Kata selamat Ulang Tahun buat ku,
Namu kali ini Baru ku sadar,
Rasa sayang mu kepada ku,
Yang membuat Sepi ku kian Terhibur.
Terima Kasih Sahabat,
Terima Kasih Doa Dari Mu,
Mungkin Sudah Menjadi Kodrat,
Kamu Menjadi Sahabat Sejati ku,
Yang Kan selamanya untuk Ku Ingat.
Biarlah Mawar di tangan ku Layu,
Biarkan Sepasang Merpati Bercengkrama,
Walau Hati ini Kian Membeku,
WAlau Sepinya Hati Tak jera Melanda,
Aku takkan peduli karena masih ada Kamu.
Terima Kasih Buat Semuanya,
Walaupun kata mu Tampa Suara,
Namun kan Selalu ku Simpan di Dada,
Hingga nanti kita dapat Berjumpa,
Bercanda dan Tertawa Bersama.
By : LUmbang KAyung
--------------------------
# KEMANA LAGI MENCARI #
Ingin rasanaya terbang tinggi,
Bersama Indahnya Rembulan,
Bintang2 yang menemani,
Berikan Satu Kesenangan,
Terbang Bersama Ilusi.
Ingin ku selami Lautan,
tak peduli ganasnya Gelombang,
Berenang di antara Ikan,
Di Celah Bebatuan Karang,
Getaran Cinta tak juga Ku temukan.
Entah kemana kini Nirwana,
tak dapat lagi ku Temukan,
Desak jiwa yang Memaksa,
Meronta Dalam Kekecewaan,
Dalam mencari Getaran Rasa.
Langkah kaki kian Lelah,
Terjal nya Gunung telah di Daki,
Namun Asa semangkin Resah,
Mencari setiab jati Diri,
Yang kini tersa kian Menjauh.
Ada Cinta yang ku Puja,
Ada Impian yang ku Nanti,
Namun Resah tak kunjung Reda,
Mendera Sanubari,
Dalam mencari Gita dan Cinta.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 05:12:2013 )
------------------------------------------
# JIKA NANTI #
Jika bila nanti,
Aku bukan pilihan mu,
Biarkan kenangan ini Bersemi,
Walau menjadi cerita Sendu ku,
Yang akan ku simpan rapi di Sanubari.
Jika bila nanti,
Kau telah bersama dia,
Tetaplah tersenyum untuk diri ini,
Dan jangan pernah Curiga,
Aku Rela menjadi Sahabat mu yang Setia.
Jika bila nanti,
Engkau merasa tersakiti,
Simpanlah Kesabaran di Hati,
Jangan pernah berpikir untuk pergi,
Karena Cinta itu adalah Suci.
Dan jika sampai saatnya,
Gapailah Kasih Sayang bersama dia,
Semua telah ku jadikan Doa,
Agar engkau selamanya Bahagia,
Walau kita tercipta bukan untuk bersama.
Bila Angan ini terkabulkan,
Aku yang akan menjadi pilihan,
Semua kasih Sayang kan ku berikan,
Walaupun nyawa ini ku Korbankan,
Dalam membuktikan Arti Kesetiaan.
By : LUmbang Kayung
-------------------------------
# AKU MASIH MENUGGU #
Puas ku menunggu,
adakah kau disini,
Menemani ku,
Membuang Sepi,
Melepas rasa Rindu.
Ku Pandang Ruang Maya,
Menanti Nyanyian Merdu,
Tiupan Angin pun seakan berkata,
Mungkinkah kecewa kan Menyapa ku,
Dalam menanti Bayangan nya menjelma.
Kian Lelah ku bersama Waktu,
Menanti nya hadir Menemani,
Di Dermaga Lautan Biru,
Dengan harapan yang semangkin Sunyi.
Masih Dapat ku bertahan,
Menanti nya sepenuh Hati,
Biar pun dilanda Kegelisahan,
Camar2 menemani dan Bernyanyi,
Menemani sebuah Penantian.
By : LUmbang Kayung
----------------------------
# CITA CITA DI ANTARA PENDOSA #
Inilah Hidup di Bumi,
cita2 tentang Hati,
Bukan di jadikan Mimpi,
Dan Bukan Mereka yang memberi.
Karena Keyakinan yang kan menjadi Bukti.
Berhati2 dalam Melangkah,
Terjatuh jangan lah Pasrah,
Walupun sesekali tubuh menjadi Basah,
dalam menghadapi semua Kisah.
Banyak yang akan mencari Kesalahan,
Di saat diri menuju Kesuksesan,
Kala itu mereka ingin menonjolkan,
Diri mereka yang tak dapat melakukan,
Apa yang Bisa kita Lakukan.
Bayangkanlah dalam Perang,
Berbagai Cara mereka akan lakukan,
Bahkan menjual rasa Kasih dan Sayang,
Asalkan bisa menjadi Sanjungan.
Teruslah Meraih Cita2,
Walaupun Badai Melanda,
Diantara Iri dan Dengki Merdeka,
Yang kan membuat yang lainnya Sensara,
Besama Cita2 Para Pendosa.
By : LUmbang KAyung
-------------------------
# KEMANA PERGINYA CINTA #
Hari Berkabut di Waktu Pagi,
Batasi pandangan Mata ku ini,
Embun2 pun membasahi,
Setiab Langkah2 Kaki,
Dalam mencari Niat di Hati.
Lelah Seakan tak Berati,
Menelusuri setiab Perjalanan,
Sampai saatnya Nanti,
Persinggahan Hati di temukan,
Yang kan Mengisi Hari ku yang Sepi.
Kini Mawar di dalam Genggaman,
Entah kepada siapa kan di berikan,
Sedangkan menemani ku Hanya Lamunan,
Apakah sampai nanti Mawar ini Layu di Tangan,
Bersama Senja yang kan Hentikan Harapan.
Ku Pandang Sepasang Merpati,
Bercengkrama dari Dahan ke Dahan,
Lalu terbang kembali Menikmati Hari,
Yang Menambah Hancurnya sebuah Perasaan,
Persaan Hati ku ini yang telah lama Sepi.
Kemana perginya Cinta yang ku Puja,
Apakah telah Musnah untuk selamanya,
Dalam Kemarau Hati yang kini melanda,
Bersama Usia ku yang semangkin Senja,
Hingga Nanti Waktu ku Menutup Mata di atas Dunia.
By : LUmbang KAyung
-------------------------
# HARAPAN DI TENGAH GELOMBANG #
Karang2 yang Tajam,
Menikam mengancam,
Di saat Siang dan Malam,
Perahu pun kian tenggelam,
Ingatkan ku kenangan Silam.
Entah apa yang Terjadi,
Semua ku harab menjadi Mimpi,
Yang tak lagi Menyakiti,
Hingga ku dapat Berlari,
Menepi dan Jauh Pergi.
Aku Ingin pulang,
Hindari Angin yang Kencang,
Karena Laut tak lagi Tenang,
Camar pun kini telah Menghilang,
Hilang tampa Bayang2.
Berikan aku Kesempatan,
Masih ada yang Menantikan,
Kepulangan ku bersama Harapan,
Membawa Rejeki darimu Tuhan,
Di dalam sebuah Senyuman.
Dapat kah aku kembali,
dari Luasnya Lautan ini,
Di saat menghadapi Gelombang Badai,
Dan ku Hilang tak kembali lagi.
By : LUmbang KAyung
------------------------------
# GEJOLAK RINDU #
Di sini aku Termanggu
Pada tepian Rindu ku
Dalam Renta detak Waktu
Di lamun bayangan Rindu,
Kian usang Bayangan Cumbu mu.
Ah,,,
Lamunanku kian parah,
Rindu ku tak kunjung Sudah,
Kadang di dalam Rebah,
Aku Menjadi Gelisah,
bersama Jiwa yang semangkin Gundah.
Entah harus bagai mana lagi,
Ku melerai Kerinduan ini,
Sedangkan Jiwa yang Menanti,
Bernyanyi dalam Sepi,
Menari di antara Mimpi.
Ku Sadar akan makna Cinta,
Tercipta Mulia di Dunia,
Di mana ku dapat Bermanja
Yang kan membuat diri ini Bahagia,
Namun Jarak dan Waktu kian Menggoda.
Biar ku nikmati Kerinduan ini,
Bersama Sepi dan Mimpi2,
Dalam menanti setiab Janji,
Hingga nanti kita bertemu Lagi,
Menyemai Rinduan yang kian menyiksa ini.
By : LUmbang Kayung
-----------------------
# YANG AKU INGINKAN #
Ingin ku Ukir nama mu,
Di Bundaran Cahaya Rembulan,
Biar BIntang2 akan Tahu,
Bahwa Kau Cinta dalam Harapan,
Yang Membuat ku selalu Merindu.
Ingin ku Berteiak Lantang,
Diantara Celah Berbukitan,
Biar Gema Suara ku Menggoncang,
Mungusik burung2 dan Pepohonan,
Bahwa Kamu yang yang ku Sayang.
Ingin Ku taklukan Samudra,
Diantara Karang2 yang Tajam,
Biar Angin tak dapat lagi Mendera,
RAsa Cinta ku Yang semangkin mendalam,
Dan rasa Gelisah ini tak dapat lagi menyiksa.
Ingin ku terbang ke Alam Nirwana,
Walau pun sayab ku nanti menjadi Patah,
dan kepada Dewa Amor ku Berkata,
Bahwa Hatiku telah Bersumpah,
Untuk Menjaga mu di Dalam Suka dan Duka.
Hanya kepada mu ku meminta,
Untuk selamnya selalu Seiya Sekat,
Menjadikan Cinta ini Hingga Sempurna,
Bersama Indahnya Rumah Tangga,
Di dalam Ikatan Cinta yang Mulia.
By : LUmbang KAyung
----------------------------
# DERITA PENGUNGSI SINABUNG#
Debu2 masih bertebaran,
Muntahan dari setiab Letusan,
Pengungsian pun kini seakan2,
Tak lagi berikan sebuah Jaminan,
Tentang pentingnya arti Kehidupan.
Kemana lagi akan di Cari,
Kesehatan yang kini di nanti2,
Sedangkan Sang Doter2 telah pergi,
Seakan tak pedulikan anak2 Bumi Pertiwi,
Pergi hanya untuk Kepentingan Sendiri.
Ku makan apa yang ada,
ku rasakan Sakit yang Mendera,
Debu2 pun telah menyiksa di Dada,
Gemuruh Sinabung kian mengusik Telinga,
Sedang kan Para Medis tak lagi ada.
Apa yang kan terjadi di Nusantara ini,
Apakah kami di pengungsian ini Bukan Manusia,
Hanya menunggu dan Menanti,
Sang Dokter kembali dari Perangnya,
Perang tentang Hilangnya Nyawa Manusia.
Haruskah kami menunggu tubuh ini terbungkus,
Tertanam bersama kekecewaan,
Diantara Harpan yang kian Tandus,
Di Lahab Sinabung yang kian mengundang Kematian.
By : LUmbang KAyung
Tak pernah ku menduga,
Ke Ceriaan ku kini Menjelma,
Membuat Hati Bahagia,
Hilang Lara di dalam Dada,
Bagaikan Tak ada Kelam yang Melanda.
Tak Pernah Aku Mendengar,
Kata selamat Ulang Tahun buat ku,
Namu kali ini Baru ku sadar,
Rasa sayang mu kepada ku,
Yang membuat Sepi ku kian Terhibur.
Terima Kasih Sahabat,
Terima Kasih Doa Dari Mu,
Mungkin Sudah Menjadi Kodrat,
Kamu Menjadi Sahabat Sejati ku,
Yang Kan selamanya untuk Ku Ingat.
Biarlah Mawar di tangan ku Layu,
Biarkan Sepasang Merpati Bercengkrama,
Walau Hati ini Kian Membeku,
WAlau Sepinya Hati Tak jera Melanda,
Aku takkan peduli karena masih ada Kamu.
Terima Kasih Buat Semuanya,
Walaupun kata mu Tampa Suara,
Namun kan Selalu ku Simpan di Dada,
Hingga nanti kita dapat Berjumpa,
Bercanda dan Tertawa Bersama.
By : LUmbang KAyung
--------------------------
# KEMANA LAGI MENCARI #
Ingin rasanaya terbang tinggi,
Bersama Indahnya Rembulan,
Bintang2 yang menemani,
Berikan Satu Kesenangan,
Terbang Bersama Ilusi.
Ingin ku selami Lautan,
tak peduli ganasnya Gelombang,
Berenang di antara Ikan,
Di Celah Bebatuan Karang,
Getaran Cinta tak juga Ku temukan.
Entah kemana kini Nirwana,
tak dapat lagi ku Temukan,
Desak jiwa yang Memaksa,
Meronta Dalam Kekecewaan,
Dalam mencari Getaran Rasa.
Langkah kaki kian Lelah,
Terjal nya Gunung telah di Daki,
Namun Asa semangkin Resah,
Mencari setiab jati Diri,
Yang kini tersa kian Menjauh.
Ada Cinta yang ku Puja,
Ada Impian yang ku Nanti,
Namun Resah tak kunjung Reda,
Mendera Sanubari,
Dalam mencari Gita dan Cinta.
By : LUmbang KAyung ( T Balai 05:12:2013 )
------------------------------------------
# JIKA NANTI #
Jika bila nanti,
Aku bukan pilihan mu,
Biarkan kenangan ini Bersemi,
Walau menjadi cerita Sendu ku,
Yang akan ku simpan rapi di Sanubari.
Jika bila nanti,
Kau telah bersama dia,
Tetaplah tersenyum untuk diri ini,
Dan jangan pernah Curiga,
Aku Rela menjadi Sahabat mu yang Setia.
Jika bila nanti,
Engkau merasa tersakiti,
Simpanlah Kesabaran di Hati,
Jangan pernah berpikir untuk pergi,
Karena Cinta itu adalah Suci.
Dan jika sampai saatnya,
Gapailah Kasih Sayang bersama dia,
Semua telah ku jadikan Doa,
Agar engkau selamanya Bahagia,
Walau kita tercipta bukan untuk bersama.
Bila Angan ini terkabulkan,
Aku yang akan menjadi pilihan,
Semua kasih Sayang kan ku berikan,
Walaupun nyawa ini ku Korbankan,
Dalam membuktikan Arti Kesetiaan.
By : LUmbang Kayung
-------------------------------
# AKU MASIH MENUGGU #
Puas ku menunggu,
adakah kau disini,
Menemani ku,
Membuang Sepi,
Melepas rasa Rindu.
Ku Pandang Ruang Maya,
Menanti Nyanyian Merdu,
Tiupan Angin pun seakan berkata,
Mungkinkah kecewa kan Menyapa ku,
Dalam menanti Bayangan nya menjelma.
Kian Lelah ku bersama Waktu,
Menanti nya hadir Menemani,
Di Dermaga Lautan Biru,
Dengan harapan yang semangkin Sunyi.
Masih Dapat ku bertahan,
Menanti nya sepenuh Hati,
Biar pun dilanda Kegelisahan,
Camar2 menemani dan Bernyanyi,
Menemani sebuah Penantian.
By : LUmbang Kayung
----------------------------
# CITA CITA DI ANTARA PENDOSA #
Inilah Hidup di Bumi,
cita2 tentang Hati,
Bukan di jadikan Mimpi,
Dan Bukan Mereka yang memberi.
Karena Keyakinan yang kan menjadi Bukti.
Berhati2 dalam Melangkah,
Terjatuh jangan lah Pasrah,
Walupun sesekali tubuh menjadi Basah,
dalam menghadapi semua Kisah.
Banyak yang akan mencari Kesalahan,
Di saat diri menuju Kesuksesan,
Kala itu mereka ingin menonjolkan,
Diri mereka yang tak dapat melakukan,
Apa yang Bisa kita Lakukan.
Bayangkanlah dalam Perang,
Berbagai Cara mereka akan lakukan,
Bahkan menjual rasa Kasih dan Sayang,
Asalkan bisa menjadi Sanjungan.
Teruslah Meraih Cita2,
Walaupun Badai Melanda,
Diantara Iri dan Dengki Merdeka,
Yang kan membuat yang lainnya Sensara,
Besama Cita2 Para Pendosa.
By : LUmbang KAyung
-------------------------
# KEMANA PERGINYA CINTA #
Hari Berkabut di Waktu Pagi,
Batasi pandangan Mata ku ini,
Embun2 pun membasahi,
Setiab Langkah2 Kaki,
Dalam mencari Niat di Hati.
Lelah Seakan tak Berati,
Menelusuri setiab Perjalanan,
Sampai saatnya Nanti,
Persinggahan Hati di temukan,
Yang kan Mengisi Hari ku yang Sepi.
Kini Mawar di dalam Genggaman,
Entah kepada siapa kan di berikan,
Sedangkan menemani ku Hanya Lamunan,
Apakah sampai nanti Mawar ini Layu di Tangan,
Bersama Senja yang kan Hentikan Harapan.
Ku Pandang Sepasang Merpati,
Bercengkrama dari Dahan ke Dahan,
Lalu terbang kembali Menikmati Hari,
Yang Menambah Hancurnya sebuah Perasaan,
Persaan Hati ku ini yang telah lama Sepi.
Kemana perginya Cinta yang ku Puja,
Apakah telah Musnah untuk selamanya,
Dalam Kemarau Hati yang kini melanda,
Bersama Usia ku yang semangkin Senja,
Hingga Nanti Waktu ku Menutup Mata di atas Dunia.
By : LUmbang KAyung
-------------------------
# HARAPAN DI TENGAH GELOMBANG #
Karang2 yang Tajam,
Menikam mengancam,
Di saat Siang dan Malam,
Perahu pun kian tenggelam,
Ingatkan ku kenangan Silam.
Entah apa yang Terjadi,
Semua ku harab menjadi Mimpi,
Yang tak lagi Menyakiti,
Hingga ku dapat Berlari,
Menepi dan Jauh Pergi.
Aku Ingin pulang,
Hindari Angin yang Kencang,
Karena Laut tak lagi Tenang,
Camar pun kini telah Menghilang,
Hilang tampa Bayang2.
Berikan aku Kesempatan,
Masih ada yang Menantikan,
Kepulangan ku bersama Harapan,
Membawa Rejeki darimu Tuhan,
Di dalam sebuah Senyuman.
Dapat kah aku kembali,
dari Luasnya Lautan ini,
Di saat menghadapi Gelombang Badai,
Dan ku Hilang tak kembali lagi.
By : LUmbang KAyung
------------------------------
# GEJOLAK RINDU #
Di sini aku Termanggu
Pada tepian Rindu ku
Dalam Renta detak Waktu
Di lamun bayangan Rindu,
Kian usang Bayangan Cumbu mu.
Ah,,,
Lamunanku kian parah,
Rindu ku tak kunjung Sudah,
Kadang di dalam Rebah,
Aku Menjadi Gelisah,
bersama Jiwa yang semangkin Gundah.
Entah harus bagai mana lagi,
Ku melerai Kerinduan ini,
Sedangkan Jiwa yang Menanti,
Bernyanyi dalam Sepi,
Menari di antara Mimpi.
Ku Sadar akan makna Cinta,
Tercipta Mulia di Dunia,
Di mana ku dapat Bermanja
Yang kan membuat diri ini Bahagia,
Namun Jarak dan Waktu kian Menggoda.
Biar ku nikmati Kerinduan ini,
Bersama Sepi dan Mimpi2,
Dalam menanti setiab Janji,
Hingga nanti kita bertemu Lagi,
Menyemai Rinduan yang kian menyiksa ini.
By : LUmbang Kayung
-----------------------
# YANG AKU INGINKAN #
Ingin ku Ukir nama mu,
Di Bundaran Cahaya Rembulan,
Biar BIntang2 akan Tahu,
Bahwa Kau Cinta dalam Harapan,
Yang Membuat ku selalu Merindu.
Ingin ku Berteiak Lantang,
Diantara Celah Berbukitan,
Biar Gema Suara ku Menggoncang,
Mungusik burung2 dan Pepohonan,
Bahwa Kamu yang yang ku Sayang.
Ingin Ku taklukan Samudra,
Diantara Karang2 yang Tajam,
Biar Angin tak dapat lagi Mendera,
RAsa Cinta ku Yang semangkin mendalam,
Dan rasa Gelisah ini tak dapat lagi menyiksa.
Ingin ku terbang ke Alam Nirwana,
Walau pun sayab ku nanti menjadi Patah,
dan kepada Dewa Amor ku Berkata,
Bahwa Hatiku telah Bersumpah,
Untuk Menjaga mu di Dalam Suka dan Duka.
Hanya kepada mu ku meminta,
Untuk selamnya selalu Seiya Sekat,
Menjadikan Cinta ini Hingga Sempurna,
Bersama Indahnya Rumah Tangga,
Di dalam Ikatan Cinta yang Mulia.
By : LUmbang KAyung
----------------------------
# DERITA PENGUNGSI SINABUNG#
Debu2 masih bertebaran,
Muntahan dari setiab Letusan,
Pengungsian pun kini seakan2,
Tak lagi berikan sebuah Jaminan,
Tentang pentingnya arti Kehidupan.
Kemana lagi akan di Cari,
Kesehatan yang kini di nanti2,
Sedangkan Sang Doter2 telah pergi,
Seakan tak pedulikan anak2 Bumi Pertiwi,
Pergi hanya untuk Kepentingan Sendiri.
Ku makan apa yang ada,
ku rasakan Sakit yang Mendera,
Debu2 pun telah menyiksa di Dada,
Gemuruh Sinabung kian mengusik Telinga,
Sedang kan Para Medis tak lagi ada.
Apa yang kan terjadi di Nusantara ini,
Apakah kami di pengungsian ini Bukan Manusia,
Hanya menunggu dan Menanti,
Sang Dokter kembali dari Perangnya,
Perang tentang Hilangnya Nyawa Manusia.
Haruskah kami menunggu tubuh ini terbungkus,
Tertanam bersama kekecewaan,
Diantara Harpan yang kian Tandus,
Di Lahab Sinabung yang kian mengundang Kematian.
By : LUmbang KAyung
Langganan:
Postingan (Atom)






