. JENDELA PUISI: DIAM KU
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Selasa, 10 November 2015

DIAM KU



Bila nasihat tak lagi berarti,
maka diam adalah caraku melawan.

Aku biarkan siapapun menikam diriku dengan belati prasangka.
Aku takkan membalas sedikitpun.

Akupun tak perduli dengan orang yang selalu menabur benih kebencian dihati manusia agar mereka memusuhiku.

Iya .. aku tak perduli..
Aku biarkan ia berbuat curang dibelakangku.
Aku biarkan ia berbuat sesukanya..
Aku biarkan hingga ia dihantui oleh rasa dengkinya..
Aku biarkan hingga ia menelan pahit benih yang ditanamnya sendiri.

Aku diam ... Begitulah caraku menang.
Aku diam....Begitulah caraku bersabar
Aku diam...Begitulah caraku menjadi tegar.
Aku diam... Karena tak semua orang layak tinggal dalam memoriku.
Aku diam...Karena tak semua orang layak tinggal dalam api dendamku. Aku tak boleh menjadi manusia pendendam.
Aku diam... Karena Allah sebaik baik Pembela bagiku.

Oleh : Nur Aini Natakusuma
Aku & Diaryku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar