. JENDELA PUISI: KETIKA BUDAYA TERCABUT DARI AKARNYA
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 15 November 2014

KETIKA BUDAYA TERCABUT DARI AKARNYA



Ketika budaya sudah tercabut dari akarnya, anak bangsa ini menjadi gamang, terombang ambing dan melayang antara bumi dan langit. keramah tamahan yang dulu kini menjelma menjadi marah-marah, kepedulian yang dulu kini berobah tidak mau tau dan harga diri tidak lebih mahal dari sebungkus rokok. saatnya kita harus gelisah,kalau boleh meminjam kata-kata bijak almarhum ws. rendra siburung merak," orang-orang harus dibangunkan, kenyataan harus dikabarkan" dan yang terjaga dan masih bersikap siaga beramai-ramai memukul kentongan bertalu-talu, agar semua makhluk tersadar bahwa kebersamaan jauh lebih penting dari sikap keakuan dan arogansi yang kini justru sedang mengakar. ketika budaya sudah tercabut dari akarnya, mari kita hujamkan niat sedalam-dalamnya, bahwa hidup punya titik pemberhentian, sebelum lembar buku ditutup dan nyala pelita dipadamkan, sebaiknya kita wariskan sebuah catatan, bahwa doeloe bangsa ini begitu akrab, sehingga gunungpun bisa dipindahkan. wasssalam !

Oleh : Asrial Mirza
Kisaran,Sumatera Utara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar