. JENDELA PUISI: Kumpulan Cerpen Siamir Marulafau - CINTAKU DIPERSIMPANGAN
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 06 Desember 2013

Kumpulan Cerpen Siamir Marulafau - CINTAKU DIPERSIMPANGAN

Sekelumit Penjelasan Tentang Cerpen
Oleh : siamir marulafau


Dalam pembelajaran sastra atau pemahaman karya sastra khususnya"cerpen" sangat penting untuk diketahui bahwa apa sebenarnya pengertian dari cerpen itu.Cerpen adalah perpanjangan kata dari "cerita pendek" yang panjangnya berkisar 2 halaman atau 20 halaman lebih dan ini tergantung pada penulisnya.Jumlah kata dalam penulisan cerpen berkisar kurang lebih 800 kata sampai 8000 kata kurang lebih .Dalam hal ini,penulis juga mengutip beberapa pandangan tentang pengertian cerpen, yaitu :

" Apakah cerpen itu? Cerpen merupakan kependekan dari kata cerita pendek. Sedangkan definisi cerita pendek (cerpen) adalah suatu cerita fiksi yang alur ceritanya dapat dipahami oleh pembaca dalam waktu relatif singkat sehingga pembaca tidak perlu membutuhkan waktu berjam-jam atau berhari-hari untuk mengetahui akhir dari cerita tersebut.

Karena singkatnya cerita yang ditulis, maka cerpen memiliki kelemahan utama yaitu semua persoalan, kejadian, atau konflik yang timbul dalam cerita tersebut belum terungkap secara mendetail.

Berapakah jumlah halaman cerpen yang harus dibuat? Sampai saat ini belum ada ketentuan baku mengenai ketentuan panjang atau pendeknya sebuah cerpen. Namun umumnya, jumlah halaman sebuah cerpen minimal 2 halaman dan maksimal 20 halaman.

Apakah masalah yang menjadi topik cerita pada sebuah cerpen adalah cerita yang ringan saja? Sebenarnya menulis cerpen sama dengan menulis novel. Jadi tema cerita yang diangkat boleh saja merupakan cerita yang sederhana atau pun sangat rumit/kompleks. Namun segala hal yang diceritakan dalam cerpen sulit terungkap secara mendalam karena ceritanya sudah diakhiri dengan cepat.

Meskipun isi cerpen tidak sedalam novel, tetapi nilai keindahan dalam sebuah cerpen tetaplah ada, tak berkurang sedikit pun. Itulah sebabnya, cerpen-cerpen yang bagus dan berkualitas dapat digolongkan dalam karya sastra.

Oleh sebab itu, mulai sekarang, tidak ada salahnya bukan jika Anda serius dan bersungguh-sungguh untuk menyelasaikan sebuah cerpen secara utuh? Kuncinya adalah disiplin, semangat yang kuat, dan tidak mudah menyerah."(Google)

Selamat mencoba. Semoga Anda berhasil menjadi seorang cerpenis. (Admin SB)
------------------------------------

Cerpen: KESENGSARAAN MEMBAWA NIKMAT
Oleh : siamir marulafau


Di saat mentari menyinari bumi,awan menyongsong langit biru sepertinya kesibukan para petani di ladang Padang panjang, sebuah desa terkenal dengan adat kampungnya.Bak kata pepatah mengatakan "Manusia hidup tanpa adat berarti biadab".Ungkapan inilah membuat salah seorang teman sejawatku bernama Dodi datang ke kampung halamanku sekitar dua tahun yang lalu merasa terheran-heran dan tertegun melihat situasi kampungku.Aku pun sempat mengulurkan waktuku bercerita kepadanya tentang kampung halamanku.

"Eddy, aku heran sekalilah semenjak kita tinggal beberapa hari di kampung ini,kelihatannya orang-orang di desa ini sangat sopan-sopan dan ramah,ya Ed."Kata temanku itu.Lantas aku juga tak tinggal diam dan memberikan respon kepadanya bahwa memang begitulah Dodi,aku pun merasa terkesima melihat situasi di sini walaupun kampung ini kampungku sendiri.Tapi yang paling seru lagi, ya kebetulan yang aku kenal di sini seorang anak juragam yang kaya di kampung ini bernama Eni Laia,dia cantik dan baik hati.Dia juga seorang guru di kampung ini dan mengajar di SMP Negeri XI.

"Wah,Edy. Kalau begitu kamu punya teman di kampung ini?"
"Secara kebetulan saja itu dan memang aku sangat mengenal keluaga
perempuan itu".

Kadang-kadang bila aku ke rumah mereka, orang tuanya sangat senang padaku dan begitu juga adik-adiknya.Setahuku mereka ramah dan tidak sombong walaupun mereka kaya di kampung ini.Kata ayahku,mereka dulunya orang miskin tetapi mereka bekerja keras di ladang dengan tekun sehingga hasil ladang mereka sangat menguntungkan dan dari hasil ladang itulah orang tuanya membuat modal untuk berdagang dan lama-lama mereka menjadi kaya di daerah ini.Kemudian setelah orang tuanya naik daun, Eni Laia juga tak tinggal diam dan dia melanjutkan studinya di FKIP Padang.Beberapa tahun kemudian dia lulus dari perguruan itu dan diangkat menjadi salah seorang tenaga pengajar SMP di kampung ini.

"Oh,gitu ceritanya Eddy,menarik juga deh,".
"Iya,Dodi.Kalau mau ingin kenalan,ya, biar kuperkenalkan kamu
sama keluaga mereka.Nanti kan kamu tahu bagaimana situasi
dan keadaan keluarga itu"

" Hemat saya, kamu kan juga mencari jodoh, iakan?"Kataku sama Dodi.Tapi dodi berkata"Ada-ada saja kamu Eddy".Kalau begitu,tak mengapalah dan aku hanya
bercanda saja.

"Oh, teringatnya,Eddy, kamu katakan bahwa orang tuanya seorang juragam dan mengapa mereka cepat sekali kaya raya di kampung ini.Kamu bilang keluarga itu adalah petani dulunya tapi kok begitu jadinya?"Jangan heran Dodi,nasib manusia ini kan berubah-ubah dan tidak sama, iakan?Tapi yang paling penting diingat bahwa manusia itu,siapa pun dia harus berusaha dan tidak mungkin Tuhan datang ke muka bumi ini langsung mengubah nasib seseorang jikalau dia tidak mengubahnya sendiri, iakan?Karena usaha itu sangat penting dalam diri manusia.Tanpa berusaha berarti hamba Allah ini akan terpojok dan jatuh miskin.Itulah perinsip yang selalu di pakai oleh Pak. Ahmad, Bapaknya Eni Laia setahuku karena perinsip demikian selalu diberitahukan padaku dan aku juga,Dodi selalu menyimpan kata-kata itu.Aku pikir itu kan paling bagus bila kita terpkan dalam hidup kita sehari-hari.

"Apa pun yang kau katakan,Eddy adalah benar dan aku pun setuju.Itu pulalah petuah orang tua yang harus kita tanamkan dalam diri kita supaya kelak sukses dalam hidup".Betul sekali Dodi dan biar kamu tahu bahwa sejak kecil aku tinggal di kampung ini,aku selalu bermain ke rumah mereka dan aku tahu athu semua keadaan keluarga mereka.Dulunya, memang mereka sangat miskin tapi sekarang jangan tanya dan itulah orang-orang yang gigih.Meskipun mereka sengsara dulunya tapi membawa nikmat dan bahagia selanjutnya karena mereka sangat tekun bekerja dan gigih dalam mengerjakan apa pun yang halal di mata Allah dan bukan yang haram-haram.Kita lihat pada zaman sekarang, banyak orang kaya tapi kekayaan mereka diperoleh dengan jalan yang tidak halal dan ada juga sebahagian mereka yang kaya memperoleh kekayaan mereka dengan hasil korupsi dan apa jadinya?

"Sepakat Eddy,benar sekali dan kisah hidup Pak. Ahmad Laia itu yang kamu ceritakan bisa dijadikan panutan oleh semua orang supaya mereka tahu tetnatng perjuangan hidup ini dan ini baru dikatakan kaya bersih, yaitu bersih dari KKN dan hasilnya pun selalu diridoi oleh Allah SWT".Memang payah mendapatkan prinsip hidup Pak.Ahmad ini,Dodi.Aku pun salut melihat Bapak itu.Dia sekarang menjelang usia 50 tahun dan Erni kurang lebih 30 tahun usianya, dia masih muda.Dia punya adik laki-laki bernama Hafiz Laia berumur 22 tahun dan sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi yang ada di Padang.Orangnya juga ganteng dan sangat ramah pada
setiap orang.Aku sangat senang padanya dan kadang juga aku mengajaknya main-main di ladang untuk bercocok tanam dan sambil makan ubi bakar.Pada sore harinya, kami pulang ke rumah dan jika malam minggu, kami duduk di teras rumah mereka dan sambil main gitar dan dari situlah aku makin kenal dengan kakaknya Eni Laia,orang ramah dan tak pernah menyakiti perasaan orang lain.Pokoknya, dia selalu bergaul dengan teman-temannya.Aku juga mengenal nama di face book dan selalu memberikan komentar pada beberpa puisi yang ditulis oleh seorang penyair menuliskan puisi "Penyair Dalam Lingkaran Cinta".

"Oh, mantap sekali,Eddy, aku jadi pepingin kenal dengan dia"
"Ok, Dodi, kalau tak sekarang,kapan-kapan kamu datang kemari lagi
akan kuperkenalkan kamu pada keluarga mereka."

"Betul,juga ya,Eddy.Tak apalah, aku akan libur pada bulan Juni tahun depan dan aku akan kontak kamu untuk balik ke sini lagi, ya Eddy."Terserah kamu, kalau aku kapan saja ada waktu dan kuajak kamu pergi di sini lagi.

"Ok,Eddy,tapi teringatnya, kita akan balik ke kota besok, kan?"Kita naik apa sampai ke kota karena kami kuliah pada hari Senin dan alangkah baiknya kita sudah sampai sebelum hari Senin.Tak usah khwatir Dodi, kita kan diantar oleh Pak.Ahmad.Dia punya supir pribadi namanya Agus, dan aku sudah kontak mereka sebelumnya.

"Wah, bagus sekali,Eddy.Aku pikir kita naik becak, padahal kamu sudah mengatur segalanya".Memang kamu seorang teman yang baik dan aku benar-benar salut pada kamu.Bagaimna pun, aku tak akan melupakan budi baikmu,tapi bila kita sudah sampai ke kota,Eddy,kita lebih baik singgah ke Swalayan untuk membeli oleh-oleh buat Pak.Ahmad sekalipun bukan Tuan Ahmad yang mengantarkan kita tapi kan bisa dititipkan sama supirnya,kan?

"Ok, terserah kamu,Dodi.Kalau memang begitu prinsipmu, ya aku hanya turut saja.Aku pikir prinsip itu sangat bagus apalagi kita diantar sampai ke kota dan wajar bila kamu membeli oleh-oleh buat mereka,, terutama buat Eni Laia, iakan?"

"Eddy, jangan kamu sepelekan aku,yaEddy, aku bisa marah".
"Lo!,yang kubilang ini kan benar, iakan?"
"Iya, tapi entahlah,Eddy. mengapa hatiku sudah mulai tersentuh
Pada Eni Laia meskipun aku belum bertemu muka hanya melalui face book saja."Makanya, aku pun menuliskan puisi buat dia bertajuk"Kaulah Marwarku".Bagaimana ini,Eddy?"

"Wah, baru terbongkar ceritanya, ya Dodi.Kamu bilang tak mau tapi nyatanya kamu sudah mulai jatuh cinta kepadanya." Tapi namun demikian tak usah khwatirlah aku akan bereskan semua karena dia kan kenal padaku dan aku akan katakan kepadanya bahwa ada seorang temanku ingin berkenalan dengan anda, namanya Dodi, seorang penyair masa kini.Pokoknya, kita akan ke mari lagi pada bulan Juni sesuai dengan apa yang kamu janjikan padaku,iakan?

"Ok, kalau begitu Eddy.Aku setuju dan segalanya bisa diatur kemudian dan yang paling pnting kita harus kembali ke kota karena perkuliahan sudah mulai hari Senin.Berhubung sudah larut malam, kita lebih baik beristirahat karena besok pagi kita sudah meninggalkan kampung ini".Selamat Malam.

sm/29112013
----------------------


Cerpen :

SURGA DI TELAPAK KAKI IBU
Oleh : siamir marulafau


"Memamng nasi sudah jadi bubur", kata seorang petualang di saat aku menjumpainya di persimpangan jalan dan kebetulan di sana ada sebuah warung kopi beristirahat sejenak.Anak zaman sekarang nampak-nampaknya sudah sangat jauh berbeda bila dibanding dengan anak zaman dahulu, mengapa kita sampai berkata demikian? Karena perkembangan zaman ke zaman semakin canggih dan kehidupan manusia serba tak teratur.Manusia kebanyakan merasa egois dan tak perduli dengan orang lain bahkan seorang anak pun tak perduli dengan orang tuanya.Bayangkanlah itu, kita sangat prihatin dan untuk ini memang kesabaran dalam mendidik anaklah yang lebih utama.

"Tuturanmu, benar,Mir tapi kita tidak boleh putus asa
dalam mendidik anak-anak pada zaman sekarang ini karena sangat
berbeda dengan zaman orang tua kita pada masa yang lalu."

"Iya, setuju apa yang kamu katakan, tapi makan hati kita sebagai orang tua
terhadap anak-anak kita sekarang." Tapi harus tahu kamu Joni bahwa kerap kali anak-anak melawan sama orang tua mereka sekarang dan tak jauh-jauh anak tetanggaku yang namanya Eko Saputra selalu melawan pada orang tuanya dan terlebih-lebih pada Ibunya.Kadang aku dengar sering ada pertengkaran di rumah mereka.Aku tak habis pikir bagaimana Pak.Agus itu mendidik anak-anaknya padahal dia seorang guru SMP di kampungku.Anaknya sangat bandel dan tidak mau dinasehati,entah apa yang membuat anak itu hilang kendali.

"Mir, tak usah heran kamu,anak zaman sekarang adalah anak main"
"Ada-ada saja kamu ini, Joni.Itu kan tergatung pada yang mendidiknya"
"Iya, tapi anaknya kan tetap bandel juga.Jadi mau apa itu jadinya anak nanti?"

" Tak tahu apa lagi yang kutakan, Joni.Pokoknya, pendidikanlah sebagai solusi satu-satunya mengubah watak dan perilaku anak itu.Tapi yang paling membuat aku kecewa sebagai tetangga,ya aku sempat dengar Eko,anaknya Pak.Agus itu sempat memaki Ibunya sewaktu Bapaknya tak berada di rumah dan entah apa masalahnya fan aku pun tak tahu.Aku pada waktu itu terus mendatangi mereka dan kutariklah tangan Eko kemudian kubawa ke rumahku dan kunasehati.Aku pun sangat geram melihatnya.Kalau tak pikir-pikir anak tetanggaku, aku sudah kutampar pipinya tapi aku juga menahan emosiku.Aku katakan padanya,"Eko Saputra, sadarkah kamu apa yang kamu katakan pada Ibumu, itu sudah luar bisa dan kamu akan menjadi anak yang durhaka karena kamu melawan sama orang tua."

"Setelah kunasehati dia, ternyata dia juga nampaknya berubah seketika.Tapi ya namanya anak dalam masa pancaroba masih belum mantap pikirannya untuk mengubah segalanya." Yang paling jengkel dan membuat aku marah sewaktu dia berkelahi dengan salah seorang anak tetangga kami karena dia melempar kepala Udin dengan batu sehingga kepala anak itu berdarah dan tentu saja orang tuanya keberatan.Lantas Ekonya bakal di adukan ke polisis tapi untung kami mencari jalan tengah supaya Eko jangan sampai dibawa ke kantor polisi.Orang tuanya terpaksa mebayar denda sebesar Rp 2.000.000,-(dua juta rupiah) untuk pengobatan anak itu.Ibu Eko sangat marah kepada anaknya dan Eko pun melawan juga sama Ibunya membuat Ibunya sedih dan menangis seketika.Tiga jam kemudian, kupanggilah Eko,anak tetanggaku.Walaupun aku bukan orang tuanya tapi karena anak tetangga,aku juga tak sampai hati membiarkan dia begitu karena Bapaknya sangat baik kepadaku sebagai sahabat dan teman bermain golf di Helvetia.Apa kukatakan pada Eko,"Eko, sudah beberpa kali kau melawan sama Ibumu, ya Ko,itu kan tak baik dan kamu akan durhaka.Kamu harus tahu bahwa surga anak itu di telapak kaki Ibu."Kalau kamu tak percaya, tanyalah pada Udstaz Rahim Gea. Dia selalu memberikan ceramah tentang anak-anak yang durhaka kepada orang tua."Eko,pada zaman dulu ada seorang anak yang durhaka karena selalu melawan orang tua, dan langsung Orang tuanya berdoa kepada Tuhan dan akibatnya anaknya itu menjadi batu dan salah satu diantarnya adalah "Maling Kundang".

"jadi, setelah dinasehati, bagaimana Ekonya, pak.Amir?"
"Menangis,dia janji tak akan mengulanginya lagi."Tapi namanya,anak masih ingusan, ya kita selalu memberikan perhatian kepadanya dan apalagi orang tuanya, iakan,Joni?"
|
"Betul. sepakat. Tapi maklum sajalah anak-anak zaman sekarang."
"Tahu kamu Mir, anak-anak tetanggaku pun nakal-nakal dan suka mencuri jambu dan keluyuran pada malam hari."Orang tua mereka juga susah dengan prilaku anak-anak mereka karena anak-anak ini semua tak bisa dibilangi dan mau mencari kemenangan mereka sendiri.

"Itulah model anak zaman sekarang,Joni."Aku sempat dengar Eko ini juga suka main balap liar dan ngebut-ngebut bila naik Honda.Dia kan pernah di opname di RS Umum karena jatuh dari kereta,dan orang tuanya juga yang susah, kan?

"Wah, kalau anak-anakku,pak.Amir kan tak bubiarkan ngebut-ngebut karena itu sangat berbahaya".Kalau sempat nabrak anak orang, baimana jadinya?Kita kan report maka kita selalu waspada dan betul-betul cermat dalam mendidik anak supaya mereka terarah.Bila begitu, masa depan mereka akan cerah dan jangan sempat seperti anak tetanggaku pada dua tahun yang silam meninggal akibat kecelakaan.

"Oh!, menyedihkan sekali Joni,baiklah sudah hampir pukul 2.30, kita berpisah dulu karena ada urusan yang penting dikerjakan.Selamat sore."

sm/03122013
-----------------------------

Cerpen : AMBISI SEORANG JANDA
Oleh : siamir marulafau


Helena nama asli berdarah Indonesia dengan paras cantik menawan,baik budi dan tak pernah arogan walaupun dia dilahirkan dari keluarga yang serba ada.Dikatakan, Helena bukanlah anak gadis yang serba kekurangan dalam keluarganya dia seorang mahasiswi pada jurusan Enomusikologi di salah satu perguruan tinggi di kota saya.Aku tak habis pikir menceritakan kisah hidupnya dengan seorang dosen di perguruan tinggi negeri yang ada di kota Medan pada salah seorang teman saya bernama Eddy Murya.

Pada pagi hari yang kabut di mana sinar mentari redup,cahaya tak benderang berderinglah selularku yang kebetulan aku letakkan di atas meja tulisku dan terpaksa aku harus mengangkatnya dan begitu aku terkejut dengan panggilan temanku Eddy Murya.Kami selalu bercakap-cakap dan kadang curhat pada setiap malam minggunya.Tapi, entah mengapa pagi itu,Eddy mengajakku ke pantai cermin untuk menyantap ikan bakar dan kebetulan pada waktu hari Minggu sekitar jam 9.30 pagi.Aku pun tak bisa menolaknya."Yuk,pigi yuk,ke pantai".Dia serius mengajakku dan aku pun bergegas mengambil mobilku dan datang ke rumanya untuk menjemputnya.

Setelah tiba kami di pantai cermin dan menikmati ikan bakar, cerita demi cerita terseliplah dalam benakku apa yang pernah aku dengar kisah cinta antara dua pasang makhluk Tuhan di muka bumi ini dan memang kisah yang sangat menyedihkan dan menyayat hati karena ternyata Helena adalah juga teman saya di waktu SMU di kota Medan.

Mendengar cakapku ini, Eddy rupanya mulai tertarik dengan apa yang kuomongkan sambil menyelam minum air dengan pandangan ke hamparan lautan pantai cermin Deli Serdang Sumatera Utara.Sambil makan-makan,aku pun mulai buka cerita pada temanku,Eddy dan dia pun cukup serius mendengarkannya.Dengan catatan bahwa kuceritakan ini bukanlah karena aku seorang yang ahli cakap dan bercerita, bukan, bukan sama sekali tapi karena rasa prihatin mendengar kisah pasangan hamba Allah yang sangat mengharukan hati.

Setelah makan siang bersama dengan suara yang nyaring,Eddy bertanya,"Apa sebenarnya tentang Helena yang kamu singgung tadi ketika kita sedang di perjalanan menuju ke mari,Jul?"Oh,ceritanya aneh tapi nyata pada masa sekarang ini,biasa namanya cerita.Aku sangat prihatinlah Eddy, rupanya teman sekolahku dulu namanya Helena yang menikah dengan seorang dosen pada jurusan sastra Inggris, yaitu Bapak Syaifuddin namanya. Mereka sangat bahagia dan dikaruniai 2 orang anak.Anak-anak mereka cantik-cantik.Nampaknya,Ibu Helena semakin cantik juga selama mempersuamikan Pak,Syaifuddin, ya namanya istri seorang dosen dan tentu saja kantongnya berisi apalagi PNS.

"Oh, iya jelas donk,Eddy.Kalau kita ini, apalah,sudah cukup dikatakan pas-pasan Senin Kamis, iakan?"Betul, makanya kita pun harus giat belajar supaya kita kayak Pak.Syaifuddin.Tapi Eddy, yang membuat aku sedih adalah peritiwa kecelakaan maut di jalan Tol Balmahera sekitar dua tahun setelah aku tamat di USU.Kecelakaan itu membawa ketidakberuntungan bagi Ibu Helena karena suaminya menghembuskan napas terakhir yang sangat memilukan hati dan aku pun pada masa itu sangat sedih sehingga air mataku tak terbendung mengingat bagaimana nasib Ibu Helena dan kedua anak-anak mereka yang masih kecil-kecil.

"Jadi, bagaimana selanjut,Jul"? Eddy bertanya padaku
"Itulah, setahun kemudian Ibu Helena menikah lagi dengan seorang duda yang
bekerja sebagai pedagang dan sangat kaya di kota Medan,iya namanya saja pedagang serba cukup malah lebih dari itu pun dia bisa beli,Eddy.

"Oh, begitu dan bagaimana dengan anak-anak mereka?"
"Ala, kalau sudah kepingin meranjang, apapun yang terjadi karena bunganya lagi bersemi di taman firdaus."Ya, anaknya terpaksa dititipkan kepada neneknya yang kebetulan Ibunya, Bu Helena masih hidup tapi usianya sudah tua dan dia lah yang merawat anak-anak itu.Tapi yang membuat aku sedih sekali,Eddy, yaitu Ibu Helena tega betul dia meninggalkan anak-anaknya.Aku tak habis pikir, kok senang bangat dia sama Pak.Ahmad, pedagang itu,ya.Pak .Ahmad itu sangat kejam dan sering memukulnya karena selalu mereka bertengkar gara-gara pak.Ahmad main-main perempuan dan selingkuh pada anak gadis orang.Jadi, Ibu Helena pun tak merasa bahagia.

"Sialan, keparat, itu orang sudah tua pun masih selingkuh dan suka main perempuan".Siapa yang tak geram".Eddy memang betul katamu, tapi namanya orang kaya, banyak uang dan apa saja bisa di buat.

"Jadi,bagaimana dengan anak-anak yang dua itu, Eddy?"
"Wah,itulah yang menyedihkan sekali karena setahun setelah diitipkan anak-anak itu pada nenek mereka,nenekpun meninggal dunia dan untung ada seorang yang dermawan dan kebetulan tak punya anak tapi mereka sangat kaya".Mereka membawa kedua anak-anak ini ke rumah karena keduanya sedang mengemis di pinggir jalan.Pak.Karim dan istrinya ini tak sampai hati melihat anak-anak ini. Beberapa tahun kemudian anak-anak ini disekolahkan oleh Pak.Karim sehingga anak-anak ini berhasil menanamatkan studi mereka di salah satu perguruan tinggi Negeri di kota Medan.Ternyata anak yang sulung bernama Irsan menamatkan studinya pada jurusam Ekonomi Manajemen dan bekerja di salah satu perusahaan besar sebagai asisten Manager Keuangan, menikah dengan seorang gadis cantik belia dengan satu orang anak.Sedangkan adiknya Irsan, Siti Hajar menamatkan studinya pada jurusan Keperawatan Masyarakat dan menikah dengan seorang dokter ahli bedah dan mereka sangat bahagia.Aku pun senang,Eddy atas perhatian Pak. Karim pada kedua anak-anak itu sampai berhasil.

"Lantas, bagiamana dengan Ibu mereka yang menikah dengan saudagar itu,Jul?"Aku bilang,memang dasar ambisi,iya siapa yang tak prihatin sebelum anak-anak ini berumah tangga Ibu Helena bercerai dengan pak.Ahmad dan dia pun kawin dengan seorang gadis Ambon yang agak lumayan cantiknya.

"Ibu Helena, gimana ?"
"Iya, dia tinggal menjanda lagi, dan hidupnya luntang lantung
ke sana sini.Dia sering-sering ke rumah kami dan tetanggaku untuk meminta sesuap nasi".Kalau tidak, siapa yang memberikan dia makan?
"Tapi dia punya anak-anak,Jul.Mengapa dia tak tinggal di rumah anaknya
yang sulung itu?"
"Eddy, mungkin dia malu dengan pak.Karim meskipun anak kandungnya itu tapi dari sisi kemanusiaan, ya apa boleh buat, "siapa yang menanam, dia lah yang memetik" bak kata pepatah mengatakan, iakan Eddy?
"Betul, tapi kasihan donk sama janda tua itu,tapi aku rasa anaknya,Irsan juga tak sampai hati melihat ibunya dengan keadaan seperti itu."

"Oh,ialah, masa dibiarkan begitu saja, ya namanya anak dengan ibu kandung
tak bisa dipisahkan bagaikan air tak dapat dibelah dan biarpun kita belah-belah tapi selalu bersatu, iakan Eddy?"

"Iya, jelas donk. Itu makanya kalau status janda di kampung kami agak berat bagi mereka menikah lagi bila almarhum suami mereka meninggalkan anak kepada
mereka dan banyak mereka tak mau menikah lagi.Tapi ini tergantung juga pada pribadi janda-janda itu karena semua orang tak sama prinsipnya, Jul."

"Betul,Eddy. Memang semua apa yang kita lakukan akan ada resikonya, iakan?Tapi sudahlah memang nasi sukar menjadi bubur kembali begitulah nasib Ibu Helena yang agaknya sulit bergabung dengan anak-anaknya.

sm/03122013
---------------------------------

Cerpen : CINTAKU DI PERSIMPANGAN
Oleh : siamir marulafau


"Cinta memang buta ",kata salah seorang pujangga Inggeris, tapi walaupun demikian cinta itu juga kadang membawa nikmat dan kadang juga membawa sengsara.Istilah ini tak asing lagi dan sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan masyarakat awam, masyarakat elit, toh cinta itu berbeda ragam dan tergantung pada yang mencintai dan yang dicintai."Cinta itu sebenarnya adalah sesuatu yang mengalir dalam lubuk perasaan yang sangat mendalam" kata seorang teman saya bernama Edison, yang kebetulan baru saja menamatkan studinya pada salah satu perguruan tinggi di USA.Dia selalu membaca banyak buku yang berhubungan ilmu Humaniora dan politik walaupun dia bukan pada jurusan sastra dan politik.Begitu sibuknya dia mempelajari ilmu Psikologi, dia menyempatkan watunya membaca buku-buku yang berhungan dengan kisah cinta dalam berbagai novel.Tapi setelah dia pulang dari USA, kami jumpa di persimpangan dan mengajakku makan di sebuah restauran terdekat di kampus saya dan aku sangat kaget jumpa dengan dia seakan-akan rasa kerinduan itu bercahaya lagi sepertinya mentari menyinari bumi, terang benderang dan betapa gembiranya aku karena kami sudah sekian tahun tak jumpa-jumpa.Dia adalah teman akrabku di waktu aku duduk di bangku kelas III SMU Khalsa beberpa tahun yang silam, dan tahu-tahu dia sudah menjadi magister di bidang ilmu Psikologi.

Setelah kami masuk di sebuah restauran pada siang hari itu, Edison bertanya padaku,"Nasrul, berapa lama kamu belajar ilmu sastra?" Aku jawab sambil minum segelas teh.

"Aku menyelesaikan studiku di bidang ilmu sastra selama 4 tahun"
"Lantas, sastra apa saja yang kamu pelajari,Rul?"
"Sastra Inggris.Itu pun hanya sampai pada level strata satu(S1)"
"Wah,hebat betul kamu,Nasrul".Aku banyak membaca karya-karya kamu di majalah Times Newyork,dan kamu banyak menceritakan tentang kisah cinta remaja pada masa sekarang.Aku juga senang membacanya,Rul.Biar anda tahu aku bercerita padamu bahwa semenjak aku berada di USA, aku melihat teman karibku juga bernama John dan Margareth.Mereka adalah sangat bersahabat pada mulanya, tapi lambat laun menjadi intim.Mereka saling mencintai.Kisah cinta mereka nyata betul aku saksikan karena mereka adalah sangat akrab denganku.

"Oh, menarik sekali Son,apa kira-kira kisahnya itu?"
"Pokoknya, serulah.Karena temanku itu hampir bunuh diri, dan
teman perempuannya gila dan terpaksa di bawa ke rumah
sakit gila dan sampai sekarang belum juga sembu-sembuh."
"wah! Seru bangat ya, Edison".Kalau begitu apa sih, ceritanya?

Mendengar ini, Nasrul juga penasaran karena dia ingin mengetahui mengapa sampai perempuannya gila. Ini kisah cinta yang luar biasa sepertinya kisah cinta yang tak dapat dilupakan dan dipisahkan ibarat kulit dengan daging.

"Edison,jangan buat aku penasaran.Kita kan sambil makan dan alangkah baiknya bila kamu ceritakan padaku tentang itu semua".Ceritanya amat menyedihkan Rul karena John dan Margareth ini adalah sama-sama berasal dari daerah yang sama ,yakni dari daerah Mississipi,dan orang tua Margareth sangat miskin sedangkan orang tua John sangat kaya.Tapi walaupun Margareth ini miskin orang tuanya namun dia tidak patah semangat.Dia tetap berjuang dan bekerja di sebuah bar di kota New York selama beberapa tahun. Selama dia bekerja di sana, dia banyak membuahi hasil sehingga dia banyak menyimpan dolar di bank untuk biaya perkuliahannya pada masa akan datang.Dia ingin melanjutkan studinya di Universitas Washington dalam bidang ilmu Psikologi.Cerita demi cerita,ya maklum saja ya Rul,namanya orang kerja di Bar, tentu banyaklah pergaulan, dan dia kenal seorang yang kaya raya dan sangat menolongnya terutama dalam masalah keluarga.Mungkin karena Margareth cerita kepada Tuan Davison tentang keluarganya dan Margareth bisa terbantu sedikit.Tapi namanya bantuan mengalir terus menerus sementara Tuan Davidson sudah mulai menaruh perhatian pada Margareth meskipun tak ada rasa cinta dalam perasaan Margareth tapi Karena Tuan Davidson sangat pandai merayu cewek cantik belia ini, akhirnya hati Margareth luluh bagaikan deburan ombak menerpa pantai menyambut cinta Davidson meskipun Davidson sudah punya putra tunggal semata wayang bernama Jhon.Ya, namanya budaya Timur dengan Barat agaknya jauh berbeda, Nasrul, dan tidak salah bila Margareth tercicipi oleh Tuan Davidson.Sungguh malang nasib temanku,Jhon mencitai Margareth pada awal musim semi mereka pergi di sebuah taman tak begitu jauh dari kampus kami,dan di situlah mereka mengadu nasib sehidup semati.Margareth sangat simpatik bersahabat dengan Jhon dan akhirnya mereka menjadi teman yang intim tak dapat dipisahkan.Aku pun terheran-heran dan terus berkata pada Edison,"Jadi kalau begitu bagaimana kelanjutan ceritanya".Aku sungguh tertarik mendengar kisah demikian,Son". Ya, tenang sajalah,silahkan habiskan dulu kopinya, kan masih banyak lagi,iakan?"

"Tapi, biar kamu tahu ya Nasrul, yang paling seru lagi ketika kami hampir tamat di perguruan itu.Maksudku di Universitas Washington,Jhon bercerita padaku bahwa pada akhir bulan Desember tahun depan, dia akan melanjutkan pernikahannya dengan gadis yang dicintainya,yaitu Margareth.Untuk itu, dia harus memperkenalkan Margreth kepada kedua orang tuanya, terlebih lebih kepada Bapaknya, yaitu Tuan Davidson". Niatnya itu terkabul bahwa dia harus melamar Margareth karena kedua orang tua Margareth setuju bila John ini teman hidup Margareth karena John adalah seorang yang baik budi, jujur, ganteng dan sangat ramah kepada semua orang.Tapi apa yang terjadi,Rul? Bak kata pepatah mengatakan,"Mujur tak dapat diraih malang tak dapat ditolak".Tahu-tahu suasana pada malam peminangan gadis belia ini menjadi malam yang sangat malang bagi temanku Jhon karena calon istrinya melarikan diri dengan tiba-tiba di saat John memperkenalkan calon istrinya kepada Bapaknya,dan Margareth sangat malu setelah bertatap pandang dengan Tuan Davidson.Apa mau dikata, John sebelumnya tak tahu bahwa ada hubungan batin antara Margareth dengan orang tuanya sendiri.Dalam perasaan Margareth,kan tidak mungkin Davidson menjadi mertuanya sementara hubungan mereka masih terjalin intim bagaikan makan buah simalakaman, maju kena mundur kena, iakan Nasrul".

"Wah!Seru bangat itu cinta,Edison."
" Jadi, bagaimana selanjutnya?"
"Apakah mereka tetap juga menikanh?"
"Tentu saja tidak, donk, mana mungkin mereka bersatu lagi?"
" Kasihan juga ya, sama teman kamu itu, Jhon"

Biar kamu tahu, Nasrul.Temanku,Jhon itu sudah hampir bunuh diri dengan membeli racun tikus dan untung juga pada malam itu kuselamatkan dia.Kalau tidak, ya habislah dia.Aku juga turut prihatin, kok mereka nampaknya kurang saling terbuka antara satu dengan lainnya.Maksudku,mengapa Margareth tidak menceritakan pada John masalah hubungannya dengan Tuan Davidson pada awalnya, kan Jhon ini tak akan korban dan begitu juga Margareth.Tapi yang paling seru lagi, Rul.Tiga bulan kemudian, aku dengar khabar dari salah seorang teman perempuan Margareth bernama Sylvia mengatakan Margareth telah diopname di rumah sakit gila karena urat syarafnya terganggu.Ini juga menunjukkan bahwa dia sangat mencintai Jhon
tapi apa boleh buat"Maksud hati nan meluk gunung apa daya tangan tak sampai", iya kan Nasrul?"

"Betul sekali, Edison.Kasihaan juga pada kedua temanmu, itu ya,dan itulah kalau asmara sudah bergelora sehingga dunia kabur dan kadang tersenyum dan kadang menangis seolah-olah cintanya hanya jumpa dipersimpangan dan sangat sakit bila hal ini terjadi dalam diri kita".

"Sepakat, cinta itu buta"
"Benar,Rul. Makanya aku juga sangat berhati-hati kalau bercinta. Soalnya kalau ini terjadi dalam diriku,apa yang harus kubuat?"Aku, kemungkinan akan juga bisa bunuh diri tapi walaupun demikian kita juga orang yang taat beragama, Rul.Dalam agama Islam, seperti kamu ini Rul kan sangat pantang dan dosa besar dalam ajaran Islam, iakan?Kami juga dalam agama Nasrani sangat terlarang bunuh diri apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru, kita umat kristen harus taat beribadah kepada Tuhan dan banyak mengenang dosa-dosa masa lalu dan meminta ampun pada Tuhan penyelamat supaya masuk surga Bapak.

"Betul sekali apa yang ada katakan,Edison.Kami dalam ajaran Islam sangat tercela bunuh diri dan itu tidak akan diampuni oleh Tuhan karena bunuh diri itu adalah salah satu dosa yang paling besar dalam ajaran Islam".Ok, Edison, nampaknya sudah menunjukkan pukul 3.30 dan aku harus balik lagi ke kampus karena ada urusan yang penting.Selamat Tinggal.

sm/02122013
--------------------------------
Cerpen: MENGAPA BAPAKKU GAGAL?
Oleh : siamir marulafau


Di saat langit mendung , aku dan temanku Syukur singgah di sebuah kantin terdekat dan tak berapa jauh dari kampus kami di Jln. Uinversitas,19.Aku berkata sama Syukur " Kita lebih baik berhenti sebentar sambil ngopi,kur.Hujan sudah mau turun dan aku takut tak bisa kita sampai ke kampus karena tak ada payung."

"Oh,betul juga" Kata sukur
"tengoklah,langitnya sudah mendung".Sebentar lagi hujan deras.
"Jadi kalau begitu, kita lebih baik berteduh di kantin itu, sambil ngopi dan kebetulan sekali Kur,ada yang mau kutanya sama kamu".

"Syukur jadi terheran-heran dan merasa kaget dengan omonganku itu dan seolah-olah dia ketakutan,dan dia kelihatannya gugup dan tak bisa ngomong lagi".Aku pun jadi tak enak karena aku seolah-olah memaksa dia ngomong".Tapi namun demikian, aku juga membujuk dia supaya semangatnya pulih kembali, betul pula itu dalam pikirku.

Setelah kami masuk ke kantin itu dan memesan dua gelas kopi panas dan mulailah aku cerita pada Syukur dan sambil menanyakan dia apa yang ada dalam benakku.Syukur, rupanya sangat tanggap dengan niatku bertanya kepadanya bahwa dia tak bisa ngelak dan aku bilang,Syukur,"Apakah benar ayahmu bekerja di kantor Depatemen Keuangan,Kur?"

"Oh, ya, memang Bapakku kerja di sana tapi kemungkinan akan pensiun pada akhir tahun ini.Kami tidak tahu apa yang kami buat bila Bapak kami pensiun nanti".
Kur, kita harus percaya hawa Tuhan itu maha besar adil dan penyayang.Tuhan tak akan membuat hambanya sengsara terus menerus dan Tuhan maha penyayang, iakan?

"Betul, Din. Tapi aku kan belum menyelesaikan studiku sementara Bapakku pensiun." Alah, gampang semua itu kau kan bisa kerja sambil kuliah.

terus terang ya, Din selama ini Bapakku kerja di kantor Dep. keuangan tapi bapakku tak pernah menyeleweng.Maksudnya, mengkorupsi uang negara dan baru-baru ini Bapakku dicalonkan menjadi Caleg 2014-2019.Dia memang saja mau tapi tak mau berusaha untuk menduduki jabatan Calon Legislatif.Bapakku jujur benar dan tidak mau neko-neko, dan katanya pada kami,"Walaupun aku sudah dicalonkan menjadi Caleg 2014-2019 tapi aku tak ambisi.Kalau memang menang ya, menanglah,kalau tidak menang, ya sudah. Aku tidak mau bersifat money politic karena kalau sudah kayak begitu,kita tak bakal tentram untuk bekerja dan apalagi dinasnya bekerja dibahagian legislatif."

"Pikirku, ya betul juga bapakku,tapi namun demikian sebagai anak Sulung,aku
juga memihak pada prinsip Bapakku karena dia sangat jujur dan tidak mau menyuap dan memakan suap karena itu sangat pantang dalam ajaran islam".

"Oh, jujur sekali Bapakmu,Kur.Sulit sekali mendapatkan orang seperti itu sekarang.Bisa dikatakan 1000 satu dan itu pun kalau ada orang macam kayak gitu."

"Iya , memang orangnya sederhana dan tidak suka macam-macam".Kemungkinan Bapakku bekerja di kantor keuangan selama lebih kurang 20 tahun lamanya dan tidak pernah terlibat dalam masalah keuangan baik di dalam
pekerjaanya maupun di luar tugasnya".Makanya Bapakku sangat dipercayai oleh atasannya.

"Kur,ingat bahwa orang jujur selalu terbujur dan sampai-sampai dia pun."

"Din, setiap orang berbeda prinsipnya dan memiliki karakter yang berbeda-beda pula, betul atau tidak?

"Ya, benar.Tapi alangkah baiknya, Bapakmu memberikan kesempatan padamu untuk bekerja di kantor itu. Maksudku ya, kalau Bapakmu sudah pensiun,jadi kamulah penggantinya."

"Wah!, Tidak mungkin,Din.Itu namanya KKN,mentang-mentang Bapakku sebagai kepala tata usaha di kantor itu,aku harus diangkat menjadi salah seorang staf.Itu kan tidak mungkin.Kita harus melamar dan memenuhi beberapa persyaratan-persyaratan menjadi PNS sebagaimana lazimnya, iakan?"

"Betul, aku sepakat kalau begitu.masuk menjadi pegawai PNS bukanlah suatu hal yang gampang, tapi entah bagaimana pula ya, kok yang lainnya gampang masuk dan bekerja sebagai PNS."Jangan kamu merasa yang tidak-tidak dan salah paham,Din.Mengenai masuknya seseorang untuk menjadi pegawai PNS telah kupelajari semua karena sedikitnya Bapakku bercerita kepadaku tentang itu semua.
Baguslah kalau begitu, Kur berarti kamu sudah mengerti semua.Tapi aku tak mengerti semua itu karena Bapakku,Kur adalah seorang petani dan bukan bekerja sebagai PNS,sedangkan Ibuku tak bekerja dan hanya sebagai Ibu rumah tangga.
Kur, sampai sini ajalah dulu kita berbincang kebetulan kami masuk jam 9.30.Bapak dosen yang mengajar mata kuliah Kritik Sastra datang dan salah seorang temanku memanggil melalui selulerku.Selamat tinggal ya, sampai jumpa lagi.

sm/28112013


------------------------------------


CERPEN : TULANG RUSUK PEREMPUAN TAK PERNAH BERTUKAR
Oleh :siamir marulafau


Di sebuah institusi pendidikan Swasta, ada seorang teman Joni yang sangat akrab dengan aku di kala melanjutkan studiku di salah satu lembaga pendidikan di kota Medan. Nampaknya, teman Joni itu sangat ambisi dalam studi sehingga dia mendapat predikat yang sangat bagus dalam studinya.Pada suatu hari,aku bertanya pada Nasrul,"Berapa lama kamu tinggal di kota ini?"Nasrul menjawab,"Saya sudah lama tinggal di sini sekitar lebih kurang 5 tahun lamanya, dan aku tinggal di rumah nenek ,dan sudah tiada lagi, meninggal setahun yang silam."

"Oh,begitu.Jadi, orang tuanya masih hidup?"
"Kedua orang tuaku masih hidup,Bapaku bekerja di sebuah instansi
sedangkan Ibuku bekerja sebagai ibu rumah tangga.Aku punya dua orang
saudara yang sedang kuliah di salah satu perguruan Swasta bernama Rizky
Endang Sugiarti dan yang paling bungsu namanya Edi,sedang studi di SMU
Negeri 2 Medan"."Memang keluarga sakinah mawaddah warrahmah",Aku katakan pada Nasrul, berarti kedua orang tuamu berhasil membina kalian semua.Kita lihat pada masa sekarang agaknya banyak orang tua gagal dalam mebina rumah tangga,dan aku pun selalu bertanya-tanya, mengapa demikian?

Nasrul yang sedang memegang pulpen menulis puisi berkata,"Ada-ada saja pertanyaan kamu ini, Azmir, berhasilnya orang tua atau tidaknya dalam membina rumah tangga kan tergantung pada pribadi orang tua.Kalau memang orang tuanya tahu tuanya dan berpendidikan mendidik anak, iya jelas donk orang tua itu akan berhasil membina keluarganya, iya toh"?

"Betul sekali Nasrul, apa yang kamu katakan tepat dan aku pun berpikir demikian karena keberhasilan orang tua itu tergantung pada bagaimana mereka mengayomi dan mengarahkan anak-anak mereka ke jalan yang benar, karena apabila salah semua akan tertumpah pada mereka,iakan"?

Menjelang bulan Ramadan, semua institusi diliburkan dan temanku,Nasrul juga hendak mau balik ke kampung halamannya yang agak jauh dari kota Medan.Selama berada di kampung Nasrul sangat taat beribadah dan semua orang kampung itu sangat senang kepadanya,dan apalagi Nasrul seorang Qori Nasional terbaik di tingkat Universitas di Indonesia.Iya jelas banyak perempuan yang senang kepadanya.

Sekitar pertengahan bulan Ramadan, aku menelpon Nasrul dan bertanya padanya,"Rul, kapan bailik ke Medan"?Dia menjawab, "Aku ke Medan setelah lebaran bersama adiku Endang karena Endang mau melanjutkan studinya di Fakultas Sastra Inggris,UISU Medan, dan kemungkinan smester depan adiku ini sudah tamat dan diwisuda akhir tahun ini."

"Oh, begitu, Rul.Aku pikir kamu cepat balik ke Medan karena pada akhir bulan Ramdan ini, ada acara haflah Al Quran diadakan di Mesjid Agung Medan, dan aku telah mendaftarkan kamu untuk ikut peserta pada kegiatan itu, tidak apa-apa kan,Rul"?Mendengar cakapku ini, Nasrul juga senang dan mengatakan padaku,iya"Daftarkan sajalah, aku akan segera ke Medan, tak usah khwatir, demi teman"

Tepat tanggal 28072013,Nasrul datang ke Medan bersama adik kandungnya dan segera menjumpaiku di tempat kosku yang lama tak begitu jauh dari kampusku, dan alangkah terkejutnya aku di saat Nasrul mengetuk pintu kamarku datang bersama Endang dan seorang perempuan yang cantik, rupanya teman baik Endang.Erni salah seorang prempuan yang baik budi dan hatinya lembut selembut salju disamping ramah pada setiap orang.Sehingga banyak kaum lelaki yang menggaitnya tapi dia tak mau karena dia sangat senang pada abangnya si Endang.Pikirku, Nasrul punya adik perempuan lagi selain Endang tapi penglihatanku salah.Mereka sudah menjalin hubungan asmara sejak duduk di bangku SMU beberapa tahun yang silam.Nasrul juga sangat mencintainya, di mana mereka macam pinang dibelah dua dan tak bisa dipisahkan.Aku berkata dalam hatiku,"Mengapa ga kayak gini pacarku?"Aku murung sejenak karena mengingat nasib dunia sudah menjadi bubur dan sukar menjadi nasi kembali.

Tapi menjelang enam bulan kemudian,aku mendapat kabar baik dari keluarga Nasrul bahwa keluarga Erni sangat setuju bila pernikahan mereka di laksanakan pada bulan Desember tahun depan dan mereka pun tak lupa mengundangku untuk datang ke sana.Aku pun tak menolaknya karena dia juga sahabatku yang baik. Di saat pernikahan mereka aku juga bilang pada Nasrul bahwa kamu harus benar-benar serius berumah tangga sambil kuliah di S2 karena perempuan pada masa sekarang ini sangat berbeda karakternya dengan perempuan pada masa dahulu, iya kalau tak percaya omonganku ini, boleh bertanya pada orang tua.Nampaknya, Nasrul juga tertarik dengan cakapku dan berkata padaku :

"Betul kah itu"?Apakah memang semua perempuan punya karakter seperti
itu?"
Aku jawab,"Apa yang kukatakan benar,Rul".Karena kalau sudah menikah,
istri itu sudah menjadi sebahagian tulang rusuk kita dan sukar untuk
dipertukarkan.Jodoh itu adalah semuanya ditangan Illahi dan Allahlah yang
menentukan siapa yang pantas jadi istri kita.Makanya pernikahan itu harus
benar-benar dan tak boleh tak bertanggungjawab.

Hematku,Nasrul tidak perlu bimbang karena perempuan yang akan kau persunting itu berasal dari keluarga yang baik-baik,iya bukan?Mereka sangat ternama di kampung itu, kan?Ini semua aku dengar pada tetanggamu di waktu aku berkujung ke tempat kalian setahun yang lalu,masih ingat atau tidak?

Nasrul sangat terkesima mendengar cakapku dan langsung menyalamiku.Aku sangat salut dengan kamu,Azmir.Kamu adalah teman baikku, dan memang apa yang kamu katakan padaku semua benar dan juga hal seperti ini sangat terpikir olehku.Soalnya, aku harus menikahi Erni karena dia seorang anak yang baik di keluarganya dan pantas menjadi istriku, iakan?Itukan tergantung pada yang punya badan,kataku pada Nasrul.Ingat, Rul perempuan itu berbeda-beda tingkah dan kelakuannya tapi yang paling penting adalah karakternya,bukan soal cantiknya.Memang calon istri kamu sangat cantik, cantiknya macam bintang film Boliwood, India.Aku pun salut melihat kamu, kok sampai bisa dapat kamu secantik itu, ya Rul?Apakah kamu punya ilmu pelet?Apalagi Erni itu berasal dari keluarga yang kaya tapi kaya hati pada semua orang.Mengapa aku tahu ini semua,Rul?Aku kan seorang yang suka meneliti kasus,dan apalagi kamu temanku dan tak suka bila kamu menikah dengan perempuan yang tak beres.Maksudnya statusnya tak beres dan keluarganya juga keluarga yang tak terpandang di masyarakat. Itulah yang paling penting,Rul,status keluarga karena ingat apa yag selalu dibilang orang"Kalau pohonnya bagus, maka buahnya juga akan bagus, iaya kan Rul?"Betul atau tidak?"

Nampaknya, Nasrul juga sebagai teman tak bosan mendengar ocehanku walaupun kusampaikan dengan nada yang agak nyaring memekakan kuping tapi Nasrul senang menerimanya dan dia juga sangat berterimakasih atas saranku sebelum dia masuk di ambang pintu pernikahan tahun depan.

"Terimakasih, makasih ,,,,Azmir.Memang kamu teman baikku.Aku sudah tahu sifatmu, dan tak akan membiarkan seorang teman hanyut ke hamparan lautan yang tak berpilar.Maksudnya kamu tak suka bila teman hancur hanya disebabkan perempuan karena perkawinan itu seharus sekali saja dan itulah yang paling baik,aku pikir Azmir, iakan"?Istri itu kan tulang rusuk kita yang hilang dan sebadan dengan kita, dan tidak bisa dipertukarkan.

Menjelang pertengahan bulan Desember tahun berikutnya,aku pun datang ke pesta perkawinan temanku,Nasrul di mana pergelaran adat istiadat Minang sangat menarik perhatianku karena sebelum mempelai laki-laki memasuki rumah perempuan yang dipersunting terlebih dahulu disambut dengan adat istiadat berupa tari piring yang sangat mengharukan hati.Aku pun sangat tertegun melihat situasi demikian betapa indahnya tarian-tarian yang disuguhkan pada masa itu.Apalagi keluarga perempuan ini sangat terhormat dan terpandang di kampung itu sehingga pesta perkawinan temanku itu berlangsung dua hari dua malam dan aku betul-betul sangat senang melihat temanku,Nasrul bahagia.

Bukan itu saja membuat hatiku senang sebagai teman Nasrul tapi sifat dan karakter keluarga mempelai perempuan sangat sopan dan ramah, menghargai pendapat orang lain dan sebagai buktinya, Endang Sugiarti juga berperan dalam membaca puisinya dengan penuh khidmah membuat bulu kudu semua orang naik ke langit yang ke 7 begitu indahnya bacaan puisi bermakna pada tema perkawinan ditulisnya beberapa bulan sebelum pernikahan Abangnya berlangsung.Aku juga salut melihat Endang pada masa itu, karena dia seorang penyair kenamaan di kota Medan.

"Mendengar kataku itu, Nasrul jadi terharu pada apa yang aku katakan, dan kukatakan padanya bahwa aku bukan memuji sebenarnya tapi kenyataan untuk apa kita bialng seperti itu kalau sesuatu yang kita katakan itu tak benar, iakan ,Rul?

"Betul sekali,Azmir.Terimaksih atas atensi Saudara"
"Iya, apa yang kutakan benar, aku kan tak bercakap yang tidak-tidak,
kenyataan,donk."

"Memang betul itu,Azmir,,,,,,,teringatnya?

"Kapan Azmir menamatkan studinya"?
"Aku kan tak kuliah lagi Nasrul"
"Mengapa ?"Kan lebih baik kalau kamu melanjutkan ke S3?
"Aku pikir sudah,Rul sampai S2 saja karena usiaku termakan senja dan
lagipula aku sangat sibuk mengajar setiap harinya dan tak punya waktu
untuk itu, iakan?"

"Oh, begitu, itu kan tergantung pada kamu sih, Azmir tapi hematku kamu lebih baik kuliah S3 karena sangat penting untuk kemajuan pembelajaran di Universitas, iakan"?

"Betul! Betul! sekali.Sepakat tapi aku tak punya waktu lagi dan apalagi biayanya sangat mahal.kalau memang ada program riset untuk S3 di Malaysia, iya aku akan ikut program itu tapi memang ada tapi biayanya sekarang,Rul."

"Biar kamu tahu Azmir,setelah calon istriku tamat di S2 jurusan linguistik di Universitas Kebangsaan Malaysia, aku akan menyarankan dia supaya melanjutkannya ke S3 dan begitu juga adikku Endang Sugiarti supaya dia harus menyambung kuliahnya ke S2 jurusan sastra Inggris di India.Aku yakin Endang dapat menyelesaikan studinya dalam waktu yang singkat karena dia seorang anak yang pintar dan pandai berbahasa Inggris dan apalagi seorang penyair, iyakan"?

Aku setuju pendapatmu Nasrul karena Endang itu kan mantan mahasiswiku di Fakultas Sastra UISU beberapa tahun yang lalu dan dia juga pintar dan sangat gigih berjuang demi kesuksesan dalam pendidikan, iya toh?

Nampaknya, sudah menunjukkan pukul 12.00 wib, seharusnya kita berhenti dulu karena kebetulan hari ini hari Jum'at dan aku sholat Jumat ke Mesjid Taqwa, apakah tak ikut kamu,Rul?
"Iya, jelas donk, mari kita sama-sama ke mesjid dan sholat bersama, ayuk!

sm/04042014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar