. JENDELA PUISI: DI PANTAI SENJA YANG HITAM
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 25 Maret 2017

DI PANTAI SENJA YANG HITAM


Dulu kita pernah menjadi kami dari satunya hati
Yang dinamakan kekasih
Sekarang hanya ada aku dan dia tanpa ada kata
Kami seperti dulu lagi
Aku mengerti bagaimana rasanya daun hatiku getas dan rapuh

Kupandang laut di kejauhan ada perahu kayu
milik nelayan berbaris cukup rapi
Ombak berdebur berkejaran ingin berlomba
menepi mencumbu pantai
Lumba-lumba enggan menarikan siripnya
Karena keruh akan buih menghitam
Seperti hitamnya nuansa jiwaku
" Aaahhhh..." Desahku makin menghimpit rasa
" Bagaimana caraku melupakan cinta ini ?"
Gejolak hati dalam seribu tanya
Problema
Menghantui langkah-langkah

Aku sungguh tidak tahu
Ternyata kami telah mengakhiri hubungan berkekasih
Aku hanya diam
Berpikir logis menyikapi hidup

Di dunia ini kita ditemukan dengan orang-orang
Yang membuat kita bahagia
Juga sebaliknya
Namun satu yang pasti,
Mereka dikirim kepada kita selalu dengan satu alasan
Agar kita belajar berkasih sayang
Belajar melupakan
Terbiasa
Meski kadang tak berhasil untuk itu semua

Aku kembali menatap senja di ujung cakrawala
Siluet indah tak lagi seperti pelangi
Sore berganti senja
Nuansa yang tadinya sedap dalam pandangan
Kini seakan menjadi hambar
Namun, aku belajar untuk tetap menikmatinya.

Cepu 16/3/2017
By Retno Rengganis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar