. JENDELA PUISI: GUBUK MUNGIL TEPI PANTAI & RUANGAN FACEBOOK
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Rabu, 17 Desember 2014

GUBUK MUNGIL TEPI PANTAI & RUANGAN FACEBOOK


Tahun 80-an, “Kembang Langit” hanya nama sebuah gubug mungil di sudut ladang tepi pantai dimana sekelompok anak muda sering bertemu, berdiskusi bagaimana menulis di media massa [koran dan majalah]. Ada Yosef Budiarto, Imam Aspuri, Imam Santoso, Imam Prabowo, Lanang Setiawan, Momon Tarmono, Fauzi Robbani, Sulistyo, Wantoro S. Karya, Qomaruddin Assa’adah dan puluhan anak muda lainnya yang sebagian besar lulusan SPG [Sekolah Pendidikan Guru].
Waktu melesat begitu cepat dan zaman pun mengantar mereka menemukan jatidirinya masing-masing. Patut disyukuri bahwa para sahabat “Kembang Langit” mayoritas menjadi orang, setidaknya menjadi guru, kepala sekolah, pengelola pondok pesantren, dan tidak sedikit pula yang menjadi penulis “tulen” seperti Lanang Setiawan yang sudah menerbitkan puluhan novel.
Sekali waktu para sahabat “berpangkat” dan sejumlah seniman tulen singgah di gubug mungil yang berada di sudut ladang, mungkin sekadar bernostalgia atau menengok “penghuni” Kembang Langit bernama Qomaruddin Assa’adah yang telah menemukan dirinya sebagai petani di kampung.
Tahun 2012 "Kembang Langit" mencoba merambah ruangan Facebook, membuka GRUP SANGGAR KEMBANG LANGIT. Maksud dan tujuannya tidak lain “menjaring” sahabat baru, sahabat para penulis atau siapa saja yang menyukai dunia literasi. Dari sekadar coba-coba ternyata mendapat sambutan yang luar biasa. Dan pertengahan 2013 mulailah menggelar event menulis bersama dan antologi tunggal hingga menghasilkan 12 buku antologi puisi, cerpen dan novel, diantaranya: “Menuju Jalan Cahaya”, “Ziarah Batin”, Wakil Rakyat”.
“Kembang Langit “ masih berada di tepi pantai. Meski tidak semeriah dulu ketika kami masih remaja, tetapi gubug mungil itu masih tetap eksis, asyik dan nyaman untuk berteduh mengeringkan keringat sambil menulis……
Saat ini, “Kembang Langit” akan menerbitkan Novel “Mencoba Tidak Menyerah”, “ Bukan Impian”, “Lembaran Gerai Formosa”, “Genderang Cinta Nia”, “Noktah Merah”, “Romansa Pahlawan Devisa”, dan antologi puisi “Zikir Mawar” karya KH. Fauzi Robbani, antologi puisi “Suara Anak Negeri” karya para sahabat Grup Sanggar Kembang Langit.
MOHON DOA RESTU

Salam Takzim
Qomaruddin Assa'adah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar