. JENDELA PUISI: Mei 2013
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 30 Mei 2013

HANYA RAYUAN MU

Riuh Suara Sorakan,
Bak Tentara Dalam Kemenangan,
Ceritakan Semua Kemuliaan,
Janjikan Harga Kehidupan Insan.

Namun Hati ini selalu bertanya,
Apakah ini satu Kemenangan,
Dari Kerakusan Atau Kemuliaan,
Demi HArapan Mencapai Impianmu.

Kadang Dirimu Berkata,
Kita Hidup bagai tak berharga,
Kita Hidup dalam Kelaparan,,
Kita Hidup Dalam Tangisan,
Dalam Kabinet yang Membingungkan.

Sedang Kata mu itu Hanya Sepintas Ucapan,
Untuk Simpati dan Tujuanmu,
Dalam Mecapai Harta dan Kekuasaan,
Agar hidupmu Tak Terkalahkan.

By LUmbang KAyung

PUISI UNTUK AYAH YG T'LAH TIADA

aq tak ondak hujan d panah nyo hati q
karono sudah ado dirimu yg manjadi panyojuk hati q

aq tak butuh mentari tuk menghangat kan jiwaq karono kw mentari kehidupan q

di sa at aq manangis kw lh yg mangusap air matoku mambagi nasehat buat q

tp sakarang aku harus bisa tabiaso tanpa kaw yg bagitu q sayangin

AQ SAYANG AYAH SALAMONO
WALW KW MATI DI MATOKU TPI TOTAP HIDUP D PIKIRANQ
DOA Q MOGA AYAH DI TOMPAT KAN DI TOMPAT YG PALING TINGGI

Oleh : Mansah
Tanjungbalai,Sumatera Utara

CERITA DAN PUISI : DENGARLAH SUARA KAMI

Lalu apa bung setelah kemenangan partai mu ini?
yang kau raungkan ke penjuru nusantara
yang kau banggakan kesholehan semua angpota partaimu

kami tak tahu apa bung yang kau rencanakan pada republik ini
kami semua tak mengerti dengan semua rencana
pendek atau panjang, bila nanti kau kalah atau menang

jangan kami kau beri janji muluk dan indah
bila bertolak belakang dengan realitanya

kami semua memang bodoh
tapi jangan kau terus saja membodohi kami

tetapi kami punya TUHAN
yang selalu mendengar jerit hati kami
kami yakin TUHAN kita sama
yang akan menegur dan mengazabmu bila kau berdusta

kami siap berdiri dibelakangmu
mendukungmu, apa saja
asal kau bukan pemimpin gila harta
yang gemar wanita muda
hura-hura
menghamburkan uang negara

karena negeri ini merdeka
bukan untukmu dan orang-orangmu saja
tetapi untuk seluruh rakyat INDONESIA

Oleh : Jaka Malela
Jakarta

SEKEDAR PUISI

Oh.. Hidupku yg penuh dengan derita!
Kapan ini berakhir?
Aku lelah...
Aku kalah...
Aku menyerah.....!

Oh.. Duniaku yg kejam!
Tidakkah kau dengar teriakanku?
Aku jenuh...
Aku bosan...
Aku muak....!

Oh... Tuhan penguasa semesta!
Ampuni aku bila aku lancang...
Aku ingin mati...
Aku tidak kuat lagi...
Kecuali Engkau mematikan rasa cinta dalam hati...
Rasa cinta yg mengakibatkan derita ini..

Oleh : Srymasta Sinulingga
Medan,Sumatera Utara

BILA PECINTA ALAM JATUH CINTA

1. Bila anak PA jatuh cinta, jangan harap ada setangkai bunga apalagi edelweiss seperti adegan sinetron.

2. Bila anak PA jatuh cinta, sulit melahirkan kata kata manis yang sifatnya puitis, sedang lokasinya tidak di alam bebas. Kalaupun ada itu pasti dirancang. Yang ada malah pembicaraan yang ngalor ngidul apa adanya.

Sulit mengungkapkan perasaan, itulah mereka.

Pencinta Alam tidak terbiasa dengan hal hal romantis. Harap digaris bawahi, tidak terbiasa. Jangan salah tebak. Tidak terbiasa bukan berarti tidak bisa.

Pertanyaannya adalah, apa yang mereka lakukan bila jatuh cinta?

Hal yang pertama kali dilakukan. Cerita ke teman temannya sesama Pencinta Alam, itu yang pasti. Ini jelas berbanding terbalik dengan pada saat dia ada di depan seseorang yang dicintai.

Berikutnya, pergi ke tempat yang dianggap indah. Entah itu mendaki gunung atau kegiatan lain yang sifatnya petualangan. Tujuannya mudah ditebak, menarik simpati dari pujaan hati.

Ada juga hal hal kecil lain yang kadang dilakukan. Misal, membuat sebuah taman berhias bunga bunga. Berharap si dia memandang hasil karyanya. Atau genjrang genjreng nggak jelas. Dan yang pasti, sejantan apapun penampilannya, lagunya tetap lagu cinta, haha..

Adakah hal termanis yang mungkin dilakukan? Ada dong. Saya beri satu contoh saja ya.

Mengajak pujaan hati keluar sekedar memandang bintang malam. Kemudian mengisyaratkan pada si dia untuk merentangkan salah satu tangannya ke arah langit sambil jari jarinya agak membentang. Tak lama kemudian berujar, "lihat, ada bintang di sela jarimu"

Paranetter, begitulah adanya dunia Pencinta Alam. Dibalik penampilannya yang liar dan dibalik hobinya yang ekstrim, ada tersimpan kelembutan di sana.

w.a.s
Salam Lestari...

Oleh : Wira Ara Sudibyo
Tanjungbalai, Sumatera Utara

PUISI DAN CERITA : ISKANDAR ZULKARNAIN (saat terakhir hidupnya)

Legenda tua mengatakan, Zulkarnain mangkat di usianya yang 33 tahun karena sakit hebat, padahal itu hanyalah akal-akalan dan tak masuk akal, bagaimana seorang maharaja besar penguasa 7 samudera dan 3 benua, mangkat hanya karena sakit malaria...

ini cerita sebenarnya....
*******

Suatu saat Zulkarnain sampai ke perbatasan China, dia menemukan suku manusia yang begitu ganas yang selalu ingin membunuh siapapun. mereka di kenal sebagai Yayuj dan Majuj.

Orang-orang beriman disana begitu lelah menghadapi hebatnya amukan kaum barbar itu, yang keluar dari balik sebuah gunung. Zulkarnain memohon pada Ilahi, untuk menyelamatkan kaum beriman tersebut, yang lalu di perintahkan untuk membuat sebuah pintu besar dari baja yang ketebalan begitu luar biasa. Setelah menyelesaikan pekerjaan itu, Zulkarnain merasa begitu lelahnya. Seakan nyawanya terhisap, seakan tak lama lagi dia akan mangkat.

Sore itu di dalam tendanya, yang menyerahkan darahnya untuk menyelamatkan seekor penduduk yang terancam kematian, saat itu sudah ada pengobatan melalui pembagian darah orang sehat pada orang sakit, dan dilakukan oleh tabib andalannya. Karena Zulkarnain merasa, bahwa dengan menyerahkan sedikit darahnya, orang yang ditolongnya itu, kelak akan menjadi penguasa yang bijak di wilayah itu.

Sore itulah, Zulkarnain melihat Izrail yang selalu siap itu datang padanya. Mereka tak pernah tua. Langit menggantungkan dacin pada tiang lapuk Neraka sejak cinta dibunuh. Timbangan terlambat. Telah tujuh zaman asap & api penyiksaan mengaburkan mata siapa saja.

Itulah Izrail, malaikat yang menakutkan, tapi di mata Zulkarnain, dia adalah lelaki lembut yang bertanya padanya : "Di manakah batas negara kita, Baginda? "Mungkin tak ada", jawab Zulkarnain. "Negara kita begitu luasnya, tapi untuk apa, toh bila mati, hanya 2 meter kali 1 meter saja yang kita butuhkan", ucapnya sederhana

Zulkarnain menunduk, matanya sembab basah, Ia hanya menahan perih di rusuknya karena belum lama tranfusi darah itu terjadi. Lalu Zulkarnain menyuruh masuk Izrail ke dalam kamarnya. keduanya berbicara seperti kawan lama, sampai fajarpun tiba..

Begitulah akhir khayat raja yang luar biasa itu, yang sering kita bayangkan raja yang baik hati itu tergeletak di lantai, memandang ke luar pintu, melihat debu sore dan daun-daun yang pelan-pelan berubah ungu. Ia ingin dunia lepas dan bebas dari kebodohan dan kekafiran.

"Ayolah, terbang. Aku telah memusanahkan semua musuhmu"
Zulkarnain ingin berkata pada dunia. Tapi suaranya tak terdengar. dia telah menutup matanya.....

Sementara itu, di sudut, lelaki yang ditolongnya menangis: "Tak ada Izrail yang datang yang datang dan mengubah adegan ini jadi dongeng!". Zulkarnain tersenyum, dia begitu bahagia, melihat bidadari cantik menyambutnya....

Zulkarnain hanya menutup matanya. Ia tahu bahwa Surga Firdaus adalah cerita yang benar adanya.

Oleh : Jaka Malela
Jakarta

REBAH

Kugenggam Air Mata Ditangan Yang Layu....
Tak Tertahan Sudah Hingga Menetes Dipinggiran Jari Yang Patah Tulang...
Ingin Hati Mengusap Dengan Sapu Tangan Putih...
Namun Air Tak Terbendung Sudah...

Jiwa Kini Hanya Menopang Dibatang Pohon Yang Kecil...
Bersandar Akan Getah Yang Akan Melukai Tubuh...

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara

DIPELUKAN REMBULAN

Letih Sudah Tangan Ini Menghubungi Sang Bulan...
Bulan Tetap Diam Dengan Senyuman Indahnya...
Apa Tangan Yang Kotor Hingga Bulan Enggan Menoleh...
Apa Tangan Yang Teramat Letih...

Langkah Ingin Rasanya Keperaduan...
Melelapkan Semua Yang Sudah Letih Bekerja...
Dan Mungkin Itu Yang Diinginkan Tangan...

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara

MALAIKAT YANG SELALU DIKENANG

Kau menjadi malaikat dalam hidup aku ..
Kau begitu mulia membesarkan aku ..
Kau menjadikan aku anak yang berbakti pada mu ..

Aku adalah orang yang selalu mendoakan mu ..
Aku akan selalu berbakti pada mu ..
Aku akan selalu Mengenang Mu sampai akhir ayat mu .

Oh .. Ibu .. Ibu .. Ibu
Itu adalah panggilanmu dari aku ..
Ibu yang telah melahir kan aku ..
Ibu yang sudah bertaruh nyawa untuk melahirkan aku ..

Ibu ..
Surga ada di telapak kaki mu ..
Ibu ...
Terimakasih atas semuanya ..
Ibu ..
Kau memang malaikat terbaik yang dititib Tuhan untuk aku .

Karya : Larasati Siagian
Dikirim Oleh : La Da Ol Part II
Tanjungbalai, Sumatera Utara

SEBERKAS SINAR DALAM PERJALANAN

kusunting melati putih nan harum.
tersemat dikalbu begitu syahdunya.
dalam perjalanan bergulat dengan waktu.
wangian semangatmu nan sejati bersama.
diatas luka dibawah derita.
didampingi onak berduri.
dihadapan hamparan kesejahteraan.
sambut jemari erat bersatu janji.
menapak tangga mahligai.
walaupun tiada kilauan emas permata.
seikat puspa harapan bercahaya.
seberkas sinar menerangi langkah ini.
hingga dibatas hayat semakin renta.
disitulah pemuncak hidup yang hakiki.

by : zharif
surabaya

NYANIAN DUKA REMBULAN

hembusan bayu malam melenakan.
dalam kesunyian bercanda sepi.
lambaian ilalang berirama melara.
nyanyian rembulan lagu sedih.
dalam penantian seribu janji.
masa demi masa dilalui.
kini suramlah seri wajah purnama.
kesiangan tak nampak indahnya.
terhalang sayap sayap awan.
tersingkir dari titian bermakna.
tertunduk kehampaan.

by : zharif
surabaya

CINTA TELAH BERPUSARA

dingin malam ini berteman sepi.
sendiri berurai airmata kenangan.
tangisan pun tiada lagi berguna.
kini kutelah jauh tertinggal pergi.
dan cinta telah berpusara.
terdiam dimenara bertabur kamboja.
tak akan kembali kembang yang mati.
termangu dalam kepekatan imaji.
untaian do'a suci mengiringi.
semoga damai disisi ilahi rabbi.
engkau bunga menjadi lambang cinta dunia.

by : zharif
surabaya

TERLENA CINTA SURGAWI

senyuman itu laksana pelangi senja.
terukir dikaki langit jingga.
hadir setelah gerimis mereda.
cahaya surya kembali rebah.
disebalik indahnya tertawan setitik lara.
menjadikan duka berhias airmata.
tercipta sejarah tinggalah kenangan.
punah impian berselimut fatamorgana.
dipecundangi oleh cinta surgawi.
tersadar dibawah mega hitam.
kembali dijalan ilahi rabbi.
itulah sejati yang hakiki.

by : zharif
surabaya

TITAH GUSTI PANGERAN WELAS ASIH KITA JALANKAN

Akulah Panglima SiGUMARANG,
trah ke tiga Kerajaan Sriwijaya,
lahir sebagai SANG MUHAM, Matahari yang menerangi Tanah Karo…

Aku berdiam di negeri Gunung Sinabung dan bermukim di beranda Gunung Sibayak….

Kepadamu Pangeran Jumbalang Tanah…
tebarkanlah Seribu kembang,
mengharumkan pesisir Tanah Andalas..
sebagai sesaji untuk leluhurku
siberu Sembiring muham…nini Datu PUTRI HIJAU…
agar syah berdirimu,
agar syah ucapanmu….

Kapan kata menjadi nyata, jika tak ada yang memulainya…
kabarkan pada penguasa nagari,
tentang kembalinya Pembawa Kasih….
Penggenapan atas ucap dan lakumu…..

Biarkan rintangan kuremukkan di dadaku..
atau kutebus dengan tetes darah terakhirku…
sudah saatnya kusiapkan meriam,
kubidikkan senapan…
untuk membela Kebenaran..
ayo.. majulah kawan.. bersamaku….

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muiham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Rabu 29 Mei 2013 . 08:08 wib.-
Jakarta
Puisi: SERAT JIWA UNTUK TOK LAUT

SEMANGAT BARU

Pagi ini, aku percaya
tingkap-tingkap kan terungkap
kusut terurai
sepoi lelana bisikkan harapan
pada tengadah jiwa raga, kuberserah
sujud di ke Esaan MU

Dari kungkungan keegoanku kuberseru
tolong aku Gusti, beri roh semangat baru
Sang Rohul Kudus peganglah jiwaku letih lelah
merayap dinazisnya dunia fana,
mukjijat, ya mukjijat kebesaran MU
nyatalah dihidupku

Duh Gusti Pangeran Welas Asih, batu karang imanku
senyata itu Firman MU, tetaplah jadi seturut kehendak MU

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J)Pondok bambu istanaku, Rabu 29 Mei 2013 . 06:42 wib.-
Jakarta

PAGAR KASIH

Kekasih hati,
merinduimu sewarna detak nafasku
lahirkan kesadaran berlikunya jalan diri
tak sekali pun keluh kesah tumpah
wajah teduh kasih tercurah
berbingkai kesabaran, memagari mahligai abadi
milik kita....

Kekasih hati,
ijinkan kurunut hati kusut terurut
jembatan harapan memahatkan tumpuan
meletakkan dasar bangunan sebuah kebersamaan
buah dari cinta tulus bening mata hati
pewaris sang muham....

Mari sujud heningkan mata bathin, ucapkan mantera
Gusti Pangeran Welas Asih, kabulkanlah doa kami

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muiham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Rabu 29 Mei 2013 . 08:08 wib.-
Jakarta

CERITA NELAYAN TUA


Terbanglah
jika sayapmu telah tergelar
bukankah berita telah bicara

Nelayan tua tetap akan mengayuh perahunya,
meski kosong dermaga, hening samudra

Senja akan mengurut gulita
cerita malam terukir diberanda rembulan separuh
pada gilirannya fajar akan menyisakan kenangan
sepahit apapun adanya

Terbanglah duhai pengembara,
kau tak memerlukan nelayan tua lagi untuk mengayuh sampan

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Rabu 29 Mei 2013 . 12:00 wib.-
Jakarta

MENCARI SEJATINYA TULANG RUSUK

Semburat mentari sisihkan bening embun dinihari,
hadirkan pelangi ditataran langit,
tak bersisa tanda-tanda suram malam,
meski kelam baru saja merajai beranda mayapada
hukum alam jagat jiwa.....

Tengoklah benih padi,
merelakan diri tenggelam didunia kehampaan,
hingga tiba saat menyemai, bertunaslah ia
mati satu tumbuh seribu,
patah tumbuh hilang berganti

Berkemaslah duhai pujangga muda, tatap kedepan
tak laik berhanyut hanyutan diriak kepedihan
perjuangan belum berakhir, masa depan perlu diukir
temukan sejatinya tulang rusuk adinda...

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Rabu 29 Mei 2013 . 11:00 wib.-
Jakarta
( Serat jiwa untuk Adikku JUANK HADAPI )

KITA

air mata ini jatuh seketika
kelembutan anak manusia yang dicipta Tuhan dalam sebuah kesderhanaan
selalu saja mengutak atik keimananku
terkubur harapanku, terjedah nafasku, terderai air matanya jua

buatkan aku rumah yang tak lagi hujan menempa ranjang dan ubin tanah dan lapisans emen berretak berpasir
buatkan aku juga teh hangat agar kakiku hangat serta dingin tak merelakan kekauatnku hilang untuk mebungkus kain kain basah,serta mencucikan piring makanan kita sehari tadi.

atau jangan berlebihan membuatkanku istana sebab aku ragu untuk hidup lebih bermewahan, dan berlebihan karena aku terlahir untuk sebuah kejujuran tengtang hidup dan nilai Tuhan lebih abadi. tak seelok rupa dan pernak warna dan bangunan megah yang kau pernah janjikan padaku.

jika aku menemukanmu malam diatas kasur berkapur hidup
aku mulai menangis dalam hati,
kelebihanmu adalah sempurnanya kesederhnaan hidupmu

aku merestuimu sebagai anak
dititp padaku dan tiadalah harapku berminta lebih
hanya saja jangan lupa Tuhanmu "Pesan Amma, saat malam seketika berlenajut"

Oleh : Dion-anak Zaman

RENUNGAN

Renungan ini
Relung relung kalbu
Merelakan
Menempati putih hitam
Kepada huni jiwa
Pertapaan sembah-dan Yang,
diantara fase waktu dan durasi yang terdiri rakaat dihitung menit saja

Rebahlah tubuh
Relung relung bilur
Jatuhpun tak terrasa
Apakah gerangan?
Hanya karena penampik letak rebahnya jiwa jatuhnya kemanusiaan dan terhampar retas retak jalan dihalaman depan surga dan neraka
terhitung sesuai manik manik perlakuan terhadap penyerahan
dan dari mana dia wujud
dari sebuah kesepakatan, perjanjian
permanen dibangunnya jati diri atau sebatas musnah oleh ketimpangan duniawi
kelemahan keyakinan, atas hiburan yang berkepang
atau diantara dua sisi kehdiupan yang berkalung

renungan kedua malam malam berikutnya
sebelumnya kutasbihkan diri kepada kepunyaan
kepada titisan malam, resah ini dibatasi dimensi waktu
hanya saja aku masih didunia
belumlah tuntas dan selesainya sufi dan falsafah kubaca habis dibab serta judul
yang serupa tapi tak ber-eja dan berpribahasa,

resah resah kebathinan
diapik empat penjaga malam
dua berpisah namun melihat secara utuh
tiga diantaranya berada pada kekuatan keyakinan
Satu adalah milik seutuhNya

Oleh : Dion-anak Zaman

RASA INI

Cintaku masih sama...
Seperti Saat pertama kali
kau menyandingku
diatas pelaminan jingga

rinduku masih sama...
Seperti saat pertama kali
kau menjemputku
dalam balut gaun pengantin biru

bara hasratku masih sama
seperti saat pertama kali
raga dan hati ini
halal u/ kau jamah

semuanya masih sama...
Seperti pada awalnya
dan tak akan pernah berubah
rasa ini u/mu.

Masita shanti
Takalar.29-05-2013

HATIMU TEMPATKU KEMBALI


Hatimu sangkar tempatku bersemayam
kemana pun ku mencoba tuk pergi
tetap saja.........
hatimu tempatku tuk kembali pulang
hari-hariku semakin indah
saat kurasakan hadirmu
mengisi sepiku,saat rasa kasihmu
memberikan keteduhan dalam hati

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 29 mey 2013

DO'A CINTA DI HARI JADI

Sunyi malam telah mengenangkan
kenagan yang sudah terkubur dalam
inilah tahun ke lima hari jadimu

Di bawah langit malam ini
kugenggam tanganku
sambil memejamkan mata
lalu ku lafalkan do'a cinta untukmu
biar gugusan tata surya mengamininya

Selamat hari jadi,,,,,
semoga panjang umur,sehat selalu
diberi kecerdasan otak
banyak rezeki,jadi anak soleh dan
patuh sama orang tua

Semoga apa yang menjadi
harapan,impian dan keinginan terbesarmu
bisa terwujud/segera terlaksana
Amin,,,,,,,,

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 29 mey 2013

MAKNA JARAK DAN WAKTU

Aku duduk dalam perahu rapuh
mungkin sebentar lagi tenggelam
bahkan terhanyut,terhampas badai
tergulung akan besarnya ombak

Dalam pikirku,senja gosong ditungku
namun rindu hanyalah sebentuk
dari ketidak mampuanku
dalam menginterpretasikan
makna jarak dan waktu

Bila gelap topeng malam
hitam iyalah pilihannya
biarlah cahaya menjadi gemerlap mataku

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 29 mey 2013

DUA SISI TAK SALING MELENGKAPI

Bila dua sisi ditakdirkan
untuk tak saling melengkapi
maka arti lain dari cinta
mungkin adalah luka yang tertunda

Senja berakhir diatas selembar puisi
tenggorokanku tercekat
yah,sedikit sedih menggantung
disana hatikian tertatih

Kerinduanku terbujur kaku
mati dimakan bekunya udara
penaku juga kehabisan tenaga melukiskanmu

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 29 mey 2013

JIWA PETUALANG

Aku jiwa petualang
mencoba menaklukan dinding hatimu
tersesat di hutan tubuhmu
tenggelam di dasar cintamu
akan mati di pelukmu
seperti buku
akulah halaman yang
menandai lembar kisahmu

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 29 mey 2013

TERKUBUR TANPA NAMA

Jasadku terkubur tanpa nama
didasar hatimu tak pernah kau rawat
hingga namaku dinisan hatimu
luntur tak terlihat
kopiku pun terasa tawar
karna pergimu tiada kabar
lain kali kutangkap suaramu
kubungkus laluku jadikan serbuk
penyedap tambahan selain gula
dalam kopi bumbu penenang rindu

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 29 mey 2013

TERSESAT DIJALAN KEHANCURAN

Rinduku di dada kuembuskan
ditiupan harmonika senyapnya malam
untuk menemani lelapku

Malamku semakin redup
hanya sepasang mata yang akhirnya hidup
namun tak berdegup
semilir angin berhembus begitu menyejukkan
membawa lamunanku terbang
menembus relung rinduku

Saat kutemukan alamatmu
aku pun berjalan mencarinya
tetapi aku salah jalan
aku tersesat dijalan kehancuran

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 29 mey 2013

TERTATIH

Kala jingga kembali menyapa senja
kududuk merangkul sunyi
sendiri menatap sepihan cinta
menjadi puing kekecewaan
pada separuh jalanku
meratapi jejak kaki yang sepi
kau melepasku di gelap bisu
aku tertatih sendiri

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 29 mey 2013

JANGAN BIARKAN RINDU MENJENUH

Kau adalah alasanku
terus berjalan tanpa menoleh ke belakang
dan kujalani semua dengan penuh kedamain
hingga pada saat ini semua menjadi hampa
jika kau bertanya siapa yang merusaknya
bercerminlah dan tanyakan padanya
bisakah jangan biarkan rindu menjenuh
bermandi peluh bertabur keluh

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 29 mey 2013

SERAUT WAJAH

Seiring mentari tebar senyuman
bias asa tersirat seraut wajah
rona merah,sibak selaksa makna ba'puisi
senyummu lembayung petang
dimana sajakku hidup dan berdiri
penuh dengan adegan daya tarik
mempertontonkan baid-baid
cinta mempromosikan dirinya
seperti biasa tepat di bilik hati

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 30 mey 2013

SESAL

Bicaralah kasih
dalam temaram langit
mulai pudar tersapu kelam
izinkanku menyeka ribuan air mata
tertumpah karena sesal
kiniku dicambuk malam
inikah pahitnya kelam
atau hanya tipuan alam

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 30 mey 2013

SESAL KINI KULAKONKAN

Hujan malam ini menyentuh rindu
yang tak kunjung lelap
membawanya dalam kenangan sembap
kini baru terasa panas bara api
membakar sunyi dengan keji
kala itu kau berlari bak dikejar jeruji padahal hanya janji yang berbuih
sesal kini kulakonkan
kenapa tak dari dulu kusiapkan penghapus
untuk menghapus namamu di hati

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 30 mey 2013

Selasa, 28 Mei 2013

TIRANI RINDU

Aku masih buta dan tuli
u/ berkaca pada gambar abstrakmu
dan mendengar pada samar denting rindu yang kau petikkan.

Oleh : Masita Shanti
Takalar, Sulawesi Selatan

AKSARAKU PATAH

Rinduku menata sajadah tepi malam
mendo'akanmu yang kuharap menjadi imam
tapi kau hanya diam membisu
aksaraku pun patah tanpa tangisan
kini kubuka waktu pagi sebelum fajar
kupinta dan memohon kepada hujan
bawa aku lari dari sini
dari duka nestapa,menuju bahagia
sekejap tanpa harus lenyap

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 28 mey 2013

PENANTIAN PANJANG

Malam tadi kutatap punggungmu lesap
aku meratap sepanjang gelap
sementara semesta terlelap
pagi ini mataku sembab

Terlalu panjang penantian ini
hingga lebam seluruh tubuh
jantung membiru antara sepi,janji yang terkatung

Biar bagaimana pun,kuselami jua sendiriku
kunikmati segala sunyi
sesekali kugubah air mata menjadi puisi

Perih yang ada akhirnya sirna
kau berhasil mengganti posisinya dengan sempurna
terima kasih cinta........

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 28 mey 2013

SAAT CINTA ANGKAT KAKI

Aku memilih kau dengan cintaku
Aku tahu kau sakit dengan cinta di dua hati
Tapi aku memang cinta dengan cinta dihati kamu
Kesenduan wajah yang tak bertuan sayang
Meminta sentuh diragamu perempuanku
Banyak cerita yang kita bagi di hari yang di jalani
Seratus ciuman sudah tiada lagi bisah kita cumbu untuk merajut hari esok
Kau yang terbaik dari nilai yang ku beri pada nilai di belajarku
Kau yang terhebat wanita memelukku
Kau yang ter dahsyat menaikkan kejantananku
Terimakasih sudah singgah di hatiku
Namun cinta ada pasang surutnya
Cinta juga ada temu dan pisahnya
Semua baharu
Semua semu
Berlalu
Pergi
Jauhilah aku
Bencikan aku
Lupakan dosa itu
Cabut semua ruh cintamu dari sendi organku
Jangan sedikitpun kau donor darah birahi itu lagi di aliran darahku
Tetaplah patamorgana yang berupa semu
Tetaplah iblis itu memang menggoda
Tetaplah kaummu itu yang buat aku tersesat dalam mencari kedamaian hati

Oleh : irfan Ramadhan
Tanjungbalai,Sumatera Utara

PRESEPSI YANG BERBEDA

Terkunci bibirmu
tersenyum penuh ragu
diam dalam bisu
beri sejuta tanya dalam benakku

Mengapa selalu saja ada
persepsi yang berbeda
saat mendefinisikan setiap kata
dengan keantagonisan kita

jika cinta jadi penyemangat
maka rindulah penguji setia
bila kau penyair hebat
maka aku lah pemuja katanya

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 28 mey 2013

GEJOLAK HASRAT

Lama sudah Menapaki kesunyian,
Di Antara Dingin di Kesendirian,
Menatap Langit di dalam Kekecewaan,
... Menoreh Harapan yang Penuh Lamunan,
Segenab Keinginanpun Tak Kesampaian.

Ku Ukir Lamunan di dalam Goresan,
Tanda Pencarian nan semangkin Padam,
Namun Semangat Ku Kobarkan,
Menepis Hasrat di Dingin Malam,
Di dalam Gelora Kehangatan Cinta.

Ku Basuh Sendu di Bening Telaga,
Menatab Wajah di Cermin nan Retak,
Tampa Air Mata Ku Berkaca di antara Seksa,
Dalam Segenab Hasrat yg Bergejolak,
Dari Semua Birahi Cinta yang ada,
Nan kini Kian Menyendera Sanubari ini.

By LUmbang KAyung

KEMBALINYA SANG PENYAIR

setelah kian lama mengabadikan kenangan.
hilangnya tanpa suara tiada jejaknya.
kini telah kembali dengan goresan sejarah.
himpunkan semua abjad menjadi kalimah.
sang penyair telah lama menjadi musafir.
mencari sebuah titik penentuan yang hakiki.
dalam cinta kasih menguliti erti sejati.
dan telah berbunga bahagia meski tak bertahta.
destinasi ini telah berakhir walau tiada mahkota.
kembalinya sang penyair dibawah fajar sendu.
untaian kata-kata syahdu melingkar rindu.

by : zharif
surabaya

BINTANG TERANG

Aku Belajar Merenungi
Dari Sebuah Keberhasilan
Aku Belajar Tegar
Dari Sebuah Pengalaman

Ketika Aku Tertidur
Aku Melihat Kegelapan
Saat Aku Dalam Kegelapan
Aku Melihat Satu Bintang Terang

Bintang Terang
Tak Mungkin Aku Hiraukan
Bintang Suram
Tak mUngkin Aku Biarkan

Hadirmu Berikan Harapan
Kisahmu Hadirkan Tangisan
Jejakmu Tinggallah Kesan
Tapi Kenanganmu Masih Selalu Terbayang......!!!

by: deep
Tanjungbalai,Sumatera Utara

WAISAK

disini.....
disekeliling kita
bercumbu dosa,kepalsuan,kemunafikan yang egois
dan kedangkalan jiwa yang menyembah perasaan
disekeliling kita telah bobrok....
seharusnya bom atom dijatuhkan disini
bukan dinagasaki atau hirosima
biar habis melebur semua
biar terbakar semua....

dendam dan kebencian yang berkobar
dendam yang ingin memusnahkan segalanya
yang menentang DIA didunia ini
seharusnya seribu wakaf telah berdiri disini
yang mengubur kedangkalan jiwa
yang mengubur kebencian dan dendam
dan kelana yang sentimentil

kita bukanlah jasad tanpa roh
yang imannya mudah runtuh
juga bukan si Darta gautama yang suci
tapi....
apakah kita tak dapat meneladaninya
dengan sikap dan sifat juga perbuatan..?

by Endang Misnawaty
di gubuk tua rumahku 26 mei 2013 12:56
pematang siantar city.

KETIKA MALAM

rintik hujan yang masih berderai
gelapnya malam tanpa pelita
semua melengkapi malam yang kelam
hujan...
dingin....
hampa...
semua menjadi satu dalam gelapnya malam
ketika bayangmu datang dalam khayalku
tersenyum indah penuh kedamaian
memeluk ragaku dalam hangatnya malam
damaikan hatiku dalam kegalauan
rintik hujan bagai musik ditengah malam
sibakkan kesepian yang hakiki
namun kutermangu sendiri
bayangmu hanya semu
wajahmu hanya ada dalam khayalku
kasih... malam begini
kuingin bayangmu menjadi nyata
temani malamku yang gelap tanpa lentera..
tapi semua tak kunjung nyata
sendiri dalam dinginnya hujan
dan gelapnya malam.

by Endang Misnawaty
digubuk tua rumahku 27 mai 2013 22:36
pematang siantar city

KALIMAT KEHIDUPAN

Membentang waktu begitu panjang,
saatnya menatap diri dari sudut tanpa persepsi
memilah hak dan kewajiban
jika perlu , menakar timbangannya
supaya tak ada sesal

Pasti ada tanya dibalik setiap berita
terkadang jawabnya melekat didinding jiwa
seringpula bias dibalik bayang-bayang raga
terserah : dari sisi mana menatapnya
sepanjang mampu memuaskan asa

Jangan biarkan sesal larut disepanjang kata
jika sejak mula kita pahami magnanya,
segeralah menata setiap bahasa,
supaya indah kalimatnya

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Selasa 28 Mei 2013 . 21:11 wib.-
Jakarta

INILAH AKU

Duh Gusti Pangeran Welas Asih,
betapa sulit memahami MU sebagai Pencipta,
meski seluruh sendi-sendi kehidupanku membuktikannya

Duh Gusti Pangeran Welas Asih,
betapa muskil mengamini pakem kehidupanku, ciptaan MU
meski seluruh gerak, vokal bahkan desahan nafasku membuktikannya

Duh Gusti Pangeran Welas Asih,
betapa gentar dan cemas hidupku jatuh dipencobaan
kejatuhan sebab penolakanku,
kejatuhan sebab pengingkaranku,
kejatuhan sebab nafsu kedaginganku,
bahkan seringkali aku menjadi batu sandungan,
maka tolonglah aku Gusti,
tetap teguh dijalan Firman MU.-

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondeok bambu istanaku, Minggu 26 Mei 2013. 16:49 wib.-
Jakarta

TUGU TANPA MAGNA

Masih saja jumawa
melengkungkan pandangan
padahal senja menghadang langkah
ketiaadaan yang pernah terlukis
masih tersimpan

Jika mampu melukis awan, mengapa diam
atau cuma sederet tiang batu
tinggalkan tugu tanpa magna
pada tanya yang tak pernah terjawab
sebab ego yang mengemuka
menyuguhkan kesia -siaan

Ini bukan uji nyali, senyatanya hidup berpribadi
saat meja catur terbuka, hitam - putih pilihan sewajarnya
kita sepakat : silahkan memulainya

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Minggu 26 Mei 2013 . 20:50 wib.-
Jakarta

UCAPKAN SALAM PERPISAHAN

Kuantarkan langkahmu dengan mantera
menyeberangi ketakutan yang pekat
sebelum fajar menyajikan kenyataan
bawalah serta bekal secukupnya
sekali pergi tak ada jalan pulang lagi
serupa tiket sekali jalan,
kita sepakati beritanya
terima kenyataanya

Tak kan kucari hilangmu,
tak perlu sembunyi pergimu
sebab kata pun telah pernah kita aminkan
jika telah berujung ketidakcocokan
kita tetap berdiri sama tinggi duduk sama rendah
ucapkan salam perpisahan

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Minggu 26 Mei 2013 . 21:10 wib
Jakarta

KITAB INSANI

Itulah sajak kehidupan,
nyanyian kalbu sejuta melody,
lantunan asa ratapan jiwa,

Didalamnya ada fatwa mendewasakan raga,
seyogyanya biarlah mewarna apa adanya.....

Lebih jauh,
kita adalah kitab insani
lafal, tanda baca dan serat tersurat semestinya
lukisan jati diri, dipanggung kehidupan
hendaklah jadi tauladan

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Selasa 21 Mei 2013 . 07:50 wib.-
Jakarta

AKU BUKAN PINTU

Kukemas diam tak berwarna,
sayangnya tak kau pahami magnanya

Kulukis rasa diwajah letih sejuta problema
sayangnya tak kau perdulikan magnanya

Kutauladankan pengorbanan, tenggang rasa dan etika
sayangnya malah kau anggab biasa saja

Semakin jumawa, kau gelar sinetron lama
memasang perangkap, bom waktu bahkan ancaman
serupa kacang lupa kulitnya,
mestinya tanyakan hati nurani,
mau dibawa kemana hidup ini

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Selasa 21 Mei 2013 . 08:29 wib.-
Jakarta

INDAH PADA WAKTUNYA

Aku letih
jangan ajak aku ngembara
bersolek mematut diri
ditingkap sandiwara penuh dusta

Aku tolol
lagi, terantuk pada tebing serupa
dijerat nafsu kedagingan
setua ini jadi bulan-bulanan fatamorgana

Kupahami, ini perangkap angkara murka
menjebakku berputar-putar menghabiskan waktu tersisa

Dari lembah keterpurukan penuh nista,
kumohonkan pertolonganmu Gusti Pangeran Welas Asih,
ijinkan kutegakkan kepala, menata sisa pengabdian
indah pada waktunya

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, 21 Mei 2013 . 10:02 wib.-
Jakarta