. JENDELA PUISI: IBUKU ADALAH SURGAKU DAN NAFASKU
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 14 Mei 2015

IBUKU ADALAH SURGAKU DAN NAFASKU


Dan telah Kami wasiatkan kepada manusia (agar dia berbakti) pada kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. (QS. Luqman : 14)

Aku dulu bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa...
Dari perutmu-lah aku memulai kehidupan.
Sesungguhnya aku berasal dari air yang hina.
Yang setiap orang merasa jijik...
Tapi di perutmulah ku mulai berubah.
Ku menjadi segumpal darah, segumpal daging…
Dan akhirnya terberbentuk seorang bayi yang lucu.
Di perutmulah ku mulai dihargai…
Aku mulai disayang, dibelai dan diharapkan kehadirannya.
Ku rasakan belaian kasih sayangmu.
Ku dengarkan doamu untuk kebaikanku.
Oh Ibuku...
Kau bawa aku kemanapun pergi..
Kau mulai tidak bebas bergerak dan bertambah berat...
Tapi kumerasakan hatimu semakin bahagia...
Kumerasakan aku semakin disayang...
Aku semakin sering dibelai...
Aku juga sering mendengar ceritamu...
Aku juga sering diajak bercanda dengan tendangan kakiku.
Oh Ibuku...
Setelah umurku 9 bulan lebih
Saat aku ingin keluar melihat dunia...
Ku dengar rintihanmu...
Ku dengar rasa sakitmu yang sangat...
Engkau mengaduh dan mengatur napas menahan sakit yang sangat...
Dan akupun mulai berontak ingin keluar
Dan Engkau semakain mengaduh menahan sakit.
Alhamdulillah aku bisa melalui lubang sempit yang tidak masuk akal
Aku keluar bersama dengan air ketuban dan cucuran darah...
Ku dengar Engkau berteriak menahan sakit...
Tetapi kemudian setelah mendengarku menaangis dengan kencang..
Engkau malah bersyukur dengan raut muka yang sangat bahagia.
Oh Ibuku...
Setelah ku dibersihkan dan diberi pakaian dan selimut.
Ku mulai merasakan dingin, tapi kau dekap aku...
Ku mulai merasakan lapar, kau beri aku susumu, dari daging dan darahmu.
Saat aku takut dan kaget kau peluk aku dengan sayang sehingga akupun tenang.
Semakin hari kau semakin menyayangiku.
Bahkan saat aku buang air kecil dan air besar...
Kaupun mengganti popokku dengan senyuman dan bercanda...
Bahkan aku diberi ciuman.
Oh ibuku...
Setelah sebulan umurku...
Sayup-sayup aku mulai mengenal wajahmu..
Wajah yang penuh ikhlas dan kasih
Wajah yang sabar dan keibuan...
Wajah yang selama ini telah menyayangiku...
Oh ibuku...
Hari berganti hari..
Tahun berganti tahun...
Aku semakin besar...
Dan sekarang baru ku sadar...
Betapa banyaknya dosaku padamu oh ibu...
Saat kau suruh membelikan sesuatu...
Aku tidak mau karena sedang asyik nonton.
Saat kau nasehati aku...
Aku tidak mendengarkannya dan bergumam...
Cerewet amat sih ibu...
Bahkan saat aku bertengkar ...aku pun pernah berkata agak keras seakan membentakmu...
Oh Ibuku...
Baru kali ini ...
Setelah sekian lama...
Setelah ku melihat ibu ibu yang lain melahirkan....
Setelah ku mempunyai anak satu demi satu...
Ku baru sadar begitu besar perjuanganmu
Begitu tulus kasih sayangmu...
Tapi ...
Aku merasa belum berbuat banyak untukmu...
Saat ku kecil disibukkan dengan mainanku
Saat ku ABG aku asik dengan teman-temanku
Disibukkan dengan belajar.
Saat ku dewasa disibukkan dengan tugas-tugas kuliah.
Saat aku lulus dan mendapat pekerjaan aku langsung pergi jauh meninggalkanmu
Hasil gajiku hanya sedikit yang ku kirim untukmu.
Karena aku mulai membiayai keluargaku...
Aku belum banyak berbuat untuk membahagiakanmu...
Walaupun engkau tidak mengharapkan itu.
Tapi aku tidak mau Engkau ’pergi’ meninggalkanku
Dan aku belum memenuhi impian-impianmu kepadaku.
Dan di hari ini...
Ku ucapkan TERIMA KASIH ibu...
Aku tak bisa memberi apa-apa...
Hanya do’a dan mengikuti ajaranmu
Agar kelak Engkau menjadi bidadari Surga dan pahala mengalir selalu ..
Karena jasamu tiada terbalas.
Semoga engkau mau memaafkanku atas dosa-dosaku
Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu
Ya Allah Ya Robb... jagalah Ibuku selalu.... Ibuku adalah wanita yang sangat ISTIMEWA..... takkan ada yang bisa memberikan CINTA, KASIH SAYANG selain ENFKAU dan IBUKU pada diriku. aku sangat MENCINTAIMU IBU.... janganlahkau menitikkan setitikpun AIRMATA KESEDIHAN .... tersenyumlah selalu untuk anak2mu IBU.

I LOVE YOU SO MUCH!
heart emotikon
Oleh : Nur Aini Natakusuma
9 Mei 2015 pukul 13:12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar