Jumat, 21 Juni 2013

TERKAPAR

Bara lalu keletatu membelenggu
awan hitam riuh mengganggu
pilu, suara jeritan menyayat berpacu
waktu-waktu yang berlalu

hitam puisiku
wajah garang, dendam terbakar
oh negeri-negeri yang di aneksasi
negeri-negeri 1001 malam yang terkapar

peluru-peluru berdesingan
bak hujan begitu deras di jatuhkan
kematian hanya menunggu panggilan

Oleh : Yan Mintaraga
Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar