. JENDELA PUISI: Cerpen: SURAT CINTA DARI SEBERANG
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 20 Februari 2016

Cerpen: SURAT CINTA DARI SEBERANG


" Kenapa ayam sudah berkokok? " Ema tercari-cari jam tangan yang diletakkannya di bawa bantal sebelum tidur tadi.

"Oh rupanya sudah jam 2.15 pagi. Rasanya aku awal tidur tadi. Selepas Isyak mata sudah memeluk lena. Tapi kenapa pula terbangun di waktu- waktu begini. Untuk melenakan kembali mata yang sudah terkejut lebar ini, terasa sukarlah pula." Ema berkata-kata seorang diri.

Tiba-tiba Ema teringat pada sepucuk surat yang diterimanya tadi petang. Dia belum sempat membukanya kerna begitu sebuk melayan pelanggan di gerai kopinya, Pesorong Kam. Gerai Pesorong Kam baru dia buka seminggu yang lalu. Walau gerai itu belum begitu lengkap dengan keperluan asasnya, tapi pelanggan sudah ramai yang mahu singgah untuk menikmati kopi tumbuk asli yang wangi dengan jagung bakar dan jagung kukusnya.

Perlahan-lahan Ema bangkit dari pembaringan, menuju ke meja solek tempat dia meletakkan surat tadi. Ema mengambil gunting kecil yang terletak di atas meja itu juga, lalu menggunting hujung surat itu. Sebelum membuka lipatan surat yang sudah lama ditunggu-tunggunya itu, Ema menutup matanya seketika, cuba mencari kekuatan diri, kerna dia tahu surat itu akan membawa berjuta kesedihan pada rongga-rongga hatinya. Dengan didahulukan lafaz Bismillah, Ema mula membaca surat itu.

Asalamualaikum wwb .

salam sayang,
salam cinta,
salam rindu..
Forever......... for you kekasihku.

Testimoni cintaku

Seiring berjalannya waktu hingga saat ini, aku masih kekasihmu.

Setahun lebih sudah aku nokhtah cintaku kepadamu..
betapa sulitnya aku mendapatkanmu, dan betapa lebih sulitnya aku menjaga hubungan ini berbagai cabaran aku lalui. Aku tetap memilihmu..
dan itu berdasarkan kesucianku cintaku dan kesungguhanku terhadapmu.

Liku liku jurang terjal jalan berbatu aku hadapi demi keutuhan perjalanan kasihku untukmu.

Ingat, sebuah kesungguhanku padamu.. memang aku ingin selalu menghantar surprise paket untukmu tanpa mama minta.. dan itu bukti kesungguhanku mencintaimu.. dan tak terpikirkan dalam hidupku untuk buat pasport.. hanya dengan mengenalmu dan mencintaimu serta ingin memilikimu aku berusaha bagaimanapun untuk buat paspor..

Aku bangga mencintaimu..
kau yg telah merubah pribadiku dan kedewasaanku tentang cinta. satu catatan kau mampu menerimaku sedangkan aku beristri.. kau mau menerimaku..
aku sangat mengagumi ketulusan mencintaiku..

ingat dan ketahuilah di dunia maya fb ini. memang banyak dan ramai godaan ku hadapi.. aku tetap memilihmu sampai saat ini
sudah banyak aku blok rakan2 demi menjaga hubungan ini dan setiaku memilikimu.

Mesti pada saat ini aku mengatakan yg sesungguhnya kepadamu,
apa yg telah berlaku dari rasa cintaku terhadapmu pad saat ini yang aku tak seperti dulu lagi.

ketahuilah.. ini yg sebenarnya ada dalam persoalanku terhadapmu.
mama,, kehidupanku tak seperti dulu lagi.. dulu aku berjaya dalam niaga.. namanya niaga ada untung ada gagal.
sekarang aku mengalami kegagalan dalam merintis kembali gerai usaha pakaian yg dulu aku pernah berjaya dan punya banyak anak buah/karyawan yg aku handalkan.. skrg hidup tak seperti dulu lagi. Modalku habis menutup hutang ke china bekas bosku.. dia tak lagi memberikan kepercayaan terhadapku.. karena ekonomi di indonesia tak menentu.
dan lebih parah lagi.. sisa hutang2 dari anak buahku tak ada yg mengembalikan modalku dan adik perempuanku lima bulan yg liwat pinjam uangku. Dan itu modalku untuk buka niaga kembali. Dia untuk beli mobil avanza.

dan uang itu ada dibayar separuh..
Abg sudah menabung tanpa isteri ku tahu.. untuk bekal menemuimu nanti.. uang itu kini habis buat pulang kekampung tengok ibuku sakit dan biaya berobatnya.

kini aku.. belajar berjualan kecil2an di pasar. Demi mencukupi kebutuhan biaya hidupku dan tanggung jawabku sebagai kepala rumah tangga.

Itulah yang membuatku lelah dan sering bermenung sendiri memikirkan hubungan ini.. semuanya dengan uang hubungan ini terlaksana realiti..
bukan karena aku hambar karena aku punya selingkuh dg perempuan lain.. itu tak ada sama sekali. Ikrar cintaku adalah komitmen hidupku terhadapmu..
karena kaulah kekasih yg terakhir yg aku cintai.

satu catatan.. pahamilah ma..!
aku mengatakan yg sejujurnya soalan hidupku padamu.. bukan aku meminta sesuatu belas kasihanmu TIDAK...
justru ini kejujuranku..

memang dulu sekiranya aku berjaya dalam niaga sampai saat ini.. aku ingin menokhtah cinta ke penghulu denganmu.. apapun itu cabarannya nanti akan aku hadapi..
tapi kini rasanya aku sulit mewujudkan impianku denganmu.. karena membutuhkan uang yg cukup untuk menemuimu..

Niagaku gagal.. aku tak bisa mewujudkan nokhtah itu. Karena memang hidupku payah kini.

Sebelum nanti aku telah jauh melangkah mengantung harapan cinta terhadapmu.. aku tak kunjung menemuimu membuktikan cintaku terhadpmu.. kita keburu tua.. kau tak bisa menikah dengan pilihan atau takdir jodohmu yg sesungguhnya. Bisa2 aku berdosa nantinya mengantungmu harapanmu.. aku tak mau itu terjadi.
ini bukan aku lari dari kenyataan dan ini aku kisahkan sama mama adalah demi kebaikanmu jua nantinya.
untuk memilih pilihan hidup yg bisa membahagiakanmu..

hidupku susah kini.. .
tak mungkin rasanya menikah dgnmu. Karena semuanya dengan uang apalagi perjalananku antar negara.

Ini aku hantarkan isi hati janjiku semalam.. adalah berdasarkan fakta hidupku.. bukan aku tak mencintaimu.
tiada yg bisa mengantikan perempuan lain dlm hidupku.. sudah aku fikirkan masak2 dengan resiko ikrarku itu. Tetap aku berjanji kau yg terakhir dalam hidupku.. dan janji untuk memilikimu adalah karena keadaan hidupku yg susah sekarang tak punya uang lagi..
bukan aku mengkhianati cintamu.
Ingat, cintamu tak akan aku hapus dalam hidupku.. cintamu akan aku pusarakan seumur hidupku..
ingat cinta dunia maya bukan mainan.. ini karena proses panjang dan membutuh biaya besar juga bagiku saat ini mengumpulkan uang memenuhi semua kebutuhan hidup.

bila dalam fikiran mama.. tak lagi memungkin hubungan ini di teruskan.. karena keadaanku yg susah.. abg silahkan mama buat keputusan.. walau itu berat sekalipun aku terima dan mama putuskan kedua kalinya hubungan ini dengan lapang dada aku redho itu mama lakukan.

Abg tetap mendoakanmu bahagia dengan pilihanmu nanti..
walau abg akan tetap cinta

" Ah! Teganya kau menjadikan alasan hidup mu susah, perniagaan mu merosot, kerna itu konon tidak mampu menunaikan ikrar janji mu. Kenapa tidak mengakui saja kenyataan yang selama ini kau cuma sekadar memberi harapan? " Desis hati Ema di akhir membaca surat dari seberang itu.

Namun Ema tidak mampu mengawal tanggisan rasa sedihnya yang bercucuran dari kolam matanya. Buat seketika Ema melayan tanggis hatinya. Baginya biarlah ini kali terakhir dia menanggis buat seorang lelaki seperti itu.

Dalam sedu sedan yang masih berbisik di rongga hatinya, Ema cuba mengingat kembali detik-detik perkenalan dia dengan lelaki itu.

Di awal salam dari tersalah membuat panggilan dari si lelaki, telah menyebabkan panggilan berterusan dan menjalinkan hubungan yang berpanjangan, hingga melahirkan luahan rasa cinta lelaki itu kepadanya, semua seperti wayang yang diulangtayang balik di menda Ema. Waktu itu entah kenapa Ema boleh terbuka hatinya menerima cinta Amirul, pada hal sebelum ini dia sudah cukup mengelak dengan cinta seorang lelaki yang sudah beristeri. Mungkin kerna ikrar janji Amirul yang kelihatan bersungguh-sungguh ingin datang menemuinya untuk mencantumkan ikatan menjadi sah.

" uh! Aku juga yang begitu bodoh. Mengapakah tidak terfikir oleh ku bahawa Amirul bukan bersungguh dengan ikrarnya. " Ema teringat gurauan Amirul selalu kepada nya, " kalau aku tidak punya isteri, pasti aku sudah datang bertemu dengan mu." Sebenarnya kata-kata Amirul itu adalah kata kunci bahawa ikrarnya itu hanya sebuah harapan maya.

Emma ingin membalas surat Amirul.

Walaiumsalam abang.
Moga diri mu dan keluarga mu di sana bahagia hendaknya. Terima kasih banyak untuk surat mu itu. Aku ini mudah saja memahami. Jika benar kerna susah mu kau tidak mampu menunaikan ikrar mu, aku tidak memaksa mu untuk melaksanakannya. Malah dari dulu aku sering menasihatkan mu, jangan paksakan diri untuk menemui aku, jika akan menyusahkan diri mu. Tapi sayang, kau juga yang terus memberi harapan.

Jika benar kau pernah mengumpul duit yang tanpa pengetahuan isteri mu, lalu kau pinjamkan ke adik mu dan selebihnya yang lain untuk buat ziarah dan obat ibu mu yang sakit, aku amat menghargai usaha mu itu. Tidak apa, lakukan yang terbaik dulu buat keluarga mu.

Namun satu perkara ingin aku katakan pada mu, jika suatu waktu aku sudah hilang dari radar pengelihatan mu, bukan bermakna aku menjauh kerna kau lelaki yang susah atau miskin seperti kata mu, tapi kerna aku sedar kau tidak akan pernah menunaikan ikrar janji mu, kerna kau ada isteri mu yang begitu setia menemani mu. Sesungguhnya dialah kekasih realiti mu, cinta mu yang satu hingga akhir hayat mu. Itu kata mu.

Sebelum ku akhir catatan ini, mohon halalkan setiap pemberian mu kepada ku, walau cuma sekelumit kasih sayang dalam Maya. Maafkan setiap tutur kata yang mungkin pernah terkasar luah.

Sesungguhnya cinta itu adalah sebuah kenangan manis, kerana selama aku mengenali mu, aku telah belajar menukar yang pahit menjadi manis.

Terima kasih banyak abang untuk segalanya.
Ema.

Kabur sudah pandangan Ema. Kesedihan membelenggu segenap jiwa raganya selepas menulis surat itu.

" Oh! Berlalulah cinta manusia. Aku ingin cinta Allah yang kekal untuk selamanya," pujuk Ema pada hatinya.

..... T A M A T. ....


CERPEN: SURAT CINTA DARI SEBERANG
Karya/Penulis : Ros Maya


sesiapa baik yang hidup atau
sudah mati. Ia cuma illusi
. penulis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar